
Rayna Kamaliya Vaughan atau yang biasa dipanggil Rain adalah anak perempuan dari pasangan Regan dan Sarah. Rain adalah gadis yang cantik, ceria dan supel. Selain bersahabat dengan Firly, dia juga cukup dekat dengan Firlan dan juga Gara. Anak dari pasangan Adit dan Debby itu bahkan sudah tergila-gila padanya sejak masih kecil. Jangan lupakan juga sosok Elang, sahabat baik sekaligus kakak baginya. Pemuda yang tengah menyelesaikan studi masternya di London itu memang sudah berjanji akan menggantikan sosok Rakan bagi sahabatnya itu.
Sepeninggal Elang ke London, Rain menjalani hari-harinya seperti biasa. Nasehat terakhir sahabat rasa kakak itu terus terngiang di telinganya. Kini dia lebih berhati-hati dalam bertindak, menjaga diri lebih baik lagi dan menyibukkan diri dengan hal bermanfaat hingga tidak terus terpaku pada sosok Akhtar.
Akhtar Keenan Ibrahim, yang biasa dipangil Akhtar adalah anak dari Nino Ibrahim, sahabat Irzal yang seorang arsitek. Akhtar bukanlah anak biologis Nino, dia adalah anak Adisty, istri Nino terdahulu dengan lelaki yang entah siapa. Pernikahan Nino dan Adisty hancur ketika mengetahui pengkhianatan istrinya, ditambah dengan kenyataan kalau anak yang sangat disayanginya ternyata bukan darah dagingnya.
Karena rasa sayang Nino yang mendalam pada Akhtar, dengan segala upaya Nino mengambil hak asuh Akhtar dari sang mantan istri.
Tak lama berselang, Nino menekah dengan Kalila, sepupu Irzal. Dari Kalila Nino memperoleh dua orang anak, Bilqis dan Fikri. Akhtar, Bilqis dan Fikri tumbuh bersama dan saling menyayangi. Bahkan Akhtar sangat menyayangi kedua adiknya itu. Satu kesalahan yang Nino lakukan, sampai sekarang dia masih menyembunyikan fakta kalau Akhtar bukan anak kandungnya.
Akhtar saat ini sudah berusia 25 tahun. Sekarang dia bekerja membantu ayahnya di perusahaan. Akhtar tidak memiliki bakat seperti Nino, oleh karenanya dia hanya bertanggung jawab dalam hal manajemen saja. Sejak sepuluh tahun lalu, Nino memang sudah memisahkan diri dari Humanity atas anjuran Irzal. Dan kini perusahaan yang diberi nama Traum Design sudah dikenal masyarakat luas.
Akhtar tumbuh menjadi pria yang tampan. Wajahnya tak kalah tampan dari adiknya, Fikri yang memang mewarisi gen ayahnya. Selain tampan, Akhtar juga pribadi yang hangat dan ramah. Tak heran banyak wanita yang sering menyalahartikan kebaikannya. Sebagai pria, dia tak pernah mengeluarkan kata-kata kasar. Senyum selalu menghiasi wajahnya. Mungkin itu yang membuat Rain jatuh hati padanya. Karakter Akhtar hampir sama dengan papanya, Regan.
Sejak kepergian Elang ke London setahun yang lalu, Rain jarang sekali bertemu dengan Akhtar. Keduanya sibuk dengan dunianya masing-masing. Rain dengan kuliah dan urusannya di L’amour, Akhtar yang mulai serius mengurus perusahaan sang papa. Kadang keduanya bertemu jika ada acara kumpul keluarga. Namun sebisa mungkin Rain berusaha menghindar, karena di mana ada Akhtar di situ ada Chalissa. Tak bisa Rain pungkiri, kalau rasa untuk lelaki itu masih tersimpan utuh di hatinya.
🍁🍁🍁
“Rain.”
Rain menoleh ketika mendengar suara yang kerap membuat hatinya bergetar itu memanggil namanya. Dada Rain berdesir melihat Akhtar berjalan ke arahnya. Tubuh tingginya terbalut kemeja warna biru tua dengan lengan kemeja dilipat hingga ke siku. Sungguh Akhtar terlihat begitu tampan di mata gadis itu.
“Kak Akhtar, mau kemana?”
“Mau ketemu kamu.”
“Aku? Tumben, ada apa?”
“Temenku mau nikah dan minta masukan WO yang bagus buat mengurus pernikahannya. Kakak rekomendasiin L’amour.”
“Oh ya? Makasih ya kak. Temen kakak laki-laki atau perempuan?”
