Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 2 : BITTER SWEET ROMANCE Please Smile Rain


__ADS_3

Ballroom hotel The Ocean sudah tertata rapih untuk merayakan perhelatan pernikahan Rain dan Akhtar. Akad nikah pun akan segera dimulai. Semua yang berkepentingan sudah hadir. Penghulu, Regan, Akhtar dan kedua saksi sudah siap di depan meja persegi panjang. Ridho akan menjadi saksi dari pihak Regan dan Bayu dari pihak Nino.


Setelah pembacaan ayat suci dan sedikit tausyiah, penghulu mulai memeriksa kelengkapan dokumen pernikahan. Kemudian dia memberikan kode pada ayah mempelai wanita untuk memulai prosesi ijab kabul. Regan menggenggam erat tangan Akhtar. Baru saja dia akan membuka mulutnya, Charissa menerobos masuk sambil berteriak kencang.


“HENTIKAN!!! Hentikan pernikahan ini. Akhtar, aku mohon jangan nikahi dia.”


Nino memberi kode pada para penjaga untuk menghentikan Charissa yang hampir mencapai Akhtar. Suasana di dalam ballroom seketika menjadi ricuh. Rain yang mendengar suara ribut-ribut keluar dari ruangan. Matanya menatap nanar ke arah Chalissa, terlebih Akhtar tak berhenti menatap wanita itu. Gara mengepalkan tangannya erat melihat pemandangan di depannya. Kalau saja tidak menghargai Nino, sudah ditariknya tangan Rain dan membawanya pergi dari sana.


“Akhtar jangan menikah dengannya. Kamu masih mencintaiku, hanya aku yang kamu cintai bukan dia!” Chalissa menunjuk ke arah Rain dengan airmata berderai.


Dua orang penjaga segera menyeret Chalissa pergi, namun tenaga wanita itu begitu besar hingga keduanya cukup kesulitan membawanya pergi. Chalissa terus meronta sambil meneriakkan nama kekasihnya. Hampir saja Akhtar berdiri kalau dia tak mendengar bisikan papanya.


“Kalau kamu berani menghampirinya, bersiaplah menggotong keranda papamu besok.”


Wajah Regan nampak merah padam menahan amarah. Sarah bergegas menghampiri suaminya dan mengusap punggungnya untuk meredakan amarahnya. Melihat tingkah keponakannya yang memalukan Ega hendak menghampirinya namun didahului oleh Alea.


“Akhtar!! Jangan nikahi dia!!”


“Lissa!”


“Tante batalkan pernikahan ini. Dia ngga layak untuk Akhtar, perempuan sialan itu sudah merebut kekasihku!”


PLAKK


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Chalissa. Ditatapnya Alea, tak percaya tantenya bisa menamparnya di depan umum.


“Tutup mulutmu Lissa! Perempuan yang kamu hina adalah gadis baik-baik. Berhentilah mempermalukan dirimu. Apa begini cara ibumu mendidikmu?! Bawa dia!! Dan pastikan dia tidak mengganggu acara ini sampai selesai!!”


Kedua penjaga itu segera menyeret paksa Chalissa keluar dari ballroom. Kemudian Alea beralih pada Dima yang berdiri tak jauh darinya.


“Pastikan tidak ada media yang meliput atau memberitakan tentang ini. Dan awasi terus Chalissa.”


“Baik bu.”


Dima bergegas pergi untuk melaksanakan titah istri atasannya. Kemudian Alea bergegas kembali ke meja akad.


“Maaf.. maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Maafkan keponakan saya. silahkan acara dilanjut lagi.”


Penghulu itu mengangguk kemudian melanjutkan prosesi akad yang tertunda. Regan menatap Akhtar tajam sebelum menggenggam tangan pemuda itu untuk kedua kalinya. Sarah terus mendampinginya seraya menggenggam tangan kiri suaminya.


“Ananda Akhtar Keenan Ibrahim, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya Rayna Kamaliya Vaughan binti Regan Vaughan dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai!”


“Saya terima nikahnya dan kawinnya Rayna Kamaliya Vaughan binti Regan Vaughan dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai!”


“Bagaimana para saksi, apakah sah?”

__ADS_1


“Sah!!”


