
*****
Xiao Feng sudah sampai dikota perbatasan yang dulu bersama Feng Xi membersihkan Pasukan Naga Hitam, dia melayang diudara dan memindai dengan teknik matanya. Xiao Feng tidak melihat jebakan yang dipasang namun ada sekitar 3000 an pasukan bersembunyi dibalik tebing perbatasan kota dengan kultivasi berada di ranah Raja Perak *2.
"Pantas saja pasukan Qingzhou berhasil dipukul mundur biarpun hanya dengan sedikit pasukan, ternyata kultivasinya memang lebih tinggi, berarti di tiga kota juga sama" gumam Xiao Feng,
"Pasukan Keluar!"
Setelah berkata seperti itu tiba-tiba muncul sebuah portal di depannya disusul dengan munculnya 100 orang mengenakan pakaian zirah besi dan bertopeng. 100 orang itu membungkuk memberi hormat.
"Hormat Tuan!" ucap 100 orang itu serentak. 100 orang itu adalah pasukan bayangan Xiao Feng yang didapat dari hadiah sistem.
"Kalian habisi pasukan yang bersembunyi di tebing itu" ucap Xiao Feng sambil menunjuk sebuah tebing. Salahsatu dari pasukan zirah mengedarkan kesadarannya untuk mengetahui posisi mereka.
"Baik Tuan!"
Lalu seratus orang itu bergerak dengan cepat ke arah tebing. Di tebing 3000 orang masih mengawasi siapa saja yang akan lewat, mereka mengerutkan kening ketika melihat ada seratus orang mendekati tebing tempat mereka bersembunyi.
"Ketua ada sekitar 100 orang mendekati kita?" ucap seseorang.
"Hmm benar tapi siapa mereka kalau dilihat mereka tidak memiliki aura tapi bisa terbang" ucapnya sambil menurunkan teropong yang digunakannya.
"Mungkin mereka menutupi kultivasinya, tapi aku yakin mereka dibawah kita"
"Siapapun tidak masalah ketika mereka sampai langsung kita habisi" ucap ketua.
Pasukan Bayangan Xiao Feng berhenti sekitar 200 meter dari tebing, mereka mengarahkan tangannya masing-masing ke depan dan sebuah bola energi sebesar buah kelapa dari berbagai elemen muncul.
"Wuushh!"
Seratus bola energi dengan kekuatan besar melesat dari tangan Pasukan Bayangan Xiao Feng ke arah tebing seolah hujan.
"Gawat lekas buat perlindungan!" teriak ketua dan segera pasukan Naga Hitam yang sedang bersembunyi menggabungkan kekuatan membuat perlindungan.
"Buumm!"
"Blaarr!"
__ADS_1
"Aakkhh!"
Seratus bola energi berbenturan dengan tameng pelindung dari pasukan Naga Hitam, dan menimbulkan ledakan sangat besar hingga menghancurkan tebing yang dipakai untuk bersembunyi, teriakan kematian dan potongan tubuh bertebaran kemana-mana dengan darah bercipratan. Pasukan Bayangan Xiao Feng sekali lagi melemparkan bola energi dan kali ini langsung memusnahkan 3000 orang pasukan Naga Hitam berikut dengan tebingnya.
[Ding,, selamat Tuan telah membunuh 3000 dilevel Raja Perak dan mendapatkan 27 juta PS dan 270 juta PP]
Xiao Feng tersenyum ketika mendengar dering pemberitahuan sistem yang menandakan Pasukan Bayangannya telah memusnahkan Pasukan Naga Hitam dibalik tebing. Ledakan itu sangat besar namun untungnya tebing itu jauh dari pemukiman hingga tidak ada korban dari pihak warga biasa.
"Pasukan Kembali!"
Pasukan Bayangan dengan cepat melesat dan masuk kedalam bayangan Xiao Feng. Setelah dikota itu, Xiao Feng melanjutkan ke tiga kota lainnya di perbatasan selatan. Sampai pagi hari Pasukan Naga Hitam yang bersembunyi di empat kota perbatasan selatan Bingzhou sudah dimusnahkan Xiao Feng. Xiao Feng pun kembali ke sekte Teratai setelah memberi instruksi kepada anggotanya diperbatasan untuk membereskan sisanya.
*****
Pagi hari cuaca cerah, Xiao Feng sudah sampai di kediaman Bing Mua Yin sekte Teratai, disana sudah ada Matriak dan Feng Xi yang sedang duduk diteras belakang.
