Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 3 : YOU ARE MY DESTINY Kiss Me


__ADS_3

Jam sepuluh malam acara resepsi berakhir sudah, menyisakan kepenatan bagi semua orang tak terkecuali pengantin baru. Elang segera mengajak Azkia pulang. Dia memutuskan membawa Azkia ke rumah. Padahal Ega sudah menyediakan president suite room untuk pengantin baru itu, tetapi Elang memilih menghabiskan malam pertama di rumah, tepatnya di kediaman mereka di lantai tiga.


Setelah mengantar Azkia ke kamar mereka, Elang kembali ke lantai dua. Dia memilih membersihkan diri dan berganti pakaian di kamar lamanya. Sementara itu di lantai tiga, Azkia mulai melepaskan niqab serta hijabnya. Dia lalu menuju walk in closet untuk mengambil pakaian ganti. Sejenak Azkia memandangi lemari di depannya. Di sana sudah tertata rapih pakaian miliknya, mulai dari pakaian resmi sampai santai. Poppy dan Debby yang menyiapkan semua untuknya.


Azkia menarik sepasang piyama berbahan satin beserta **********. Kemudian dia menuju meja rias. Azkia lebih dulu melepaskan bulu mata palsu baru kemudian membersihkan make up di wajahnya. Selesai dengan urusan make up, kini tinggal membuka gaunnya.


Azkia masih berkutat dengan gaunnya ketika Elang masuk ke dalam kamar. Penampilannya sudah kembali segar. Kaos oblong dan jogger pants melekat di tubuhnya yang atletis. Dia lalu menghampiri Azkia yang sedang membuka resleting baju yang terdapat di bagian belakang.


“Kenapa belum mandi hmm?”


Azkia terjengit lalu spontan membalikkan tubuhnya. Elang tertegun melihat kepala istrinya yang tak tertutup hijab. Rambut hitam Azkia tergerai sampai ke punggung. Dengan atau tanpa hijab, istrinya itu tetap terlihat cantik.


“Ini mas, dari tadi aku coba lepasin gaun tapi susah.”


“Sini mas bantu,” Elang sudah mengubah panggilan dirinya dari aku menjadi mas.


Dia membalikkan tubuh Azkia jadi membelakanginya. Elang merapihkan rambut Azkia lalu menyampirkannya ke pundak. Perlahan dia mulai menurunkan tali resleting. Punggung putih nan mulus langsung terpampang ketika Elang berhasil menurunkan tali resleting sampai ke ujungnya. Dia meneguk saliva melihat pemandangan di depannya.


“Sudah mas?”


“Sebentar.”


Elang mendekatkan tubuhnya lalu mengecup punggung istrinya. Azkia seperti tersengat aliran listrik ketika merasakan bibir Elang menerpa punggungnya. Elang kembali mengecup punggung lalu beralih ke bahu dan tengkuk. Azkia memejamkan matanya menikmati kecupan demi kecupan di tubuhnya. Lalu dia merasakan tangan Elang melingkar di perutnya. Hembusan nafas Elang begitu terasa di telinganya membuat bulu kuduknya meremang.


Untuk beberapa saat keduanya tetap berada dalam posisi itu. Menikmati debaran jantung yang bertalu-talu ketika tubuh mereka tak berjarak. Elang meletakkan kepalanya di ceruk leher Azkia lalu kembali memberikan kecupan di sana. Tanpa sadar Azkia mendesah. Elang terus menciumi leher sang istri.


“Maasss.. aku belum mandi.”


Elang menghentikan kegiatannya lalu melepaskan pelukannya. Azkia segera menyambar handuk lalu melesat masuk ke kamar mandi. Dia bersender ke pintu seraya memegangi dadanya yang terus saja berdebar.


Sepuluh menit kemudian Azkia selesai dengan mandinya. Dia menepuk keningnya karena lupa membawa pakaian ganti. Ditutupi tubuhnya dengan handuk lalu membuka pintu kamar mandi. Kepalanya menyembul keluar mencari sosok suaminya. Terlihat Elang sedang duduk bersandar di atas ranjang.


“Mas..”


“Kenapa sayang?”


“Tolong ambilkan bajuku di atas kasur.”


Elang melihat sepasang piyama beserta dalaman wanita di atas kasur. Dia bangun lalu menyambar pakaian tersebut. Azkia mengambil pakaian dari tangan suaminya. Namun sebelum Elang beranjak pergi, dia kembali berkata.


“Mas, bisa ambilkan satu lagi?”

__ADS_1


“Apa?”


“Hmm.. tolong ambilkan pembalut di laci lemari.”


“Ok.”


Tanpa bertanya Elang bergegas menuju walk in closet. Dibukanya laci lalu mengambil satu buah pembalut yang tersimpan di sana. Saat akan kembali ke kamar mandi, tiba-tiba dia menghentikan langkahnya. Matanya memandangi pembalut di tangannya.


“Haiissshh.. sial.”


Semangat Elang yang tadi berkobar langsung surut begitu menyadari fungsi dari benda di tangannya. Dia berjalan ke kamar mandi dengan langkah lunglai. Azkia menerima pemberian Elang lalu menutup pintu kamar mandi. Elang terduduk lemas di pinggir ranjang. Tak berapa lama kemudian Azkia keluar dari kamar mandi. Dia duduk di samping Elang sambil menyisir rambutnya.


