Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 190 Rencana Pembunuhan Xiao Feng


__ADS_3

*****


"Matriak Bing mohon maaf atas kejadian barusan!" ucap Xiao Feng. Bing Mua Yin malah tertawa.


"Tuan Muda Feng tidak masalah lagipula aku senang melihat mereka mendapat pelajaran, hampir tiap bulan mereka datang kesini untuk menanyakan hal yang sama" ucap Bing Mua Yin. Xiao Feng hanya tersenyum namun dalam hatinya dia memang ingin sekali memberi pelajaran kepada tuan muda Zhao itu, enak saja didepan matanya berani mengajukan lamaran terhadap gadis pujaannya.


"Benar rubah hitam, aku juga sudah jengkel dengan tingkah tuan muda itu!" ucap Feng Xi menimpali.


"Baiklah karena kalian sudah melakukan perjalanan jauh sebaiknya kita makan dan beristirahat dulu, Chun'er siapkan hidangan dan kamar tamu untuk Tuan Muda Feng!" perintah Bing Mua Yin.


"Baik guru!" ucap Chun'er lalu berlalu untuk menyiapkan apa yang diperintahkan Bing Mua Yin.


*****


"Matriak kulihat kultivasi anda masih di Alam Langit *8?" ucap Xiao Feng, kini Xiao Feng bersama Bing Mua Yin dan Feng Xi duduk santai digazebo setelah makan.


"Haha aku selalu disibukkan dengan urusan sekte, bahkan Xi'er sudah menyusulku"


"Tidak usah khawatir, ini aku ada sedikit sesuatu untuk meningkatkan kultivasi Matriak" ucap Xiao Feng sambil menyerahkan cincin penyimpanan. Bing Mua Yin menerima dan mengedarkan kesadarannya untuk melihat isi cincin, dia terkejut sampai cincin hampir lepas dari tangannya. Bagaimana tidak terkejut didalam cincin berisi puluhan botol pil, buah langka, inti kristal untuk meningkatkan kultivasi.


"Tuan Muda Feng kau tidak bermaksud menyogokku agar bisa dekat dengan Xi'er?" ucap Bing Mua Yin sambil tersenyum menggoda, Feng Xi dan Xiao Feng langsung memerah wajahnya.


"Guru apa yang kau bicarakan!"


"Ehm tentu tidak Matriak, ini ketulusanku. Feng Xi telah membantuku selama ini dan aku ingin membantu orang disekitar dia" ucap Xiao Feng yang membuat Feng Xi mengerutkan kening heran.


"Kapan aku...!" ucapan Feng Xi terputus saat Xiao Feng menginjak kakinya. Feng Xi merutuk lalu diam-diam mencubit pinggang Xiao Feng tanpa terlihat oleh Bing Mua Yin.


"Baiklah kalau begitu,, aku terima jika kalian ingin berkeliling silahkan aku mau mengurus suatu hal!" ucap Bing Mua Yin lalu meninggalkan Xiao Feng dan Feng Xi.


"Kenapa kau menginjak kakiku?" tanya Feng Xi sedikit kesal.

__ADS_1


"Kau ini itu alasanku saja malah kau bertanya kapan membantuku, kau pun kenapa mencubitku?"


"Cih,, karena kau menginjak kakiku itu sebagai balasanmu!"


"Iya lah terserah kau saja, ayo temani aku berkeliling,, aku ingin melihat keindahan sekte ini!" ucap Xiao Feng lalu menarik Feng Xi keluar ruangan.


*****


"Ayah aku tidak terima dipermalukan seperti ini!" ucap Zhao Yunhai ketika mereka sudah berada di sekte Sembilan Bintang.


"Kau fikir ayah juga menerima begitu saja? ayah juga tidak terima melihat kau dilukai didepan mataku!" ucap Zhao Li


"Lalu kenapa ayah diam saja tadi?"


"Kau buta atau bagaimana, kultivasi Hei Feng Xi sudah berada di Alam Ilahi dan ayah masih di Alam Langit *9 bisa apa ayah didepan dia dan Paviliun Gagak Hitam bukanlah sesuatu yang bisa kita singgung kekuatannya setara dengan kerajaan!" ucap Zhao Li, Zhao Yunhai meskipun membenarkan namun dendam dalam hatinya tidak hilang. Dia akan bergerak sendiri mencari cara melenyapkan Hei Feng Xi yang menurutnya sudah merebut gadis impiannya sejak dulu.


