
****
Sementara itu Bing Mua Yin dan Feng Xi serta 10 orang murid inti sudah sampai diperbatasan antara Huangzhou dan Shangzhou, mereka mendarat di gunung yang tidak terlalu tinggi.
"Sepertinya kita lebih cepat dari kelompok Naga Hitam" Ucap Bing Mua Yin dan mengarahkan padangan ke arah kota didepannya.
"Menurut apa yang terjadi di keluarga sebelumnya, kelompok Naga Hitam akan mengirim orang untuk mengawasi dulu, jika ada perubahan kecil saja akan diberitahu, saat ini hanya perlu dilakukan pencegahan" Feng Xi berkata.
"Kita tidak tahu berapa orang yang akan dikirim Naga Hitam, kemungkinan kita akan kekurangan orang. Maka dari itu, kita harus bekerjasama dengan keluarga Mu" Bing Mua Yin menambahkan.
"Biar aku saja yang berbicara dengan keluarga Mu" ucap Feng Xi dan yang lainnya hanya mengangguk setuju.
"Baiklah, ayo kita cari penginapan dulu" Bing Mua Yin dan muridnya pun terbang dan menuju kota untuk beristirahat dulu.
****
Dikediaman keluarga Mu hari ini tampak sedikit sepi hanya beberapa pelayan yang sedang membersihkan kediaman dan penjaga yang berdiri mematung didepan gerbang. Kediaman yang lumayan luas dengan banyak tanaman herbal dan pohon persik asri yang daunnya berguguran tertiup angin.
Seorang pria paruh baya sedang membaca laporan di ruang kerjanya, wajahnya tampak serius dan sesekali tangannya mencelupkan dan menggoreskan kuas di atas kertas.
"Brakk,,"
Suara pintu tiba-tiba terbuka, pria itu dengan segera bangkit dan mengambil senjata di belakangnya. Namun sebuah tangan putih halus menahannya. Pria itu melihat dan sedikit terkejut, karena tangan itu milik seorang gadis muda yang sangat cantik dengan rambut putih menambah keanggunannya.
"Namaku Bai Feng Xi dari sekte Teratai Putih ingin berbicara dengan Tuan Mu Mengjian" ucap gadis itu yang tidak lain adalah Feng Xi sambil melepas tangan Mu Mengjian. Patriak Mu Mengjian melihat Feng Xi dari atas ke bawah.
"Bai Feng Xi si Dewi Selendang itu,, kenapa kau datang dengan cara begini?" tanya Patriak Mu.
__ADS_1
"Keadaan sangat mendesak, mohon maafkan aku. Apakah Tuan Mu tahu kalau banyak sekte dan keluarga belakangan dibantai oleh kelompok Naga Hitam" ucap Feng Xi. Patriak Mu mengelus dagunya dan berkata
"Aku memang mendengar kabar belakangan ini, katanya Naga Hitam sangat kejam, membantai tanpa pandang bulu,, hmm aku mengerti, nona tidak usah khawatir keluarga Mu kami berada dijalan yang benar, jika diperlukan kami akan membantu" Feng Xi yang mendengar itu tersenyum manis dia maju satu langkah.
"Tuan Mu sangat murah hati dan bijaksana aku sangat salut, namun aku kesini bukan meminta bantuan" ucap Feng Xi yang membuat Mu Mengjian mengerutkan kening.
"Bukan meminta bantuan lalu untuk apa nona kesini?"
"Kami menduga kalau target mereka selanjutnya adalah keluarga Mu", Mu Mengjian terdiam sebentar dia menatap mata Feng Xi apakah berbohong atau tidak.
"Kenapa nona berfikir kalau Naga Hitam menargetkan keluarga Mu milikku?"
"Naga Hitam sangat brutal semua yang dilakukannya adalah untuk keuntungan dalam kasus banyaknya sekte dan keluarga dimusnahkan adalah untuk membingungkan kita dan target mereka yang sebenarnya hanyalah Klan Xuan, sekte Tianlong, sekte Xuanji dan keluarga Mu. Tujuan mereka adalah pil, senjata ,formasi, teknik berkuda" Feng Xi menjelaskan. Mu Mengjian terdiam, ia kaget dengan penjelasan Feng Xi kalau kelompok Naga Hitam memiliki maksud mendalam.
