Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 415


__ADS_3

*****


"Pengawal hajar para laki-lakinya dan para gadis bawakan mereka untukku!" tuan muda Qi memerintah dengan wajah memerah, para pengawal yang berjumlah tujuh orang segera bergerak cepat menyerbu.


Xiao Feng duduk dengan tenang menyaksikan ketujuh orang mendekat, tuan muda Qi tersenyum menyeringai melihat Xiao Feng hanya diam saja dia berfikir kalau Xiao Feng ketakutan hingga tidak mampu bergerak namun sedetik kemudian rahangnya terbuka lebar dengan kedua mata terbelalak tidak percaya menyaksikan ketujuh orang pengawalnya tiba-tiba tumbang dilantai dengan darah memancar dari leher.


"Tuan mereka sangat lemah tapi sangat mengganggu!" ucap Sun Guan yang duduk dan sedang mengelap belati kecil dengan kain.


"Guan'er sudah kubilang kau jangan bermain belati, tanganmu kotor sekali dengan darah cepat cuci tanganmu" seru Feng Xi sambil melanjutkan makan, Sun Xie hanya diam sementara Li Ying dan Ling'er tertawa melihat wajah Sun Guan.


"Baik jiejie!"


"Ini..."


Tuan muda Qi tidak bisa berkata apa-apa, bawahannya adalah yang terbaik tetapi dengan sangat mudah dibunuh oleh bocah berumur 16 an. Bahkan pengunjung dan pemilik penginapan yang melihat juga tidak tahu pengawal itu mati tiba-tiba. Jelas saja Sun Guan bergerak cepat, sosoknya menghilang seperti bayangan dan mengiris leher ketujuh pengawal dengan sangat cepat tanpa disadari.


"Tuan muda Qi ya,,, apa masih ada hal yang tuan muda Qi tidak senang?" ucap Xiao Feng tersenyum tipis.


Tuan Muda Qi seketika tersadar dari keterkejutannya lalu menunjuk Xiao Feng.


"Kau,, tunggu saja aku akan memanggil seseorang asal kau tahu aku anggota Kedai Tianwei"


"Apa?? Dia anggota Kedai Tianwei pantas saja bersikap sombong"


"Huh kali ini anak muda itu akan tamat"


"Benar Kedai Tianwei adalah sesuatu yang tidak bisa disinggung bahkan oleh tuan kota dan sekte sekalipun"


Mendengar itu tuan muda Qi semakin bangga "Kini kau sudah tahu aku anggota Kedai Tianwei masih tidak berlutut? Jika kau berlutut dan menyerahkan ketiga gadis itu mungkin aku akan memaafkanmu dan menjadikanmu sebagai pengawalku adalah berkah terbesarmu!" ucapnya dengan pongah.


"Bahkan Zhou Li saja tidak akan berani berkata seperti itu didepanku" ucap Xiao Feng santai.


"Kau sialan berani menyebut tetua Li dengan nama langsung kau memang mencari mati!"


"Panggil saja orang aku akan menunggu disini"


"Sialan,, baik jika itu mau mu kau jangan kabur"


Tuan muda Qi langsung berlari keluar dari rumah makan, Xiao Feng dengan yang lain masih santai saja menikmati makanan.


"Kenapa setiap makan enak tidak tenang selalu saja ada lalat" ucap Feng Xi.

__ADS_1


"Itu karena kau, Ling'er dan Li Ying sangat cantik wajar saja" ucap Xiao Feng


"Wah kakak menggombali diriku dan Ling'er apakah jiejie tidak marah" Li Ying berkata sambil menaik turunkan alisnya ke arah Feng Xi.


"Kau anak kecil jangan menggodaku" Feng Xi langsung memasukkan sepotong daging ke mulut Li Ying, sontak saja membuat semua orang tertawa.


****


Tak berselang lama tuan muda Qi datang lagi, kini ada seorang pria tua dan beberapa orang memasuki rumah makan.


"Bajingan dari mana yang berkata kurang ajar tadi?!" seru pria tua itu marah, Xiao Feng menahan tawa sebab pria tua itu adalah Zhou Li manager Kedai Tianwei cabang kota Bukit Patah.


