
****
Xiao Feng terus menyusuri hutan yang luas dan lebat itu, namun sejak bertemu dengan dua orang berpakaian kuning tadi sejauh mata memandang dia tidak menemukan adanya kehidupan selain pohon, baik berupa hewan atau manusia.
"sistem apa kau bisa memindai wilayah ini?" Tanya Xiao Feng
[Ding,, tuan harus naik ke atas dan melihat sejauh batas penglihatan]
Xiao Feng pun kemudian terbang tinggi dan menggunakan teknik matanya, jarak pandang Xiao Feng kini bertambah lima kilometer dan dia sekarang bisa melihat sejauh 25 kilometer. Xiao Feng kemudian memutar pandangannya ke sekeliling dan secara otomatis sistem kemudian memindai wilayah yang dilihat Xiao Feng menjadi sebuah peta.
Xiao Feng pun meneruskan terbangnya, hutan itu sangat luas seolah tidak berujung. Setelah kira-kira setengah jam dia terbang dengan kecepatan penuhnya ke arah timur. Samar-samar dia melihat titik kecil yang sepertinya merupakan perkampungan. Xiao Feng memutuskan ke arah sana dan benar saja semakin dekat tampaklah sebuah perkampungan atau desa kecil yang dikelilingi pohon.
Xiao Feng kemudian turun dan berjalan santai menuju gerbang, dia dihentikan seorang penjaga yang memegang tombak.
"Berhenti, tunjukan identitas!" Seru penjaga itu, Xiao Feng melihat kalau kultivasi penjaga berada di ranah Raja Perak *8 sebuah hal yang terbilang baru bagi Xiao Feng. Sebab jika di alam manusia ranah Raja Perak sendiri memiliki kedudukan tinggi atau bahkan bisa menjadi Patriak klan dan cukup disegani, bahkan master Tianji saja yang merupakan tokoh kultivator kelas atas hanya berada diranah Raja Emas.
Xiao Feng kemudian memberikan token emas tanda pengenal kepada penjaga.
"Keluarga Xiao? Darimana itu aku baru mendengar adanya keluarga atau klan Xiao?!" Ucap penjaga.
"Maaf tuan, aku berasal dari daratan jauh dan tersesat hanya itu tanda pengenal ku!" Ucap Xiao Feng sambil menangkupkan kedua tangan, penjaga mengangguk faham lalu memberikan kembali token.
"Biaya masuk 1 batu roh rendah!" Ucap penjaga.
"Sistem apa kau bisa menukarkan poin dengan batu roh?" Tanya Xiao Feng dibenaknya.
[Ding,, bisa tuan. Satu poin sistem bisa ditukarkan menjadi 1000 batu roh kelas tinggi]
"Tukarkan 1000 poin menjadi batu roh!" Perintah Xiao Feng.
[Ding,,, menukarkan 1000 poin]
__ADS_1
[Ding,,, penukaran selesai 1 juta batu roh tingkat tinggi sudah disimpan di penyimpanan sistem]
Xiao Feng kemudian mengeluarkan satu batu roh itu kepada penjaga. Penjaga yang melihat sangat kaget sebab batunroh yang dikeluarkan Xiao Feng merupakan batu roh tingkat tinggi dan tidak langsung menerimanya ketika Xiao Feng memberikannya.
"Tuan kenapa diam?" Tanya Xiao Feng.
"Emm,, tuan muda aku tidak punya kembalian!" Ucap penjaga itu, dia berubah sikpanya menjadi lebih sopan. Penjaga itu memang mengira kalau Xiao Feng bukan orang sembarangan sebab wajahnya yang sangat tampan dengan hanfu mewahnya sangat terlihat kalau dia dari klan kelas atas atau bangsawan ditambah aura agung dan bangsawan memancar kuat dari tubuh Xiao Feng. Apalagi dia mengeluarkan batu roh kelas tinggi, penjaga itu memastikan kalau Xiao Feng adalah tuan muda dari klan besar.
"Ambil saja, itu rezeki anak istrimu!" Ucap Xiao Feng sambil tersenyum. Penjaga buru-buru memberi hormat dan mempersilahkan masuk.
"Terimakasih tuan muda, silahkan masuk dan selamat datang didesa ini" ucap penjaga, Xiao Feng kemudian berjalan memasuki desa.
