
****
Lin Mei Ling rupanya tidak ikut bergabung dengan kelompoknya dia melesat ke arah taman yang tidak jauh dari alun-alun kota, dia duduk disisi pohon pinggir kolam kecil dengan wajah ditaruh di lututnya yang ditekuk, kedua tangannya menutup wajah cantiknya terlihat bahunya bergetar menandakan gadis cantik itu sedang menangis.
"Hikss,, biarpun aku tahu tidak mungkin pria semempesona Feng belum memiliki gadis ternyata hatiku masih tidak sanggup menerimanya, gadis itu sangat cantik" ucapnya, membayangkan adegan intim yang terjadi didepan matanya hati wanita mana yang tidak sakit melihat pria yang dicintainya berpelukan dengan gadis lain bahkan mengatakan gadis itu istrinya.
"Hikss,, salahku yang terlalu berharap kepada Feng tapi rasa ini datang sendirinya dan aku tidak bisa menahannya,, hikss sungguh malang nasibku, terpesat di negeri orang berpisah dengan nenek dan ayah bahkan pria yang kuharap kan menjadi sandaran nanti juga tidak mungkin ku miliki,, hikss,, hikss!"
"Hikss ,, Feng mungkin kau bukan ditakdirkan untukku biarlah rasa cinta dan sayang ini aku bawa semoga dikehidupan selanjutnya kita bisa bersama, mungkin dikehidupan ini kita tidak berjodoh, nona Feng Xi sangat beruntung bisa memiliki Feng" Lin Mei Ling berkata sambil menurunkan tangannya dan melihat ke arah langit, air mata masih mengalir dipipi putih halusnya, terlihat hidung gadis itu memerah.
Gadis itu menangis lama ditaman beruntung tidak ada orang ditaman itu jadi Lin Mei Ling bisa menangis sepuasnya tanpa ada yang melihat, tanpa diketahui oleh dia sepasang manusia yang tidak jauh darinya melihat Lin Mei Ling dari balik pohon dan tentu mendengar curahan hati gadis cantik ini, sepasang manusia itu menatap rumit Lin Mei Ling dengan perasaan berbeda. Siapakah mereka tentu tak lain adalah Xiao Feng dan Feng Xi.
Xiao Feng dan Feng Xi yang rencananya akan menghabiskan waktu sejenak di taman sebelum pembukaan kompetisi dimulai kebetulan melihat Lin Mei Ling, Xiao Feng hendak mendekatinya namun Feng Xi menahannya dulu. Mulanya Xiao Feng bingung namun setelah melihat itu akhirnya dia faham.
"Xixi aku,,"
"Kau tidak perlu seperti itu santai saja, aku akan kesana dulu kau tunggu disini" ucap Feng Xi, Xiao Feng menghela nafasnya sejenak dan menatap Feng Xi.
"Xixi biarkan dia sendiri terlebih dahulu, kurasa dia butuh waktu sendiri" ucap Xiao Feng sambil mencekal tangan Feng Xi.
"Hmm baiklah, ayo kita ke tempat lain dulu" ucap Feng Xi lalu keduanya kembali ke alun-alun dan memasuki sebuah rumah makan. Xiao Feng langsung memesan ruangan khusus dimana hanya dia dan Feng Xi saja berdua walaupun menghabiskan 3 batu roh kelas tinggi tidak masalah, uang dia tidak akan habis tujuh turunan.
"Xixi ceritakan bagaimana kau bisa ke sini dan dimana Zhu Yue?" ucap Xiao Feng.
"Sebentar aku habiskan dulu ini!" ucap Feng Xi sambil melahap makanan yang tersaji di atas meja, Xiao Feng tersenyum lalu memandang Feng Xi yang tampak asyik melahap makanannya.
__ADS_1
"Kau tidak pernah berubah ya, masih saja makanmu seperti itu" ucap Xiao Feng.
"Tentu saja, aku tidak berubah"
Tak membutuhkan waktu lama mereka menghabiskan makanannya dan tak terasa hari pun beranjak sore, Xiao Feng mengajak Feng Xi ke penginapan sebelumnya lalu dia dan Feng Xi menuju atap penginapan.
"Aku sudah mencapai alam Raja Kristal *3 dan Zhu Yue *6 tentu aku ditarik oleh aturan Primordial, namun aku terpisah dengan Zhu Yue didalam portal itu, aku tiba di hutan bagian barat kerajaan ini dan sampai di sebuah bekas sekte yang sudah hancur, aku melihat papan nama yang tergeletak itu menuliskan sekte Golok Kuning dari bekas pertarungan aku bisa menebak kalau itu pekerjaanmu" ucap Feng Xi.
"Haha Xixi memang hanya kau yang memahamiku" ucap Xiao Feng tertawa kecil.
"Kau dimana-mana selalu saja memusnahkan sekte atau klan, aku ingat pertemuan kita pertama kau juga memusnahkan sebuah klan"
"Yahh mereka mencari gara-gara terlebih dahulu ya aku musnahkan saja"
"Tentu saja aku tidak berubah jika berubah apakah aku masih rubah hitam yang kau kenal" ucap Xiao Feng sambil mencubit hidung gadis cantik itu.
