
*****
Xiao Feng langsung bergerak cepat ketika kepala desa itu hendak melucuti pakaian gadis itu, Xiao Feng langsung berada dibelakang kepala desa dan mencengkram lehernya. Kepala desa yang kaget mencoba melawan dengan memukulkan tangan kirinya ke belakang, tentu Xiao Feng dengan mudah menangkapnya lalu melempar kepala desa itu ke dinding gua, sementara Feng Xi langsung menyelamatkan empat orang gadis sisanya.
"Bajingan siapa kau?" teriak kepala desa yang sudah bangkit. Dia menatap Xiao Feng dengan mata merah karena marah. Xiao Feng santai saja ditatap seperti itu, karena merasa diabaikan pria paruh baya itu kemudian mulutnya seperti membaca sesuatu dan sebuah kejadian aneh terjadi. Tiba-tiba tubuh pria itu mengalami perubahan mulai dari bertambah tinggi lalu muncul taring dan tanduk dikepalanya.
"Haha, manusia kau akan aku jadikan persembahan kepada yang mulia" ucap kepala desa yang berubah menjadi setengah iblis lalu melesat dengan cepat menyerang Xiao Feng. Pria itu tidak merasakan aura kekuatan dari Xiao Feng dan beranggapan dengan kultivasinya yang sudah berubah di Alam Bumi *5 dia sangat yakin bisa meringkus Xiao Feng, namun itu adalah mimpi disiang bolong karena ketika sudah didepan Xiao Feng kepala desa itu diam mematung.
Rupanya Xiao Feng menggunakan teknik mata Ilusi kepada kepala desa untuk membaca ingatan sekaligus membunuh melalui jiwanya. Kepala desa merasa dia diikat disebuah tiang besar lalu dari segala arah dia ditusuk puluhan pedang, hanya satu menit kepala desa tiba-tiba ambruk dengan darah keluar dari sudut bibir, pinggiran mata, lubang telinga dan lubang hidung. Xiao Feng mendapat informasi kalau ras iblis akan memulai untuk menyerang Alam Manusia dan salahsatu portalnya ada didesa ini, Xiao Feng kemudian membakar mayat kepala desa dan melihat ada guci di atas batu. Dia tadi melihat darah gadis yang sudah dibunuh masuk ke guci itu.
[Ding,, selamat tuan telah membunuh di level Alam Bumi *5 mendapatkan 3200 PS dan 32.000 PP]
Xiao Feng mengambil guci dan memeriksa ada array yang membungkusnya.
"Kekeke manusia apa persembahan sudah selesai?"
"Persembahan kentutmu,,!" ucap Xiao Feng lalu memukul guci itu sampai pecah berantakan. Berharap akan ada sosok iblis yang terkurung tapi tidak ada, guci itu hanya alat komunikasi saja.
"Memang sialan,, kukira ada iblis yang bisa dijadikan poin" ucap Xiao Feng lalu menyimpan pecahan guci itu sebagai petunjuk. Dia kemudian mendekati Feng Xi yang sudah selesai mengobati keempat gadis dari ilusi kepala desa.
"Bagaimana rubah hitam?" tanya Feng Xi
"Sepertinya ras iblis akan memulai menyerang alam manusia namun mereka masih mengumpulkan kekuatan, saat ini yang bisa kita lakukan adalah memperkuat tim kita dan pihak kerajaan" jawab Xiao Feng.
"Kalau begitu kita harus segera mengirimkan pesan"
__ADS_1
"Ayo kita keluar dulu dari sini" ucap Xiao Feng lalu berjalan keluar diikuti Feng Xi dan empat gadis itu.
****
Xiao Feng keesokkan harinya mengirimkan pesan ke istana untuk mengutus orang menjadi kepala desa yang baru, sementara Feng Xi mengirimkan pesan kepada sektenya dan kerajaan Qingzhou tentang ras iblis yang mulai menunjukan tanda-tanda akan muncul. Kini mereka berdua berjalan-jalan melihat desa yang dibeberapa tempat sedang ada pembangunan beberapa bangunan untuk menyimpan hasil panen.
Xiao Feng dan Feng Xi berjalan sampai di dekat air terjun kecil setinggi 3 meter dekat dengan rumah penduduk, suasananya sejuk dengan air mengalir jernih.
"Xixi, aku tidak menyangka ada air terjun disini" ucap Xiao Feng sambil melihat air terjun. Feng Xi mengangguk lalu berjalan dan duduk di batu pinggir sungainya sambil mencelupkan dua betis putih bagusnya ke dalam air. Xiao Feng mengikutinya dan duduk disamping Feng Xi, mereka berendam kaki sambil memakan camilan yang sempat dibelinya tadi.
"Kau sudah mengirim pesan ke Youngzhou?" tanya Feng Xi
"Aku hanya mengirim pesan untuk mengganti kepala desa, kalau untuk ras iblis nanti aku bicarakan langsung dengan ayah" jawab Xiao Feng.
