Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 4 : BIZZARE LOVE TRIANGLE Masa Lalu


__ADS_3

“Jadi dia benar anakku?”


Bagas menganggukkan kepalanya. Berdasarkan hasil tes DNA yang dilakukan, Farel memang mempunyai hubungan darah dengan atasannya itu. Tapi dia cukup kesulitan mencari informasi tentang Farel. Irzal memang menutup rapat informasi tentang semua anggota keluarganya.


“Terus informasi yang lainnya apa?”


“Aku ngga dapet apa-apa. Susah banget cari informasi tentang dia, kayanya keluarga yang adopsi dia sengaja tutup rapat latar belakangnya. Yang aku tahu dia sekarang kerja di Humanity Corp sebagai asisten wakil CEO.”


“Hmm.. berarti dia megang jabatan penting juga.”


“Mungkin.. jangan macam-macam kamu. Aku ngga mau kamu manfaatin anak kamu. Kamu harus sadar, kamu ngga ada hak atas dia. Bahkan ketika Erika hamil, kamu minta dia gugurin anak kalian.”


Bagas segera pergi setelah menasehati atasan sekaligus temannya itu. Dia sudah cukup lelah dengan sepak terjang temannya itu. Di usianya yang sudah setengah abad lebih, dia belum juga menikah dan pola berpikirnya masih saja hedonis.


🍁🍁🍁


Poppy memasuki gedung Humanity Corp, dia ada janji makan siang dengan suami tercinta. Poppy mengirim pesan pada Irzal, dirinya menunggu Premium Restoran. Namun Irzal meminta Poppy menuju ballroom lebih dulu. Ada yang harus cek di lantai itu. Akhirnya Poppy memutuskan menuju ballroom.


Sesampainya di ballroom, Poppy hanya melihat dua pekerja sedang memperbaiki audio room. Matanya berkeliling mencari keberadaan suaminya. Terlihat ada dua orang keluar dari ruangan yang ada di ballroom. Sepertinya mereka ingin menyewa tempat untuk wedding.


Poppy mulai berkeliling. Tiba-tiba ada seorang pria keluar dari ruangan yang biasa dipakai tempat persiapan pengantin. Tanpa sengaja orang itu menabrak Poppy hingga ponselnya terjatuh. Pria itu segera mengambilkan ponsel lalu menyerahkan padanya. Poppy mengambil ponsel tersebut, namun dia terkejut ketika menyadari pria di depannya. Begitu juga dengan pria tersebut.


“Poppy..”


“Kamu..”


Poppy refleks berjalan mundur. Pengalaman buruk dengan pria di depannya membuat tubuhnya melakukan pergerakan untuk melindungi diri. Pria itu adalah Valen Anggara, artis terkenal ibu kota yang dahulu pernah mencoba memperkosanya. Senyum Valen mengembang melihat Poppy. Salah satu wanita incarannya dulu namun tidak berhasil dimilikinya. Bahkan karena Poppy, dia harus mendekam di dalam penjara.


“Ck.. ck.. ck.. puluhan tahun tidak bertemu tapi kamu masih tetap cantik seperti dulu. Apa kamu masih bersuami atau sudah menjanda?”


Valen melangkahkan kakinya menuju Poppy. Alarm bahaya berputar di kepala Poppy membuat wanita itu berjalan mundur, berusaha menghindari Valen.


“Jangan takut sayang... ayolah kita berbincang dulu mengenang masa lalu.”


“Pergi! Atau aku akan memanggil suamiku.”


“Aah.. suamimu? Orang yang telah membuatku babak belur dan menjebloskanku ke penjara? Ternyata dia masih hidup. Aku ingin melihat, apa reaksinya masih sama kalau aku mendekatimu lagi.”


“Berhenti mengganggunya! Berani kamu menyentuhnya, maka bukan lagi penjara, tapi aku akan mengirimmu ke liang lahat!”


Irzal muncul dari arah kanan Poppy, menghentikan langkah Valen yang semakin mendekati istrinya. Poppy bergegas mendekat pada Irzal. Valen memandangi Irzal penuh kebencian. Karena pria itu, hidupnya berantakan, karir keartisannya hancur hingga harus merintis kembali dari nol sampai akhirnya kini dia berhasil membangun agency.


“Kalian... kalian sudah menghancurkan hidupku! Kamu tahu berapa biaya yang harus kukeluarkan untuk mengoperasi wajahku yang sudah kamu rusak waktu itu? Bahkan aku harus mendekam di penjara selama empat tahun!!”


“Itu tidak sebanding dengan apa yang kamu lakukan pada istriku. Beruntung waktu itu aku tidak langsung mengirimmu ke neraka. Harusnya kamu bisa bertobat tapi ternyata kamu masih hidup seperti bajingan.”


Valen mengetatkan giginya mendengar ucapan Irzal. Tangannya mengepal erat hingga buku-buku tangannya memutih. Kebencianya pada Irzal sudah mendarah daging.

__ADS_1


“Ayah.. bunda..”


Irzal dan Poppy melihat ke arah Farel yang datang dari belakang Valen. Pemuda itu terus berjalan mendekati kedua orang tuanya. Mata Valen membulat melihat kedatangan Farel. Dia semakin terkejut ketika mendengar anaknya itu memanggil ayah dan bunda pada pasangan di depannya.


“Fa.. Farel.”


Farel menoleh. Sejenak dipandanginya wajah Valen, mencoba mengingat di mana dia pernah melihat pria di depannya ini.


