Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 314 Memusnahkan Kalajengking Penjaga Menara


__ADS_3

****


Xiao Feng terus bergerak dengan lincah dan cepat diantara kepungan kawanan kalajengking itu dia bergerak dengan teknik langkah Bayang kadang diselingi dengan langkah dewa petir yang merupakan teknik kedua dari teknik Petir Pengguncang Langit. Beberapa kalajengking pun kembali menjadi korban serangan cepat Xiao Feng.


"Teknik Bintang Angin : Pedang Angin!"


"Swooshh!"


Muncul dua siluet pedang melengkung yang langsung dilemparkan oleh Xiao Feng ke arah kawanan kalajengking, Xiao Feng baru tahu kalau jarak serang teknik pertama Bintang Angin memiliki jangkauan sejauh 1 kilometer.


"Sringg!"


"Groaahhh!"


Pedang Angin Xiao Feng berputar kencang dan bergerak lurus membabat banyak kalajengking disepanjang jalurnya, tubuh kalajengking yang keras kini seperti tahu dengan mudah terpotong menjadi beberapa bagian oleh teknik pedang angin Xiao Feng, darah merah kebiruan bermuncratan dari potongan tubuh kalajengking yang terkena serangan Pedang Angin.


[Ding selamat tuan telah membunuh 20 di level Raja Berlian mendapatkan 1.440.000 PS dan 14.440.000 PP]


Pedang angin itu kembali ke tangan Xiao Feng, kini Xiao Feng mengkombinasikan dengan langkah Bayang dan Langkah Dewa Petirnya, ketika dia bergerak sambil melemparkan pedang anginnya dia akan melesat dengan dengan ke posisi terkahir pedang anginnya lalu dilemparkan kembali.


"Wuushhh!"


"Wushhh!"


"Sriinggg!"


"Sringg!"


"Groaaahh!"


[Ding,, selamat tuan telah membunuh 120 di level Raja Berlian mendapatkan 8.640.000 PS dan 86.400.000 PP]

__ADS_1


Disetiap Padang yang rumput luas itu yang semula hijau kini berubah menjadi merah kehitaman akibat darah dan racun kalajengking yang telah mati, kini hanya tersisa sekitar 50an ekor lagi kalajengking yang masih hidup. Xiao Feng yang masih memegang pedang anginnya menetap para kalajengking yang tersisa dengan semangat.


"Baiklah aku akan mencoba gerakan terkahir dari teknik Bintang Angin, mumpung ada kesempatan kapan lagi aku menemukan lawan untuk ujicoba teknik baruku!" Ucap Xiao Feng lalu menghilangkan pedang anginnya.


Xiao Feng kemudian mengalirkan qi elemen angin kedalam kedua tangannya lalu tangan itu diangkat ke udara.


"Teknik Bintang Angin : Bintang Angin Pemusnah!"


"Swooshh!"


Perlahan muncul hembusan angin disekitar tubuh Xiao Feng, hembusan angin itu secara samar-samar membentuk piringan dengan setiap ujungnya meruncing dan kemudian berubah bentuk menjadi sebuah bintang dengan ukuran sebesar rumah. Lambat laun bintang dari elemen angin itu berputar, awalnya pelan namun lama kelamaan poros putarannya semakin cepat hingga terlihat seperti baling-baling.


"Swooshh!"


Hembusan angin menyapu sekeliling dan menerbangkan dedaunan bahkan pakaian dan rambut Xiao Feng berkibar, jika dilihat, bunyi menderu dan bergemuruh pun terdengar akibat gesekan udara dari teknik Xiao Feng. Kawanan kalajengking yang merasakan sesuatu berbahaya dengan naluri binatangnya bergerak menghidar dari tempat itu mencoba masuk kembali ke dalam tanah, Xiao Feng hanya menyeringai lalu kedua tangannya dijatuhkan kedepan dan bintang angin itu langsung berputar dan melesat dengan cepat ke arah 50 ekor kalajengking yang sedang berlarian.


"Swwoosshh!"


"Ngguuung!"


Bintang Angin melesat dan berputar dengan cepat menyapu kawanan kalajengking, ternyata gerakan terkahir dari teknik Bintang Angin lebih mengerikan biarpun target hanya terkena goresan saja tetapi tubuhnya langsung terpotong-potong sebelum akhirnya meledak menjadi kepingan kecil dan yang lebih lagi piringan bintang angin itu akan terus mengejar dan tidak akan hilang sebelum targetnya benar-benar hancur.


"Boom!"


"Boom!"


"Grooahh!"


Bunyi ledakan terus terdengar ditelinga Xiao Feng ketika serangannya satu persatu membabat sisa kawanan kalajengking, Xiao Feng sendiri antara takjub dan sedikit merinding melihat teknik Bintang Angin Pemusnah mampu menghancurkan kulit keras kalajengking seperti tahu yang dipotong pedang, begitu lunak dan rapuh.


