Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 103 Batu Giok Tujuh Warna


__ADS_3

****


Xiao Feng kini sedang berada di paviliun Gagak Hitam dia masuk ke ruang kerjanya dan membaca beberapa laporan yang sudah menumpuk dimejanya, Xiao Feng memeriksa satu persatu laporan itu. Setelah dua jam memeriksa dan tidak ada yang terlalu penting dia menyudahi kegiatannya dan menemui Li Ying yang sedang duduk berdua dengan Sun Ling'er ditemani Zhu Que dan Bai Hu.


*****


Setelah bermain sebentar dengan Li Ying dan Sun Ling'er, Xiao Feng kemudian meninggalkan paviliun dan ditemani Bai Hu terbang ke arah selatan. Xiao Feng ingin berkeliling dan berkunjung ke setiap cabang Paviliun yang tersebar di seluruh kota dan desa dikerajaan Youngzhou. Saat terbang melintasi sebuah bukit Xiao Feng merasakan ada aura misterius yang unik berjarak sekitar dua kilometer.


[Ding... sistem merasakan ada aura misterius jarak dua kilometer arah tenggara]


"Apakah sebuah artefak atau mungkin senjata?" tanya Xiao Feng dibenaknya.


[Ding... sistem belum bisa memprediksi sebaiknya Tuan memeriksanya]


Xiao Feng kemudian bergerak ke arah yang ditunjukkan sistem dan ketika sampai dia melihat sebuah gua, tanpa pikir panjang Xiao Feng langsung memasukinya.


"Meow.. Tuan sebaiknya berhati-hati kita tidak tahu apakah ada bahaya atau tidak" Bai Hu mengingatkan.


"Bahaya adalah kesukaanku kau tidak usah khawatir" ucap Xiao Feng sambil tersenyum, dia memasuki gua itu dan menemukan kalau gua itu lumayan bersih. Xiao Feng terus berjalan menuju sumber aura, makin ke dalam aura semakin kuat namun Xiao Feng penasaran dia terus melangkah dan mendapati sebuah ruangan tidak terlalu luas dan sebuah batu besar di tengahnya. Di atas batu itu terlihat batu giok seukuran telur ayam berwarna - warni, Xiao Feng mendekati dan mengamati kalau batu giok terdapat simbol aneh.


"Sistem apakah kau bisa menganalisa batu ini?" tanya Xiao Feng.


[Ding... sistem tidak bisa menganalisa]

__ADS_1


"Hmm,, sangat aneh biasanya sistem mengetahui setiap hal yang aneh" Xiao Feng berfikir, lalu dia mengambil batu itu.


"Bai Hu apakah kau tahu sesuatu?"


"Meow.. aku tidak mengetahui Tuan" ucap Bai Hu yang melompat dari pundak Xiao Feng dan berdiri di atas batu besar.


"Bahkan Bai Hu pun tidak tahu, sebenarnya batu apa ini kenapa ada aura misterius menyelimutinya, Xiao Feng mengamati lalu mengetuk-ngetuk batu itu dengan jarinya. Ketika menyentuh salahsatu simbol tiba-tiba batu itu bersinar mengeluarkan cahaya, Xiao Feng mengangkat tangannya karena merasa silau. Namun sebuah pusaran tiba-tiba muncul dan dengan cepat menyedot Xiao Feng, namun Xiao Feng dengan sigap menangkap kaki Bai Hu dan pusaran itu seketika menghilang bersama dengan Xiao Feng.


*****


Tiga orang pria muda bertelanjang dada memacu tunggangan mereka dengan cepat melewati sungai jernih dengan air biru kehijauan. Ikan-ikan dalam sungai yang berenang menikmati suasana pagi terkejut dan berlompatan ke permukaan air.


Binatang tunggangan tiga orang itu bukanlah kuda melainkan tiga ekor kadal raksasa berwarna coklat berkilat dan memiliki telinga. Setiap telinganya di tarik kadal itu mengeluarkan suara keras aneh lalu berlari lebih kencang.


"Kalian datang terlebih dahulu, ada kabar apa yang kalian bawa dan dimana suamiku Ao Xuan?" gadis dibelakang jendela bertanya.


Salahsatu dari tiga orang itu turun dan menangkupkan tangan " Salam Ratu Jing Mi, kami datang membawa kabar buruk!"


Berdesir darah gadis dibelakang jendela, tengkuknya terasa dingin dan wajahnya bertambah pucat.


"Ratu,,, bolehkan kami menyampaikan kabar buruk itu" ucap seseorang sambil tetap menangkupkan tangan.


"Kabar buruk tidak dapat dihindarkan yang baik belum tentu didapatkan, bicaralah katakan apa kabar buruk itu" kata gadis bernama Jing Mi.

__ADS_1


Lelaki dibawah berpaling dulu ke arah dua rekannya lalu menjawab " Ratu Jing Mi,, tabahkanlah hatimu, suamimu Ao Xuan telah tewas terbunuh ditangan pemberontak, maafkan kami Ratu..."


Lantai dibawah kaki Jing Mi seolah runtuh, ucapan orang itu seolah petir menyambar didepan wajahnya. Matanya membulat dan leher putih jenjangnya turun naik.


"Tidak boleh,, tidak boleh!! Ao Xuan seorang yang sudah mencapai Alam Raja Perak *2 mana mungkin bisa terbunuh di tangan pemberontak!!" suara Jing Mi tersendat, tubuhnya terasa lemas, dia dengan cepat menggapai pinggiran jendela agar tidak terhuyung jatuh.


"Maafkan kami Ratu, kami hanya menyampaikan apa yang kami lihat sebentar lagi jendral Chan akan segera sampai, ratu bisa mendengar dari jendral untuk keterangan lebih jelas"


Baru saja pengawal itu selesai berbicara tiba-tiba terdengar suara lonceng. Tak lama kemudian seorang pria muda berwajah tampan muncul, di pinggangnya terlihat sebuah pedang pendek. Pria ini datang menunggangi seekor kadal besar yang dilehernya tergantung sebuah lonceng yang setiap bergerak mengeluarkan suara bergemerincing.


Tiga orang tadi membungkuk dan menangkupkan tangan "Jendral Chan, kabar buruk sudah disampaikan kepada Ratu Jing Mi" ucap seseorang, pria bernama Ying Chan menganggukkan kepala dan berkata kepada tiga orang itu.


"Kalian boleh pergi sekarang" Ketiga pengawal segera meninggalkan tempat itu. Setelah kepergian pengawal Ying Chan kemudian melihat ke arah Jing Mi yang berada di balik jendela lalu berkata.


"Ratu Jing Mi, istri sahabatku Ao Xuan, aku sudah hadir. Apa aku boleh memberi keterangan ditempat ini?"


Jing Mi mengusap dadanya sejenak " Jendral Chan, kau adalah sahabat dan wakil suamiku, naiklah ke atas sini agar memberi keterangan lebih jelas"


Mendengar ucapan dari Jing Mi, Ying Chan turun dari kadalnya dan melompat ke arah jendela, sesaat kemudian Ying Chan sudah berhadap-hadapan Jing Mi, ternyata tempat mereka berada adalah sebuah kamar tidur.


"Aku mengucapkan belasungkawa untukmu, aku tidak berani menyampaikan keterangan jika kau tidak meminta" kata Ying Chan setelah menatap Jing Mi beberapa saat.


"Aku masih tidak percaya dengan pengawal itu, apakah aku salah mendengar atau pengawal itu yang salah memberi keterangan, atau memang suamiku Ao Xuan telah tewas ditangan para pemberontak" ucap Jing Mi

__ADS_1


**** bersambung


__ADS_2