“Kamu sedang datang bulan Az?”


“Hmm.. iya mas.”


“Berapa lama?”


“Apanya?”


“Berapa lama biasanya siklus bulanan kamu?”


“Enam hari. Maaf ya mas.”


“Karena belum bisa memberikan hakmu malam ini.”


Elang merubah posisi duduknya jadi menghadap Azkia. Dibelainya rambut istrinya ini. Kemudian mendaratkan sebuah kecupan di keningnya.


“Kenapa harus minta maaf? Itu bukan kesalahanmu. Sambil menunggu kamu selesai, kita bisa pacaran dulu.”


Azkia menganggukan kepala seraya tersenyum. Elang mendekatkan wajahnya lalu mulai mencium kening, kedua pipi dan terakhir mencium bibir Azkia yang selalu menggodanya. Dia hanya menempelkan bibir saja untuk beberapa detik lalu melepaskannya lagi. Elang menatap dalam netra Azkia. Lagi, debaran itu hadir begitu saja. Wajah Azkia sudah memerah seperti kepiting rebus. Elang menahan dagu Azkia ketika istrinya itu hendak menundukkan kepalanya.


Elang kembali menempelkan bibir mereka. Kali ini dia mulai memberikan l*m*t*n-lu*a*an kecil. Gerakannya masih kaku karena ini kali pertama dia berciuman. Begitu pula dengan Azkia yang hanya diam. Elang mengakhiri ciumannya sebentar kemudian kembali menyambar bibir istrinya. L**at*n dan pagutannya sudah lebih baik sekarang. Instingnya mulai bekerja, teori yang dipelajarinya dari Dimas kini mulai dipraktekkannya.


Elang menarik tengkuk Azkia untuk memperdalam ciuman mereka. Pagutan Elang bertambah dalam. Dia mengetuk bibir Azkia dengan lidahnya membuat wanita itu membuka mulutnya. Lidah Elang langsung menerobos masuk ke dalam rongga mulut istrinya dan bermain-main di dalamnya.


Keduanya semakin terbawa suasana. Tangan Azkia yang tadinya berada di pundak Elang kini sudah melingkar di leher suaminya. Dia juga sudah mulai membalas ciuman Elang walau dengan gerakan kaku. Elang mengakhiri ciumannya ketika menyadari istrinya sudah hampir kehabisan oksigen. Kening mereka menyatu dengan nafas yang masih tersengal.


“I love you Az...”


“I love you too mas...”

__ADS_1


“Sudah malam, kita tidur ya. Kamu juga pasti cape.”


Elang merangkak naik ke atas kasur lalu membaringkan tubuhnya. Dia merentangkan tangan kanannya kemudian memberik kode pada Azkia untuk tidur di sampingnya. Azkia memandangi Elang sejenak. Menyadari mereka akan tidur bersama di atas ranjang membuatnya gugup. Dengan gerakan pelan dia naik ke atas ranjang lalu merebahkan kepalanya di atas lengan suaminya.


Elang memiringkan tubuhnya kemudian menarik pinggang Azkia, membalikkannya menjadi menghadap padanya. Tangan kirinya merapihkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik sang istri.


“Besok kita kencan yuk. Untuk merayakan hari pertama kita pacaran.”


“Boleh mas. Mau jalan-jalan kemana?”


“Kamu maunya kemana?”


“Aku sih pengennya menikmati pemandangan alam gitu. Males kalau jalan-jalan ke mall.”


“Ok.”


“Naik motor ya mas.”


“Kamu mau naik motor?”


“Iya mas. Aku juga pengen ngerasain dibonceng mas. Selama ini kan cuma diboceng ojol aja,” Azkia terkikik geli.


“Hahaha.. boleh sayang. Apa sih yang ngga buat kamu,” Elang mencubit hidung Azkia.


“Tapi ada syaratnya,” imbuhnya lagi.


“Apa?”


“Kiss me.”


“Ish mas El genit. Mana ada orang baru pacaran langsung minta cium.”


“Itu orang lain. Kalau kita kan pasangan halal. Mau lebih dari itu juga boleh. Cuma sayang lagi verboden. So... kiss me.”


Pipi Azkia kembali merona, bahkan jantungnya tanpa permisi sudah menabuhkan genderang. Dengan gugup dia mendekatkan wajah lalu menempelkan bibirnya ke bibir Elang. Karena tak ada gerakan dari Azkia, Elang mulai m*l*m*t bibir istrinya itu. Tangannya menarik pinggang Azkia hingga tubuh mereka tak berjarak. Elang mengakhiri ciumannya lalu mengecup kening Azkia.


“Tidur sayang.”


Elang membenamkan wajah Azkia ke dadanya. Wanita itu bisa mendengar dengan jelas detak jantung suaminya yang berdebar kencang seperti miliknya. Perlahan detak jantung mereka mulai stabil. Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk tertidur.


🍁🍁🍁

__ADS_1


**Siapa yang ngarep malam pertama? Mohon maaf, neng Az-nya lagi palang merah jadi mohon bersabar buat para emak yang pengen lihat mas El belah duren😂


Udah Senin lagi nih.. waktunya vote yang gaaeess. Jangan ragu ya buat kasih vote ke mamake, like and commentnya juga jangan lupa ya. Love you all😘**


__ADS_2