
Ega memandangi Alea yang sedang mematut dirinya di cermin. Kebaya modern warna pink dusty yang merupakan warna yang dipilih mempelai wanita sebagai konsep pernikahannya melekat pas di tubuhnya lengkap dengan hijabnya. Wajahnya pun sudah terlihat cantik dalam balutan make up, kecuali bibirnya yang sengaja belum diberi pemulas warna.
Ega mendekat lalu memeluknya dari belakang. Pria yang tahun ini berusia 46 tahun itu masih terlihat gagah dalam balutan tuxedo warna hitamnya. Alea menyandarkan tubuhnya pada dada suaminya.
“Apa kamu bahagia bi?”
“Hmm.. melihat anak kita bahagia, tentu saja aku bahagia. Akhirnya aku kesampaian juga ya besanan sama kak Irzal dan kak Poppy,” Ega terkekeh mengingat tingkah konyolnya dulu ingin berbesan dengan Irzal.
“Iya, tapi pengantinnya bukan Elang seperti keinginanmu dulu. Kamu kecewa?”
“Elang memang anak yang baik, cara berpikirnya juga sudah dewasa dan bertanggung jawab. Tapi anak kita tidak mencintainya, sepertinya Elang juga tidak punya perasaan apa-apa pada Ily, kita bisa apa. Tapi aku bersyukur Ily mendapatkan Dimas. Anak itu tulus menyayangi Ily bahkan sejak kecil Ily terus menempel padanya.”
“Hmm.. harusnya kita sadar sejak dulu ya bi, kalau anak kita sedari kecil memang sudah terikat dengan Dimas,” Alea tersenyum membayangkan kedekatan Firly kecil dengan Dimas. Jika Firly kecil ngambek, hanya Dimas yang mampu membujuknya. Ega membalikkan tubuh istrinya hingga berhadapan dengannya.
“Maaf kalau kemarin-kemarin aku bersikap yang menyakiti hatimu,” Ega mengusap pipi sang istri dengan punggung tangannya.
“Ngga bi. Aku yang seharusnya minta maaf. Maaf aku sudah menjadi istri durhaka, aku mengabaikan nasehatmu dan terima kasih kamu sudah bersabar denganku.”
“Karena aku mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu.”
Ega menarik tengkuk Alea lalu mendaratkan ciuman di bibirnya yang sedikit tebal. Untuk beberapa saat keduanya saling ******* dan memagut. Dan inilah alasan Alea belum memulas bibirnya dengan lipstik. Suaminya itu senang sekali merusak riasan bibirnya dengan ciumannya. Ega mengakhiri ciumannya lalu mengusap bibir istrinya yang basah terkena salivanya.
“Kamu belum pakai lipstik beb.”
“Sengaja, karena aku tahu kamu pasti bakal ngerusaknya,” Ega tergelak. Lalu terdengar suara bel. Ega berjalan menuju pintu sedang Alea segera memoles bibirnya dengan lipstik yang senada dengan warna kebayanya.
Saat Ega membuka pintu, nampak Elang dengan balutan kemeja batik berdiri di depan kamarnya. Tak lama Alea muncul di belakang suaminya. Elang berdecak kesal melihat pasangan suami istri yang tak kunjung keluar padahal acara akan segera dimulai.
“Ck.. pengantin udah siap kenapa pendamping pengantinnya yang kelamaan dandan.”
“Ngga sabaran banget sih El. Ini juga udah siap kok.”
“Buruan om, tante. Udah ditunggu tuh di pelaminan, sebentar lagi pintu mau dibuka,” Elang hendak beranjak pergi tapi Ega menarik kerah kemejanya.
“Bentar-bentar.. tadi kamu panggil apa? Om? Tante? Minta disunat lagi ya kamu,” gerutu Ega kesal.
“Iya.. iya.. mami papi, puas? Udah buruan, itu anaknya udah nungguin.”
Ega melepaskan tangannya dari kerah Elang, Alea maju lalu merapihkan leher kemeja Elang yang sedikit berantakan karena ulah suaminya.
“Makasih mi. Langsung aja ke ballroom, aku mau nyusulin ayah sama bunda. Heran deh nih orang tua lama banget dandannya.”
Elang melangkah menuju kamar yang digunakan kedua orang tuanya. Alea menggelengkan kepalanya melihat tingkah Elang. Mereka kemudian berjalan menuju lift. Lima menit lagi acara resepsi akan dimulai.
