
*****
Xiao Feng masih didesa tersebut dalam seminggu ke depan sambil menunggu Mentri personalia mengirimkan orang untuk menjadi kepala desa, Xiao Feng bersama Feng Xi masih terus berkeliling dan memantau setiap perkembangan desa yang sudah diatur Xiao Feng.
"Senang rasanya melihat kalau rakyat bisa seperti ini, seperti dalam buku cerita rakyat makmur pemimpin bijaksana" ucap Feng Xi yang berjalan disamping Xiao Feng ditangannya terlihat sebuah kue Pau yang tinggal setengah.
"Wow rupanya kau suka membaca buku cerita ya?"
"Tentu saja, selain buku pengetahuan aku juga membaca semua jenis buku bahkan buku cerita!"
Keduanya berjalan santai dan tak lama kemudian titik-titik air jatuh dari langit berjatuhan semakin lama semakin banyak. Xiao Feng dan Feng Xi berlari mencari tempat berteduh. Xiao Feng melihat ke sekeliling ada sebuah toko kecil dipinggir jalan, pria itu kemudian berlari ke arah toko.
"Bos,, payungnya dua!" ucap Xiao Feng sambil mengangkat dua jarinya.
"Wah kebetulan sisa satu, bagaimana tuan muda mau diambil?"
"Ya sudah aku ambil!" Xiao Feng mengambil payung dan memberikan dua koin emas ke penjual. Lalu dia kembali berjalan menuju Feng Xi yang sedang berdiri sambil tersenyum manis ke arahnya.
"Hujan agak deras jangan sampai kebasahan seluruh rakyat masih menunggumu, bagaimana ini payungnya hanya satu!" ucap Feng Xi sambil mengeluarkan sapu tangan putih lalu mengelap wajah Xiao Feng. Xiao Feng memberikan payung kepada Feng Xi.
"Aku punya cara" ucapnya sambil membungkukkan badannya sedikit membelakangi Feng Xi. Feng Xi yang faham hanya tertawa kecil, lalu dia naik ke punggung Xiao Feng dengan tangan kanan memegang payung. Xiao Feng lalu berjalan sambil menggendong Feng Xi menyusuri jalan menuju ke tempat penginapan sebelumnya.
Waktu seolah lambat ketika sepasang muda mudi itu berjalan dibawah guyuran hujan yang tidak terlalu deras, apalagi sinar matahari menyapu tetesan air hujan sore hari itu membuat suasana lebih romantis.
"Feng Xi, aku berharap waktu berjalan lambat!"
"Kenapa kau tidak menggunakan elemen ruang dan waktumu untuk itu?" ucap Feng Xi.
"Hah,, ya tentu aku tidak boleh sembarangan mengubah waktu yang sudah berputar nanti masa depan akan berubah!" ucap Xiao Feng. Mereka berjalan sambil saling ngobrol, baik Xiao Feng maupun Feng Xi sebenarnya dalam hati mereka sama-sama senang bisa berduaan setelah sekian lama tidak bertemu.
__ADS_1
****
Sementara itu di kediaman Xiao Jun.
"Apa kau sudah mendapat kabar dimana Xiao Feng?" tanya Xiao Jun kepada bawahannya.
"Belum pangeran, tapi yang jelas kalau pangeran kedua saat ini tidak sedang berada di istana maupun kediaman. Mungkin dia sedang keluar mengurus sesuatu" ucap pengawal pribadi Xiao Jun. Xiao Jun mengetuk-ngetuk meja dengan telunjuknya, dia sedang memikirkan cara untuk membuat citra Xiao Feng jelek kalau bisa sekalian menyingkirkannya.
"Aku punya ide dan kuyakin ide ini tidak akan gagal!" ucap Xiao Jun sambil menyeringai.
"Ide apa pangeran?"
Xiao Jun membeberkan idenya kepada pengawal, pengawal itu mengangguk faham lalu tidak lama kemudian dia meninggalkan ruangan untuk segera melakukan apa yang diperintahkan Xiao Jun.
"Kakak kedua Xiao Feng kali ini bagaimana kau mengatasi ini" gumam Xiao Jun dia bertekad membalas kekalahannya kemarin.
