
*****
She Mo memperkirakan kultivasi Xiao Feng pasti sama atau lebih tinggi darinya sebab ketika tadi bentrokan tangannya She Mo juga tahu kalau itu murni serangan fisik. Padahal dia tidak tahu kalau keistimewaan tubuh surgawi Xiao Feng salahsatunya memiliki kekuatan fisik.
She Mo kemudian melesat maju kedua tangan di ulurkan ke depan dengan jari membentuk cakar mengarah ke bagian tubuh Xiao Feng kemudian disusul tendangan. Sinar hitam dari elemen kegelapan menyertai setiap serangannya. Pukulan dan tendangan belum sampai tapi sinar hitam lebih dulu melesat ke arah Xiao Feng.
Xiao Feng dengan tenang menghindari setiap serangan She Mo biarpun kultivasinya dua tingkat dibawah She Mo namun dengan teknik matanya Xiao Feng memiliki keunggulan dalam penglihatan. Serangan atau pergerakan She Mo terlihat jelas lebih lambat Dimata Xiao Feng.
Xiao Feng mulai membalas dia mengalirkan qi elemen api emasnya ke kipas hitamnya. Ketika sinar hitam sudah dekat dengan Xiao Feng, dia mengibaskan kipasnya secara mendatar dari kiri ke kanan.
"Wushhh!!"
Api keemasan menyebar melengkung memblokir tiga sinar hitam yang dikeluarkan She Mo.
"Buum... buum.. bumm!"
Seperti sebuah pedang, api keemasan menebas tiga sinar hitam itu dan mengeluarkan suara ledakan kecil tiga kali berturut-turut. She Mo melompat ke udara lalu dia memutar tubuhnya dan menukik ke arah Xiao Feng dengan kaki terlebih dahulu, Xiao Feng menyilangkan kedua tangannya diatas kepala.
"Buukk"
Xiao Feng terdorong ke belakang sepuluh langkah dan saat itu Han De dan Han Du bergerak cepat mencoba mengirim serangan membokong. Xiao Feng sudah pasti melihat kedua orang itu dia menggunakan teknik teleportasinya dan muncul tiba-tiba dibelakang mereka berdua. Han De dan Han Du yang kebingungan dikagetkan dengan dua buah es padat dan dingin menyerupai pedang menusuk punggungnya dan tembus ke depan dadanya dibagian jantung.
"Zeebb.. zeebb!"
"Uhukk... uhukk!"
__ADS_1
Han De dan Han Du menyemburkan darahnya tak lama kemudian mereka berdua jatuh berdebuk ke tanah dengan mata melotot.
[Ding.. selamat tuan telah membunuh dua dilevel Raja Perak *5 mendapatkan 18.000 PS dan 180.000 PP]
Xiao Feng tersenyum menyeringai setelah membunuh kedua orang itu sekaligus membalas dendam Ao Xuan. She Mo yang melihat kedua bawahannya mati begitu saja sangat geram. Dia tidak menyangka kalau Xiao Feng memiliki gerakan sangat cepat bahkan matanya tidak bisa menangkap pergerakan Xiao Feng.
"Orang ini sangat berbahaya bahkan aku tidak bisa melihat pergerakannya"
Qing Long sebenarnya ingin bergerak membantu Xiao Feng ketika dia mendapat serangan licik, namun ketika melihat Xiao Feng dengan sangat mudah membunuh Han De dan Han Du dia tidak jadi bergerak. Lin Mei Ling yang sempat kagetpun menghela nafas lega. Senyum diwajahnya terukir dengan lesung pipi yang menawan.
Xiao Feng kemudian melihat ke arah She Mo dan tersenyum "Rupanya kau sangat lemah hingga membutuhkan dua semut untuk membunuhku"
She Mo sedikit terpancing "Feng Xi, jangan besar kepala pertarungan kita baru saja dimulai" She Mo kemudian bersiap untuk bertarung dengan Xiao Feng lagi. She Mo kini mengeluarkan pedangnya.
"Pedang Kegelapan" gumam Qing Long dan Lin Mei Ling yang melihat pedang hitam ditangan She Mo.
Xiao Feng menyimpan kipasnya dan mengeluarkan pedang elemen dari cincin penyimpanannya.
