
****
Dua bulan kemudian berlalu dengan cepat, dikamar Xiao Feng fluktuasi udara disertai energi Qi yang berputar pelan semakin memadat hembusan kecil angin sedikit menggetarkan benda-benda didalam kamar.
"Boom"
"Boom"
Dua kali ledakan teredam terdengar dari tubuh Xiao Feng, menandakan dia telah naik tingkat kembali dan secara resmi memasuki ranah Kaisar Dewa Dewa Perak tahap awal dan menengah.
[Ding,, selamat tuan telah naik level ke Dewa Perak tahap awal mendapatkan 200 juta PP dan 2 milyar PP]
[Ding,, selamat tuan telah naik level ke Dewa Perak tahap menengah mendapatkan 300 juta PP dan 3 milyar PP].
Xiao Feng sejenak membuka kedua matanya, selama dua bulan berkultivasi di dunia jiwa dia hanya naik dua tingkat saja.
"Hmm masih kurang, sebisa mungkin aku harus menembus puncak ranah Kaisar Dewa berlatih disini" ucap Xiao Feng lalu tanpa basa basi dia mengeluarkan kembali lima buah pil namun berbeda dengan pil yang dibuat sebelumnya. Pil yang dikeluarkan memiliki aroma lebih tajam dan pekat, disamping itu Xiao Feng mengeluarkan beberapa inti kristal tingkat tinggi untuk membantunya lebih cepat meningkatkan kekuatannya dia tidak khawatir dengan penerobosan berturut-turut akan berdampak pada pondasinya. Dengan tubuh Surgawi memiliki keuntungan bagi Xiao Feng yaitu dengan tidak perlu menstabilkan pondasi ketika melakukan penerobosan.
Tanpa menundanya dia langsung menelan lima pil sekaligus setelah meletakkan beberapa inti kristal di sekelilingnya.
"Glukk!"
Pil seketika meleleh di mulut Xiao Feng dan esensi pil yang melimpah kembali dirasakan Xiao Feng, otot tubuhnya membengkak disertai tonjolan urat.
"Teknik Pelahap Bintang!"
__ADS_1
"Swoosshh!"
Dibawah tekanan paksa teknik kultivasi Pelahap Bintang, esensi pil dengan cepat di olah didalam tubuh Xiao Feng. Sangat terlihat jelas bagaimana energi dari pil seolah berenang dengan gembira di dalam Meridian Xiao Feng yang perlahan bergerak menuju dantian.
Xiao Feng dengan tenang mulai menyerapnya perlahan otot tubuhnya kembali seperti semula dengan kecepatan pelan, auranya perlahan terus meningkat karena Xiao Feng langsung menggunakan teknik Pelahap Kegelapan untuk menyerap energi Qi dari inti kristal.
Untaian energi Qi dari inti kristal bergoyang seperti asap lalu memasuki lubang hitam kecil didepan dada Xiao Feng, energi Qi dari inti kristal langsung bergabung dengan esensi pil mengalir memasuki Meridian dan langsung menuju dantian.
Didalam dantian Xiao Feng yang sangat luas tujuh bola kecil beraneka warna yang merupakan bola elemen Xiao Feng bersinar terang dan berputar perlahan, semburan Qi yang sangat melimpah secara tidak langsung turut memperkuat basis elemen yang dikuasai Xiao Feng. Xiao Feng tentu menyadarinya namun dia tetap fokus dengan kultivasinya
****
Seperti yang diketahui kalau lapisan luar pusat alam dewa terdapat sekitar 10 kota yang dimana masing-masing kota di huni tiga keluarga bangsawan kelas atas yang mengatur kota dibawah kepemipinan tuan kota. Contohnya saja di kota Bukit Patah dikuasai tiga keluarga besar yaitu keluarga Yu, keluarga Jian dan keluarga Xiao.
****
Disebuah kediaman keluarga Lin di halaman belakang kediaman Patriak, terlihat sedang duduk seorang pria paruh baya dan seorang gadis sangat cantik dengan pakaian biru lautnya yang serasi dengan kulit putihnya yang bersinar. Ya mereka adalah Lin Feng dan Lin Mei Ling.