Semuanya mengangkat tangannya tanda syukur. Sang penghulu membacakan doa bagi kedua pengantin kemudian mempersilahkan pengantin wanita bergabung. Didampingi Firly dan Poppy, Rain berjalan mendekati suaminya. Rain duduk di samping Akhtar. Suaminya itu membalikkan tubuhnya menghadapnya kemudian menyematkan cincin di jari manisnya. Hal yang sama Rain lakukan kemudian diciumnya punggung tangan Akhtar yang dibalas kecupan di dahinya.


Penghulu kemudian memberikan ceramah singkat tentang hak dan kewajiban suami istri dan pentingnya menjaga komunikasi dalam rumah tangga. Setelah itu keduanya mulai menandatangani dokumen pernikahan. Prosesi akad nikah pun selesai, Rain dan Akhtar telah resmi menjadi suami istri secara sah di mata hukum dan agama.


Selanjutnya adalah acara sungkeman pengantin kepada orang tua masing-masing. Nasehat-nasehat bijak meluncur dari bibir Sarah kepada pasanga pengantin.


“Rain anakku, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri. Berbaktilah padanya, tunaikan kewajibanmu sebagai istri. Ikutilah perintahnya selama itu dalam hal kebaikan. Doa mama selalu menyertaimu. Akhtar, mama titip Rain padamu. Sayangilah dia seperti kami menyayanginya. Jika kamu tidak bisa mencintai dan menerimanya, tolong kembalikan dia baik-baik kepada kami.”


Airmata Rain meluncur mendengar ucapan sang mama. Akhtar hanya menjawab dengan anggukan. Kemudian mereka beralih pada Regan. Rain langsung memeluk papanya ini, tangisnya pecah dalam pelukan sang papa.


“Maafin Rain pa. Maaf kalau keputusanku menyakiti hatimu.”


“Papa ikhlas melepasmu nak. Papa percaya kamu bisa menjemput kebahagiaanmu. Jadilah istri yang baik untuk suamimu. Papa akan selalu mendoakanmu.”


Regan mengecup puncak kepala Rain sebelum melepaskan pelukannya. Kemudian pandangannya beralih kepada Akhtar.


“Papa percayakan anak kesayangan papa padamu. Didiklah istrimu dengan benar, perlakukan dia dengan lemah lembut. Kalau kamu menyakitinya, maka papa akan membawanya pergi darimu.”


“Iya pa, In Syaa Allah aku akan menjadi suami yang baik untuknya.”


Rain dan Akhtar menghampiri Kalila dan Nino. Kalila menarik keduanya dalam pelukannya. Berkali-kali dia mencium puncak kepala Akhtar dan Rain.


“Anak-anak mama, semoga Allah senantiasa memberikan kebahagiaan dalam pernikahan kalian. Isilah rumah tangga kalian dengan cinta dan kasih sayang. Jadikan pernikahan ini ibadah terpanjangmu. Akhtar ingatlah, kalau kamu menyakiti istrimu sama saja kamu menyakiti mama.”


Kemudian mereka menghampiri Nino. Pria paruh baya itu menarik Rain dalam pelukannya. Kata syukur sedari tadi tak pernah lepas dia lafalkan karena mendapatkan menantu seperti Rain.


“Terima kasih sayang, sudah mau menjadi menantu papa. Terima kasih mau menerima anak papa yang banyak kekurangannya sebagai suamimu. Papa doakan segala keberkahan untukmu nak dan hari-harimu senantiasa diliputi kebahagiaan.”


“Terima kasih pa.”


Masih memeluk Rain, Nino beralih pada putranya. Dipegangnya bahu anak sulungnya itu. Akhtar menatapnya penuh haru.


“Jadilah suami yang baik dan bertanggung jawab. Cintai dan sayangi istrimu sepenuh hati. Dia adalah bidadari surga yang Allah pilihkan untukmu. Jika kamu berani menyakitinya, papa sendiri yang akan menghukummu.”


“In Syaa Allah pa. Aku akan selalu mengingat nasehat papa.”


Selesai dengan kedua orang tua, pasangan pengantin itu juga menerima nasehat dari para tetua yang hadir. Gara yang sedari tadi sudah gatal ingin menghampiri Akhtar bergegas mendekat ketika melihat lelaki itu sudah selesai menerima berbagai wejangan.


