
*****
Di aula kerajaan Raja Feng Xiong bersama dengan perdana Mentri nya sedang membahas sesuatu mengenai penyerangan pasukan misterius, tak lama kemudian suara penjaga terdengar menandakan ada tamu yang datang.
"Pangeran dan Putri tiba!"
Feng Xiong menghentikan pembicaraan dan bangkit berdiri "Suruh mereka masuk!" perintahnya. Pintu terbuka dan masuklah Feng Xueyue, Feng Xi dan Zhu Yue dibelakangnya menyusul Xiao Feng dan Qing Long.
"Salam ayah semoga ayah panjang umur" ucap Feng Xueyue dan Feng Xi bersamaan.
"Salam Raja semoga Raja panjang umur" ucap Xiao Feng.
"Hoho salam kalian kuterima, duduk dulu" ucap Feng Xiong. Lalu mereka duduk di kursi dekat meja kerja Feng Xiong.
"Aku dengar dari divisi informasi perang telah selesai?" ucap Feng Xiong setelah ketiga anak muda itu duduk.
"Benar ayah, ini berkat bantuan dari Pangeran Xiao Feng" Feng Xueyue menjawab. Feng Xiong menatap Xiao Feng sambil tersenyum.
"Pangeran Xiao Feng aku mewakili rakyatku mengucapkan terimakasih telah membantu Qingzhou"
"Tidak perlu seperti itu Raja, Qingzhou juga adalah rumahku sudah pasti aku akan membantu jika ada hal yang genting" ucap Xiao Feng sambil tersenyum. Lalu mereka membahas tentang perang kemarin dan rencana Xiao Feng yang akan meningkatkan kekuatan Qingzhou.
*****
"Jadi begitu rencanamu?"
"Benar Raja, melihat dari pertempuran kemarin pasukan Qingzhou masih sangat lemah"
"Hmm memang benar jika dibandingkan dengan kekuatan pasukan Ling Xu Yuan, aku yang tua terserah kalian saja karena kalian juga yang akan meneruskan kepemimpinan dunia" ucap Feng Xiong.
"Raja, Ratu telah memanggil dan menunggu diruang makan" ucap Kasim yang muncul.
"Baiklah kita sudahi dulu pembicaraan kita, karena hari juga sudah mau menjelang malam. Ratu sudah menunggu, ayo" ucap Feng Xiong lalu bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan aula diikuti yang lain menuju ruang makan.
*****
Xiao Feng dan Feng Xi saat ini sedang duduk berdua diatap kediaman milik Feng Xi menikmati keindahan bulan purnama dilangit yang cerah seolah memberi tahu kalau malam yang gelap tidak menakutkan karena ada bulan yang menemani. Qing Long dan Zhu Yue hanya mengamati dari jauh, mereka tidak ingin menganggu kemesraan tuannya.
"Feng Ge,, kapan ini semua berakhir?" ucap Feng Xi sambil meminum arak. Xiao Feng tersenyum sejenak lalu mengelus rambut putih panjang indah milik gadis cantik itu.
"Secepatnya, aku juga ingin segera berakhir agar dunia kembali tentram sebelum aku ditarik paksa ke alam lebih tinggi" ucap Xiao Feng.
__ADS_1
"Berarti kau sudah hampir menerobos ke ranah Raja Kristal?"
"Ya sedikit lagi, tapi aku sengaja menundanya sampai semua keadaan disini benar-benar aman"
"Hmm,,"
"Kenapa Xixi?"
"Jadi setelah semua selesai kau akan meninggalkanku?" ucap Feng Xi dengan suara bergetar.
"Tentu tidak,, setelah semuanya selesai masih ada beberapa hal yang harus ku lakukan dan tentu jangan pernah berfikir aku akan akan meninggalkanmu" ucap Xiao Feng sambil tersenyum, Feng Xi menggeser duduknya dan memeluk lengan Xiao Feng sambil menyandarkan kepala dibahunya, aroma wangi dari tubuh Xiao Feng membuatnya tenang.
"Feng Ge araknya habis"
Xiao Feng hanya tertawa lalu mengeluarkan lagi satu botol arak.
"Ayo temani aku,, aku ingin melihat kira-kira dimana membangun ruang kultivasi yang cocok" ucap Xiao Feng sambil bangkit berdiri dan menepuk celananya. Feng Xi juga bangkit berdiri.
"Kita ke halaman belakang istana saja, disitu ada tanah lapang yang luas"
"Ayo!"
"Hmm sepertinya disini cocok" gumam Xiao Feng lalu membuka toko sistem, dia melihat-lihat beberapa bangunan yang menurutnya bagus. Akhirnya Xiao Feng menjatuhkan pilihan ke arah bangunan dua lantai yang cukup besar dengan harga 10.000 PS.
Sebuah bangunan besar muncul dari udara dan melayang perlahan kemudian mendarat dengan mulus dipermukaan tanah, Feng Xi yang sudah tidak kaget melihat Xiao Feng mengeluarkan bangunan tiba-tiba hanya diam memperhatikan. Xiao Feng kemudian mengajak Feng Xi memasuki bangunan.
"Wah seleramu bagus juga Feng Ge" ucap Feng Xi menatap kagum bangunan yang lumayan megah dengan ornamen hiasan burung Phoenix.
"Tentu saja, aku kan memang memahami segala hal" jawab Xiao Feng dengan bangga. Feng Xi hanya menggelengkan kepalanya saja dan membuat Xiao Feng tertawa, lalu maju lima langkah.