__ADS_1
Baru saja Elang akan memencet bel ketika pintu kamar terbuka. Irzal dan Poppy yang sudah siap berdiri di hadapan anaknya. Irzal memeluk pinggang Poppy posesif, membuat Elang jengah.
“Biasa aja Yah, dih ngga malu sama umur apa,” ledek Elang seraya memutar tubuhnya.
“Ayah sumpahin kamu lebih bucin dari ayah sama istri kamu nanti,” Irzal tergelak.
“Tergantung Yah, kalau istriku model bunda bisa jadi sih.”
“Sembarangan,” Irzal mengeplak belakang anaknya, Poppy mencubit pinggang suaminya.
“Nanti beres resepsi kita nginep di hotel Yah?” tanya Elang begitu kakinya masuk ke dalam lift diikuti Irzal dan Poppy di belakangnya.
“Iyalah, anggap aja liburan. Ara tidur sama Yunda, biar ngga ganggu pengantin baru. Kamu juga jangan gangguin ayah sama bunda. Kita juga mau honeymoon.”
“Dih, pengantin lapuk pengen saingan sama pegantin baru nih ceritanya.”
“Kamu tuh ya El, kalo ngomong ngga ada enak-enaknya di kuping,” ketus Irzal.
“Sama kaya aa. Buah itu jatuh ngga jauh dari pohonnya. Like father, like son,” kedua lelaki tampan itu langsung bungkam mendengar ucapan Poppy.
TING
Pintu lift terbuka, bersamaan ketiga orang itu keluar dari benda berbentuk persegi tersebut. Mereka memasuk ballroom dari pintu lain karena pintu utama masih tertutup, menunggu pasangan pengantin dan pendampingnya siap. Irzal dan Poppy segera naik ke pelaminan. Di sana pasangan pengantin juga Alea dan Ega sudah siap di posisi masing-masing. Irzal dan Poppy mengambil posisi di sebelah Dimas.
“Mana ada!” mata Poppy membelalak ke arah sang adik.
“Perangnya nanti malem,” jawab Irzal enteng yang langsung dihadiahi cubitan oleh Poppy.
Melihat semua sudah siap di pelaminan, Rain memberi aba-aba untuk memulai acara. Pintu besar itu pun terbuka lebar, beberapa tamu yang sudah datang segera melangkahkan kakinya memasuki ballroom. Nuansa dusty pink langsung menyapa indra penglihatan mereka. Acara resepsi ini memang digelar cukup meriah. Selain karena Firly anak perempuan satu-satunya CEO Gala Corp, menantunya juga bukan orang sembarangan. Dimas Saputra, yang dikenal bukan hanya sebagai pengusaha kuliner sukses tapi juga menyandang gelar chef selebriti yang memiliki banyak fans.
Para tamu undangan yang sudah datang memilih untuk memberi ucapan selamat terlebih dulu. Namun langkah mereka didahului Azriel yang telah naik ke pelaminan, bukan untuk memberikan selamat tapi untuk memberikan wejangan singkat pada sang kakak.
“Kak, awas itu make up jangan sampai luntur. Pokoknya sampai acara selesai kakak harus tetap terlihat cantik. Jangan sampai kakak jadi bahan bully-an fans garis kerasnya om Dimas. Dan siap-siap aja, abis ini haters kakak bakal bertambah hahaha...”
Kalau tidak mengingat dirinya harus menjaga image sebagai pengantin, ingin rasanya Firly menyambit adiknya itu dengan high heels yang tingginya mencapai 12 cm. Firly terpaksa memakainya agar bisa menyamai tinggi Dimas yang mencapai 183 cm. Sedang si biang kerok dengan santainya turun dari pelaminan sambil tak berhenti tertawa.
Satu per satu tamu undangan mulai berdatangan. Para kolega Ega cukup terkejut karena rencana pernikahan memang terkesan dadakan. Setahu mereka, Firly akan dijodohkan dengan Radja. Tapi tak disangka yang menjadi menantu pengusaha sukses itu adalah adik ipar dari CEO Humanity. Begitu pula dengan teman sekampus Firly. Gadis itu tidak pernah terlihat dekat dengan laki-laki manapun. Tiba-tiba menikah dengan chef terkenal pula.
Elang dan yang lain bersiap di atas panggung. Sesuai permintaan sang mempelai wanita, band mereka yang diberi nama Soul Castle akan menyumbangkan beberapa lagu. Gara bersiap di belakang drum, Farel dengan bass-nya, Jayden di belakang keyboard, Firlan sebagai lead guitar dan Elang sang vocalis merangkap gitaris.