“Bang, gue titip Rain. Gue harap lo bisa jaga dia dengan baik. Jangan sakiti hatinya. Kalau abang berani menyakitinya, maka gue ngga akan segan-segan membawanya pergi dari abang. Gue akan buat abang menyesal kalau berani membuatnya menangis.”


“Gar!” tegur Rain.


“Gue cuma ngga mau kejadian seperti tadi terulang lagi Rain. Ingat, gue akan selalu berada di dekat elo. Jangan pernah sungkan minta bantuan gue. Selamanya lo adalah sahabat gue.”

__ADS_1


“Makasih Gar dan maaf.”


“Gue doain lo bahagia dengan pilihan lo. Harus! Lo harus bahagia.”


Mata Gara memerah ketika mengucapkan itu semua. Tak bisa dipungkiri, hatinya sakit merelakan gadis yang dicintainya sejak kecil menikah dengan lelaki yang tidak mencintainya. Jika lelaki itu Elang, dia tidak akan sesakit ini. Karena Gara yakin Elang tidak akan pernah menyakiti Rain.


Lita menghampiri pasangan pengantin. Dia mengarahkan Rain dan Akhtar menuju meja yang telah disiapkan untuk menikmati hidangan. Tapi langkah Rain terhenti ketika melihat Ayunda berlari mendekat sambil membawa ponselnya.


“Kak, mas El telepon.”


Ayunda menyerahkan ponselnya pada Rain. Elang tengah melakukan panggilan video. Seketika wajah Elang terpampang di layar ketika Rain mengarahkan ponsel ke wajahnya. Di belakang Elang berdiri Farel yang tersenyum ke arahnya.


“El...” lirih Rain.


“Rain, selamat ya untuk pernikahan kalian. Sorry gue sama bang Farel ngga bisa hadir di sana. Yang penting doa kita untuk lo dan bang Akhtar. Eh, mana suami lo?” Rain mengarahkan kamera ponsel ke arah Akhtar.


“Bang, gue titip Rain ya. Gue percaya abang bisa menjaga dia dengan baik. Asal abang tahu, dia itu aslinya cengeng bang.”


“Eeeelll...” geram Rain. Terdengar gelak tawa Elang juga Farel.


“Iya El, tenang aja. Gue akan jaga dia dengan baik.”


“Rain, inget nasehat gue. Jadilah istri yang baik, jangan pernah keluar rumah tanpa seijinnya, jaga kehormatannya seperti elo menjaga kehormatan lo sendiri. Gue akan selalu mendoakan yang terbaik buat elo. Jangan lupa cepet kasih gue ponakan ya.”


“El... hiks.. hiks..”


“Jangan nangis Rain. Ini hari bahagia elo. Bukan airmata yang mau gue lihat tapi senyuman elo. Lo tuh jelek kalo nangis, so please smile Rain. The only thing that I want to see is your smile. You look so beautiful when you smile.”


Hati Akhtar panas mendengar ucapan Elang. Seakan pemuda itu tengah mengungkapkan rasa cintanya melalui kalimat itu. Dan yang semakin membuatnya kesal, senyum Rain begitu saja merekah mendengar ucapan Elang.


“Nah gitu dong senyum. Bahagia terus ya Rain, you are my best friend and sister I ever have. Udah dulu ya, di sini masih tengah malem gue mau tidur lagi. Assalamu’alaikum.”


“Waalaikumsalam.”


Panggilan video berakhir, kini layar ponsel kembali gelap. Rain mengembalikan benda pipih itu kepada pemiliknya. Akhtar memalingkan wajahnya ke arah lain begitu melihat Rain menyusut airmatanya. Rasanya tak rela wanita yang kini telah sah menjadi istrinya menangisi pria lain, walaupun itu Elang, sahabatnya sendiri.


🍁🍁🍁


**Mamake selalu nyesek kalo nulis part Elang Ama Rain🤧


Maaf Yee mamake mau ambil raport dulu, buat penggemar Elang peace and I love you full✌️😘


Like..


Comment..

__ADS_1


Vote**..


__ADS_2