Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 122 She Mo dari Klan Ular


__ADS_3

****


Ternyata didalam gua itu banyak sekali inti kristal yang membuat Bai Hu menjulurkan lidahnya dan tumpukan harta menggunung mulai dari logam mulia dan berbagai herbal langka serta berbagai gulungan dan kitab teknik. Xiao Feng berbinar matanya. Ketika melihat ke arah kiri dia mendapati sebuah batu hitam, Xiao Feng mendekati batu itu dan mengetuknya pelan dengan jari telunjuk.


"Sepertinya ini sebuah logam"


[Ding... sistem mendeteksi itu adalah logam dari batu meteor bisa digunakan untuk memperbaiki kipas tuan]


Xiao Feng menganggukkan kepalanya faham. Lalu tanpa lama-lama dia memindahkan isi dalam gua ke dalam cincin penyimpanan nya. Setelah selesai dia melihat ke arah Qing Long dan Bai Hu.


"Qing Long apa kau tidak apa-apa aku mengambil semuanya"


"Semua ini adalah peninggalan tuanku dan tentu sudah dipersiapkan untuk pewarisnya" Qing Long berkata dengan ekspresi datarnya.


"Hei kau bersikaplah sopan dengan tuan" ucap Bai Hu namun Qing Long tidak menjawab. Xiao Feng tentu tidak mempermasalahkan mungkin karakter Qing Long seperti itu. Lalu mereka keluar dari gua dan kembali ke sisi kolam air terjun. Xiao Feng membuat segel tangan dan cahaya kecil muncul di tangan kanannya. Dia melemparkan ke atas tidak lama kemudian cahaya kecil berpijar dan sebuah array berbentuk setengah lingkaran menyelimuti kawasan sekitar air terjun.


"Dengan begini tidak akan ada orang yang bisa berbuat seenaknya dikawasan ini"


Qing Long hanya melihat saja dalam hati dia mulai mengagumi Xiao Feng karena tidak menyangka kalau Tuannya juga bisa membuat array atau formasi.


"Ayo kita pergi" ajak Xiao Feng. Ditemani Qing Long yang mengekor dibelakangnya dan Bai Hu dipundaknya Xiao Feng kemudian pergi meninggalkan kawasan air terjun.


****


Hari menjelang malam bulan purnama muncul terang menggantikan mentari menyinari alam, disebuah tempat yang jauh berada di kawasan Kerajaan Angin Selatan ada sebuah bukit tinggi dengan pepohonan lebat. Dipuncak bukit terdapat sebuah danau berair jernih, sebelah Utara danau terdapat rumah besar dan megah dengan ukiran ular terlihat dibeberapa bagian, beberapa orang tampak hilir mudik berjaga mengawasi kawasan itu.


Disebuah ruangan yang seperti kamar seorang pria muda berumur sekitar 25 tahunan berwajah tampan sedang berbaring disebuah ranjang dengan bertelanjang dada, dikanan kirinya terdapat gadis gadis yang masih muda dengan kondisi tidak mengenakan pakaian. Pria muda itu sesekali tertawa dan meraba bagian-bagian tubuh gadis itu. Tak lama kemudian pintu kamar diketuk seseorang. Pria muda itu bangkit berdiri dan menyuruh dua gadis itu meninggalkan kamar. Dua gadis itu segera mengenakan pakaian dan menghilang dibalik pintu yang terdapat di samping ranjang.


"Masuk" ucap pria itu setelah mengenakan pakaian dan duduk di kursi sudut ruangan. Tak lama kemudian pintu terbuka dan mengeluarkan suara berderit lalu muncul seorang penjaga. Penjaga itu membungkukkan badan

__ADS_1


"Tuan, baru saja mata-mata kita memberi laporan kalau Ao Xuan kembali ke kerajaan Angin Timur dan dia kembali menjadi raja atas desakan rakyat dan Bao Huang tewas terbunuh" penjaga memberi laporan. Pria muda itu mengelus dagunya.


"Hmm sudah kuduga akan terjadi seperti ini memang ini diluar rencanaku tapi aku penasaran siapa yang mampu membunuh Bao Huang" ucap pria itu.


"Menurut kabar setelah dikeroyok Ao Xuan dan Lin Mei Ling, Bao Huang sempat melarikan diri namun dia terbunuh oleh sebuah pedang terbuat dari es" pengawal berkata, pria itu dahinya mengkerut memikirkan perkataan pengawal.


