
****
Tiga hari kemudian Xiao Feng keluar dari dunia jiwa dan menemui Ying Chan untuk memeriksa kipasnya. Xiao Feng memasuki kediaman dan disana Ying Chan sudah menunggu.
"Hoho tuan muda Feng kau sudah datang!" Ying Chan menyambut dan mempersilahkan duduk. Xiao Feng menganggukkan kepala dan duduk dikursi depan meja.
"Kakek apakah sudah selesai"
Ying Chan mengeluarkan sebuah kipas hitam dengan tujuh batang berwarna putih ketika dikembangkan. Xiao Feng mengambilnya lalu kipas itu dikembangkan. Terlihat kini bagian ujung kipas menjadi lebih tajam. Kini kualitas kipasnya menjadi senjata tingkat 8
"Tuan Muda baru pertama kali aku menempa senjata yang luar biasa, aku sampai kehabisan Qi untuk menyatukan batu dan kipas itu"
"Emhh terimakasih kakek Ying, dan ini ada tombol kecil dibawah gagang kipas?"
Ying Chan tertawa mengekeh sejenak "Kipasmu dari awal memang sudah luarbiasa, semua elemen bisa masuk dan keluar dari kipasmu dan untuk tombol kecil ini adalah perbaikan yang sengaja ku buat"
Lalu Ying Chan mengambil kipas dari tangan Xiao Feng dia mengembangkan kipasnya lalu memencet tombol kecil dibagian gagang, seketika disetiap tujuh ujung gagang berwarna putih muncul sebuah duri tajam sangat keras.
"Jika kau memencet satu kali maka duri ini akan muncul dan bisa menggores atau memotong besi sekalipun seperti memotong tahu!" ucapnya lalu dia mengeluarkan pedang pendek. Ying Chan menggoreskan pinggiran kipas dan benar saja pedang itu terpotong rapi.
Xiao Feng terkagum melihat itu, namun rasa kagumnya tidak bertahan lama sebab Ying Chan menekan dua kali tombol kecil. Lalu duri tajam dipinggiran kipas melesat seolah menembak.
"Tuan Muda jika kau memencet dua kali dan menahannya maka akan menembakkan 100 duri keras dan ketika tombol dilepas duri duri yang sudah keluar akan otomatis kembali ke dalam kipas sebab aku sudah memasang array dikupas dan duri itu!" ucap Ying Chan bangga, Xiao Feng tersenyum lebar mendengarnya.
"Baik,, biarkan aku mencoba!"
"Silahkan"
Xiao Feng lantas mengembangkan kipasnya dengan sedikit dialiri qi, gagang kipas berwarna putih bersinar terang, ketika Xiao Feng mengibaskan nya, qi yang dikeluarkan menjadi lebih kuat dibanding dulu.
Xiao Feng memencet dua kali tombol dan menahannya. Seketika seratus duri kecil dan tajam melesat keluar terus menerus. Lalu Xiao Feng melepas tombol dan benar saja duri yang sudah keluar kini berbalik kembali dan masuk ke dalam kipasnya. Xiao Feng pun puas dan menyimpan kipasnya.
"Terimakasih kakek Ying atas kerja kerasmu" ucap Xiao Feng.
"Hoho tidak masalah Tuan muda ini adalah pekerjaanku"
Xiao Feng tersenyum kemudian mengeluarkan apel emas dan tiga butir pil pengumpul qi tingkat 6.
"Kakek terimalah ini semua bisa meningkatkan kekuatanmu!"
Ying Chan terkejut ketika merasakan aura pil dan buah itu.
"Tuan Muda ini sangat berlebihan"
__ADS_1
"Tidak masalah lagipula aku punya banyak"
Ying Chan menyimpan pil dan buah itu lalu menangkupkan tangan "Tuan Muda Feng budimu dulu belum kubalas kini kau menanam Budi lagi aku tidak tahu harus bagaimana membalasnya"
"Haha,, ini bayaran karena kakek memperbaiki kipasku, baiklah kakek aku masih ada urusan jadi aku pamit sekarang" ucap Xiao Feng sambil berdiri dan menangkupkan tangan
"Kuharap tuan muda baik-baik saja dan hati-hati dan sebelum itu aku mau menyampaikan sesuatu"
"Apa itu?"
"Nanti pada hari ke enam dua bulan dari sekarang She Mo mengundang kultivator ke tempatnya,,!"
"Owh benarkah?"
"Benar, namun aku curiga dia akan melakukan sesuatu!"
"Ya kita semua pasti curiga apalagi dia adalah sosok jahat di Alam Roh kita harus tetap waspada!"
"Apakah tuan muda Feng akan kesana?"
