Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON1 : DEAR UNCLE Macan Betina


__ADS_3

“Halo Kat, apa Dimas meminta tolong pada Bimo soal masalah di cafenya?”


“Iya kak, mas Bimo sudah mengatakannya pada Dimas.”


“Ya sudah. Tolong hubungi Bimo, aku akan ke kantor sekarang. Minta dia bawa semua data yang sudah didapat dan temui saya di lobi kantor.”


“Baik kak.”


Poppy mengakhiri panggilannya. Dia mengambil tas lalu mengeluarkan kunci mobilnya. Setelah menitipkan Ara pada bi Diah, Poppy bergegas pergi ke kantor suaminya. Lima belas menit berselang, Poppy sudah sampai di kantor Humanity. Bimo berdiri menunggunya di dekat meja resepsionis.


“Siang bu Poppy.”


“Mana berkasnya?” tanya Poppy tanpa basa-basi. Bimo menyerahkan amplop coklat bersis berkas yang berkaitan dengan kasus kerugian cafe dan restoran Dimas.


“Jadi dalang dibalik ini semua Tamara Handoyo?”


“Iya bu.”


“Apa bapak sudah tahu?”


“Belum bu. Maaf, Dimas melarang saya mengatakannya.”


“Dasar anak bodoh. Ayo ikut ke ruangan suami saya.”


Bimo hanya mengangguk kemudian mengikuti langkah Poppy masuk ke dalam lift. Hatinya sedikit ketar-ketir takut akan terkena semprotan Irzal. Tapi yang lebih ditakutinya adalah macan betina yang sekarang berada di sampingnya. Sejak datang tadi wajahnya sudah menunjukkan aura kegelapan.


Zico melemparkan senyuman ketika melihat kedatangan Poppy dengan Bimo. Namun senyumnya hilang begitu melihat wajah garang Poppy. Dengan cepat dia membukakan pintu untuk istri bosnya tersebut. Irzal yang sedang mempelajari beberapa dokumen cukup terkejut dengan kedatangan istrinya tanpa pemberitahuan.


“Sayang, kenapa ngga kasih kabar mau ke sini.”


Tanpa menjawab pertanyaan suaminya, Poppy menyerahkan amplop coklat di tangannya. Kening Irzal berkerut, lalu pandangannya beralih pada Bimo. Namun lelaki itu memilih melihat ke lantai. Irzal membuka amplop di tanganya. Ada keterkejutan membaca data-data tersebut.


“Apa informasi ini akurat Bim?”


“Iya pak. Saya sudah mengkonfirmasinya dan semuanya akurat.”


“Kenapa kamu baru melaporkan pada saya?”


“Maaf pak, Dimas melarang saya. Dia bilang akan menyelesaikannya sendiri.”


“Ya sudah, kembali ke tempatmu.”


Bimo menghembuskan nafas lega, perkiraannya salah. Ternyata Irzal tak menyemburkan kata-kata mautnya. Entah apa karena kehadiran macan betina yang auranya lebih menyeramkan dibandingkan dirinya.


“Tunggu sebentar!” Bimo menghentikan langkahnya lalu memutar badannya. Dia tahu ucapannya barusan tertuju padanya.


“Cari informasi tentang Tamara Handoyo. Saya mau semua informasi yang berkaitan dengan perempuan itu sudah ada di tangan saya paling telat malam ini. Bisa Bim?”


“Bi.. bisa bu. Kalau begitu saya permisi.”


Bimo bergegas keluar ruangan. Waktu yang diberikan Poppy padanya hanya sedikit dan artinya dia harus bergegas mengerjakannya. Irzal meraih tangan Poppy kemudian menuntunnya ke sofa. Dia tahu betul kalau istrinya dalam mood yang buruk.


“Aa udah tahu soal penolakan Ega dan Alea?” sembur Poppy, Irzal hanya mengangguk pelan. Terdengar helaan nafas istrinya.


“Anak bodoh itu. Ada masalah sebesar ini masih saja diam.”

__ADS_1


“Mungkin dia sedang berusaha menyelesaikan masalah ini dengan caranya sendiri.”


“Ini harus segera dihentikan. Tujuan Tamara bukanlah Dimas tapi Alea. Bodohnya, Alea justru masuk dalam perangkapnya. Dan yang paling bodoh di sini adalah Ega. Apa saja yang dilakukan anak itu sampai istrinya melakukan kesalahan seperti ini dia ngga tahu.”


Irzal merangkul bahu istrinya, mengusap dengan lembut lengannya. Kalau mau jujur dia pun ingin marah mengetahui masalah yang menimpa Dimas. Tapi itu semua ditahannya mengingat emosi istrinya.


“Aku yang akan mengurus Tamara. Soal Ega dan Alea aku serahkan pada aa.”


“Lebih baik kamu yang berbicara dengan Ega dan aku yang mengurus Tamara.”


“Kenapa aa mau mengurus masalah Tamara? Oh apa karena dia janda jadinya aa yang ingin berususan dengannya?”


“Astaga sayang, ngga begitu. Kamu tahu kalau saat ini Tamara menjalin hubungan dengan Thomas Yudhistira, CEO Yudhistira Group. Thomas adalah orang yang cukup kejam. Aku ngga mau dia mencelakakan kamu sayang.”


“Aku ngga peduli mau Thomas atau Jerry, aku bakal hadapin semuanya.”


“Jerry siapa?”


“Itu musuhnya Tom, si tikus cerdik di Tom and Jerry.”


“Astaga,” Irzal menepuk keningnya.