Ketika melihat Xiao Feng mengeluarkan pedangnya She Mo menyeringai lalu tanpa basa basi She Mo mulai menyerang Xiao Feng dengan pedangnya. Xiao Feng tidak tinggal diam dia juga bergerak maju menyambut serangan She Mo.
Suara benturan kedua pedang terdengar terus menerus, mereka masih menggunakan teknik pedang belum dilapisi elemen tapi angin hembusan serangan terasa menyebar ke sekitar tempat dan merobohkan pepohonan dan semak disekitar mereka. Kini She Mo dan Xiao Feng mundur mengambil jarak.
She Mo kemudian menggerakkan pedangnya seolah membentuk segel lalu elemen kegelapan menyelimuti pedangnya. She Mo kemudian menebaskan pedangnya ke arah Xiao Feng. puluhan bola bola kecil hitam pekat muncul disekitar She Mo, lalu She Mo menggerakkan pedangnya dan puluhan bola kecil itu melesat ke arah Xiao Feng.
Xiao Feng lekas melompat ke samping dan mengalirkan qi elemen api kedalam pedang elemennya. Sambil melompat dia menebaskan pedangnya dan api besar terbentuk seketika menahan bola hitam She Mo. Ternyata serangan itu tipuan, ketika Xiao Feng melompat menghindar She Mo tiba-tiba sudah berada disamping Xiao Feng dan menebaskan pedangnya mengarah leher Xiao Feng.
__ADS_1
"Wuuutt!"
Pedang dengan cepat mengayun ke arah leher, ketika tinggal sejengkal lagi pedang mengenai leher tiba-tiba terjadi sesuatu yang mengejutkan semua mata yang melihat pertarungan. Semua orang sudah menahan nafas kalau pedang itu akan menebas leher tapi secara mendadak pedang itu lenyap dari pegangan She Mo.
She Mo pun membulatkan mata karena terkejut namun rasa terkejutnya tidak bertahan lama, Xiao Feng tanpa dia sadari sudah berada dibelakangnya dan menendang punggung She Mo hingga membuatnya terlempar ke depan. Dia bergulingan dan wajahnya lebih dulu mengenai tanah dan membentuk garis memanjang di atas tanah.
Xiao Feng berdiri tegak, dia sebelumnya ketika tahu serangan itu tipuan dan pedang She Mo sudah berada dekat sekali dengannya dengan segera menggunakan teknik mata ruang. Pupil mata emasnya berputar memindahkan pedang She Mo ke dimensi lain lalu berteleportasi ke belakang She Mondan menendangnya.
She Mo sudah bangkit dengan wajah penuh tanah, matanya merah karena amarah. Dia baru pertama kali ini dipermalukan dan yang lebih menyakitkan pedang kesayangannya kini telah hilang dirampas orang.
"FENG XI BAJINGAN!! KAU SUDAH DITAKDIRKAN MATI DITANGANKU..!!"
She Mo berteriak marah dia lalu mengalirkan seluruh qi elemen kegelapannya ke kedua tangan, lalu dengan cepat membuat segel tangan. Perlahan qi kegelapan muncul ditangannya dan perlahan membesar. Xiao Feng yang melihat juga terkejut.
[Ding.. bola kegelapan dengan seluruh qi elemen di ranah Raja Emas *7 sangat berbahaya disarankan tuan lekas menghindar]
Xiao Feng lebih terkejut lagi sebab baru kali ini sistem memperingatinya. Biasanya sistem tidak pernah memberi tahu kalau situasi tidak benar-benar berbahaya bahkan Qing Long pun sudah berada disamping Xiao Feng.
"Tuan ini berbahaya untukmu aku bisa dengan mudah menahannya"
"Lebih baik menghindar dulu" Lalu Xiao Feng dan Qing Long melesat dan berdiri di samping Lin Mei Ling yang memangku Bai Hu. She Mo masih mengalirkan qi nya lalu bola kegelapan tiba-tiba meledak bersamaan dengan Xiao Feng dan yang lainnya sudah berteleportasi menghilang.
"Blaaarrr....!"
Ledakan besar dalam tercipta dan menghancurkan area itu dalam radius 500 meter persegi. Asap dan debu berhamburan dan kawah besar tercipta. Tak lama angin menerbangkan debu dan asap menghilang, kini area itu rusak parah dan tidak terlihat satu orangpun.
__ADS_1
****bersambung