Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 425 Menuju Sekte Serigala Hitam


__ADS_3

****


"Feng Ge bagaimana?" ucap Feng Xi yang melihat Xiao Feng keluar dari kamar, dia mengerutkan kening melihat beberapa helai rambut Xiao Feng berubah warna putih keemasan, "Rambutmu!"


Xiao Feng tersenyum "Tidak apa-apa aku baik-baik saja keadaan Mei Ling sudah aman, kau masuklah dulu temani Mei Ling dan ganti bajunya" ucap Xiao Feng


"Lalu kau mau kemana?"


"Aku perlu memulihkan diri terlebih dahulu" ucap Xiao Feng sambil berjalan keluar, Feng Xi dan Lin Feng hanya menatap kepergian Xiao Feng.


"Nona sebaiknya kau bantu dulu Mei'er ganti pakaiannya aku akan masuk setelah selesai" ucap Lin Feng, Feng Xi menangkupkan kedua tangan dan memasuki kamar.


Lin Feng tersenyum pahit ketika melihat Xiao Feng bahkan tidak meliriknya, dia hendak duduk tetapi seorang pengawal masuk.


"Salam patriak"


"Ada apa?"


"Patriak dipanggil oleh leluhur ke aula pertemuan membahas kejadian tadi dan sudah ada semua tetua" ucap pengawal, Lin Feng menganggukkan kepala lalu berjalan keluar dari kediaman diikuti pengawal.


****


Xiao Feng yang sudah keluar dari kediaman melesat cepat diudara ke arah timur dia menuju ke arah kediaman klan Ming.


"Ternyata menyalurkan energi sangat menguras energi Qi ku dan sedikit energi kehidupan, sistem apa obat atau pil untuk memulihkan?" tanya Xiao Feng, dia sebenarnya bisa membuat pil namun bahannya kurang satu dan dia tidak memilikinya jadi dia berharap sistem menyediakan nya.


Bahan tersebut adalah kayu kehidupan dan hanya terdapat di bagian inti pusat alam dewa.


[Ding,, ada pil Tujuh Pemurnian Energi harganya 1 milyar poin]


"Sial kenapa mahal sekali!" sergah Xiao Feng "Kenapa tidak ada diskon"


[Ding,, ada diskon jadi tuan cukup membayar 999.999.999 poin]


"Sistem sialan hanya berkurang satu poin saja"


[Ding,, kalau tuan mau silahkan jika tidak sistem tidak memaksa]

__ADS_1


Alisnya berkedut mendengar itu mau tidak mau akhirnya Xiao Feng membeli pil tersebut karena dia sangat membutuhkannya, dia kemudian menelan pil tersebut sambil tetap terbang.


Tak membutuhkan waktu lama Xiao Feng sudah sampai di kediaman klan Ming, saat ini di kediaman klan Ming banyak sekali mayat berserakan dan rata-rata merupakan kultivator dia tidak melihat adanya wanita dan anak-anak.


Saat sedang melihat pemandangan didepannya, Yuan Li muncul.


"Tuan Muda!"


"Bagiamana situasinya?"


"Saat ini seluruh kultivator klan Ming berjumlah 270 orang sudah di bereskan sedangkan wanita dan anak-anak sudah diamankan dan aku juga menyuruh untuk menggunakan harta klan agar dibagikan dan meninggalkan kota Matahari" ucap Yuan Li, Xiao Feng menganggukkan kepalanya, dia cukup puas dengan penampilan Yuan Li.


Kultivator klan Ming sendiri selain patriak dan tuan muda tidak ada yang berada di ranah Dewa Merah. Tentu dengan menyuruh sisa anggota keluarga Ming meninggalkan kota Matahari adalah hal baik sebab jika mendengar klan Ming runtuh takutnya keluarga lain menyerang dan merebut harta benda.


Xiao Feng tentu saja tidak menghabisi semuanya dia hanya menghabisi ahli beladiri saja. Xiao Feng lantas mengeluarkan api keemasannya dan membakar kediaman klan Ming.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang tuan muda?"


"Pergi ke sekte Serigala Hitam, ayo!"


