
*****
Keesokan harinya Ratu Xiao Lian mengunjungi Xiao Chen yang baru pulang mengurus sesuatu di wilayah selatan Youngzhou dikediamannya. Xiao Chen yang sedikit terkejut langsung menyambut ibunya.
"Ibu silahkan duduk!" ucap Xiao Chen dan Ratu Xiao Lian pun duduk dikursi
"Tumben sekali ibunda mengunjungiku?"
"Apa tidak boleh kalau seorang ibu mengunjungi anaknya?" ucap Xiao Lian sambil tersenyum.
"Bukan begitu maksudku ibu, hanya saja aku terkejut dengan kedatangan ibu yang tiba-tiba setelah sekian lama tidak mengunjungiku bahkan suratku tidak ibu balas" ucap Xiao Chen.
"Saat ibu tidak ada diistana kau bertengkar lagi dengan adikmu? Kau yang paling tua diantara anak ibu mengapa masih tidak mau mengalah"
"Chen'er biar bagaimanapun kau anakku, mana mungkin ibu tidak ingin melihatmu, kita berdua sama-sama keras kepala. Melihat kau tidak mau berbicara denganku ibu juga merasa sakit!" ucap Xiao Lian. Xiao Chen terdiam sejenak
"Maaf sudah membuat ibu khawatir"
"Ibu selalu memikirkan kalian berdua bersaudara, nanti ibu akan memilihkan istri buat kalian yang sesuai dengan reputasi dan status kita, adikmu juga beranjak dewasa dan tidak akan selalu melawanmu, lihatlah apa yang ibu bawa untukmu!" ucap Xiao Lian sambil membuka kotak kecil diatas meja. Xiao Chen hanya memperhatikan.
"Ini pil penambah energi dan herbal yang diberikan ayahmu dan masih ada ini" ucapnya sambil membuka kotak lain yang berisi kue Pau hangat dan asap masih mengepul tipis.
"Cobalah selagi masih hangat, ibu tahu kau sangat menyukai kue ini dari kecil!" ucap Xiao Lian lalu mengambil kue dengan sumpit dan meletakkannya di piring, Xiao Chen kedua matanya memerah berkaca-kaca seketika bayangan dirinya saat kecil berjalan-jalan dengan Xiao Lian terlintas di benaknya. Xiao Chen mengambil kue itu dengan tersenyum lalu mulai memakannya.
"Ibu ini sangat enak" ucap Xiao Chen
"Habiskan kalau begitu, ibu khusus membuatnya untukmu!"
"Masalah pernikahanmu sudah ibu atur, nanti kau melihat sendiri bagaimana cantiknya putri bangsawan Lin yang ibu panggil besok ke istana"
"Terimakasih ibu!" ucap Xiao Chen, setelah beberapa lama berbincang Ratu Xiao Lian pun kembali ke kediamannya. Pengawal sekaligus pengasuh pribadi Xiao Chen sejak kecil kemudian muncul.
__ADS_1
"Apa yang terjadi pangeran? dari perkataan ratu sepertinya dia mengatur pernikahanmu!" ucap pengawal bernama Wong.
"Dia kalah dari Xiao Feng soal kuda militer ibuku yang baik ini tidak bisa duduk diam lagi, Bangsawan Lin yang menguasai tiga kota selalu berselisih dengan Feng'er sejak lama karena kebijakan Feng'er. Kini aku menjadi menantunya otomatis aku akan menjadi musuh Feng'er, saat hubunganku dengan Feng'er rusak, Xiao Jun yang akan mendapat keuntungan. Kenapa hatinya begitu kejam!" ucap Xiao Chen.
"Pangeran terlalu banyak berfikir, kedatangan Ratu kali ini mungkin hanyalah sebagai kasih sayang ibu dan anak!"
"Cinta ibu dan anak?" ucap Xiao Chen sambil menyeringai lalu menggulung lengan bajunya dan terlihat banyak ruam merah dikulitnya.
"Paman lihat sendiri, kue Pau buatannya di bumbui dengan cinta didalamnya di kasih udang, paman tahu sendiri kalau aku dari kecil alergi sama udang hahaha, aku sudah menunggu 16 tahun hanya untuk menunggu dia seperti ini sungguh konyol!" ucap Xiao Chen lalu berdiri dan meninggalkan paman Wong menuju kamarnya. Paman Wong hanya menghela nafas lalu membereskan meja.
