
****
Tiga hari kemudian malam tahun baru pun tiba, semua orang menyambut tahun baru ini dengan sukacita letusan kembang api terlihat mewarnai langit malam.
Di aula kerajaan Youngzhou sudah berkumpul semua orang, menurut tradisi kerajaan setiap pangeran wajib memberikan hadiah untuk raja pada malam tahun baru.
"Ucapkan selamat tinggal pada tahun lama dan selamat datang di tahun baru, semoga Youngzhou semakin makmur, tahun ini tahun sejahtera dengan melimpahnya panen, dimalam ini semua rakyat ikut merayakan bersama dan saling memberikan karunia,, dipersilahkan para pengeran untuk memberikan hadiah" ucap Kasim sebagai pembawa acara.
Xiao Chen kemudian berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke hadapan Xiao Dong yang duduk disinggasana dengan Ratu Xiao Lian di sisinya. Lalu seorang pelayan datang membawa nampan.
"Hormat pada ayah dan ibu semoga ayah dan ibu panjang umur, aku memberikan hadiah ini karena tidak berbakat mencarikan perhiasan,, ini adalah Bola Qilin yang terbentuk secara alami didasar gunung berapi Guangzhou, semoga ayah selalu diberikan keberuntungan" ucap Xiao Chen sambil memperlihatkan sebuah batu bulat seukuran bola tenis dan mengeluarkan sinar merah berhawa hangat.
"Terimakasih Chen'er,, hadiahkan pangeran pertama sebuah kediaman dan 10 pelayan serta 10.000 koin emas" ucap Xiao Dong.
"Terimakasih ayah" ucap Xiao Chen lalu membungkuk satu kali dan kembali ke tempat duduknya, pelayan yang membawa hadiah Xiao Chen pun juga kembali ke tempatnya. Kini giliran Xiao Feng maju dia membungkuk satu kali dihadapan Raja Xiao Dong dan Ratu Xiao Lian lalu tak lama kemudian pelayan datang membawa sebuah gulungan kain.
"Salam ayah dan ratu semoga ayah dan ratu panjang umur, hadiah yang aku berikan adalah sketsa pembangunan benteng dan bendungan di seluruh Youngzhou,, semoga Youngzhou semakin makmur dan sejahtera" ucap Xiao Feng.
"Perlihatkan kepadaku" ucap Xiao Dong dan pelayan segera membawakan gulungan itu dan digelar diatas meja.
"Bagus sekali, hanya Pangeran Kedua yang mengetahui hatiku, jika benteng ini berhasil akan bernilai ratusan ribu pasukan dan bendungan yang dibangun bisa menjadi irigasi dan bermanfaat bagi beberapa generasi, hadiahkan Pangeran Kedua sepasang giok Liyue dan 10.000 koin emas" ucap Xiao Dong, perdana Mentri Qin dan Mentri Hukum Chen Nian tersenyum lalu, perdana Mentri Qin berbisik kepada perdana Mentri Wang disebelahnya.
"Giok Liyue adalah hadiah terbesar sebelum posisi penerus dipastikan disemua dinasti" bisik perdana Mentri Qin sambil tersenyum. Pelayan kembali menggulung gulungan kain dan kembali ke tempatnya begitupun Xiao Feng. Xiao Jun kemudian maju, setelah memberi hormat dia memperlihatkan hadiahnya yang dibawakan pelayan.
"Salam ayah dan ibu semoga ayah dan ibu panjang umur, kakak pertama membawa harta, kakak kedua mempersembahkan untuk negeri dan hadiahku khusus untuk ayah,, ini adalah bantal khusus dari timur Youngzhou dan bagian tengahnya bisa dibuka serta bisa dimasukkan beberapa herbal relaksasi sebagai penenang fikiran,, aku tahu kalau ayah selalu bekerja keras dan memikirkan rakyat hingga tidak bisa tertidur nyenyak jadi aku memberikan ini berharap ayah bisa tidur nyenyak dan fikiran tenang" ucap Xiao Jun, Raja Xiao Dong dan Ratu Xiao Lian tersenyum.
"Haha Jun'er sudah dewasa dan mengasihani ayahnya ini, selama Youngzhou sejahtera dan kalian sesama saudara bisa bersatu dan saling menghormati aku bisa tidur tenang,, kau sudah dewasa belajarlah tentang hal pengadilan istana dan kau bisa sedikit membantuku,, hadiahkan Pangeran Ketiga giok Tongyi dan 10.000 koin emas" ucap Xiao Dong
"Terimakasih ayah" ucap Xiao Jun lalu kembali ke tempatnya, Perdana Mentri Wang tersenyum lalu berbisik kepada perdana Mentri Qin
"Setelah menghadiahi Pangeran Kedua, kini raja meminta secara tidak langsung Pangeran Ketiga disisinya sepertinya raja memiliki pemikiran lain" bisik Perdana Mentri Wang dan dijawab dengan tawaran kecil Perdana Mentri Qin.
