
*****
Tiga hari melakukan perjalanan dengan terbang Xiao Feng, Lin Mei Ling dan Yue Han sudah sampai dilokasi yang disebutkan Yue Han sebelumnya, sebuah tempat seperti lembah hijau dengan ada beberapa tebing yang menjulang cukup tinggi, namun terlihat sangat jelas kalau lembah itu terdapat bekas jejak pertempuran. Keadaan tanah yang terdapat banyak kawah kecil serta beberapa mayat dan senjata berserakan disertai darah yang mengering tercecer dimana-mana.
"Yue Han benarkah disini tempatnya?" Tanya Xiao Feng sambil melihat ke sekeliling.
"Benar disini" jawab Yue Han dengan menganggukkan kepalanya.
"Sepertinya telah terjadi pertarungan yang hebat kalau melihat dari keadaan tempat ini" Lin Mei Ling berkata lirih.
"Benar,, ayo kita periksa siapa tahu ada sesuatu, Mei Ling periksa sebelah kanan dan Yue Han ke kiri sedangkan aku akan memeriksa ke arah sana" ucap Xiao Feng yang diangguki kedua gadis itu dan ketiganya segera berpencar menyisir lembah itu.
Xiao Feng melesat ke arah depan menuju tebing, dia mengamati kalau kerusakan di tebing itu lebih parah, dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan penglihatannya tertuju pada sebuah gua besar disisi kanan tebing. Tanpa fikir panjang dia melesat ke sana. Xiao Feng memasukinya, dia sedikit mengerutkan kening karena banyak darah kering tercecer hingga menimbulkan bau amis yang menyebar di udara.
"Hmm kalau dari darah yang banyak ini kurasa bukan darah manusia" gumam Xiao Feng sambil berjongkok dan meraba darah kering lalu berdiri dan berjalan memasuki lebih ke dalam gua tersebut. Sekitar 100 meter berjalan Xiao Fen samar-samar dia melihat sebuah benda besar di kegelapan gua dan suara ******* nafas pelan disertai batuk kecil, biarpun keadaan gelap namun bukan masalah bagi Xiao Feng.
Dia berjalan mendekati benda itu dan memastikan kalau itu bangkai dari binatang buas berupa banteng besar dan memiliki enam tanduk dengan ekor menyerupai ekor kalajengking, Xiao Feng mengarahkan pandangannya ke sebelah kiri dan melihat sosok terbaring lemah dengan dua buah pedang tergeletak di sisi kanannya. Xiao Feng yang merasa mengenali orang itu segera mendekatinya.
"Pangeran Zhu Lian?" Gumam Xiao Feng.
Merasa ada sesuatu yang bergerak mendekatinya, sosok yang terbaring itu yang merupakan Pangeran Zhu Lian membuka matanya waspada, tangannya bergerak lemah hendak mengambil pedang.
"Siapa kau!" Seru Pangeran Zhu Lian
__ADS_1
"Tenang pangeran aku bukan musuh!" Seru Xiao Feng, Pangeran Zhu Lian mengenali suara itu.
"Kau Hei Feng Xi!"
"Benar Pangeran" jawab Xiao Feng lalu dia membantu Pangeran Zhu Lian duduk, dia kemudian mengalirkan qi ke punggung Pangeran Zhu Lian. Zhu Lian diam saja ketika aliran Qi hangat memasuki punggungnya, tubuhnya merasa sedikit ada kekuatan.
"Pangeran kau terkena racun?" Tanya Xiao Feng
"Benar monster sialan itu ternyata memiliki racun!" Jawab Zhu Lian.
"Tahanlah sebentar aku akan mengeluarkan racunnya!" Ucap Xiao Feng lalu dia membuat goresan kecil dipunggung Zhu Lian dengan ujung jari yang dialiri Qi, Zhu Lian mengerenyit dan darahnya mengucur kental berwarna hitam, Xiao Feng lalu menempelkan tangannya dan menyerap racun ditubuh Zhu Lian.