****
Xiao Feng yang sedang rebahan di sebuah penginapan tiba-tiba mendapat pesan dari Yuan Li kalau Pangeran Pertama sedang dijodohkan oleh Ratu Xiao Lian kepada putri dari Bangsawan Lin. Dia langsung bangkit duduk
"Apa maksud Ratu mengatur pernikahan kakak pertama dengan Bangsawan Lin, rupanya dia mulai bergerak ingin melawanku" gumam Xiao Feng lalu dia keluar dari penginapan. Setelah menyerahkan kunci dia terbang dan langsung berteleportasi ke kediamannya.
Xiao Feng sudah sampai dikediamannya dan langsung disambut Yuan Li.
"Ikut aku ke kediaman kakak pertama sekarang!" ucap Xiao Feng dan Yuan Li mengangguk lalu keduanya berjalan menuju kediaman Xiao Chen.
Dikediaman Xiao Chen tampak pria itu sedang duduk sambil memegang botol arak dimejanya terlihat beberapa botol kosong.
"Pangeran berhenti minum" ucap Paman Wong.
"Kau juga mengatur diriku,, tidak cukupkah ibu yang mengaturku kau juga ikut-ikutan!" ucap Xiao Chen lalu kembali meminum arak. Paman Wong yang bingung bagaimana mau mencegah sedikit lega melihat Xiao Feng datang.
"Salam Pangeran Kedua!" ucap Paman Wong. Xiao Chen mengalihkan pandangannya kepada Xiao Feng.
"Aku sudah tahu masalah hari ini, jika kakak tidak bersedia menikahi putri bangsawan Lin aku akan meminta kepada ayah untuk membatalkannya" ucap Xiao Feng
"Membatalkan? hah kau sama seperti ibu yang menganggap ku sebagai taruhan memenangkan persaingan ini. Kau membantuku agar menang darinya saja" ucap Xiao Chen.
__ADS_1
"Kakak kau sedang mabuk, apakah aku seperti itu dalam penglihatan mu?" Xiao Feng berkata dan Xiao Chen berjalan mendekati Xiao Feng.
"Kau tidak perlu mengurusku pergilah" ucap Xiao Chen sambil berjalan meninggalkan Xiao Feng
"Kakak!"
"Pangeran lebih baik kita pergi dulu, Pangeran Pertama dalam keadaan mabuk tidak akan benar jika kita ajak bicara" bisik Yuan Li, Xiao Feng juga membenarkan perkataan Yuan Li.
*****
Xiao Feng kini sudah berada di kediamannya dia duduk diam di ruang kerjanya.
"Kakak terpaksa menerima perjodohan ini pasti karena aku, dia mungkin membenciku" gumam Xiao Feng, tiba-tiba dia mendapat kabar dari anggota Paviliun Gagak Hitam yang mengawasi gunung Thailong kalau sudah ada beberapa orang yang mendatangi gunung itu, yang menyita perhatian Xiao Feng adalah adanya Huang Zhi Yan serta Ling Xu Yuan ditambah Feng Xi yang juga berada disitu.
"Feng Xi, bagaimana bisa dia berada disitu apakah karena ingin mendapat warisan master Tianji?" ucap Xiao Feng.
"Sial sekali gunung Thailong dikenal memiliki area berbahaya kenapa gadis itu malah kesana, baiklah lupakan dulu dia sejenak aku harus membereskan dulu masalah disini" ucapnya lalu berdiri dan keluar dari ruangannya, dia menuju paviliun pusat untuk mendapat lebih banyak informasi.
Xiao Feng sudah sampai dan terlihat banyak orang yang datang untuk membeli informasi sebagian besar orang-orang bertanya tentang kabar master Tianji yang hendak mewariskan teknik pedangnya.
"Hmm kabar itu menyebar cepat juga sampai-sampai banyak orang menanyakan itu" ucap Xiao Feng lalu dia masuk ke paviliun dan disambut Qing Long dan Bai Hu.
"Tuan!" ucap Qing Long dan Bai Hu bersamaan.
"Apakah semua orang masih berlatih?"
"Masih Tuan bahkan Zhu Que dan Zhu Yue milik nona Feng masih berada diruang kultivasi" jawab Bai Hu
"Hmm baguslah,, kalian tetap awasi mereka" ucap Xiao Feng sambil masuk ke ruang kerjanya.
"Baik Tuan!"
__ADS_1
***** bersambung