“Dua-duanya, mereka berdua temen kakak. Sekarang ikut kakak yuk buat ketemu mereka.”
“Eh.. sekarang kak?”
“Iya, kenapa? Kamu ngga bisa?”
“Bisa kok.”
“Ya udah, ayo.”
Akhtar berjalan menuju mobilnya diikuti Rain dari belakang. Dia membukakan pintu untuk gadis itu. Setelah memutari badan mobil, Akhtar sudah duduk di belakang kemudi. Rain menarik tali sabuk pengaman, tapi entah karena gugup atau memang ada masalah dengan sabuk tersebut, hingga Rain tidak bisa menariknya.
Akhtar mendekatkan tubuhnya untuk membantu. Beberapa kali Akhtar mencoba menarik tali sabuk, tapi masih tersendat. Rain menahan nafasnya, jantungnya langsung berdegup kencang berada sedekat ini dengan pria yang dicintainya. Akhirnya setelah beberapa saat, tali tersebut dapat tertarik pula. Selesai dengan urusan seat belt, Akhtar segera melajukan kendaraannya.
Mitsubishi Lancer merah milik Akhtar memasuki pelataran parkir Layeff Cafe, sebuah cafe yang mengusung tema timur tengah. Nuansa Arabic begitu terasa ketika Rain melangkahkan kakinya memasuki cafe yang menyajikan aneka menu yang kaya akan rempah. Seorang pria seumuran Akhtar segera melambaikan tangannya ketika melihat Akhtar memasuki cafe.
“Sorry telat, udah lama?” Akhtar menarik sebuah kursi untuk Rain baru kemudian untuk dirinya.
“Baru kok.”
“Kenalin ini Rain, yang waktu itu gue ceitain. Lo pengen konsep pernikahan seperti apa tinggal bilang sama dia.”
“Hai, kenalin aku Sam dan ini tunanganku Devi.”
__ADS_1
Rain menjabat tangan dua orang di depannya seraya menyebutkan namanya. Sejenak dia mengamati calon kliennya itu. Sam dengan wajah blasteran bule, sedang Devi wajahnya seperti orang India.
“Jadi gini Rain. Aku mau adain resepsi pernikahan konsepnya Hindi style gitu. Kalian Cuma urus resepsinya aja, karena untuk janji pernikahan kita lakukan di catatan sipil, berhubung aku sama Devi beda agama. Kira-kira kamu bisa bantu ngga?”
“In Syaa Allah bisa. Kebetulan kami pernah menangani beberapa pesta pernikahan dengn konsep Hindy Style. Ini contoh-contohnya, silahkan dilihat.”
Rain memperlihatkan beberapa foto konsep pernikahan yang pernah mereka garap sebelumnya melalui tablet. Sam dan Devi melihat-lihat rentetan foto tersebut. Bibir mereka berdecak kagum, karena semua terlihat elegan dan mewah.
“Saya suka. Untuk dekorasinya seperti apa kami serahkan sepenuhnya pada L’amour yang penting warnanya red and gold ya,” ucap Devi.
“Boleh kak. Gimana kalau kakak datang ke kantor langsung. Untuk pemilihan pernak-pernik yang lain termasuk gaun pengantinnya.”
“Ok, hmm.. mungkin lusa kami ke sana. Jam tiga sore, deal?”
“Deal.”
“Ok, kalau gitu kita pamit ya. Tar, sorry ya gue duluan. Masih ada urusan,” Sam berdiri lalu menepuk pelan bahu Akhtar.
“Ya ngga apa-apa.”
Setelah berpamitan, Sam dan Devi meninggalkan cafe. Kini hanya tinggal Akhtar dan Rain yang diliputi keheningan. Akhtar mengambil buku menu lalu mulai melihat-lihat.
“Kamu mau makan apa Rain?” Akhtar memecah kebisuan.
“Hmm.. apa ya kak? Aku belum pernah makan makanan timur tengah soalnya.”
“Gimana kalau nasi kebuli? Atau mau roti maryam?”
“Boleh deh nasi kebuli.”
“Pesan nasi kebuli satu, roti maryam satu dan sampanye arab dua.”
Selesai mencatat pesanan, pelayan itu undur diri. Rain memandangi Akhtar, meminta penjelasan dari menu yang dipesannya tadi.
“Ngga usah kaget gitu dong mukanya Rain. Sampanye Arab itu minuman dari sari buah yang dikasih soda, non alkohol jadi halal ya,” Akhtar tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih. Hati Rain terasa cenat-cenut melihat senyum manisnya.
“Makasih ya kak udah kasih klien buatku.”