“Pokoknya aku yang bakal urus Tamara. Aa jangan coba-coba berhubungan dengan perempuan itu. Dia itu sama liciknya dengan Kania. Mana tahu dia kasih obat perangsang di minuman aa kalau kalian bertemu. Dia itu kan termasuk perempuan kurang belaian yang mencari kepuasan dari para berondong.”


“Ya ampun sayang. Aa ini udah tua. Kamu ngga lihat, di rambut aa sudah ditumbuhi uban. Aa udah ngga menarik lagi. Dibanding berondong simpanannya aa tuh ngga ada apa-apanya.”


“Kata siapa? Coba aa ngaca. Aa tuh masih ganteng, badan aa masih tegap. Ngga ada yang akan menyangka kalau aa sudah 50 tahun. Dan satu lagi, aa tuh masih sanggup bikin aku kewalahan di ranjang.”


“Kamu ngegoda aa Yang?”


Melihat gelagat yang mencurigakan dari suaminya, Poppy segera bangun dari duduknya. Baru saja dia akan melangkah pergi, Irzal sudah memerangkapnya. Tubuh kecil Poppy tenggelam dalam pelukan Irzal.


“Ok, masalah Tamara aa percayakan sama kamu, dan aa akan bicara dengan Ega. Tapi kamu harus didampingi oleh Bara.”


“Iya a.”


“Dan ada satu syarat lagi.”


“Apa?”


Irzal segera menggendong tubuh Poppy ala bridal style, membuat wanita itu memekik. Dengan langkah panjang Irzal membawa Poppy masuk ke ruangan pribadinya. Dibaringkan tubuh istrinya di atas ranjang. Kemudian dengan cepat mengungkung tubuh di bawahnya.


“Aa mau apa?”


“Mau makan kamu,” bisiknya di telinga Poppy yang terbungkus hijab.


Seketika tubuh Poppy meremang. Tangan Irzal mulai bergerak melepas hijab yang dikenakannya lalu mendaratkan ciuman di wajah yang terus bergerak ke arah leher dan seterusnya.


🍁🍁🍁


“Ly."


Firlan memanggil saudara kembarnya yang melintas di depan kamarnya. Nampak Firly sudah berpakaian rapih lengkap dengan tas cangklongnya. Sambil mengusak rambutnya yang basah sehabis keramas, dia menghampiri Firly.


“Lo mau kemana? Pagi-pagi udah rapih gini.”

__ADS_1


“Mau ke Jakarta.”


“Ngapain?” kening Firlan berkerut.


“Mau ketemu om Andra.”


“Ada perlu apa?”


“Haaisshh bawel amat lo. Kenapa? Mau ikut?”


“Tungguin, gue ganti baju dulu.”


Firlan kembali ke kamarnya. Bergegas dia berpakaian, menyisir rambutnya dan tak lupa menyemprotkan parfum ke tubuhnya. Lima menit kemudian Firlan keluar dari kamarnya. Saat yang bersamaan Azriel juga keluar dari kamarnya. Melihat kedua kakaknya yang sudah rapih membuatnya penasaran. Langsung saja dia mengikuti si kembar yang berjalan menuruni tangga.


“Pada mau kemana?”


“Kepo,” jawab si kembar bersamaan.


“Dih, mentang-mentang kembar jawabnya kompak gitu. Ikut dong.”


“Ngga!” lagi-lagi keduanya menjawab bersamaan.


Azriel mendengus kesal. Tapi bukan Azriel namanya kalau menyerah begitu saja. Dia tetap mengekori kedua kakaknya sampai ke garasi.


Firlan terdiam sebentar di lemari kecil tempat menggantung kunci mobil. Pilihannya jatuh pada BMW M2 putih yang sering dipakai oleh sang papi. Berhubung saat ini papinya sedang di luar kota, dia leluasa untuk memakainya. Begitu Firlan membuka kunci mobil, dengan cepat Azriel menyelinap masuk ke kursi penumpang. Firlan dan Firly yang menyusul masuk terkejut melihat sang adik sudah berada di dalam mobil.


“Ziel, turun!” titah Firly.


“Ngga!” Azriel merebahkan tubuhnya ke jok dengan kepala bertumpu pada kedua tangannya. Tahu adiknya keras kepala, tanpa banyak protes Firlan menghidupkan mesin mobil, perlahan roda kendaraan berputar keluar dari garasi.


Suasana Minggu pagi ini cukup lengang, warga yang berada di wilayah Dago dan sekitarnya lebih senang menghabiskan akitivitas di hari Minggu dengan berada di car free day atau berdesakan di gasibu. Melihat kondisi jalan yang lengang, Firlan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Mengebut memang salah satu hobinya, baik dengan motor ataupun mobil.


Firlan terus tetap memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Di kursi belakang Azriel masih berbaring, bahkan kini matanya sudah terpejam. Tiba-tiba dari arah depan muncul seorang anak kecil hendak menyebrang. Firlan terkesiap, serta merta ditekannya pedal rem dalam-dalam. Ban kendaraan yang bergesekan dengan aspal menimbulkan bunyi berdecit.


CIIIIITTTTT


GUBRAK


🍁🍁🍁


Waaaah **siapa yang ketabrak tuh???


Irzal ngga di CLBK ngga di sini modus Mulu Ama Poppy😂


Pagi readers.. buat penggemar Ri-Ri Couple mohon maaf karena part bonchapnya masih dikekepin NT jadi belum bisa nongol. Entahlah mungkin NT lagi kangen sama si babang😝


Sabar aja ya... klo NT dah puas ngekepin pasti nongol kok.


Yuk terus dukung mamake ya biar tambah semangat terus up nya


Like..


Comment..


Vote..

__ADS_1


Love you full😍😍😍**


__ADS_2