"Tentu aku akan kesana, baiklah kakek aku akan pamit dulu"
"Baiklah hati-hati tuan muda jika membutuhkan bantuan hubungi aku!"
*****
"Tuan apakah dia memiliki maksud mengundang para kultivator untuk ke kediamannya?" tanya Qing Long, saat ini mereka melanjutkan perjalanan dan terbang tinggi di udara.
"Pasti dia akan melakukan sesuatu namun kita harus menyelidiki terlebih dahulu"
Mereka terbang sambil berbincang. Ketika Xiao Feng melewati sebuah hutan besar dan lebat, dari hutan itu terasa aura mencekam. Xiao Feng menghentikan terbangnya.
"Sistem analisis hutan itu!"
[Ding.. melakukan pemindaian]
[Ding.. pemindaian selesai. Hutan ini adalah hutan larangan Alam Roh sebuah tempat terlarang dan tidak pernah ada kultivator yang berhasil keluar hidup-hidup dari hutan itu]
"Hmm sepertinya ada sesuatu yang menarik" gumam Xiao Feng
"Tuan hutan ini berbahaya sebaiknya kita ambil jalan memutar!" Qing Long disampingnya berucap.
"Semakin berbahaya semakin besar keberuntungan, aku akan masuk!"
__ADS_1
"Baik Tuan" ucap Qing Long dengan patuh, sejak dia mengikuti Xiao Feng Qing Long sudah percaya apapun yang dilakukan Xiao Feng pasti tuannya sudah memikirkan beberapa rencana. Xiao Feng juga memikirkan untung rugi, tapi karena sistem tidak memperingati ada bahaya Xiao Feng memutuskan akan memasuki hutan itu, apalagi ada sistem dan Qing Long jadi dia merasa aman kalau ada hal yang tidak terduga.
Xiao Feng dan Qing Long memasuki hutan dengan berjalan, tampak hutan itu lebat dan ada kabut tipis menyelubungi hutan. Dari pertama masuk saja auranya sudah membuat kultivator biasa merinding. Seolah dewa kematian mengintai setiap sudut.
Tepat sepuluh langkah didepan mata Xiao Feng tiba-tiba melihat sosok gadis sangat cantik berpakaian putih bersimbah darah. Gadis itu berdiri dan melambaikan tangannya. Ketika Xiao Feng menajamkan penglihatannya dia terperanjat dan mundur satu langkah.
"Feng Xi? kenapa dia ada disini?" gumam Xiao Feng antara heran dan terkejut.
"Rubah hitam tolong aku!" ucap gadis itu lirih
"Suara itu,, itu benar-benar Xixi!"
Bayangan Feng Xi tiba-tiba ditarik tangan besar hitam dan Feng Xi menjerit keras. Xiao Feng segera mengejar. Qing Long terlihat berdiri tegak mematung.
"Bajingan jangan kau sakiti Feng Xi!"
Xiao Feng mengejar sambil mengeluarkan kipasnya lalu melepaskan qi elemen api emas berbentuk bola.
"Buum!"
"Krakkk!"
Bola api mengenai pohon dan merobohkannya namun Feng Xi tetap ditarik tangan besar misterius.
"Rubah hitam tolong....!"
"Feng Xi, bertahanlah aku akan menyelamatkanmu!" teriak Xiao Feng sambil terus melesat namun secepat apapun mengejar bahkan menggunakan teleportasinya Xiao Feng masih belum bisa mendekati Feng Xi.
"Brengsek!"
Dengan kalap Xiao Feng kembali melepaskan beberapa bola api emas ke arah sosok dibelakang Feng Xi namun sama saja bola api tidak pernah mengenainya dan malah menghantam beberapa pepohonan besar.
Xiao Feng terus mengejar dan dia memasuki bagian tengah hutan yang terdapat sebuah Padang rumput tidak terlalu luas. Bayangan Feng Xi menghilang dan kini digantikan bayangan Xiao Chen kakaknya.
"Kakak pertama!"
Bayangan Xiao Chen juga keadaannya tidak berbeda jauh dengan bayangan Feng Xi, tubuh penuh luka dan darah serta diikat rantai disekujur tubuhnya.
"Adik jangan kesini cepat lari!"
"Kakak aku akan menolongmu!" teriak Xiao Feng lalu dia melesat ke arah Xiao Chen, ketika hendak menyentuhnya bayangan itu menghilang dan kini terganti oleh bayangan dimasa kecil Xiao Feng.
Bayangan ketika dia masih berumur lima tahun dan sedang duduk bersama ibunya. Xiao Feng menggosok matanya berulang kali. Bayangan itu terus berganti-ganti sesuai dengan apa yang pernah dialami Xiao Feng.
__ADS_1
**** bersambung