Sebuah lagu lawas milik Eric Martin, I Loved The Way You Loved Me langsung terdengar. Lagu yang juga menjadi soundtrack kisah cinta ayah dan bundanya. Bukan hanya para tamu undangan dan pasangan pengantin yang terhibur. Tapi pasangan paruh baya yang cintanya tak pernah pudar juga ikut menikmati. Keduanya terkenang kisah indah mereka saat baru menikah dulu.
Azkia sibuk memberikan souvenir kepada tamu undangan. Kemudian telinganya menangkap sebuah suara merdu menyanyikan lagu yang baru pertama kali didengarnya. Ingin rasanya Azkia masuk ke dalam dan melihat siapa pemilik suara merdu itu. Tapi deretan tamu menunggu souvenir darinya.
Selesai dengan lagu pertama, Elang and the gank lanjut ke lagu kedua. Lampu ballroom sedikit meredup, disesuaikan dengan lagu yang dinyanyikan. Lagu dari Naff, Akhirnya Kumenemukanmu, lagu yang khusus diperuntukkan pada pasangan pengantin mulai dilantunkan. Dimas menggenggam erat tangan Firly ketika lirik demi lirik keluar dari bibir lelaki tampan itu.
__ADS_1
Suasana romantis berubah menjadi lebih bersemangat ketika Soul Castle mempersembahkan lagu ketiga dengan irama yang lebih menghentak. Menyanyikan lagu milik Bon Jovi, In These Arms. Lagu dengan lirik romantis berbalut musik bergenre rock memenuhi seluruh ruangan. Elang terlihat begitu mempesona saat menyanyikan lagu ini, ditambah dengan gitar yang menggantung di bahunya membuat semua mata wanita yang hadir tak lepas darinya.
I’d hold you, I’d need you
I’d get down on my knees for you
And make everything alright
If you were in these arms
I’d love you, I’d please you
I”d tell you that I’d never leave you
And love you till the end of time
If you were in these arms tonight
If you were in these arms tonight
If you were in these arms tonight
Elang mengakhiri lagunya diiringi tepukan tangan semua yang hadir. Seluruh personil Soul Castle meninggalkan area panggung, digantikan oleh MC acara. Tepat saat itu Azkia masuk setelah tugasnya digantikan oleh rekannya. Sayang, sosok Elang sudah menghilang dari atas panggung.
Elang menyambar air mineral kemasan lalu meneguknya sampai habis. Menyanyikan tiga lagu tanpa jeda cukup membuat kerongkongannya kering. Rain mendatanginya dan mengatakan kalau menjelang akhir acara mereka harus kembali naik panggung, Elang hanya mengangguk. Saat dia berdiri tiba-tiba seorang gadis muda yang membawa gelas berisi orange jus berjalan ke arahnya, lalu entah sengaja atau tidak gadis itu menabrak tubuh Elang hingga air jus di gelasnya tumpah membasahi kemeja Elang.
Gadis itu segera mengambil sapu tangan dari hand bag-nya bermaksud membersihkan kemeja pemuda itu namun Elang spontan mundur menghindari gadis itu menyentuhnya.
“Ngga usah, saya bisa bersihkan sendiri,” ucapnya dingin. Rain hanya senyum-senyum saja melihat wajah sang gadis yang merah menahan malu.
“Maaf kalau begitu,” gadis itu segera berlalu.
“Hahaha... lo tuh ya, coba muka ama nada bicara dibikin manis dikit.”
“Males, lo ada baju cadangan ngga?”
“Ada, tar gue anterin ke kamar. Gih sana bersihin dulu badan lo. Lengket pasti.”
🍁🍁🍁
**Buah emang jatuh ngga jauh dari pohonnya. Bukan cuma wajah, sikap, sifatnya emang mirip banget sama bapaknya. Dan satu lagi, suara merdu Irzal ternyata menurun juga sama sang anak, Elang aku padamu😍
Maaf ya mamake baru bisa up tengah malam, karena baru beres diketik. Selamat menikmati suguhan halu ini. Jangan lupa ya buat like, comment and vote kalo masih ada.
Kalau kalian suka dengan cerita ini atau cerita mamake yang lain, mohon bantu sebarkan di medsos kalian ya. Biar banyak yang baca cerita ini. Danke 😘😘😘**
__ADS_1