“Oh.. bapak yang waktu itu di rumah sakit kan? Bapak kenal dengan orang tua saya?”


“Mereka orang tuamu?”


“Iya.”


Lutut Valen lemas mendengarnya. Bagaimana bisa anaknya dirawat dan dibesarkan oleh orang yang sangat dibencinya. Dengan langkah terseok, Valen mendekati Farel kemudian memegang bahu anaknya itu dengan erat.


“Anakku.. anakku.. ini ayahmu, ayah kandungmu.”


Farel seperti tersambar petir di siang bolong. Selama ini dia tak pernah peduli dengan keberadaan orang tua kandungnya. Namun kini tiba-tiba ada seseorang yang datang dan mengaku sebagai ayah kandungnya. Farel melihat ke arah Irzal dan Poppy yang hanya diam membeku.


“Ma.. maaf mungkin bapak salah orang.”


“Ngga.. aku ngga salah... ini buktinya.”


Valen mengeluarkan sebuah amplop dari saku celananya lalu memberikannya pada Farel. Ragu-ragu Farel membuka amplop tersebut, membaca isi di dalamnya yang ternyata hasil tes DNA.


Tangan Farel bergetar membaca hasil tes DNA. Entah apa yang dirasakannya saat ini, senang, bahagia, kecewa atau marah. Poppy segera menghampiri Farel, menepuk lembut bahu sang anak.


“Bun.. ini ngga benar kan bun? Dia bohong kan?”


Poppy segera memeluk Farel. Wanita itu tak mampu berkata apa-apa. Farel memandang ke arah Irzal yang hanya melihat ke arah Valen dengan pandangan yang sulit diartikan. Kemudian dia menghampiri Farel, mengusap puncak kepala sang anak.


“Kamu anak ayah dan bunda.”


“Irzal!”


“Pergilah.. biarkan kami menyelesaikan masalah keluarga kami dulu.”


Valen bergeming, namun setelah dipikirkan, akhirnya dia memilih pergi sambil memikirkan langkah apa yang akan dilakukan untuk mengambil hati Farel. Bagaimana pun juga Valen merasa Farel merupakan tambang emas baginya.


🍁🍁🍁


Irzal, Poppy dan Farel sedang berada di ruang kerja Irzal. Suasana hening untuk beberapa saat. Farel memandangi wajah Irzal dan Poppy, seakan meminta penjelasan lebih tentang pria yang mengaku sebagai ayahnya.


“Apa benar dia ayahku?”


“Iya,” jawab Irzal dengan pelan.

__ADS_1


“Ayah sudah tahu sebelumnya? Kapan ayah tahu tentang ayah kandungku?”


“Setahun setelah ayah mengadopsimu, ayah mengetahui kalau dia adalah ayahmu.”


“Siapa dia yah?”


“Namanya Valen Anggara. Dulu dia seorang artis, sekarang dia mengelola agency yang merekrut artis baru.”


“Maafkan ayah dan bunda nak, kalau terkesan menutupi tentang ayah kandungmu. Sungguh tidak ada maksud dari kami untuk memisahkanmu dari ayah kandungmu.”


“Apa dia orang baik? Sepertinya ayah dan bunda mengenalnya?”


“Kenapa kamu menanyakan hal itu?”


“Entahlah yah, aku tidak melihat ketulusan di matanya. Dia tiba-tiba datang mengakui kalau aku anaknya, aku takut dia punya maksud tersembunyi. Bagiku, orang tuaku hanya kalian. memiliki ayah, bunda, El, Yunda, Kia, Aslan, tante Rena dan om Dimas beserta keluarganya itu sudah cukup. Aku tidak membutuhkan yang lain, sekalipun ayah kandungku.”


“Farel... kamu, anak ayah dan bunda selamanya.”


Poppy memeluk Farel penuh haru. Begitu juga Farel, tangannya melingkar di punggung Poppy. Baginya tak ada tempat nyaman selain pelukan sang bunda.


“Farel.. jangan kelamaan peluk istri ayah.”


“Ya ampun ayah keterlaluan, sama anak sendiri aja cemburuan.”


Farel melepaskan pelukan dari Poppy seraya terkekeh. Tapi itulah yang dia suka dari keluarga ini. Keluarga yang menyayanginya dengan tulus. Poppy dengan kelembutan dan kebawelannya, Irzal dengan ketegasan dan keposesifannya, Elang dengan sikap dinginnya serta Yunda yang super jahil. Baginya, keluarga Ramadhan adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan padanya.


Setelah tak ada lagi hal yang ingin ditanyakan tentang Valen Anggara, Farel pamit kembali ke ruangannya. Sebelum masuk ke dalam ruangannya, Farel terlebih dulu menemui Jayden.


“Jay, tolong cari informasi soal Valen Anggara. Gue butuh informasi detil tentang dia. Dari mulai kecil sampai sekarang.”


“Valen Anggara siapa? Temen lo? Relasi baru apa camer elo?”


“Tukang cilor yang mangkal depan kantor.”


🍁🍁🍁


**Yang udah baca CLBK Couples masih inget ngga kasus Valen Anggara sama Poppy?


Kisah Farel selingan aja ya, ngga akan panjang. Ini buat latar belakang Farel ngga pede ngejar cewek yang dia suka, karena latar belakang bapaknya.


Sekalian mamake kasih waktu buat readers mutusin, Ayunda mau Ama Ilan apa Rey?😁


Like..


Comment..


Vote**..

__ADS_1


__ADS_2