"Itu dia tetua orangnya, dia bahkan berkata kalau tetua Li tidak akan berani didepannya" tuan muda Qi memanas manasi. Zhou Li melirik ke arah meja Xiao Feng seketika terkejut, dia menggosok kedua mata berungkali. Setelah memastikan itu bukan ilusi dia berjalan menuju Xiao Feng. Tuan Muda Qi bersorak dalam hatinya dia tidak sabar Xiao Feng akan dihajar tetua Li


"Tuan Muda Feng"


Zhou Li menangkupkan kedua tangan tentu saja kejadian itu membuat semua orang terkejut.


"Tetua,, apa kau salah orang dia orang yang kurang ajar itu"


"Diam!"


"Tetua kenapa kau memukulku?"


"Bocah sialan kalau kau mau mati jangan menyeretku apa kau tahu dia tamu kehormatan Kedai Tianwei sekaligus tuan muda Klan Xiao yang bahkan membuat klan Jian tunduk!" ucap Zhou Li marah, semua orang terkejut. Xiao Feng tidak heran kalau Zhou Li mengetahui identitasnya karena kemampuan informan Kedai Tianwei memang luar biasa.


Para pengunjung dan pemilik rumah makan juga terkejut karena tahu kalau klan Xiao adalah klan teratas di kota Bukit Patah dan baru tahu kalau pria muda tampan itu adalah tuan mudanya.


"Si bodoh tuan muda Qi menyinggung orang yang seharusnya tidak bisa disinggung"


****


"Tuan Muda Feng maaf aku tidak bisa mendidik bawahanku dengan baik" ucap tetua Li dengan hormat.


"Tidak masalah tetua Li" ucap Xiao Feng santai namun hal itu justru membuat tetua Li tidak tenang.


"Pengawal cepat bereskan si brengsek ini, patahkan kakinya dan hancurkan kultivasinya lalu buang dia" ucap tetua Li para pengawal segera maju.


"Tetua jangan,, aku tuan muda keluarga Qi jika ayah tahu akan menjadi masalah"


"Brengsek berani mengancamku bahkan jika ayahmu datang aku akan menghajarnya,, cepat bereskan dia"

__ADS_1


"Baik tetua"


Pengawal pun menyeret tuan muda Qi dan tak lama kemudian terdengar jeritan memilukan.


"Tetua sudah beres" ucap pengawal yang baru masuk.


"Tuan muda bagaimana? Apakah anda puas?" ucap tetua Li, Xiao Feng hanya tersenyum saja.


"Yah duduk dulu tetua"


Zhou Li pun duduk dikursi kosong, pelayan segera datang dan menuangkan teh.


"Aku sungguh tidak tahu kalau tuan muda Feng yang bocah sialan itu singgung"


"Tetua santai saja aku tidak terlalu memasukkan kedalam hati"


Xiao Feng tahu kalau Zhou Li dengan mematahkan kakinya sebenarnya untuk menyelamatkan tuan muda Qi sebab jika Xiao Feng yang bertindak tentu tuan muda Qi dan seluruh keluarga Qi akan musnah dalam semalam.


"Oh iya kenalkan tetua mereka adik adikku, kalian beri salam pada tetua Li" ucap Xiao Feng.


"Salam kakek" ucap keempat anak muda.


"Anak baik, anak baik aku terima salam kalian" ucap tetua Li, dia melihat kalau kekuatan keempat anak muda itu luar biasa usia belum dua puluhan sudah mencapai ranah Dewa Merah bakat monster seperti ini bahkan tidak akan ditemukan di sekte bagian dalam pusat alam dewa sekalipun.


Mereka berbincang sejenak sebelum akhirnya tetua Li pamit.


"Tetua Li mengenai urusan bisnis nanti kita bahas di kediaman Xiao"


"Baik tuan muda kami pamit dulu silahkan bersenang senang" ucapnya lalu bergegas meninggalkan rumah makan.


"Kakak memang yang terbaik" ucap Li Ying.


"Tentu saja" ucap Xiao Feng mengelus hidungnya.


"Cih,, pamer"


"Hehe memang kenyataannya Xixi,, ayo kita pulang nanti kalau terlambat leluhur akan marah"


Xiao Feng setelah membayar semua makanan langsung membawa semua orang meninggalkan rumah makan dan langsung menuju kediaman klan Xiao mengingat hari juga semakin malam.


**** bersambung ****

__ADS_1


__ADS_2