Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 111 Kematian Ying Chan


__ADS_3

****


"Shiuttt,,,"


Kelebatan pedang berderu bergerak membelah kepala Ying Chan, angin hembusan menyebar dan orang-orang mulai menjauh. Ying Chan dengan cepat melompat ke samping menghindari tebasan pedang yang mengincar kepalanya.


"Boomm"


Kursi tempat duduk Ying Chan sebelumnya kini hancur berantakan. Ying Chan melihat itu segera dia bersiap untuk memboyong Ao Xuan namun telinga kirinya menangkap sebuah pesan suara.


"Ao Xuan sangat kuat, entah bagaimana dia bisa lolos dari jebakan besi, kau tidak bisa menghadapinya lekas keluarkan teknik yang aku ajarkan"


Ao Xuan berbalik lalu kembali menyerang, Ying Chan berdiri tegak dia menyeringai lalu dengan cepat tangannya membentuk segel. Orang-orang merasa heran dan tidak lama kemudian sosok Ying Chan berubah menjadi sebuah kepompong besar bergerak kesana kemari. Semua orang lagi-lagi terkejut ketika bagian atas kepompong meletup dan mengeluarkan asap, lalu ulat besar dengan taring tajam berwarna coklat keluar dari kepompong.


"Teknik Siluman Ulat" Ao Xuan berseru kaget sambil melompat mundur, orang-orang berlarian dan bergerak menjauh.


Ulat besar itu keluar dari sarang dan langsung menyerang Ao Xuan. Yang diserang dengan cepat menundukkan kepala lalu tangan kanan terkembang dan disetiap jari sudah ada bola api hitam kemerahan Teknik Api Kutukan Langit lalu dihantamkan ke perut ulat.


"Wussh,, bomm, boom,,boom"


Ulat terpental ke udara, tubuhnya gosong mengkerut lalu tersedot masuk kembali ke dalam sarangnya. Ao Xuan merasa lega. Tapi dia terkejut dan melorotkan mata ketika ulat tadi keluar lagi dan menyerang Ao Xuan. Tidak tinggal diam dia menebaskan pedangnya dan membelah tubuh ikat besar itu menjadi dua. Tapi seperti tadi ulat itu kembali masuk dan keluar lagi menyerang Ao Xuan lebih ganas dari sebelumnya.


Berkali-kali Ao Xuan menyerang ulat dan menghancurkannya namun ketika dihancurkan ulat itu masuk lagi hidup lagi menyerang lagi, lama kelamaan Ao Xuan lelah karena hampir kehabisan qi, hingga pada gerakan ke tujuh puluh tiga moncong ulat itu berhasil menggigit bahu Ao Xuan dan dia meraung keras lalu melompat mundur.


Didalam sarang kepompong keluar suara tawa "Hahaha, ajalmu sudah didepan mata jiwamu akan segera menemui Jing Mi di alam akhirat"


Ao Xuan mendengar itu wajahnya membesi dia kembali menghantam ulat dengan teknik apinya, namun kembali ulat itu masuk dan hidup lagi. Xiao Feng yang mengamati jalannya pertarungan dari udara menemukan sesuatu lalu dengan cepat mengirim pesan suara ke Ao Xuan.


"Ao Xuan aku lihat setiap ulat itu terluka hampir mati dia selalu masuk ke dalam sarangnya, coba kau hancurkan sarangnya mungkin itu adalah kelemahan"


Ulat kembali keluar dan menyerang, Ao Xuan berkelit menghindari dengan melompat ke atas. Dan masih melayang diudara Ao Xuan mengalirkan qi nya ke kakinya.


"Tendangan Pencabut Roh"

__ADS_1


Ao Xuan berputar seperti gasing diudara lalu menukik dengan sangat cepat ke arah sarang kepompong.


"Buummm"


Suara ledakan menggelegar diseantero lapangan, lubang besar membentuk kawah tercipta akibat ledakan itu, setelah debu menghilang sarang kepompong koyak beberapa bagian dan mengeluarkan darah, masih tidak puas Ao Xuan mengalirkan qi terakhirnya ke tangan kanan lalu bola api besar keluar dari tangan Ao Xuan.


"Lima Api Kutukan Langit!!"


Suara kaget dan serak dari dalam sarang terdengar, ingin menghindar namun tidak bisa akhirnya dengan telak bola api mengenai sarang dan menghancurkannya. Ulat besar mengeluarkan suara jeritan aneh lalu tubuhnya menggembung dan meledak sampai seluruh tubuhnya menjadi serpihan daging yang bermuncratan ke segala arah. Ao Xuan terhenyak jatuh berlutut dengan nafas memburu. Dia memandang ke sekeliling.