"Ishh kau ini!"
"Haha sini mendekatlah" ucap Xiao Feng lalu memeluk Feng Xi, tentu saja gadis itu segera memeluk dan menyandarkan kepalanya dibahu Xiao Feng akhirnya kerinduan yang ditahan selama hampir satu tahun terobati.
"Bagaimana ayah dan ibu kabarnya?"
"Ayah dan ibu baik-baik saja cuma kakak yang sedikit pusing setelah di angkat menjadi raja Qingzhou haha makanya aku kabur kesini agar tidak ikut campur urusan kerajaan" ucap Feng Xi, Xiao Feng tertawa kecil.
"Padahal kau Putri kerajaan sudah seharusnya kau membantu"
__ADS_1
"Kau ini seperti tidak tahu aku saja, aku malas berurusan dengan hal merepotkan seperti itu lebih baik bermain saja didunia luar, bebas dan tidak terikat aturan konyol bahkan makan saja harus anggun dan merepotkan" ucap Feng Xi.
"Mau kau seperti apa bagiku kau tetap anggun"
"Cih gombalanmu receh, berapa gadis yang sudah kau goda tuan muda, apakah salah satunya adalah Lin Mei Ling hmm"
Xiao Feng menghela nafasnya "Xixi mengenai Lin Mei Ling"
"Feng Ge aku sebenarnya melihat dia kasian, aku bisa melihat cinta dia sangat besar untukmu, entah bagaimana dirimu?" ucap Feng Xi.
"Xixi aku juga bukan pria bodoh, sejak pertemuan pertama kali di alam roh dia sudah memiliki rasa itu, namun aku berpura-pura tidak tahu namun ada hati yang harus ku jaga yaitu dirimu semengesankan kisahku dengan Mei Ling tetap tidak bisa dibandingkan dengan dirimu,, tapi jika kau mengijinkan aku tidak akan menolak" ucap Xiao Feng dengan wajah serius, Feng Xi mengangkat kepalanya menatap Xiao Feng.
"Benarkah? kalau memang begitu aku mengijinkan kau dengan Lin Mei Ling tapi cukup sampai dia saja denganku jangan mencari yang lain" ucap Feng Xi, Xiao Feng menatap sejenak wajah Feng Xi dan tertawa kecil.
"Haha aku hanya bercanda saja Xixi sayang tidak mungkin aku menduakanmu, aku dan Lin Mei Ling hanya sahabat saja dan tetap akan seperti itu" ucap Xiao Feng sambil mengelus pipinya, Feng Xi tersenyum cantik lalu memeluk lagi Xiao Feng.
"Xixi asal kau tahu, bukan aku tidak ingin menambah istri bagiku cukup kau sebagai istriku aku tidak menginginkan yang lain biarpun Dewi tercantik di alam dewa pun dimataku tetap kau yang tercantik jadi jangan pernah menyuruhku untuk menduakanmu karena sungguh aku tidak ingin memiliki rasa bersalah dan jika aku menduakanmu apa yang harus ku katakan kepada ayah nanti,, kalau aku menjadikan Lin Mei Ling sebagai istri keduamu kasihan Mei Ling dia hanya memiliki ragaku tapi tidak dengan hati dan cintaku" ucap Xiao Feng sambil mengelus kepala gadis cantiknya.
"Xixi selain aku tidak ingin menduakanmu aku sangat takut jika aku tidak berlaku adil dan aku tidak ingin apa yang kualami dimasa lalu terjadi kepada anakku kelak" tentu saja Xiao Feng berkata seperti itu didalam hatinya, Feng Xi juga tahu kalau Xiao Feng tidak akan membuatnya kecewa dan menduakannya terlebih dia juga tahu kalau Xiao Feng memiliki trauma mendalam dikarenakan ayahnya Xiao Dong memiliki istri selain ibunya Xiao Feng Ratu Hua yang menyebabkan rentetan kejadian berujung pemberontakan, walaupun tidak tahu dimasa depan seperti apa namun Feng Xi tahu bagaimana isi hati Xiao Feng.
"Feng Ge aku memilikimu adalah sebuah kebahagiaan tak ternilai, terimakasih telah menjaga hatiku" ucap Feng Xi, wanita mana yang tidak bahagia, pria yang dicintainya begitu setia dan mencintainya biarpun dia sebenarnya rela kalau Xiao Feng mau mengambil Lin Mei Ling sebagai istri kedua namun dalam hati kecilnya tetap saja tidak rela.
"Tentu kau percaya saja selamanya Hei Feng Xi hanya milik Bai Feng Xi yang hitam akan selalu bersama dengan yang putih" ucap Xiao Feng lalu entah siapa yang memulai bibir keduanya sudah saling menempel, Xiao Feng memegang tengkuk Feng Xi dan Feng Xi memeluk leher Xiao Feng, mereka saling membalas ciuman dibawah bintang dan bulan awal malam.
*** bersambung ***
__ADS_1