Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 112 Peri Xian Mu


__ADS_3

****


Keesokkan harinya Ao Xuan dan Xiao Feng melanjutkan perjalanan untuk mencari sosok Raja Obat. Semalam Xiao Feng bercerita mengenai ukuran tubuhnya yang kecil membuatnya merasa tidak nyaman jika ada bahaya mendekat dan Ao Xuan menyarankan untuk mencari sosok pengobatan paling terkenal di Alam Roh yaitu Si Raja Obat namun tidak diketahui dia dari klan siluman mana yang jelas dia selalu bertualang dan sulit ditemui. Mereka berdua duduk diatas lebah yang terbang rendah dan tidak terlalu cepat. Ketika melewati hutan sebuah suara terdengar.


"Wahai suamiku, belum berbilang bulan berganti Minggu tega nian hatimu,, kau tidak pernah menjengukku,,," suara itu sangat jelas bahkan Xiao Feng juga mendengar.


"Ada suara dikejauhan" ucap Xiao Feng. Ao Xuan mengangguk.


"Bukankah kau bilang istrimu sudah meninggal lalu kenapa ada suaranya dan lihat didepan kita ada sosok" bisik Xiao Feng, Ao Xuan melihat ke depan dan seketika dadanya berdebar melihat sosok wanita cantik diantara pepohonan melayang ke arahnya. Ao Xuan menghentikan lebah dan memandang lekat ke arah sosok itu, makin dekat makin jelas paras wanita berpakaian putih.


"Jing Mi" gumam Ao Xuan, dia langsung ingat beberapa waktu lalu dijebak oleh jiwa jahat yang menyerupai istrinya, apakah dia akan mencelakainya lagi. Ao Xuan berkeringat dingin.


"Suami aku berada didepanmu sedekat ini, apakah kau tidak merasa rindu? kau tertegun lama seolah tidak mengenaliku lagi"


"Jing Mi aku tidak tahu mahluk apa kau ini sebenarnya, apakah jiwa jahat yang tidak diterima langit. Dulu kau muncul dan mencelakaiku hingga kakiku terpendam di tanah untuk waktu yang lama" Ao Xuan berujar.


"Apakah kau tidak menginginkan pertemuan ini?"


"Bukan aku tidak menginginkan, namun jika hanya bayang-bayang atau mimpi buruk yang akhirnya mencelakaiku"


"Ini bukan bayang-bayang atau mimpi buruk. Dulu aku muncul karena ada kekuatan aneh memaksaku keluar dari makam dan diperintahkan mencelakaiku, namun sekarang ini adalah jiwaku yang asli. Dewa diatas langit memberi berkah kepadaku hingga dapat menemuimu. Ao Xuan aku merindukanmu" Jiwa Jing Mi melayang dan memeluk Ao Xuan, yang dipeluk tidak bisa berkata apa-apa dan hanya diam.


"Jing Mi aku tidak mengerti apakah kau nyata?"


"Suamiku biarpun sebatas jiwa tapi tubuhku nyata kau merasakan sendiri, peganglah wajahku peluk diriku"


Ao Xuan hanya diam tidak berani membalas pelukan istrinya "Jing Mi,, lalu apa maksud kedatanganmu,, ki,, kita tidak mungkin bisa bersatu,, bukankah aku berjanji jika urusanku sudah selesai aku akan menyusul dirimu dan kita akan menyebrangi sungai akhirat dan bereinkarnasi bersama"


Jing Mi mendongkak menatap Ao Xuan "Suami kita saat ini memang tidak bisa bersatu, tapi hubungan kita tidak akan putus meskipun sudah berlainan alam"

__ADS_1


"Ma,, maksudmu apa?" tanya Ao Xuan heran.


"Kita dua suami istri terpisahkan karena maut, kita belum mengecap kehidupan suami istri, suami apa kau tidak menginginkannya?"


Ao Xuan terdiam lalu tangan kanannya bergerak dengan sedikit ragu mengelus pipi Jing Mi. Ao Xuan tidak percaya biarpun Jing Mi hanya jiwa namun dia seolah menyentuh tubuh sungguhan.


Tiba - tiba ada bau harum menyeruak, lalu sebuah cahaya hijau muncul dari udara. Ketika sudah dekat cahaya itu lenyap dan berganti menjadi sosok wanita berusia sekitar 30 an berwajah cantik dengan rambut panjang melambai tertiup angin dan dikepalanya ada mahkota kecil. Ao Xuan dan Jing Mi melepas pelukan lalu membungkuk memberi hormat kepada sosok yang baru datang.