"Elemen es bukankah sudah lama elemen itu tidak muncul lalu kenapa ada yang bisa menggunakannya?"


"Kami juga berusaha menyelidiki dan hasilnya itu dimiliki oleh sosok manusia kerdil yang bersama Ao Xuan"


"Manusia kerdil?"


"Benar tuan namun mata-mata belum bisa memastikan darimana manusia kerdil itu tapi dia muncul bersama dengan Ao Xuan"


Pria itu menganggukkan kepala "Kalau begitu lekas selidiki identitas orang itu, pastikan selidiki dengan benar karena dia berhasil membunuh Bao Huang berarti dia cukup berkemampuan jangan sampai dia menghalangi rencana kita serta jangan lupa untuk mencari kabar dari Lin Mei Ling gadis tercantik di alam ini kalau bisa usahakan bawa dia ke hadapanku" ucap pria itu sambil menyeringai mesum.


"Baik Tuan" ucap penjaga kemudian berlalu pergi.


****


Xiao Feng kini memasuki sebuah kota kecil diwilayah kerajaan Angin Selatan dia dihentikan dua orang penjaga ketika hendak memasuki gerbang.


"Tunjukan identitas"


"Maaf tuan token identitasku hilang saat bertualang dihutan"


"Tidak ada identitas tidak boleh masuk, tapi jika ingin masuk kau harus membayar 10 keping emas"


Xiao Feng tersenyum rupanya alat tukar didunia ini juga sama dengan alam manusia, dia merogoh jubahnya dan melemparkan kantong kain yang langsung ditangkap penjaga.

__ADS_1


"Hmm lumayan kau terlihat kaya juga masuklah dan jangan berbuat hal yang tidak-tidak kalau tidak mau hukuman menimpamu" ucap penjaga. Xiao Feng hanya menanggapi dengan tersenyum namun Qing Long maju selangkah lalu tangannya terulur mencengkram leher penjaga dan mengangkatnya.


"Siapapun yang berani mengancam tuanku akan menghilang nyawa dibadannya" ucap Qing Long dengan wajah datarnya. Penjaga megap-megap hendak melepaskan cengkraman Qing Long namun tidak bisa.


Xiao Feng tidak melarang Qing Long melakukan itu, dia membiarkan saja sambil berjalan masuk. Qing Long melepaskan cengkeramannya dengan sedikit membanting tubuh penjaga lalu masuk mengikuti Xiao Feng.


"Uhuukk,, uhukk"


Penjaga merasa sekujur tubuhnya ngilu setelah dibanting Qing Long, temannya yang sejak tadi hanya mengamati mendekati penjaga yang terbaring di tanah.


"Apa kau bodoh dari penampilan saja mereka sudah pasti berasal dari klan bangsawan, aku tidak habis pikir kenapa kau sampai menyinggungnya"


Penjaga yang terbaring perlahan duduk "Uhukk,, aku tidak menyangka orang berwajah datar itu kuat sekali aku tidak bisa melawan"


"Sudahlah lain kali kau jangan seperti itu"


Mereka berdua melanjutkan pekerjaannya menjaga gerbang memeriksa siapapun yang akan memasuki kota itu.


Xiao Feng berjalan santai dia menuju rumah makan yang paling ramai terletak dipersimpangan jalan. Rumah makan itu memang terkenal dikota ini karena selain harganya murah rasanya juga sangat enak. Xiao Feng kemudian memasuki rumah makan dan duduk dimeja dengan Qing Long berdiri dibelakangnya.


"Mau pesan apa tuan muda"


"Hidangkan saja makanan dan minuman terbaik disini"


"Baik tunggu sebentar"


Xiao Feng mengangguk lalu Qing Long menuangkan arak ke dalam gelas lalu berdiri kembali dibelakang Xiao Feng. Xiao Feng meneguk arak itu


"Lebih baik kita makan dulu sambil mencari informasi siapa tahu ada hal menarik"

__ADS_1


"Baik Tuan" ucap Bai Hu dan Qing Long bersamaan. Tak lama kemudian pesanan datang. Setelah menata dimeja Xiao Feng mulai menyantap hidangan tersebut.


**** bersambung


__ADS_2