*****
"Hormat pada ayah semoga ayah panjang umur!" ucap Xiao Feng ketika sudah berada diruang kerja Xiao Dong dan berhadapan dengannya. Xiao Dong berdiri lalu dari cincin penyimpanannya dia mengeluarkan sebuah buku. Kemudian Xiao Dong memberikan buku itu kepada Xiao Feng.
"Feng'er kau terlahir cerdas dan berpikiran maju, kau sudah pasti tahu kalau empat kerajaan sedang memperkuat kekuatan mereka dan bersaing demi dunia. Buku ini adalah buku taktik rahasia militer dari Ren Zhi, untuk memperkuat persenjataan aku menyuruh Ren Zhi bekerjasama dengan empat jendral membangun pasukan khusus diam-diam. Namun ada masalah dengan kuda militer!" ucap Xiao Dong.
"Masalah apa ayah?" tanya Xiao Feng
"Kuda ini kurang 40% dari permintaanku, apa kau tahu sesuatu?" tanya Xiao Dong, Xiao Feng berfikir sejenak.
"Youngzhou sebagian besar memiliki peternakan namun kuda yang dihasilkan adalah kuda peternak dan tidak cocok untuk berperang. Untuk itulah selama bertahun-tahun kuda militer dibeli oleh Divisi Kemiliteran Utara!"
"Kau benar,, cadangan kuda militer berhubungan langsung dengan pasukan. Setiap tahun Bagian Pembendaharaan menganggarkan ratusan ribu koin emas untuk membeli kuda, namun ada orang yang sengaja menurunkan harga pembelian untuk kepentingan sendiri. Otomatis kuda yang dibeli tidak sesuai dengan harapan"
__ADS_1
"Benar, masalah pembelian kuda para penghasil kuda diwilayah Utara tidak mau membuat kesepakatan dengan Youngzhou karena harga yang ditawarkan terlalu rendah, namun selain wilayah Utara, bagian wilayah barat laut Youngzhou juga memproduksi kuda kuat. Banyak pedagang membeli kuda dari barat laut karena mampu berjalan berhari-hari tanpa istirahat. Aku menyarankan agar membeli kuda dari barat laut saja ayah!" ucap Xiao Feng. Xiao Dong mengangguk faham.
"Apa kau bisa mengurusnya dengan baik?" tanya Xiao Dong
"Aku akan berusaha?" jawab Xiao Feng dengan pasti.
"Baiklah kalau begitu besok aku buatkan dekrit kalau kau yang akan mengurus pembelian kuda militer untuk pasukan!" ucap Xiao Dong.
"Baik ayah!"
Pertemuan pun dibubarkan, Xiao Dong kembali melanjutkan aktifitasnya dan Xiao Feng ditemani Yuan Li kembali ke kediamannya.
****
Kini dikediaman Xiao Feng sudah berkumpul Ren Zhi dan Chen Nian serta Yuan Li dan Ren Yun.
"Pangeran, raja memberi perintah anda yang bertanggung jawab atas pembelian kuda?" tanya Ren Zhi
"Benar guru" jawab Xiao Feng
"Jika demikian ini peluang bagus untuk menambah poin sebelum menjadi penerus" ucap Ren Zhi sambil tersenyum.
"Kuda militer di awasi oleh adik perdana Mentri Wang untuk mengendalikan bisnis kuda militer bahkan Mentri Militer juga tidak bisa berbuat banyak dan ikut campur, jika pangeran membuka jalur barat laut takutnya orang ini akan membuat masalah mengingat dia juga masih berkaitan dengan Ratu Xiao Lian" ucap Chen Nian ikut berbicara.
"Pembelian kuda hanyalah alasan saja, ayah ingin aku menghentikan perdana Mentri dalam memimpin. Berarti hanya dua hal, Yuan Li dan Ren Yun kalian besok berangkat menuju barat laut untuk membeli kuda dan laporkan kepadaku melalui batu giok jika ada masalah!" perintah Xiao Feng.
"Baik!" Yuan Li dan Ren Yun kemudian berlalu.
"Mentri Chen aku mohon bantuanmu, temukan bukti kasus korupsi adik perdana Mentri sebelum mereka kembali!"
__ADS_1
"Aku mengerti!"
**** bersambung