"Hmm apa yang kita lakukan sekarang ya?" ucap Xiao Feng bermonolog sendiri. Feng Xi yang mendengar memiringkan kepala melihat Xiao Feng.
"Bagaimana kalau kita buat kincir air dibawah air terjun ini, yah biar indah dilihat" ucap Feng Xi. Xiao Feng pun mengingat hal tentang kincir air sewaktu masih dibumi.
"Ayo kita buat tapi kita kumpulkan beberapa orang!"
Mereka berdua berdiri dan mengumpulkan beberapa orang warga. Para warga yang sudah tahu kalau Xiao Feng adalah pangeran langsung berkumpul dan mengumpulkan bahan yang disuruh Xiao Feng untuk membuat kincir air besar. Sebagian lagi membuat saluran irigasi untuk dihubungkan ke lahan pertanian penduduk.
Xiao Feng juga membantu membuat saluran irigasi tentu tidak memakai alat, dia membuat saluran dengan tembakan energi Qi tentu hasilnya lebih cepat. Sementara Feng Xi ikut membantu para ibu yang memasak.
"Wah pangeran dan nyonya kita memang pasangan serasi, sangat tampan dan cantik, nanti ketika anakku lahir kuharap setampan dan secantik pangeran dan nyonya!" ucap ibu yang sedang memotong sayur yang sedang hamil 5 bulan. Feng Xi tersenyum kikuk sementara biarpun jauh Xiao Feng tetap bisa mendengar ucapan ibu itu, wajah Xiao Feng sedikit memerah.
__ADS_1
Dengan bantuan Xiao Feng akhirnya kincir air besar selesai dibuat, para warga dengan arahan Xiao Feng akhirnya berhasil mendirikan kincir tepat di bawah air terjun. Kincir itu berputar terkena jatuhan air. Lalu Xiao Feng menyuruh untuk menghubungkan bambu besar ke saluran irigasi yang telah dibuat, secara otomatis air yang terangkat kincir masuk ke dalam bambu dan mengalir melalui irigasi dan mengairi sawah dan perkebunan. Kemudian Xiao Feng membagikan benih bibit herbal yang tidak ribet perawatannya namun memiliki harga jual tinggi, seperti jamur api, rumput tiga warna, apel biru, persik abadi yang sebagian besar berguna untuk pembuatan pil.
"Seperti ini cara menanamnya!" ucap Xiao Feng sambil menunjukan cara menanam herbal itu, para warga memperhatikannya itu. Setelah selesai Xiao Feng kemudian melihat hampir semuanya sudah terkordinasi baik.
"Hmm ada yang kurang sepertinya!" gumam Xiao Feng ketika melihat sisi kincir kosong, dia mendapat ide. Xiao Feng melihat toko sistem ada sebuah penggilingan manual, Xiao Feng segera membeli dan langsung memasang penggilingan itu yang digerakkan dengan putaran kincir.
"Pangeran benda apa ini?" tanya seorang warga
"Ini tempat penggilingan padi, jika kalian panen dan ingin menjadikan beras kalian tinggal masukkan saja kesini tidak perlu harus ditumbuk, nanti limbah dari penggilingan akan jatuh ke sungai. Agar tidak sia-sia kalian bendung sedikit dan tanami ikan, ikan akan lebih cepat tumbuh karena pupuk dari limbah penggilingan" Xiao Feng menjelaskan. Para warga semakin kagum mendengar penjelasan Xiao Feng.
"Pangeran memang ahli dalam tata negara sesuai rumor, kami sebagai rakyat akan selalu setia kepada pangeran dan Youngzhou" ucap warga sambil membungkukkan badan.
"tidak perlu seperti itu, lakukan saja apa yang telah kita buat, dan untuk herbal itu aku sudah memasang array di lokasi penanaman dan akan dipanen sekitar dua Minggu lagi kalian bisa jual ke asosiasi alkemis atau pil" ucap Xiao Feng
"Terimakasih Pangeran!"
"Sudahi dulu pekerjaan kalian ayo makan!" teriak Feng Xi
"Mari pangeran, nyonya sudah memanggil!" Ucap warga, Xiao Feng hanya bisa tersenyum malu lalu berjalan mengikuti warga.
Ternyata sudah banyak yang berkumpul termasuk Yuan Li dan Bai Hu yang tiba-tiba sudah ada disitu. Keduanya langsung memberi hormat dan berdiri di belakang Xiao Feng yang sudah duduk bersebelahan dengan Feng Xi.
Setelah mengucapkan beberapa kata singkat mereka mulai menyantap hidangan yang dibuat oleh ibu-ibu, Feng Xi menuangkan nasi dan lauknya ke dalam piring Xiao Feng seolah istri yang sedang melayani suaminya. Xiao Feng tentu senang saja diperlakukan seperti itu. Akhirnya mereka makan bersama diselingi canda dan tawa setelah selesai mengerjakan pekerjaan yang lumayan melelahkan.
***** bersambung
__ADS_1