"Ao Xuan kami ingin kau kembali menjadi raja" seseorang berteriak.


"Ao Xuan adalah raja"


"Ao Xuan,, Ao Xuan"


Rambut panjang tiap riapan menutupi wajah dingin Ao Xuan yang tidak berubah sedikitpun mendengar teriakan orang-orang dia perlahan berdiri dan memandang ke langit lalu bersiul keras.


"Syukurlah kalau kau baik-baik saja" ucap Xiao Feng


"Kalau bukan bantuanmu aku sudah mati" jawab Ao Xuan sambil tersenyum dia melompat ke lebahnya diikuti Xiao Feng.


"Tidak ada gunanya berlama-lama disini ayo kita pergi"


"Tapi orang-orang itu menginginkan kau kembali menjadi raja" Xiao Feng berkata.


Ao Xuan melihat sekeliling lalu menggelengkan kepala "Aku kasihan kepada orang tolol namun aku benci orang munafik seperti mereka, Mi Feng ayo kita pergi" Lebah yang mendengar perintah langsung mengepakkan sayapnya lalu terbang ke udara, suara dengungan kencang lambat laun lenyap bersamaan dengan sosoknya yang juga ikut lenyap meninggalkan tanah lapang.


*****


Ao Xuan dan Xiao Feng kini sedang duduk dipinggir sungai berair sangat jernih. Mereka bertelanjang dada, ditangannya memegang sebuah ranting pohon yang diujungnya ada ikan yang mengepulkan asap. Rupanya mereka habis membersihkan diri dan makan ikan bakar. Xiao Feng bisa saja masuk ke dunia jiwa namun itu tidak mungkin jika dilakukan didepan Ao Xuan.


"Hmm tidak kusangka ikan dunia ini sangat enak" ucap Xiao Feng disela makannya. Ao Xuan hanya tersenyum lalu meniup api yang hampir padam.

__ADS_1


"Ao Xuan dunia ini memang dihuni ras apa kalau boleh tahu?"


"Dunia ini dihuni oleh ras siluman dan ras peri. Namun ketika dilahirkan siluman disini bisa langsung mendapatkan bentuk manusianya ketika berumur sepuluh tahun. Alam ini terbagi menjadi empat kerajaan mata angin"


"Selain dari penduduknya yang menghuni kurasa ada banyak aturan disini"


Ao Xuan mengangguk "Memang banyak salah satunya yang kau lihat tadi, lalu jika kau menikah dengan seorang gadis ada ritual yang mengharuskan suami dan istri melakukan hubungan pertama kali disaksikan oleh juru nikah dan saksi"


Xiao Feng yang mendengar sontak menyemburkan daging ikan dimulutnya lalu melihat Ao Xuan.


"Aturan gila macam apa ini,,"


"Memang gila tapi orang-orang sini tetap melakukannya dengan dalih itu adalah tradisi leluhur"


"Benar-benar sangat aneh dan kalau ras peri tinggal dimana?"


"Ras peri itu hampir semua anggotanya adalah wanita cantik dan tinggal di langit, namun mereka memiliki pantangan yaitu tidak boleh jatuh cinta atau mereka akan menerima kutuk"


"Kenapa bisa seperti itu" tanya Xiao Feng heran.


"Dahulu leluhur ras peri beranggapan kalau cinta adalah sebuah derita, bahkan siksaan perihnya karena cinta lebih sakit dibanding sambaran petir surgawi" ujar Ao Xuan


"Itu tidak sepenuhnya benar" ucap Xiao Feng


"Memang, cinta ibarat mata pisau jika berbalas akan bahagia jika tak berbalas atau terkhianat akan menjadi luka menimbulkan dendam kesumat dan aku sudah merasakan apa itu derita cinta" Ao Xuan menghela nafas dibenaknya terbayang senyum Jing Mi yang cantik sambil melambaikan tangannya.


"Maaf sudah membuatmu tidak nyaman"


"Santai saja saudaraku, yang lalu biarlah berlalu setelah menyelesaikan membalas dendam dengan orang-orang yang bekerjasama dengan Ying Chan aku akan menemani Jing Mi agar dia tidak kesepian di alam akhirat lalu aku dan dia akan bereinkarnasi bersama"


Xiao Feng hanya tersenyum. Ao Xuan dan Xiao Feng kembali melanjutkan makan sambil berbincang ringan menceritakan kisah masing-masing.


**** bersambung

__ADS_1


__ADS_2