"Kupikir ini hanya permasalahan antar aliran, tidak kusangka melibatkan dunia, Nona Feng apa yang kau rencanakan?"
"Guru sudah memberi perintah dan aku mohon Tuan bisa bekerja sama"
"Benar"
"Haha,, baiklah apa masalahnya menjadi umpan, selama bisa memusnahkan kelompok Naga Hitam keluarga Mu pasti akan bekerja sama, apalagi kalau Naga Hitam bisa berakhir di keluarga Mu bukankah aku juga lega" ucap Mu Mengjian sambil tersenyum. Mereka saling menangkupkan tangan.
"Terima kasih Tuan Patriak Mu"
******
Saat ini disebuah hutan sekelompok orang berbaju hitam yang tidak lain adalah Kelompok Naga Hitam sedang berkumpul mereka berjumlah 15 orang yang berada di Alam Bumi *5, mereka sedang menyusun rencana untuk menyusup ke dalam kediaman keluarga Mu. Lalu seseorang datang memberi laporan.
__ADS_1
"Ketua, dua hari ini aku mengawasi keadaan kediaman Mu"
"Apakah ada perubahan?"
"Tidak ada, semuanya masih normal"
"Baik, kita bergerak malam ini"
******
Malam pun tiba dikediaman Mu semuanya tampak sunyi seolah penghuni kediaman sudah pada tidur. Dari atap bangunan terlihat sekelompok orang melayang turun, mereka bergerak ke bangunan utama dengan mengendap-endap. Merasa tidak ada pergerakan dari dalam kediaman, kelompok orang itu segera menerobos masuk. Namun baru saja membuka pintu dari arah dalam melesat belasan tombak dan pedang menyerang mereka.
"Mundur,, ini jebakan" teriak ketua, segera bawahannya langsung mundur dan mencoba kabur namun dari samping kiri kanan melesat puluhan anak panah yang dilapisi api. Kelompok orang itu sedikit kaget sehingga tidak sempat mengelak dan puluhan anak panah itu menancap ke tubuh kelompok orang itu, hingga berjatuhan ke tanah. Ketua yang melihat bawahannya tumbang dia melompat ke atas untuk terbang namun sebuah selendang berwarna putih melilit kakinya dan menarik ketua itu ke bawah.
"Boom"
Ketua itu terbanting ke tanah dan merasakan tubuhnya sedikit sakit, dia bangkit berdiri dan melihat sekeliling sudah ada puluhan orang mengepungnya. Dari arah depan seorang pria paruh baya dan dua wanita yang satu berumur sekitar 40 an dan satu masih muda melihat ketua itu dengan tatapan tajam.
"Meski kami dijebak dan kalah, keluarga Mu dipastikan akan musnah" ucap ketua itu lalu menyabetkan saber ke lehernya dan langsung mati ditempat. Semua orang terkejut dengan tindakan ketua itu.
"Untung ada perangkap yang dibuat nona Feng, rencana pembantaian keluarga Mu tidak berhasil terjadi" ucap Mu Mengjian sambil melihat mayat kelompok Naga Hitam.
"Meski sudah menjebak Naga Hitam, mereka tidak akan menyerah sebel tujuannya tercapai, aku yakin setelah ini mereka akan mengirimkan orang yang lebih kuat karena kegagalan ini" ucap Feng Xi
"Aku sudah mengirim laporan kepada pihak istana Shangzhou dan mereka akan segera mengirimkan bantuan" ucap Mu Mengjian.
"Itu adalah hal yang bagus dengan adanya bantuan dari pihak istana dan kami dari sekte Teratai Putih bersedia hidup dan mati dengan keluarga Mu" Bing Mua Yin berkata.
__ADS_1
"Kami dari keluarga Mu sangat berterima kasih atas bantuan para pahlawan dari sekte Teratai Putih" ucap Mu Mengjian, dia menangkupkan tangan dan membungkukkan badannya sedikit. Bing Mua Yin dan yang lainnya membalas penghormatan Mu Mengjian, kemudian para pengawal membereskan mayat kelompok Naga Hitam untuk mencari petunjuk.
**** bersambung