"Hormatku kepada Peri Xian Mu" ucap Ao Xuan dan Jing Mi bersamaan, Xiao Feng mengerutkan kening menyaksikan itu dia berdecak kagum rupanya benar ada ras peri di dunia ini.


"Sistem analisis"


[Ding...]


Nama : Xian Mu


Usia :1200 tahun


Level : Raja Platinum *5


Elemen : Cahaya


Xiao Feng terkejut melihat tingkat kultivasinya dia menarik nafasnya lalu menghembuskan pelan "Dunia ini sungguh banyak orang hebat" pikir Xiao Feng, dia menjadi lebih termotivasi untuk meningkatkan kekuatan dan membesarkan tubuhnya agar dengan mudah bertualang didunia ini.


"Ao Xuan" peri Xuan Mu berkata lembut "Jangan kau takut dengan sosok Jing Mi, dia memang berada di alam lain namun kami para peri dengan diberkati dewa melakukan sesuatu kepadanya dan menghadirkan dirinya secara utuh biarpun hanya sebatas jiwa. Terima dia dengan hati suka cita, dia istrimu secara sah kau boleh memperlakukan dia sebagai mana mestinya"


"Peri Xian Mu kalau itu adalah berkah, aku tidak tahu harus bagaimana berterima kasih" ucap Ao Xuan sambil membungkuk dalam-dalam.


"Aku juga mengucapkan terima kasih peri" Jing Mi disampingnya juga berkata.

__ADS_1


"Ao Xuan aku melihat sosok aneh menyerupai manusia tapi kecil sekali di atas lebahmu,"


",Dia adalah saudaraku peri" Ao Xuan menjawab.


"Ini adalah suatu keanehan yang ingin aku bicarakan namun waktuku tidak banyak dan aku tidak ingin mengganggumu lain kali aku akan datang lagi membicarakan sosok kecil itu" Ucap Xian Mu lalu dia mengibaskan tangannya dan sosoknya berubah menjadi cahaya hijau yang langsung melesat ke langit.


Ao Xuan kini saling berhadapan dengan Jing Mi, mereka saling memangkas jarak, Ao Xuan memeluk dan membelai wajah halus Jing Mi dan bibir keduanya bertaut. Xiao Feng merasa jengah dan kesal, dia turun dari lebahnya dan menuju ke balik pohon. Ketika mendengar suara aneh disertai robekan pakaian Xiao Feng tidak tahan lagi dia langsung membuka dunia jiwa dan masuk ke dalamnya. Begitupun dengan lebahnya, lebah itu sudah terbang ke atas dan menghilang tidak ingin mengganggu tuannya.


"Sialan aku kalau disana akan menderita,, hhhh " Xiao Feng memaki.


****


Hari telah berganti, gelapnya malam kini telah pudar oleh cahaya terang kuning keemasan yang muncul di ufuk timur, Ao Xuan yang bangun dan melihat ke sekeliling. Dia tidak menemukan Jing Mi, Ao Xuan mengenakan pakaiannya dan bangkit dari duduk namun matanya menangkap tulisan dikertas kecil yang teronggok didekat bajunya.


"Suamiku aku akan sering-sering mengunjungimu"


Ao Xuan tersenyum tipis lalu melipat kertas itu dan memasukannya ke dalam jubah baju. Dia bersiul keras, tak lama kemudian seekor lebah muncul dari udara beserta Xiao Feng di atasnya.


"Bagaimana, apakah kau nyenyak tertidur?" sindir Xiao Feng sambil tersenyum. Ao Xuan hanya menggaruk kepalanya dengan wajah memerah.


"Kau jangan menggodaku,"


"Hahaha,, sebagai suami istri wajar kalau berbuat begitu"


Ao Xuan juga tertawa, dia melompat ke lebahnya "Ayo sebaiknya kita seger mencari orang tua itu, kau pasti tidak nyaman dengan tubuhmu"


Xiao Feng mengangguk "Benar, kalau saja aku mengetahui resepnya mungkin akan membuat sendiri"


"Tidak usah difikirkan cepat atau lambat kita akan bertemu dengan dia"

__ADS_1


Mereka berdua kemudian terbang meninggalkan tempat itu.


**** bersambung


__ADS_2