
Ao Xuan dan Xiao Feng memasuki sebuah hutan belantara lebat, udara dingin terasa menusuk namun mereka tetap melanjutkan perjalanan. Ketika memasuki pertengahan hutan mereka mendengar suara orang seperti merapal sebuah mantra dengan bahasa aneh. Ao Xuan menghentikan lebahnya dan turun diikuti Xiao Feng.
"Kau dengar Ao Xuan itu seperti terdengar suara orang" ucap Xiao Feng.
"Benar arahnya berada disebelah kanan" Ao Xuan menganggukkan kepala. Xiao Feng segera menggunakan teknik matanya dan terlihat sosok pria paruh baya mengenakan pakaian kuning dan ada bulatan kecil diseluruh pakaiannya, orang itu duduk bersila dengan tangan didepan dada. Mulutnya komat Kamit merapal sebuah mantra.
"Ayo kita selidiki mungkin dia si Raja Obat, kau tunggu disini" Ao Xuan berjalan ke sumber suara diikuti Xiao Feng. Semakin dekat suara rapalan semakin dekat. Tepat ketika jarak 10 meter suara itu berhenti lalu disusul suara bergemuruh disertai runtuhnya beberapa pepohonan, Ao Xuan dan Xiao Feng melompat ke samping. Ketika melihat ke depan terlihat sosok berpakaian putih muncul dan berdiri didepan mereka. Ao Xuan waspada dan Xiao Feng segera menganalisis dengan sistemnya.
Nama : Bao Huang
Umur : 500 tahun
Level : Raja Perak *6
Ras : Macan Tutul
Elemen : Tanah
"Hmm,, waspada saudaraku dia dari klan macan tutul" kata Xiao Feng. Ao Xuan menaikkan alisnya "Bagaimana kau bisa tahu?"
"Pakaian yang dia kenakan bercorak macan" Jelas Xiao Feng tidak mungkin dia menyebutkan itu analisa sistem. Pria paruh baya didepan menatap tajam lalu berkata dengan suara serak.
"Kalian mau apa dan darimana?"
Ao Xuan mengamati sejenak lalu maju selangkah "Salam, aku Ao Xuan dan ini saudaraku kami tidak sengaja melewati tempat ini"
__ADS_1
"Ao Xuan Raja Angin Timur"
"Benar, kalau boleh tahu dengan siapa kami berbicara?"
Pria paruh baya itu tertawa sejenak " Hahaha, aku dikenal sebagai Bao Huang penguasa hutan ini". Ao Xuan sedikit terkejut mendengarnya lalu mengirim pesan suara ke Xiao Feng
"Hati-hati dia bukan orang baik-baik"
"Aku sudah tahu" Xiao Feng membalas.
"Haha rejekiku benar-benar bagus, hutan yang dingin kebetulan ada dua mahluk untuk dikuliti menggantikan pakaianku" ucap Bao Huang sambil mengeluarkan dua pisau kecil berkilauan. Ao Xuan diancam begitu rahangnya menggembung.
"Bao Huang kau pikir kami takut tanpa pangkal tanpa sebab kau mencari masalah"
"Bagaimana apakah kalian sudah siap? kalian saksikan sendiri aku menguliti pohon itu dengan mudah!! dan untuk menguliti kalian hanya butuh sepertiga waktu aku menguliti pohon, kalian tenang saja pisauku masih tajam jadi kalian tidak akan merasakan sakit ketika menemui kematian" ujar Bao Huang sambil menyeringai. Ao Xuan dan Xiao Feng melihat gelagat tidak baik segera mengeluarkan masing-masing senjata. Ao Xuan dengan Pedang Pelebur Jiwa dan Xiao Feng dengan kipas elemennya.
Bao Huang menyerang dengan mengulurkan pisau kecilnya ke arah Ao Xuan biarpun melihat Xiao Feng dia tenang saja. Orang kecil setinggi lutut mudah ditangani. Ao Xuan segera menebaskan pedangnya menahan serangan pisau.