__ADS_1
Setelah selesai memberikan hadiah semua orang dipersilahkan menikmati jamuan dan disuguhkan tarian dan musik. Setelah satu jam acara berakhir dan semua orang kembali ke kediamannya masing-masing.
*****
Xiao Feng tidak langsung kembali ke kediaman dia dan Yuan Li langsung melesat ke paviliun pusat. Di halaman depan paviliun semua orang tampak sibuk menata meja, Feng Xi mengatur beberapa meja yang diatasnya penuh dengan makanan enak yang sengaja dia pesan dari restoran milik Xiao Feng. Mereka selesai tepat ketika Xiao Feng datang.
"Tuan!"
"Kakak!"
Sapa semua orang, Xiao Feng tersenyum lalu berjalan ke depan semua orang.
"Selamat tahun baru,, semoga kita panjang umur dan diberikan kemakmuran" ucap Feng Xi dan diikuti yang lain. Bahkan Bai Hu dan Qing Long juga mengucapkan selamat tahun baru,, Xiao Feng tertawa kecil.
"Selamat tahun baru juga buat kalian,, malam ini kita akan berpesta sampai pagi, Yuan Li kau bagikan benda itu!" ucap Xiao Feng lalu Yuan Li mengeluarkan kotak besar berisi banyak kantung kain. Yuan Li lalu membagikan ke semua orang kantung kain yang didalamnya berisi 1000 koin emas.
"Yeayy,, kita dapat angpau dari kakak,, aku akan membeli pakaian bagus" ucap Li Ying sambil tertawa senang.
"Terimakasih Tuan!"
"Ayo kita makan-makan dan Yuan Li nyalakan kembang apinya"
"Baik Tuan"
Malam itu semua orang dipaviliun bersenang-senang bahkan Zhu Yue dan Zhu Que yang biasanya selalu ribut kini terlihat akur,, bukan apa-apa sebab mereka takut Xiao Feng akan marah. Xiao Feng merasakan aliran hangat dihatinya melihat kegembiraan semua orang, pandangannya selalu melihat Feng Xi yang tertawa sambil sesekali menyuapi Ling'er, Li Ying dan Sun Guan bergantian.
*****
Hari sudah larut malam, semua orang sepertinya sudah mengantuk karena makan dan minum arak lalu mereka segera beristirahat, Xiao Feng masih terjaga dia berjalan mendekati Feng Xi yang sedang duduk meminum arak.
"Xixi, ayo kita ikut aku" ucap Xiao Feng sambil menarik tangan Feng Xi.
__ADS_1
"Eh mau kemana?"
"Sudah ikut saja,,"
Keduanya lalu terbang ke arah bukit yang tidak terlalu tinggi dibelakang paviliun. Setelah sampai di puncaknya Xiao Feng mengeluarkan dua kursi lalu mengajak Feng Xi duduk. Xiao Feng kemudian mengangkat tangannya dan mengalirkan qi elemen api emasnya ke arah langit.
"Wusshh!"
"Duarrrr!"
Bola api meledak ketika sudah diatas dan menciptakan percikan indah mewarnai gelapnya langit malam yang tidak kalah dengan kembang api biasa, namun ada hal yang menarik dan membuat Feng Xi tersenyum dan rona merah seketika muncul dipipi putihnya.
"Selamat tahun baru untuk bunga putih indah yang diterbangkan angin, harum dan keindahannya mengalahkan semua keindahan didunia,,"
Itu adalah tulisan yang muncul setelah ledakan api, Feng Xi tahu kata-kata kiasan itu ditujukan kepada dirinya hingga dia menundukkan wajahnya malu.
"Lihatlah bukankah diatas sini lebih indah melihat kembang api" ucap Xiao Feng.
"Benar,, kau pandai memilih tempat" jawab Feng Xi lalu melihat ke arah Xiao Feng yang sedang melihat langit.
"Dia ternyata bisa romantis juga,, kan aku jadi terbawa perasaan" gumam Feng Xi dalam hatinya dia memegang dadanya yang mendadak berdebar keras. Xiao Feng mengeluarkan arak lalu menggeser kursinya lebih dekat ke arah Feng Xi.
"Ayo kita habiskan malam ini dengan menghangatkan badan" ucap Xiao Feng.
"Apa maksudmu? aa..aku belum siap,, setidaknya kau harus bertemu dulu dengan orangtuaku" ucap Feng Xi gugup. Xiao Feng mengerutkan keningnya, lalu menyentil dahi Feng Xi.
"Awww"
"Kau memikirkan apa,, tidak kusangka kau berfikiran mesum juga,, disini dingin bukankah dengan meminum arak badan kita menjadi hangat" ucap Xiao Feng sambil menyeringai. Feng Xi wajahnya memerah karena salah faham dengan ucapan Xiao Feng, dia merebut arak ditangan Xiao Feng lalu meminumnya untuk menghilangkan rasa malunya, Xiao Feng tertawa melihat itu. Keduanya menghabiskan malam dengan bercerita sambil melihat kembang api yang tidak berhenti menghiasi malam.
***** bersambung
__ADS_1