
****
Keesokan harinya Lin Mi, Lin Mu dan Lin Mei Ling sudah bergabung kembali dengan Xiao Feng dan Cheng Tian, tapi suasana sangat tidak enak mereka bingung mau memulai percakapan. Cheng Tian juga sama dia dilema ingin memanggil Lin Mei Ling dengan sebutan anaknya tetapi lidahnya tidak bisa berkata. Begitupun Lin Mei Ling dia ingin memanggil ayahnya namun hatinya masih belum menerima.
Tepat saat itu tiba-tiba muncul seorang kakek tua berpakaian hitam. Xiao Feng langsung mengenali dan itu adalah Ying Chan si master penempa.
"Hoho,, perjalanan jauh tidak kusangka akan bertemu beberapa sahabat, Tuan Muda Feng bagaimana kabarmu" ucap kakek itu lalu bergabung dengan mereka.
"Kakek Ying kebetulan sekali, ada hal apa kau sampai bepergian jauh"
Sebelum Ying Chan menjawab, Lin Mi mendahului " Ka..kau Ying Chan si kakek tua penempa" ucapnya sambil menunjuk Ying Chan.
"Hoo nenek Lin Mi sudah lama tidak bertemu, akhirnya kita bertemu juga"
Mereka langsung mengobrol beberapa hal. Xiao Feng kini mengeluarkan kursi tambahan dan dua guci arak. Mereka berbincang sambil ditemani arak.
"Lin Mi aku pernah mengirim pesan kalau aku akan menceritakan sebuah rahasia mengenai kehidupan kakakmu yang disebelah itu" ucap Ying Chan serius. Lin Mi, Lin Mu, Lin Mei Ling dan Cheng Tian langsung memasang wajah tegang.
"Rahasia apa?"
"Kau tahu siapa yang menolongmu melahirkan anakmu yang perempuan Lin Zi?" tanya Ying Chan kepada Lin Mu.
"Kalau tidak salah dia anak Bi Huan, seorang wanita yang membantuku, namun setelah itu aku tidak tahu lagi dia kemana!" ucap Lin Mu.
"Wanita itu adalah istriku yang telah meninggal lima tahun silam, sebelum meninggal dia meninggalkan pesan lewat surat ini" ucap Ying Chan lalu mengeluarkan gulungan kain dan menyerahkan kepada Lin Mu. Nenek Lin Mu menerima dan membuka gulungan itu. Setelah membaca beberapa saat, Lin Mu memucat wajahnya. Lalu menjatuhkan gulungan itu.
Lin Mi segera mengambil dan membacanya.
"Sahabatku Lin Mu, aku memohon maaf kepadamu. Sebenarnya rahasia ini sudah waktunya aku ungkapkan bahwa Lin Zi bukanlah anak kandungmu, perempuan yang gantung diri dihutan bukanlah Lin Zi, dia bukalah adik Cheng Tian. Bayi mu sewaktu lahir keadaannya sangat menyedihkan dan tidak akan bertahan hidup jadi aku tukar dengan bayi lain agar kau tidak merasa kehilangan. Apalagi saat itu kau sedang bermasalah dengan Cheng Zuyuan, aku meminta maaf kepadamu!"
__ADS_1
Semua orang yang mendengar Lin Mi membacakan isi gulungan terhenyak karena terkejut. Mereka semua tidak bisa berkata-kata.
"Lalu jika Lin Zi bukan anak kandung nenek Lin Mu dimana anak kandungnya sekarang?" ucap Xiao Feng tiba-tiba yang membuat semua orang tersadar.
"Aku meminta maaf atas nama istriku, anakmu dua hari setelah dilahirkan dia meninggal" Ying Chan sedikit membungkukkan tubuhnya. Lin Mu dengan badan masih bergetar dia menatap Ying Chan.
"Ta..tahukah kau, karena perbuatan istrimu, Lin Zi sampai mengira dia benar-benar adik Cheng Tian bahkan sampai bunuh diri karenanya, ingin sekali aku aku menghajarnya sampai mati" dengan gemetar Lin Mu berkata.
