
****
Xiao Feng dan yang lainnya masih melesat tinggi diangkasa ketika sudah berada diluar ibukota dan didekat hutan Lin Mei Ling berhenti, Xiao Feng dan yang lainnya juga berhenti.
"Ada apa Mei Ling?" ucap Xiao Feng.
"Feng, Feng Xi dan yang lainnya terimakasih sudah menemaniku aku sangat senang, tapi aku akan pamit dulu!" ucap Lin Mei Ling.
"Kenapa kau tidak senang bersama kami?" ucap Feng Xi, Lin Mei Ling tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Bukan, namun aku akan mencari ayahku di pusat alam dewa dan tidak akan kembali lagi ke sekte. Aku sudah memberikan pesan kepada guru kalau aku tidak kembali dulu!" ucap Lin Mei Ling, Xiao Feng dan Feng Xi terdiam sejenak.
"Mei Ling, kamu sudah yakin?" ucap Xiao Feng.
"Yakin Feng, aku juga bisa melindungi diriku sendiri. Apakah kita akan bertemu lagi?"
"Mei Ling tentu kita akan bertemu lagi selama langit masih biru, sungai masih mengalir ke laut selama itu pula kita akan bertemu lagi!" ucap Xiao Feng.
"Uuuhhh rubah hitam puisimu bagus sekali aku jadi terharu!" ucap Feng Xi dan malah membuat Lin Mei Ling tertawa kecil. Feng Xi kemudian menyerahkan sebuah cincin penyimpanan kepada Lin Mei Ling.
"Mei Ling kuharap kau tidak melupakanku, ini aku sedikit hadiah dan,,,@#/#-*$x&@" Feng Xi malah bicara panjang lebar dengan Lin Mei Ling, tiga pria hanya menatap kedua gadis cantik itu bercerita dengan wajah datar. Sekitar setengah jam bercerita kesana kemari Xiao Feng sedikit kesal lalu menarik kerah baju belakang Feng Xi seperti menarik anak kucing.
"Sudah lah kau cerewet sekali, jika berbicara terus kau akan menunda Lin Mei Ling" ucap Xiao Feng, Feng Xi hanya menyengir dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Hehehe,, aku lupa baiklah itu saja dariku semoga kita bisa bertemu lagi dimasa depan!" ucap Feng Xi. Lin Mei Ling tertawa kecil melihat adegan didepannya.
"Hahaha tentu saja kita akan bertemu lagi,, baiklah Feng, Feng Xi, Bai Hu dan Qing Long aku pergi dulu jaga diri kalian baik-baik" ucap Lin Mei Ling, Xiao Feng menganggukkan kepalanya.
"Jika kau berada dalam keadaan membutuhkan bantuan, hubungi saja aku dengan giok yang sudah aku berikan!" ucap Xiao Feng.
"Tentu Feng,, baiklah sampai jumpa!" ucap Lin Mei Ling sambil tersenyum manis hingga titik kecil dipipi kanan kirinya terlihat dan membuatnya semakin menawan lalu Lin Mei Ling pun melesat meninggalkan tempat itu. Lin Mei Ling terbang cepat dan terasa ada air mata mengalir di pipi putihnya yang halus.
"Feng,, bukan aku tidak ingin bersamamu namun aku tahu diri kalau aku dimatamu hanya sebagai sahabat saja kuharap dikehidupan selanjutnya aku bisa mendampingimu seperti Feng Xi" gumamnya, Lin Mei Ling memang selain ingin mencari ayahnya dia juga tidak ingin menjadi wanita perebut suami orang, walaupun dia tahu Xiao Feng tidak akan berbuat seperti itu namun hatinya tetap sakit melihat Xiao Feng dan Feng Xi. Dia tidak membenci Feng Xi dia hanya kagum kepada Feng Xi yang bisa mendapatkan hati Xiao Feng dan memiliki sikap yang membuat semua orang kesal sekaligus nyaman bersamanya.