"Mei'er kau sudah kembali sekitar tiga bulan yang lalu kenapa baru keluar sekarang?" ucap Lin Feng dengan tersenyum.
"Ayah aku berkultivasi untuk meningkatkan kekuatanku" ucap Lin Mei Ling dengan senyumnya, Lin Feng menganggukkan kepalanya puas dan melihat kalau putrinya berada di ranah Dewa Merah tahap awal. Untuk seusia Lin Mei Ling kultivasi di ranah Dewa Merah sudah dianggap super jenius dan Lin Feng sendiri cukup kagum.
"Mei'er maafkan ayahmu selama ini tidak terlalu memperhatikanmu sejak dari alam roh sampai sekarang bahkan kau harus berusaha payah hingga sampai ke kediaman Lin"
Mendengar ucapan ayahnya, Lin Mei Ling hanya tersenyum ringan "Jangan berfikir begitu ayah, aku malah sangat bersyukur memiliki ayah sepertimu dan perjalanan kesini biarpun berbahaya namun aku bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian dan membuat diriku menjadi lebih kuat" ucap Lin Mei Ling.
__ADS_1
Lin Feng yang mendengar itu tentu terharu dia merasa bersalah kepada putrinya yang di terlantarkan nya, sejak dia memutuskan meninggalkan kediaman Lin dan terdampar di alam roh dia tidak pernah berfikir akan mendapatkan berkah luar biasa, namun hal yang terjadi sejak kedatangan Lin Mei Ling mengganjal dihatinya yaitu tentang keluarga Ming yang mengajukan lamaran pernikahan.
Lin Feng sendiri tidak tahu mengapa para tetua keluarga bisa mengetahui kedatangan Lin Mei Ling dan merupakan anaknya, padahal Lin Mei Ling pulang ke kediaman Lin dijemput olehnya dan secara sembunyi-sembunyi, dia ingin menolak lamaran itu karena tahu reputasi tuan muda keluarga Ming yang buruk dan tidak ingin putri cantiknya menjadi korban. Namun Lin Feng tidak memiliki pilihan, bukan tidak mau melawan bisa saja dia berperang dengan keluarga Ming namun konsekuensinya tidak terbayangkan sebab tuan muda keluarga Ming juga merupakan murid salahsatu tetua sekte yang mendiami bagian dalam pusat alam dewa.
Menatap putrinya Lin Feng semakin merasa bersalah "Mei'er ada hal yang ingin ayah bicarakan kuharap kau tidak marah?" ucap Lin Feng. Lin Mei Ling menatap ayahnya dengan penasaran.
"Apa itu ayah?"
Sebelum berkata Lin Feng menghela nafasnya terlebih dahulu "Begini,, mengingat usiamu sudah 21 tahun kau tidak berfikiran menikah? Biasanya gadis seusiamu sudah menikah" ucap Lin Feng dengan hati-hati. Lin Mei Ling sedikit terkejut mendengar pertanyaan ayahnya.
"Emm ayah,, aku masih ingin mendaki jalan beladiri tertinggi dan belum terpikirkan pernikahan"
"Jika ada yang melamarmu apakah kau bersedia?"
Lin Mei Ling menatap ayahnya seksama sebelum kembali bertanya, dia cukup cerdas memahami maksud ayahnya "Apakah ada sesuatu?"
"Hufff,, begini Mei'er keluarga Ming mengajukan lamaran pernikahan untukmu dan para tetua juga setuju namun ayah sendiri dasarnya tidak setuju karena tahu karakter tuan muda keluarga Ming itu. Tapi ayah sebab ini menyangkut semua orang"
Biarpun menjelaskan dengan pelan tetap saja Lin Mei Li g sangat terkejut, itu terlihat dari bola matanya yang indah membulat "Ayah aku belum ingin menikah kenapa tidak yang lain saja yang dinikahkan dengan tuan muda keluarga Ming"
"Itulah yang ayah juga tidak habis fikir kenapa tetua tahu dirimu padahal ayah sudah menutup rapat kepulanganmu" ucap Lin Feng sambil menatap rumit putrinya "Mei'er ayah akan bertanya apakah kamu memiliki pria pujaan dihatimu?"
"Degg"
**** bersambung ****
__ADS_1