
****
She Mo dan Xiao Feng langsung beradu lengan dan menyebarkan angin ke segala arah. She Mo terkejut sebab Xiao Feng merasa lebih kuat dari sebelumnya. Dia mundur dua langkah lalu mengirimkan tendangan menyamping ke arah kepala. Xiao Feng dengan sigap mengangkat tangan kiri untuk menahan.
"Bukk!"
Mereka sama-sama mundur dua langkah, kini Xiao Feng yang menyerang, dia mengirimkan tinjuan mengincar dada She Mo. Jelas She Mo sudah pasti bisa menangkap tangan Xiao Feng lalu membetot agar Xiao Feng lebih dekat. Tangan kiri She Mo sudah disiapkan. Xiao Feng tertarik satu langkah dan kepalan tangan kiri She Mo sudah berada di sisi kepalanya. Xiao Feng dengan cepat memiringkan kepalanya ke belakang, serangan itu lewat didepan wajahnya.
Mereka berdua saling membalas serangan dan masih menggunakan kekuatan fisik. Setelah jual beli serangan sampai gerakan 70, She Mo merubah permainannya dia kini menyerang sambil di aliri energi Qi kegelapan, tentu saja Xiao Feng tidak mau kalah dia mengalirkan qi api keemasan kedalam kedua tangannya.
"Bukk!"
"Buum!"
Ledakan akibat benturan energi terlihat terus menerus, mereka berdua bergerak sangat cepat, untungnya semua orang yang menonton memiliki kultivasi di ranah Raja Emas jadi bisa menyaksikan pertarungan mereka.
"Feng Xi sialan ini lebih kuat dari tempo hari, aku yakin dia sudah naik tingkat, namun aku tidak dapat mengetahui dimana tingkat kultivasinya" dalam hati She Mo berkata, dia berusaha mencari kelemahan Xiao Feng dari setiap gerakannya namun dia tidak menemukannya.
"Kalau saja pedangku tidak di rampas bajingan ini, sudah dari tadi aku habisi dia"
Xiao Feng kini mengeluarkan kipasnya lagi, dia mulai mengibaskan kipas yang dialiri energi Qi secara bergantian mulai dari es, api emas, petir, racun. Serangan berbagai elemen itu sangat menyulitkan She Mo.
Semua orang lebih terkejut lagi, mereka tidak menduga kalau Xiao Feng menguasai berbagai elemen bahkan elemen itu merupakan elemen langka yang sudah pasti kualitasnya lebih unggul daripada yang dimiliki orang di Alam Roh.
"Kenapa apa kau lelah?" ucap Xiao Feng sambil menyeringai, She Mo geram dia langsung mengeluarkan senjata berupa tombak hitam tidak terlalu panjang.
__ADS_1
"Baiklah kalau kau ingin mati lebih cepat akan aku kabulkan"
She Mo mulai menyerang dengan tombaknya, Xiao Feng kini waspada sebab permainan tombak She Mo sangat berbahaya dan tidak terduga. Xiao Feng menghindar kesana kemari dari serangan ganas She Mo.
"Bajingan apa kau hanya bisa menghindar saja!" teriak She Mo kesal, sebab dari sekian banyak serangannya tidak satupun mengenai Xiao Feng. Xiao Feng tersenyum tipis lalu menyimpan kipasnya dan mengulurkan tangan kiri. Tidak berselang lama dari tangan kirinya keluar sebuah pedang hitam yang gagangnya tersambung sebuah rantai, namun anehnya rantai itu seolah tertanam di telapak tangan Xiao Feng.
She Mo yang melihat pedangnya di tangan lawan tentu merasa sangat marah, orang yang menonton juga terkejut melihat pedang hitam salahsatu pusaka legendaris Alam Roh berada di tangan Xiao Feng.
"Bukankah pedang itu kabarnya milik She Mo kenapa bisa berada ditangannya!" ucap Cheng Tian.
"Anak muda ini sangat tidak terduga!" gumam Lin Mu. Lin Mei Ling dan peri Xian Mu juga terkejut melihat senjata legendaris, hanya Xian Hu'er saja yang tidak bereaksi, wajah cantiknya tetap dingin sebab dia mengetahui darimana Xiao Feng mendapat senjata itu.