"Ayah aku ingin menaikkan kekuatanku dengan cepat bagaimana caranya?"


"Ayah juga tidak tahu namun ada orang yang sebanding dengan Hei Feng Xi yang mungkin bisa kita minta bantuan darinya!"


"Ling Xu Yuan!"


"Ling Xu Yuan? bukankah dia Tuan Muda Nomor 1 Dunia?"


"Benar kita bisa meminta bantuan dia untuk menyingkirkan Hei Feng Xi"


"Tapi ayah, bukankah Ling Xu Yuan dan Hei Feng Xi tidak ada silang sengketa bahkan beberapa tahun lalu mereka berdua bekerja sama mengusir pasukan Bingzhou yang akan menyerang" ucap Zhao Yunhai, Zhao Li membenarkan kata anaknya.


"Benar tapi dia juga manusia pasti akan terbuai dengan harta, ayah akan menggunakan cadangan koin emas dari pembendaharaan sekte"


"Ayah kurasa itu tidak akan berhasil lebih baik kita mencari organisasi lain saja untuk melenyapkan Hei Feng Xi"

__ADS_1


"Lalu apa kau tahu siapa yang cocok?"


"Aku sempat bertualang selama tiga bulan dan mendengar kalau di sebelah barat Bingzhou ada kelompok orang yang mengkhususkan diri dalam pembunuh bayaran mereka dinamakan Organisasi Tengkorak Hitam berisi 10 orang paling rendah mereka berada di Alam Langit *9 dan paling tinggi di Alam Ilahi *5" ucap Zhao Yunhai


"Haha bagus kalau begitu, kau segera kirim orang untuk menghubungi mereka" perintah Zhao Li


"Baik ayah!" ucap Zhao Yunhai sambil berlalu pergi. Sepeninggal Zhao Yunhai, Zhao Li memikirkan sesuatu.


"Entah kenapa firasatku buruk kalau berurusan dengan Hei Feng Xi, Paviliun Gagak Hitam memang kekuatan yang tidak bisa disinggung tapi sudah terlanjur basah, aku yakin Hei Feng Xi juga tidak selalu membawa pengawal kemana-mana!" gumam Zhao Li.


*****


Sementara Xiao Feng yang sedang ditargetkan Zhao Yunhai malah santai saja, dia bersama Feng Xi berjalan berkeliling melihat-lihat sekte Teratai. Sekte yang begitu asri dan didominasi warna putih di setiap bangunannya, karena berlokasi diutara Bingzhou yang dingin maka sepanjang tahun selalu turun salju walau tidak lebat.


"Xixi, kenapa kau menolak lamaran tuan muda Zhao itu bukankah dia tampan?" ucap Xiao Feng menggoda Feng Xi.


"Sudah jangan membahas itu aku benci pemuda doyan minum dan perempuan itu!" ucap Feng Xi


"Lalu tadi kau menyebut sudah ada lelaki pilihanmu, siapa dia?"tanya Xiao Feng yang membuat Feng Xi menundukkan kepala dengan rona merah diwajah cantiknya.


"Yang pasti lelaki itu tampan, kuat, kaya dan cerdas dia memiliki 1001 rencana dalam otaknya serta yang paling utama dia licik!" ucap Feng Xi, Xiao Feng mengerutkan keningnya heran.


"Kau menyukai pria seperti itu?"


"Iya dan dia selalu membantuku walaupun sedikit menyebalkan" ucap Feng Xi, Xiao Feng dalam hatinya panas dan penasaran siapa pria itu.


"Siapa dia?" tanya Xiao Feng kembali namun nada bicaranya kentara sekali menyiratkan kecemburuan. Feng Xi dalam hati tertawa melihat itu.


"Kenapa apa kau cemburu?" ucap Feng Xi sambil menaikkan alisnya. Xiao Feng gelagapan lalu dengan cepat menguasai diri.


"Aku tidak cemburu hanya penasaran saja, pria muda mana yang sial sekali kalau menikah denganmu!" ucap Xiao Feng sambil berjalan. Feng Xi tertawa dalam hati.

__ADS_1


"Rubah hitam, pria itu adalah Pangeran Xiao Feng satu-satunya idolaku dan pria yang ku inginkan menjadi suamiku kelak, lucu sekali kau cemburu pada dirimu sendiri" ucap Feng Xi dalam hati lalu berlari menyusul Xiao Feng.


***** bersambung


__ADS_2