"Baiklah tinggal aku mengatur luas dan waktu disini" ucap Xiao Feng lalu membuat segel tangan.
"Teknik Ruang, Pembesaran Ruang!"
Sebuah array kemudian muncul dan menyelimuti bangunan, sehingga bagian dalam bangunan lantai satu menjadi luas dan mampu menampung banyak sekali orang, sementara lantai kedua tetap dengan ukuran aslinya. Xiao Feng kembali membuat array pengumpul Qi dan array waktu. Kini bangunan itu memiliki kepadatan Qi 10x lipat dan perbedaan waktu 1 :30 jadi selama berkultivasi 30 hari didalam ruangan sama dengan satu hari di luar.
"Sudah?" Feng Xi bertanya sambil mendekati Xiao Feng.
"Sudah selesai persiapannya jadi pasukan Qingzhou maupun kakakmu bisa meningkatkan kultivasinya disini" jawab Xiao Feng.
"Ini persis seperti didunia jiwamu ya"
__ADS_1
"Benar,, kita memang harus mempersiapkan diri sebab peperangan terkahir bisa terjadi kapan saja,, tapi aku yakin tidak dalam waktu dekat. Ling Xu Yuan tentu menderita kerugian lumayan besar dengan jatuhnya Kerajaan Shangzhou dan gagalnya penyerangan ke Qingzhou" ucap Xiao Feng sambil mengelus pipi gadis cantik itu. Feng Xi merona wajahnya ketika pipi halusnya dielus Xiao Feng.
"Ayo sudah larut malam kita kembali," ucap Xiao Feng sambil menggandeng tangan Feng Xi melangkah keluar. Feng Xi tersenyum dan balas memegang erat tangan Xiao Feng.
*****
Malam dingin berganti dengan pagi yang cerah dan hangat, embun terlihat menetes dibeberapa dedaunan dan kicauan burung terdengar saling bersahutan menyambut pagi. Angin berhembus pelan menggerakkan awan ke arah tenggara.
Xiao Feng yang semalaman tidak tidur kini sudah berada di halaman belakang istana Youngzhou dan disana sudah ada Raja Feng Xiong, Ratu Feng Xuening, Feng Xueyue dan Feng Xi. Karena sebelumnya Feng Xi sudah memberitahu kalau ada bangunan untuk berkultivasi.
"Salam Raja, Ratu dan Pangeran, Putri" ucap Xiao Feng sambil menangkupkan kedua tangan.
"Aihh kau ini masih saja memakai peradatan, sudah kubilang kalau hanya ada kita jangan memanggil kami seperti itu" ucap Feng Xuening. Xiao Feng hanya tersenyum
"Baik ayah, ibu"
"Feng'er bangunan ini kau yang mendirikannya?" tanya Feng Xiong.
"Benar ayah ini sengaja ku dirikan untuk berlatih pasukan,, ayo masuk" ucap Xiao Feng. Lalu mereka memasuki bangunan itu. Kecuali Xiao Feng dan Feng Xi semuanya kaget ketika merasakan energi Qi disini sangat padat ketika sudah berada didalam.
"Apa perasaanku saja atau memang Qi disini lebih tebal" ucap Feng Xueyue sambil mengamati sekeliling.
"Memang Qi disini 10x lipat lebih padat, aku sudah memasang array pengumpul Qi, jadi bisa lebih cepat meningkatkan kekuatan juga aku telah mengatur kalau waktu disini berbeda. Jadi berkultivasi 30 hari sama dengan satu hari diluar" ucap Xiao Feng menjelaskan. Feng Xiong, Feng Xuening dan Feng Xueyue kagum mendengar itu.
"Lihat Gege menantuku sangat luar biasa,, Xue'er lihatlah adik iparmu dia masih muda tapi sudah luar biasa sementara kau ckckc masih saja seperti ini" ucap Feng Xuening. Feng Xueyue hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal namun dalam hatinya mengomel (dimana-mana orangtua sama saja suka membandingkan dengan anak tetangga) gumam Feng Xueyue dalam hatinya.
"Yahh semua orang memiliki nasib berbeda ibu" sanggah Feng Xueyue.
"Maka dari itu kau harus mencontoh,, kau sebagai putra mahkota jangan mau kalah dengan adikmu"
"Sudah,, sudah apa tidak malu kalian berdebat didepan Feng'er" ucap Feng Xiong.
"Haha ayah,, keluarga kalian memiliki hubungan baik ya" ucap Xiao Feng.
Akhirnya atas arahan Xiao Feng, Feng Xueyue memanggil pasukan divisi khususnya untuk berlatih disini. Sebanyak 20
000 orang pasukan sudah memasuki dan mulai berkultivasi setelah diberikan beberapa sumber daya oleh Xiao Feng. Xiao Feng tidak khawatir keluarganya sumber daya didunia jiwanya saja berbagai herbal melimpah ruah dan pil tentu dia dengan mudah membuatnya. Sementara Feng Xueyue juga berkultivasi di lantai atas, Feng Xiong sebenarnya ingin berkultivasi juga namun tidak ada yang memegang kerajaan jadi dia bersabar dulu toh, kapan saja dia bisa kesini.
Setelah selesai Feng Xiong dan Ratu Xuening meninggalkan tempat itu untuk mengurus beberapa hal, Xiao Feng dan Feng Xi juga keluar.
***** bersambung *****
__ADS_1