"Salam Matriak" ucap Xiao Feng sambil menangkupkan kedua tangan.
"Duduklah Tuan Muda Feng!" ucap Bing Mua Yin mempersilahkan, Xiao Feng menganggukkan kepala dan duduk dihadapan Bing Mua Yin dan Feng Xi.
"Xixi kau sudah pulih?"
"Syukurlah kalau begitu"
"Owh iya semalam Tuan Muda Feng apakah sudah mendapat informasi?" tanya Bing Mua Yin.
"Sudah Matriak aku sudah mendapatkan informasi dan paling dua hari lagi aku akan menghubungi Qingzhou dan Shangzhou agar mempersiapkan pasukannya" ucap Xiao Feng.
"Baguslah,, lalu rencanamu selanjutnya apa?"
"Aku akan menyisir perbatasan barat mencari informasi disana"
"Kapan kau akan berangkat?"
"Sekarang juga aku akan berangkat, aku mampir kesini karena ingin melihat keadaan Xixi"
"Baiklah kalau begitu kau hati-hati"
__ADS_1
"Feng Ge aku ikut!" ucap Feng Xi yang dari tadi hanya menyimak, Xiao Feng tidak langsung menjawab dia melihat dulu ke arah Bing Mua Yin, yang dilihat menganggukkan kepala.
"Xi'er kau boleh ikut tapi juga harus hati-hati!" ucap Bing Mua Yin memperingati.
"Tentu guru, ada Feng Ge aku pasti akan baik-baik saja" jawab Feng Xi senang.
"Baiklah Xixi, tapi Zhu Yue tinggal disini untuk membantu penjagaan sekte" ucap Xiao Feng.
"Tidak masalah,, Zhu Yue!" ucap Feng Xi dan tak lama seorang gadis cantik muncul.
"Tuan!" ucap Zhu Yue memberi hormat.
"Aku bersama Feng Ge ingin mencari informasi kau tinggal disini bantu guru menjaga sekte!" perintah Feng Xi.
"Saya menerima perintah!"
Setelah berpamitan Xiao Feng dan Feng Xi terbang, diatas udara Xiao Feng membuat array untuk membuat perlindungan tambahan lalu mereka berdua melesat ke arah barat.
"Xixi kau berlatih lagi didunia jiwa, musuh semakin kuat aku tidak ingin kau kenapa-napa!" ucap Xiao Feng, Feng Xi hanya menganggukkan kepala karena sadar dia masih belum cukup kuat. Xiao Feng membuka dunia jiwa dan memasukkan Feng Xi kedalamnya. Setelah selesai dia kembali melanjutkan perjalanannya.
*****
"Raja, menurut informasi yang barusan disampaikan Paviliun Gagak Hitam istana sudah kembali dikuasai Jendral Bu!" ucap prajurit. Saat ini raja Bi Han, Pangeran Bi Yao dan Putri Bi Chenyuan bersama Patriak Sekte Sembilan Bintang sedang duduk diaula sekte.
"Benarkah?" tanya Raja Bi Han memastikan.
"Benar Raja, Tuan Muda kami semalam sudah membersihkan istana dan menghabisi ras iblis disana!" ucap Patriak. Bi Han menghela nafasnya lega.
"Syukurlah dan terimakasih kepada Tuan Muda Hei Feng Xi atas bantuannya,, lalu apakah kita akan segera ke istana"
"Menurutku jangan sekarang, khawatirnya masih ada sisa-sisa pasukan musuh yang masih berada disekitaran ibukota jika itu terjadi akan gawat" ucap Patriak memberi usul.
"Benar ayah, lebih baik kita menunggu informasi dari Pangeran Xiao Feng walaupun aku juga sangat ingin bergabung dengannya menghabisi para bajingan itu" ucap Pangeran Bi Yao.
"Baiklah,, seperti itu saja kita tunggu dulu informasi lebih lanjut dan Yao'er kau coba kirim orang untuk memberi pesan kepada Jendral Bu untuk mengumpulkan pasukan yang tersisa, ayah rasa perang akan segera terjadi dan kita juga harus mempersiapkan diri untuk itu" ucap Raja Bi Han.
"Baik Ayah!" ucap Bi Yao kemudian berdiri dan meninggalkan aula diikuti prajurit yang memberi laporan.
__ADS_1
*****bersambung******