"Trink,,trinkk"
Serangan pisau berhasil ditahan Ao Xuan lalu dia menyusul dengan tendangan memutar ke arah kepala. Bao Huang mendengus, dia menundukkan tubuhnya dan kaki Ao Xuan lewat dua jengkal di atas kepalanya. Bao Huang kembali menusukkan pisaunya ke arah perut Ao Xuan, namun dari samping Sambaran angin dingin dengan butiran es berjatuhan menerpa. Bao Huang melompat menghindar dan merasakan kakinya sebatas lutut kebawah merasa ngilu, ketika melihat ke bawah tampak kakinya sudah terselimuti es.
"Mahluk kerdil sialan" Bao Huang menggereng marah mengeluarkan suara seperti geraman macan dan bergerak menyerang Xiao Feng dengan sangat cepat. Ao Xuan terkesiap kaget sementara Xiao Feng melihat dengan jelas gerakan Bao Huang, biarpun kultivasinya satu ranah di atasnya namun dengan teknik matanya dia bisa melihat dengan jelas pergerakan Bao Huang yang terlihat melambat di mata Xiao Feng.
"Macan tua ini sangat ingin membunuhku" gumam Xiao Feng disela menghindari setiap serangan Bao Huang. Ao Xuan tidak tinggal diam dia juga ikut bergerak ke arah Bao Huang.
__ADS_1
"Mahluk kerdil ini gerakannya sangat cepat" Bao Huang bertambah kesal sebab semua serangannya tidak bisa menyentuh sedikitpun Xiao Feng. Ketika sedang berusaha mencari kelemahan Xiao Feng dari samping lima bola api hitam kemerahan menyerbu Bao Huang.
"Lima Api Kutukan Langit" teriak Bao Huang kaget, Xiao Feng lekas menghindar karena biarpun seukuran bola kecil ditangan Ao Xuan tetap saja bagi Xiao Feng itu sangat besar. Bao Huang melompat ke atas dan lima bola api itu melewati disampingnya kemudian menabrak batu besar dibelakang Bao Huang.
"Buuumm"
Batu meledak dan serpihannya menyebar ke segala arah. Bao Huang melompat menjauh dan berdiri berjarak 20 meter didepan Ao Xuan dan Xiao Feng yang sudah berada di sampingnya.
"Hoho akhirnya aku bisa menyaksikan teknik api terhebat di Angin Timur Lima Api Kutukan Langit benar seperti yang diharapkan"
"Kalau kau sudah tahu kenapa tidak segera angkat kaki dari sini"
"Haha, Ao Xuan jangan mengira dengan memiliki teknik itu kau sudah dapat mengalahkan ku" Habis berkata seperti itu Bao Huang bersiap menyerang kembali. Ao Xuan dan Xiao Feng juga bersiap. Mereka bertiga bergerak bersamaan untuk saling serang namun tiba-tiba hembusan angin keras disertai cahaya hijau kebiruan menghantam ditengah-tengah mereka.
"Bummm"
Mereka bertiga menghentikan langkah masing-masing dan bergerak mundur, debu menutupi pandangan dan dari balik debu terdengar suara gadis yang sangat lembut dan merdu.
"Kalian bertiga mengapa berlaku menyedihkan saling membunuh bukankah masih ada kehidupan,, sebelum kalian melanjutkan bisakah kalian menjawab beberapa pertanyaanku"
Ketika suara itu sudah berhenti debu pun perlahan menghilang tertiup angin. Ao Xuan, Xiao Feng dan Bao Huang kini melototkan mata melihat sosok yang berdiri didepan mereka. Ternyata suara lembut itu berasal dari gadis yang sangat cantik bertubuh tinggi ramping,rambut hitamnya melambai ditiup angin dan beberapa helai jatuh diatas wajahnya yang bermata jernih, kulit putih bersih, hidung mancung kecil dengan bibir merah yang senantiasa mengulas senyum hingga menimbulkan lesung pipit di kanan kiri pipinya.
"Astaga kalau bukan Dewi pasti ini adalah peri paling cantik" ucap Ao Xuan tanpa sadar. Xiao Feng juga diam-diam harus mengakui kalau gadis itu lebih cantik daripada Jing Mi bahkan sebanding dengan Feng Xi. Kalau Feng Xi cenderung bertingkah sembrono namun gadis didepannya terlihat sangat anggun dengan sikap yang menawan.
**** bersambung
__ADS_1