Xiao Feng lalu melesat dan mereka berdua kembali bertarung dengan senjatanya. Tombak She Mo tampak ganas menusuk, menebas, dan memukul ke setiap titik vital anggota tubuh Xiao Feng, namun pedang hitam yang kini meliuk-liuk karena dikendalikan oleh Xiao Feng melalui rantai yang bisa memanjang dan memendek sangat menyulitkan She Mo.
Dirasa sudah cukup bermain-main Xiao Feng ingin segera menghabisi lawannya. Xiao Feng kini langsung menyerang ganas dengan pedang di tangan kirinya membuat gerakan membelah dari atas ke bawah
"Wushh!"
She Mo sudah bersiap, dia memegang tombak dengan kedua tangan dan di arahkan ke atas kepala menahan serangan pedang Xiao Feng.
"Trankk!!"
She Mo tertekan sedikit ke bawah, dia kemudian menghentakkan tombaknya lalu Xiao Feng melompat berjumpalitan ke atas. Xiao Feng kini diam diudara sejenak lalu dia menggunakan teleportasi dan tiba-tiba sudah berada dihadapan She Mo.
Xiao Feng langsung menyerang She Mo dengan kipasnya yang tiba-tiba dikeluarkan lalu menebas leher She Mo. She Mo hanya menggeram kesal dia lalu memiringkan tombak dan menahan serangan Xiao Feng, namun serangan itu hanya tipuan. Karena ketika She Mo mengangkat tombaknya, Xiao Feng mengulurkan tangan kiri dan pedang hitam melesat ke bagian perut She Mo dan langsung menusuk hingga tembus melewati punggungnya.
__ADS_1
She Mo memuntahkan darah, lalu Xiao Feng menarik kembali rantai dan pedangnya.
"Ssrakkk!"
"Uhukk!"
She Mo kembali memuntahkan darah saat Xiao Feng menarik pedang hitam, dia sedikit limbung. Xiao Feng tidak memberi kesempatan, dia langsung menebas leher She Mo.
"Crassshh!"
Kepala She Mo terlempar ke atas, Xiao Feng menendang tubuh She Mo hingga membentur dinding ruangan sedangkan kepalanya masih melayang di atas. Xiao Feng kembali melemparkan pedang dan pedang itu tepat menusuk kepala She Mo.
Lalu Xiao Feng menarik kembali pedang, ketika kepala She Mo sudah berada didepannya, Xiao Feng langsung menggeprak kepala itu sampai hancur. Otak dan darah bermuncratan bahkan mengenai wajah dan pakaian Xiao Feng.
[Ding... selamat Tuan telah membunuh di level Raja Emas, mendapatkan 18.000 PS dan 180.000 PP]
Semua orang terdiam melihat Xiao Feng membunuh She Mo dengan brutal, bahkan Lin Mei Ling sampai muntah melihat kejadian itu, Wajar karena Lin Mei Ling biarpun sudah pernah membunuh namun gadis itu tidak pernah membunuh secara sadis seperti yang dilakukan Xiao Feng. Xian Hu'er tidak terganggu seperti dia telah pernah membunuh dengan sadis. Yang lain seperti Ao Xuan, Ying Chan, Cheng Tian tidak terlalu terpengaruh sebab mereka juga pernah membunuh sadis.
Xiao Feng yang sudah berhasil membunuh She Mo kini menyimpan kipasnya dan pedang hitam otomatis masuk kembali ke dalam tangan kirinya. Lalu Xiao Feng berbalik dan berjalan menuju kelompok orang yang menontonnya. Ao Xuan langsung mendekati dan menepuk-nepuk bahu Xiao Feng.
"Haha, saudaraku kau sangat hebat,,, dengan mudah membunuh bajingan sumber masalah itu!"
"Hanya keberuntungan saja aku merampas senjatanya kalau tidak mungkin aku juga kesulitan!" ucapnya sambil tersenyum
**** bersambung
__ADS_1