Karena memiliki elemen racun jadi tidak masalah bagi Xiao Feng sedangkan Zhu Lian bertanya-tanya dalam hatinya apakah tidak berbahaya menyerap langsung racun oleh manusia, sebab setahu dia menyerap racun biasanya dilakukan melalui benda namun dia menyimpan dulu pertanyaannya.
Lima menit kemudian Zhu Lian selesai menyerap pil, dia sangat kagum dengan pil Xiao Feng karena tubuhnya pulih seperti sedia kala, dia berdiri dan mengambil kedua pedangnya.
"Tuan Muda Feng Xi terimakasih atas bantuannya" ucap Zhu Lian sambil menangkupkan kedua tangan, Xiao Feng tersenyum tipis.
"Jangan sungkan pangeran kau dan aku tidak memiliki permusuhan dan tidak mungkin aku berdiam diri saja melihat calon penerus mahkota kerajaan seperti ini" ucap Xiao Feng dan Zhu Lian menganggukkan kepala.
"Lalu apa yang akan kita lakukan dengan monster itu?" Ucap Zhu Lian sambil melihat mayat binatang buas didepannya.
"Hmm biarkan saja tetapi jika pangeran ingin membawanya silahkan, tapi sebaiknya jangan karena disetiap bagian tubuhnya mengandung racun kalaupun di konsumsi jika tidak tepat akan berbahaya" ucap Xiao Feng dia berkata seperti itu karena sebelumnya telah menganalisis kondisi tubuh binatang buas itu dengan sistem.
__ADS_1
"Hmm benar juga, tapi sebaiknya aku bawa saja untuk penelitian" ucap Zhu Lian, pangeran Zhu Lian memang tidak hanya gila dalam kultivasi tapi dia juga suka mendalami banyak hal bahkan di kerajaan Zhu selain terkenal hebat dalam kultivasi dan disukai rakyat. Pangeran Zhu Lian dikenal memiliki pengetahuan luas dalam segala hal baik dalam tata negara, kultivasi, bahkan pengobatan dan herbal. Maka tidak heran dia mampu bertahan setelah terkena racun binatang buas itu.
Xiao Feng menganggukkan kepala lalu Zhu Lian memasukkan mayat banteng itu ke dalam cincin penyimpanannya dan kedua pria muda itu berjalan keluar gua karena tidak ada sesuatu yang istimewa.
"Sekali lagi terimakasih Tuan Muda Feng Xi" ucap Zhu Lian ketika mereka sudah berada diluar gua,
"Haha pangeran sudah kubilang santai saja, aku tidak terlalu mempermasalahkan" ucap Xiao Feng.
"Baiklah tapi mohon terima ini, jika nanti tuan muda membutuhkan bantuan ini akan membantu" ucap Zhu Lian sambil memberikan sebuah token perak berlambang dua buah pedang bersilang, Xiao Feng menerimanya.
"Baiklah jika pangeran memaksa" ucap Xiao Feng namun dalam hatinya dia tersenyum tipis. Zhu Lian tersenyum dan menganggukkan kepala.
"Tuan Muda Feng Xi jasamu sungguh besar, aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya jika tidak ada dirimu hari ini" ucap Zhu Lian dengan tulus.
"Dengan begini aku sudah memiliki dukungan" bagian Xiao Feng, dia memang dari pertemuan pertama dengan Zhu Lian sudah merencanakan untuk memiliki dukungan kuat ketika menginjakkan kaki di alam dewa, siapa sangka keberuntungan berpihak padanya dengan menolong Zhu Lian, otomatis kini Xiao Feng memiliki dukungan dari pihak kerajaan Zhu.
"Ngomong-ngomong kau sendirian ke sini?" Tanya Zhu Lian.
"Aku bertiga bersama Lin Mei Ling dan Yue Han mereka sebentar lagi ke sini" ucap Xiao Feng.
"Oh peringkat 2 dan 4 itu ya, baiklah kita tunggu mereka"
Kedua pria muda itu kemudian berjalan santai ke tempat awal Xiao Feng dilembah sambil berbincang ringan menunggu Lin Mei Ling dan Yue Han kembali.
__ADS_1
*** Bersambung ***