"Aku tidak akan menggunakan teknik ketiga ini sembarangan atau dampaknya akan sangat mengerikan biarpun hanya berada ditingkat semesta!" Ucap Xiao Feng, dia mulai melihat kalau kawanan kalajengking itu satu persatu hancur hingga tak tersisa dan piringan bintang anginnya pun memudar dan menghilang.

__ADS_1


[Ding,,, selamat tuan telah membunuh 50 di level Raja Berlian mendapatkan 3.600.000 PS dan 36.000.000 PP]


Xiao Feng tersenyum tipis setelah mendengar pemberitahuan sistem, lalu tiba-tiba dia terhuyung jatuh ke tanah. Sesaat sebelum tubuhnya ambruk sepasang lengan putih dan sangat halus bahkan mungkin serangga pun akan tergelincir jika hinggap diatasnya menahan tubuh Xiao Feng disertai aroma wangi semerbak. Xiao Feng menggerakkan kepalanya ke kiri dan melihat sebuah wajah yang sangat cantik tersenyum kepadanya dengan lesung pipi yang menambah indah senyum itu.


"Feng,, kau tidak apa-apa" ucap gadis itu lembut, Xiao Feng menganggukkan kepala lalu duduk dengan dibantu gadis itu.


"Mei Ling beruntung sekali kita bertemu disini!" Ucap Xiao Feng dan gadis itu yang ternyata adalah Lin Mei Ling pun ikut duduk disamping Xiao Feng.


"Sebentar aku memulihkan diri terlebih dahulu!" Ucap Xiao Feng lalu mengeluarkan sebuah pil pemulih dan menelannya, Xiao Feng duduk bersila dan menutup kedua matanya untuk menyerap esensi pil dan tak membutuhkan waktu lama hanya sekitar 10 menit dia pun membuka kedua matanya, kini kekuatannya telah pulih seperti sedia kala.


"Sial teknik itu benar-benar hampir menguras seluruh energi Qi milikku, tapi wajar juga ada harga ada kualitas mengingat daya hancur yang luarbiasa seperti itu tentu membutuhkan konsumsi energi Qi yang luarbiasa pula" gumam Xiao Feng dalam hatinya, sementara Lin Mei Ling hanya memandang wajah Xiao Feng dengan mesra sejak Xiao Feng memulihkan diri.


"Kau sudah selesai Feng?" Ucap Lin Mei Ling dan Xiao Feng menganggukkan kepala lalu bangkit berdiri dan disusul Lima Mei Ling.


"Ayo kita masuk kedalam menara, kita lihat ada apa didalamnya!" Ucap Xiao Feng lalu mereka berdua berjalan menuju menara itu.


"Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini" ucap Lin Mei Ling sambil berjalan disisi kiri Xiao Feng.


"Aku juga kukira aku hanya sendirian yang terpisah rupanya kau juga terpisah,, ngomong-ngomong kenapa kau bisa tahu aku ada disini?" Ucap Xiao Feng sambil melirik gadis cantik disampingnya.


"Aku kebetulan sedang mencari beberapa harta disitus warisan ini dan melewati sebuah kota dengan banyaknya potongan tubuh dan aku merasakan secara samar ada aura yang mengarah ke sini maka dari itu aku mengikutinya namun aku tidak menyangka kalau aura itu berasal darimu Feng!" Jawab Lin Mei Ling sambil tersenyum


"Tapi apa kau tahu potongan tubuh itu milik siapa Feng?" Ucap Lin Mei Ling.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Ucap Xiao Feng.


"Tidak apa-apa, aku hanya penasaran siapa orang yang tidak memiliki belas kasih dengan membunuh secara brutal bukankah setiap mahluk layak diperlakukan baik!" Ucap Lin Mei Ling dan Xiao Feng mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil bersiul kecil dia tidak menjawab ucapan Lin Mei Ling karena mereka berdua sudah sampai di depan menara.


***


Sebelumnya Lin Mei Ling mengikuti aura Xiao Feng akhirnya sampai disebuah padang rumput, gadis cantik itu tidak langsung kesana dia melayang diudara memperhatikan ada banyak kalajengking besar sedang bertarung dengan sosok pria muda berpakaian hitam, Lin Mei Ling menggunakan teknik matanya yang bisa memperbesar objek. Dia sedikit terkejut karena pria itu adalah Xiao Feng, sempat dalam fikirannya dia ingin membantu namun sebelum dia bergerak, Lin Mei Ling melihat ada pusaran angin yang perlahan membentuk piringan hitam diatas Xiao Feng.

__ADS_1


Lin Mei Ling pun menyaksikan terlebih dahulu apa yang hendak dilakukan Xiao Feng dan dia menghela nafas lega sekaligus merinding ketika melihat efek serangan pusaran angin berbentuk bintang itu. Ketika kawanan kalajengking sudah dihabisi, Lin Mei Ling melihat Xiao Feng terhuyung hendak jatuh ke tanah dengan cepat Lin Mei Ling melesat dan menahan tubuh Xiao Feng tepat ketika pria itu hendak jatuh.


*** bersambung ***


__ADS_2