Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 100 Kematian Iblis Neraka


__ADS_3

Xiao Feng kini menatap dua orang Langjuo dan Dongzhi lalu menyeringai dia menggerak-gerakkan tangannya seolah menantang mereka maju, karena terprovokasi Dongzhi langsung menyerang dengan palunya. Xiao Feng melesat ke depan dan menendang gagang palu nya, lalu berputar dan sudah berada dibelakang Dongzhi. Dongzhi kaget dia segera menghantamkan palunya ke arah belakang, namun Xiao Feng dengan cepat memegang bagian belakang baju Dongzhi dan membantingnya ke tanah.


"Tap,,, boomm"


Tubuh gempal itu jatuh dengan wajah terlebih dulu menyentuh tanah, ketika hendak berdiri dengan cepat Xiao Feng mengambil palunya dan menghantam kepala Dongzhi.


"Prakkk"


Kepala Dongzhi pecah dan otak serta darah bermuncratan, Feng Xi dan Langjuo yang melihat itu bergidik ngeri tidak menyangka kalau Dongzhi dengan mudah dikalahkan Xiao Feng.


"Si rubah hitam ini kejam juga" ucap Feng Xi dia merasa sedikit mual karena pertama melihat pembunuhan seperti ini, kalau kepala terpenggal dia masih bisa santai karena juga pernah memenggal kepala orang namun dengan kepala pecah tidak berbentuk, Feng Xi pun tetap merasa ngeri.


Langjuo yang melihat juga tidak bisa berkata-kata, namun dia dengan cepat menyerang Xiao Feng dengan sabernya.


"Rasakan saberku sialan"


Langjuo dengan cepat menyerang namun sebelum Xiao Feng bergerak, dari samping sosok bayangan pria berambut biru lebih dahulu menyerang dan dengan cepat membunuh Langjuo dengan satu tebasan pedang. Langjuo langsung tewas seketika dan pria itu kemudian mengambil cincin penyimpanannya. Pria itu menyimpan pedang dan berjalan mendekat ke arah Xiao Feng dan Feng Xi.


"Salam kepada Tuan Muda Feng" ucap pria itu menangkupkan tangan.


"Salam juga, kenapa Tuan Muda Ling berada disini?" Xiao Feng tersenyum dan membalas hormat pria itu, ternyata yang datang barusan adalah Tuan Muda nomor 1 Ling Xu Yuan. Feng Xi yang melihat juga mendekat.


"Apa kau Tuan Muda Ling yang dikabarkan nomor satu di dunia" ucap Feng Xi. Ling Xu Yuan melihat ke arah Feng Xi dan tertegun melihat kecantikan Feng Xi, dia menganggukkan kepalanya.


"Benar, apakah nona ini adalah Nona Feng yang disebut sebagai wanita hebat oleh Huang Zhi Yan"


"Haha,, pangeran Huang hanya membual saja,, oh kenapa Tuan Muda Ling berada disini?"


"Aku baru saja melakukan perjalanan dan ketika hendak kembali ke Huangzhou aku mendengar kabar kalau kediaman Mu diserang, jadi aku mampir melihat dan kebetulan bertemu kalian sepasang Feng Xi yang dijuluki orang sebagai Hitam dan Putih" Ling Xu Yuan berkata, Xiao Feng yang melihat interaksi mereka berdua menghela nafas entah kenapa dia yang tidak terlalu peduli merasa dadanya sedikit panas melihat kedekatan mereka, ketika Feng Xi hendak bicara lagi Xiao Feng langsung mendekat.


"Sudah terluka masih banyak bicara" ucap Xiao Feng dan menatap ke arah Ling Xu Yuan sambil menganggukkan kepala lalu berbalik menatap Feng Xi.


"Mulutku tidak terluka, lagipula mulut kalau tidak digunakan berbicara ya makan" ucap Feng Xi. Xiao Feng kemudian mengeluarkan bungkusan dari cincin penyimpanannya. Feng Xi yang melihat itu segera mengambil.

__ADS_1


"Kau bagaimana bisa membawa makanan kesini" Feng Xi berkata sambil membuka bungkusan yang berisi roti Pau kesukaan Feng Xi, Ling Xu Yuan berbalik dan dia bersiul tipis sambil melihat ke atas.


"Kediaman Mu sudah ada Yuan Li dan Bai Hu dan pasukan istana seharusnya keadaan disana saat ini sudah aman" ucap Xiao Feng, Feng Xi menelan makanannya dan kemudian berkata.


"Kau memang cermat dalam berfikir,, ohh iyaa Tuan Ling apakah bersedia ikut bersama?" tanya Feng Xi


"Tentu,, Tuan Muda Feng besok aku kembalikan cincin ini kepada Tuan besar Mu" ucap Ling Xu Yuan dan berjalan bersama Feng Xi, Xiao Feng alisnya berkedut dan menghela nafas lalu berjalan mengikuti mereka.