“Sama-sama. Aku dengar dari tante Debby, kamu serius mau kelola L’amour gantiin om Damar. Semoga sukses ya Rain.”
“Aamiin.. makasih kak. Eh iya, tumben sendirian kak. Itu belahan jiwanya kemana?”
“Norak banget sih belahan jiwa. Aku sama Lissa lagi break dulu.”
“Break?”
Akhtar menganggukkan kepalanya. Dada Rain kembali berdebar mendengar penuturan Akhtar. Tak dapat dipungkiri ada rasa bahagia terselip di sana. Dia seperti melihat secercah harapan, akankah cintanya berbalas kali ini.
“Kok bisa kak? Padahal kalian kelihatan mesra terus loh.”
“Hmm.. ngga taulah Rain. Mungkin kita sama-sama egois, sama-sama keras kepala jadi sering berantem juga. Lebih baik break dulu, sambil memikirkan apa hubungan ini layak diteruskan atau ngga.”
Rain merasakan seperti ada ribuan kupu-kupu beterbangan di sekitarnya. Apakah salah kalau dia mengharapkan hubungan mereka benar-benar kandas? Entahlah, tapi yang jelas Rain merasa bahagia.
“Kamu sendiri gimana? Hubungan kamu sama Elang baik-baik aja?”
__ADS_1
“Aku sama Elang?”
“Iya, kalian pacaran kan? Waktu dia berangkat ke London kamu kan sampai nangis bombay gitu.”
Tawa Rain meledak mendengar ucapan Akhtar. Dia sampai menyusut sudut matanya karena air yang tergenang di sana akibat tawanya yang tak berhenti.
“Ngga kak. Aku sama Elang ngga pacaran. Bisa digorok dia sama ayah Irzal kalau ketahuan pacaran. Megang tangan cewek aja ngga pernah apalagi pacaran. Waktu itu aku sedih aja. Walaupun dia itu jutek, kalau ngomong suka bikin kuping sakit, tapi dia sahabat yang baik. Aku kehilangan tempat curhat aja pas dia pergi.”
“Oh gitu, kirain aku pacaran,” Akhtar terkekeh.
“Berarti kamu jomblo dong,” sambungnya.
“Yap.. jomblo dari lahir kak,” Rain kembali tergelak.
“Biar jomblo kamu cantik kok.”
BLUSH
Wajah Rain merona mendengar pujian Akhtar. Dengan cepat dia mengalihkan pandangan ke arah lain. Takut pemuda itu melihatnya. Beruntung pelayan datang membawakan pesanan, hingga perhatian Akhtar teralihkan darinya.
Rain memandangi nasi kebuli di depannya. Aroma rempah dan daging kambing menguar menerpa penciuman Rain. Ragu-ragu dia menyendokkan nasi tersebut kemudian menyuapkan ke mulutnya.
“Gimana? Suka?”
Rain tersenyum tipis. Kalau boleh jujur dia tak terlalu menyukainya. Tapi demi menghormati Akhtar, sebisa mungkin dia menelan hidangan tersebut. Menyadari gerak-gerik Rain, Akhtar menawarkan makanannya.
“Mau coba roti maryamnya?”
Belum sempat menjawab, Akhtar sudah menyabit roti kemudian mencelupkannya ke dalam kari.
“Aaaa,” titahnya pada Rain untuk membuka mulut. Sejenak Rain terpaku, hanya diam memandangi Akhtar.
“Ayo coba Rain.”
Rain membuka mulutnya, Akhtar memasukkan potongan roti maryam ke dalam mulutnya. Dada Rain kembali berdesir mendapatkan perlakuan manis Akhtar.
“Gimana?”
“Hmm... ini enak kak.”
“Ya udah, kita tukeran menu aja.”
Akhtar menyerahkan roti maryam miliknya lalu mengambil nasi kebuli milik Rain. Dengan cepat dia menyuapkan nasi tersebut ke dalam mulutnya.
“Eh kak, itu sendoknya bekas aku loh.”
“Ngga apa-apa. Kamu ngga punya penyakit menular kan?” Akhtar kembali memperlihatkan senyum manisnya. Sungguh pertahanan yang Rain bangun setahun belakangan ini runtuh sudah.
🍁🍁🍁
**Salah ngga sih klo Rain klepek2 sama sikapnya Akhtar?
Sesuai janji mamake, hari ini udah mulai season 2 ya. Selamat menikmati roller coaster kisah cinta Rain & Akhtar.
Ngga bosen2 mamake ingetin, jangan lupa buat kasih like, comment and vote nya ya😉**
__ADS_1