****


Lin Feng memasuki aula pertemuan dan sudah berkumpul Lin Chang dan tetua klan Lin, Lin Feng kemudian duduk dikursi dekat Lin Chang.


"Baiklah karena Feng'er sudah datang langsung saja"


"Feng'er jelaskan siapa pemuda yang bernama Hei Feng Xi itu dan kau tahu akibat ini semua aku khawatir klan Lin cepat atau lambat menjadi sasaran sekte Serigala Hitam" ucap Lin Chang dengan wajah muram.


"Ayah,, Hei Feng Xi adalah sahabat Mei'er sejak dulu aku tidak terlalu tahu berasal dari mana dan dari organisasi apa tapi yang jelas apa yang dilakukan dia hari ini aku mendukungnya!" ucap Lin Feng.


"Kau mau memberontak!"


"Patriak ini akan berdampak terhadap seluruh klan Lin bagaimana bisa patriak berbicara seperti itu!" ucap tetua pertama.


"Aku sebenarnya dari awal tidak setuju dengan pernikahan ini tetapi ayah dan para tetua yang setuju mengenai masalah klan Lin ke depannya aku sebagai patriak yang bertanggung jawab!" seru Lin Feng


"Apa kau tahu konsekuensinya Feng'er"

__ADS_1


Lin Feng menatap Lin Chang "Ayah saat ini aku adalah patriak klan Lin segala keputusan aku yang berhak memutuskan ayah sebagai penasihat hanya mengamati saja" ucap Lin Feng, kali ini dia akan bertindak sesuai hati nuraninya dan tidak akan menurut lagi kepada Lin Chang.


"Patriak coba fikirkan, jangan mementingkan pribadi!"


"Diam!! Kau yang patriak atau aku? Kau sebagai tetua hanya mendukung saja keputusanku!"


"Feng'er jaga sikapmu, apa kau mau posisimu aku cabut!"


"Ayah selama ini aku selalu menurut bahkan ketika aku kembali ke klan Lin selalu menuruti kemauanmu, ayah paling memahami ku sejak dulu aku tidak ingin posisi patriak. Mei'er yang sudah payah aku temukan dengan menghabiskan dua puluh tahun dan saat iba kesini Mei'er harus dijodohkan dengan keluarga Ming"


"Kalian hanya melihat kalau putriku akan bahagia tetapi sebenarnya demi kepentingan kalian, aku tidak perduli sekte Serigala Hitam atau siapapun datang aku akan menghadapinya dan jika ada yang tidak suka keputusanku silahkan keluar dari klan Lin!"seru Lin Feng dengan marah semua orang terdiam.


"Apa karena pemuda Hei Feng Xi itu?"


"Aku tahu Hei Feng Xi pemuda luar biasa, selama aku hidup belum pernah melihat pemuda satu generasi dengannya yang bisa melebihinya bahkan aku akan menghadiahkan putriku untuknya!"


"Patriak apa ini sebanding, harusnya dengan kecantikan nona bisa mendapatkan tuan muda sekte atau keluarga kuat, patriak sendiri bahkan belum tahu tentang pemuda Hei Feng Xi" tetua pertama berkata.


"Plakk!"


"Boom!"


Lin Feng bergerak tiba-tiba dan menampar tetua pertama hingga terpental dan menabrak dinding.


"Apa perlu aku sebagai patriak diajari olehmu untuk membuat keputusan?!"


Semua orang diam, bahkan Lin Chang juga tidak memberikan komentar. Lin Chang sangat memahami bagaimana Lin Feng, akhirnya dia menghela nafas panjang.


"Silahkan kalian lanjutkan pembicaraan aku mau menemani putriku!" ucap Lin Feng sambil meninggalkan aula pertemuan.


Tetua pertama bangkit dan menatap tajam punggung Lin Feng "Sialan kau Lin Feng, awas saja aku tidak terima penghinaan ini" geramnya dalam hati.


Melihat pertemuan tidak menghasilkan sekumpulan akhirnya Lin Chang membubarkan acara, semua orang kembali ke kediamannya masing-masing.


"Feng'er aku berharap apa yang lakukan tidak berdampak buruk!" gumam Lin Chang.


****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2