*****


Dirumah samping kediaman Mu sebuah rumah khusus disediakan jika ada tamu yang menginap, Xiao Feng yang hendak merebahkan tubuhnya mendadak mendengar suara ketukan pintu.


"Sebentar"


Xiao Feng membuka pintu dan tampaklah Feng Xi dan berdiri dengan wajah penasaran menjulurkan kepalanya melihat ke dalam ruang, Xiao Feng menyentil dahinya dan berkata menyindir.


"Kau ini sudah terluka masih saja berkeliaran bukannya istirahat"


"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih, namun jika itu mengganggumu sebaiknya aku kembali" ucap Feng Xi sambil membalikkan badan.


Feng Xi lalu menghadap Xiao Feng lagi, Xiao Feng mengulurkan tangan kanannya.


"Mana, ayo keluarkan katanya mau hendak berterima kasih"


"Cih,, Bai Feng Xi selalu sendirian dan miskin cukup kuucapkan terima kasih saja" Feng Xi berkata sambil menepuk tangan Xiao Feng. Xiao Feng hanya menghela nafas.


"Memang tidak bisa berharap padamu,, kenapa kau masih keluyuran?"


"Aku senang karena kelompok Naga Hitam untuk saat ini berhasil diatasi"


"Apakah hanya itu?" tanya Xiao Feng sambil menaikkan alisnya.


"Oh,, iya aku mengajak Tuan Ling untuk bertemu di gazebo Bambu Hijau" kata Feng Xi, Xiao Feng yang mendengarnya sedikit terkejut, dengan wajah masam dia bertanya dengan cepat.

__ADS_1


"Kenapa kau mengajaknya dan kenapa tidak memberitahuku"


"Kenapa aku harus memberitahumu?" ucap Feng Xi heran, Xiao Feng tergagap dengan gugup dia masuk ke dalam rumah.


"Aku sudah lelah, mau istirahat dulu" Xiao Feng berkata sambil menutup pintu, Feng Xi hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan bergumam.


"Kenapa si rubah hitam sangat aneh hari ini"


******


Keesokkan harinya di pinggir sebuah kolam kecil di belakang kediaman Mu, Ling Xu Yuan sedang duduk di kursi sambil membaca buku. Di mejanya terlihat ada arak dan tusuk konde berwarna putih. Dia menghentikan kegiatannya ketika mendengar suara seseorang datang.


"Salam, Yuan Muda Ling sepertinya sangat senggang" ucap seseorang itu yang tak lain Xiao Feng, lalu duduk dan menuangkan arak.


"Salam Tuan Muda Feng, aku hanya sedikit menikmati pagi yang cerah ini" Ling Xu Yuan dan Xiao Feng berbincang - bincang ringan, lalu pandangan Xiao Feng tertuju pada tusuk konde yang tergeletak di samping kendi arak.


"Tidak kusangka Tuan Ling tertarik dengan benda ini, jangan-jangan mau dihadiahkan untuk kekasihmu" ucap Xiao Feng sambil tersenyum.


"Hehe,, Tuan Muda Feng bercanda, aku selalu sendirian darimana punya kekasih, namun setelah melihat benda ini aku teringat kepada seorang teman baru"


"Biarpun benda itu sederhana namun elegan dan memiliki arti besar" Xiao Feng berkata sambil menuangkan arak. Ling Xu Yuan mengangguk.


"Seharusnya Tuan Muda Feng lebih mengenal teman ini, mengingat Tuan Muda Feng dan dia sudah terkenal sejak 4 tahun lalu"


"Haa, jangan-jangan teman Tuan Muda Ling adalah Bai Feng Xi? haha jika benar sebaiknya jangan diberikan, nanti dia malah menukarnya dengan arak" ucap Xiao Feng sambil tertawa pelan. Ling Xu Yuan hanya tersenyum.


"Memang benar menurut rumor kalau Hei Feng Xi dan Bai Feng Xi tidak hanya sama kuat namun juga saling memahami, aku hanya melihat kalau Nona Feng orang yang bebas dan mudah bergaul" Ling Xu Yuan berkata.


"Sepertinya Tuan Muda Ling adalah teman akrabnya yang pertama" ucap Xiao Feng, Ling Xu Yuan yang mendengar itu menangkupkan kedua tangannya.


"Tidak berani,, Tuan Muda Feng aku masih ada urusan di gazebo Bambu Hijau, aku mohon pamit" Ling Xu Yuan kemudian bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan Xiao Feng, namun baru berjalan dua langkah suara Xiao Feng yang sedikit dingin menghentikan langkahnya.


"Pendekar Suci Keluarga Ling, kenapa orang suci tidak ada yang hidup abadi" Setelah berkata seperti itu Xiao Feng berdiri dan berjalan meninggalkan Ling Xu Yuan. Ling Xu Yuan menyipitkan mata melihat kepergian Xiao Feng.

__ADS_1


**** bersambung


__ADS_2