"Aku benar-benar meminta maaf, memang seperti itulah kenyataannya kalau Lin Zi bukan anak kandungmu, bukan adik Cheng Tian"
Lin Mei Ling yang mendengar mendekap mulutnya, menahan tangis yang akan pecah. Dia menatap Cheng Tian yang juga mengucurkan air mata. Dalam hati Mei Ling merasa berdosa tidak mengakui Cheng Tian ayahnya. Kini setelah rahasia dari gulungan terungkap bahwa Cheng Tian bukan kakak kandung ibunya. Dia terlahir wajar dari pasangan bukan adik kakak. Akhirnya segala kegundahan dihatinya lenyap tidak berbekas. Seketika Lin Mei Ling bangkit dan langsung memeluk Cheng Tian erat sambil menangis tersedu.
"Aa..ayah!"
Cheng Tian memeluk Lin Mei Ling, tanganya mengelus-ngelus kepala gadis itu.
"Anakku Mei'er!"
****
Tidak terasa dua bulan sudah terlewat, sejak berpisah dengan Lin Mei Ling yang kini bersama Cheng Tian serta Lin Mi dan Lin Mi yang kembali ke kediamannya dilembah. Xiao Feng dan Qing Long kini menuju sebuah kediaman besar di tengah danau di atas bukit kerajaan Angin Selatan. Dia akan menghadiri pertemuan yang akan diadakan oleh She Mo.
Didaratan atas Alam Roh, Xian Hu'er juga tampak bersiap dia mengenakan pakaian putihnya yang elegan dengan wangi tubuhnya semerbak.
"Hu'er tumben sekali kau merias diri" sebuah ucapan mengejutkan Xian Hu'er yang sedang berdandan, suara itu adalah milih peri Xian Mu yang muncul dibelakangnya.
Xian Hu'er tidak langsung menjawab dia meneruskan kegiatannya "Aku hanya ingin menghadiri pertemuan yang akan di adakan She Mo"
"Tapi sangat jarang kau berdandan apakah ada seseorang atau pria muda yang akan kau temui?"
__ADS_1
"Tidak"
"Baguslah ingatlah kalau kita dilarang untuk jatuh cinta kepada mahluk daratan bawah Alam Roh" ucap Xian Mu sambil berlalu meninggalkan Xian Hu'er.
Xian Hu'er hanya menatap dingin kepergian peri itu, memang sejak pertemuan pertama dengan Xiao Feng hatinya yang dingin mencair, tanpa dia sadari kalau dia sudah menaruh hati kepada pria yang dianggapnya mesum. Dia selalu pppmengingat momen ketika Xiao Feng memeluknya. Xian Hu'er sebenarnya tidak ingin mengingatnya namun semakin ingin dilupakan bayangan wajah tampan dengan mata emas mengagumkan tidak pernah hilang malah semakin kuat.
"Aku juga tidak tahu dengan hatiku kenapa bayangan pria mesum itu malah selalu muncul difikiranku" dia tidak menyadari kalau dia sudah jatuh cinta kepada Xiao Feng.
****
Xiao Feng dan Qing Long kini mulai memasuki kawasan bukit tempat She Mo berada dia memutuskan untuk berjalan saja, tiba-tida tiga orang berpakaian seperti prajurit mencegatnya. Ketiga orang itu memiliki kultivasi di ranah Raja Perunggu *3
"Cepat katakan siapa kau, disini bukan tempat bermain"
"Kami ingin datang menghadiri pertemuan"
"Tidak ada undangan tidak boleh masuk, jika memaksa jangan salahkan nyawa meninggalkan badan"
Xiao Feng tersenyum mendengarnya, Qing Long sudah mau maju namun ditahan Xiao Feng. Xiao Feng mengangkat tangan kanan kananya dan menembakkan elemen es yang dibentuk menjadi pisau kecil. Pisau kecil itu dengan cepat menusuk ketiga orang itu tanpa sempat dihindarinya.
"Zepp,,,zepp,,zepp!"
Pisau es menancap dileher ketiga orang itu dan langsung membunuhnya tanpa sempat mereka berteriak, Xiao Feng mengeluarkan api emasnya dan membakar ketiga mayat prajurit untuk menghilangkan jejak.
[Ding selamat tuan telah membunuh tiga di level Raja Perunggu dan mendapatkan 13.500 PS dan 135.000 PP]
"Ayo kita lanjutkan perjalanan"
Xiao Feng dan Qing Long melanjutkan perjalanan mereka menuju ke arah puncak bukit.
__ADS_1
**** bersambung