"Sungguh langka seorang tuan muda yang rendah hati" gumam penjaga ketika Xiao Feng sudah tidak terlihat dari pandangannya.
****
Seperti biasa Xiao Feng memasuki sebuah rumah makan yang tidak terlalu ramai, dia langsung masuk dan disambut pelayan.
"Sediakan makanan dan minuman terbaik kalian!" Ucap Xiao Feng lalu berjalan menuju meja kosong dekat jendela. Xiao Feng mengamati rata-rata orang yang sedang makan memiliki kultivasi di ranah Raja Perak dan Raja Emas walaupun ada beberapa yang tidak memiliki kultivasi.
"Kukira alam dewa semuanya kultivator tetapi ada juga manusia biasa" gumam Xiao Feng dan tak lama kemudian pelayan pun datang dan menyajikan makanan, Xiao Feng kemudian dengan santai menyantap hidangannya.
"Hmm rasanya sama saja malah lebih enak di alam manusia" ucap Xiao Feng, sambil makan dia mendengarkan percakapan orang-orang disekitarnya tapi tidak ada hal menarik hanya omong kosong saja.
Xiao Feng selesai makan lalu dia mengangkat tangannya, seorang pelayan segera menghampiri.
"Berapa semuanya?"
"Satu batu roh rendah tuan muda"
Xiao Feng mengeluarkan batu roh tingkat tinggi dan pelayan pun segera kembali ke meja resepsionis untuk mengambil kembalian.
__ADS_1
"Apa kau tahu dimana letak informasi wilayah ini?" Tanya Xiao Feng ketika pelayan itu sudah kembali lagi ke meja Xiao Feng.
"Hmm informasi seperti apa yang tuan muda inginkan?"
"Informasi tentang wilayah ini aku sedikit tersesat jadi bingung berada dimana" ucap Xiao Feng.
"Oh begitu, desa ini bernama desa Anggrek Merah dan terletak di pinggir hutan lembayung dan merupakan desa terakhir paling barat kerajaan Zhu!" Ucap pelayan menjelaskan.
"Jadi ini wilayah kerajaan?"
"Benar tuan muda, alam dewa ini memiliki empat kerajaan dan satu kekaisaran dan dipusat kekaisaran itu berupa banyak pulau melayang diudara dan masing-masing diisi oleh berbagai ras seperti ras cahaya, ras Phoenix, ras naga, ras peri dan masih banyak lagi serta kaisar pemimpin dewa Yang Mulia Shen Yin juga berdiam disana"
"Kira-kira berapa jaraknya untuk mencapai kekaisaran?"
"Kalau dari sini itu satu tahun perjalanan dengan terbang ke arah timur"
"Baiklah terimakasih!" Ucap Xiao Feng lalu bangkit berdiri dan berjalan keluar dari rumah makan.
"Sepertinya aku harus mencari informasi di kota besar, ternyata memang cukup jauh juga ke pusat alam dewa" ucap Xiao Feng, dia terus berjalan keluar gerbang desa.
Sementara itu disekte Golok Kuning yang terletak dikota Chi sebuah kota yang dekat dengan desa Anggrek Merah, Patriak Sekte menggebrak meja dengan marah ketika sebuah batu giok hijau melayang jatuh di mejanya. Dia kemudian melihat rekaman dua muridnya dibunuh seseorang yang tidak dikenal. Patriak itu memiliki kultivasi di ranah Raja Kristal *5. Sekte Golok Kuning sendiri merupakan sekte menengah yang lebih cenderung beraliran hitam suka menentang pihak kerajaan dan suka melakukan berbagai kejahatan. Pihak kerajaan sendiri sudah beberapa kali mencoba memusnahkan sekte itu namun sekte Golok Kuning juga cukup kuat dengan memiliki relasi dari sekte besar aliran hitam dan beberapa sekte menengah lainnya.
"Pengawal!" Teriak Patriak
"Ya Patriak!"
"Cepat cari orang yang membunuh murid kita, buat sketsanya dan sebarkan aku ingin menangkap dia hidup atau mati" ucap Patriak lalu menyerahkan batu giok. Pengawal pun menerima nya
"Baik Patriak!" Ucapnya lalu pergi meninggalkan kediaman Patriak.
**** Bersambung ****
__ADS_1