***
Xiao Feng sendiri bersama yang lain melanjutkan perjalannya tujuan Xiao Feng memang menuju pusat alam dewa tetapi dia tidak terburu-buru terlebih lagi masih ada satu sekte lagi yang beraliansi dengan sekte Golok Kuning dan sekte Kalajengking Merah.
"Feng Ge apa kau merasa kalau Lin Mei Ling itu hanya mencari alasan saja dengan menyebutkan mencari ayahnya!" ucap Feng Xi, Xiao Feng menolehkan pandangannya ke arah Feng Xi.
"Memangnya ayahnya kemana?"
"Kata Mei Ling ayahnya pergi mencari keluarganya di pusat alam dewa"
"Hmm terus kita akan kesana juga?"
"Tentu saja kita akan kesana, tapi tidak usah terburu-buru, aku akan memusnahkan satu sekte lagi yang beraliansi dengan sekte Golok Kuning dan sekte Kalajengking Merah sekaligus berkeliling dulu dunia alam dewa ini!" ucap Xiao Feng
__ADS_1
"Memangnya kau tahu sekte apa?" Feng Xi bertanya.
"Namanya aku tidak tahu namun menurut ingatan dari orang yang aku baca, mereka memiliki tanda kapak bersilang berwarna merah, tapi sebelum itu aku mau mengunjungi adik kecil dulu"jawabnya sambil tersenyum, sebuah senyuman yang jarang diperlihatkan kepada orang lain selain orang tersayangnya membuat Feng Xi yang melihat sedikit tertegun karena senyum Xiao Feng terlihat sangat tampan di matanya.
"Aku tahu aku tampan tidak perlu melihatku seperti itu, kau melihatku seperti kucing lapar,, itu usap dulu air liurmu!" ucap Xiao Feng sambil tersenyum geli lalu melesat cepat meninggalkan Feng Xi, Feng Xi dengan bodohnya menuruti dan ketika sadar dia ditipu dia pun kesal.
"Rubah hitam sialan,, kau mempermainkan jangan lari!" seru Feng Xi lalu mengejar Xiao Feng.
"Hahaha ibu tolong aku ada kucing putih mengejarku!"
"Untung kita agak dibelakang ya,, kalau lebih dekat aku iri dengan tuan!" ucap Bai Hu memasang wajah sedih, Qing Long melirik Bai Hu sekilas dan langsung melesat mengejar tuannya.
"Bicara dengan tembok datar ya sudahlah,, kau akan sakit hati sendiri" ucap Bai Hu.
****
Pangeran Zhu Lian sendiri sudah mendapat izin, dia akhirnya berangkat meninggalkan istana. Tujuan dia bertualang selain untuk memperkuat diri juga dia malas berurusan dengan pengadilan istana yang menurutnya merepotkan, Mulanya ratu melarang tetapi akhirnya setelah dibujuk dia pun akhirnya mengizinkan pergi putra ketiganya.
"Aku tidak boleh kalah dengan Hei Feng Xi,, aku akan bertualang mengitari alam dewa dan menjadi kuat!" gumamnya lalu melesat ke arah timur.
"Gege apakah Lian'er akan baik-baik saja?" ucap ratu yang melihat kepergian Zhu Lian, Zhu Cheng memeluk pundaknya.
"Tenang saja anak kita sudah dewasa, dia ingin mencari pengalaman di dunia luar melihat dia begitu bersemangat mengejar impiannya menjadi kuat jadi teringat masa muda,, heran kedua kakaknya malah senang di istana" ucap Zhu Cheng.
__ADS_1
"Yah aku tahu Lian'er sebenarnya tidak suka berada diistana dia hanya senang bertarung bahkan dulu dia bercerita dari pada menjadi raja mending menjadi jendral perang!" ucap ratu sambil tersenyum.
"Sudahlah ayo masuk kita berdoa saja semoga dia baik-baik saja selama perjalannya!" ucap Zhu Cheng lalu mengajak masuk istrinya.