Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 59 Xiao Feng dan Feng Xi terkenal


__ADS_3

****


Besoknya setelah berpamitan dengan Matriak Bing,Xiao Feng dan Feng Xi berjalan keluar gerbang.


"Xixi kita berpisah,,aku akan melanjutkan perjalanan dan kembali ke kota Liang,,kau baik-baik saja disini"


"Heii rubah hitam aku akan baik-baik saja disini,,ada guru dan yang lainnya"


Xiao Feng menyerahkan cincin penyimpanan berisi banyak koin emas,inti kristal dan berbagai herbal berelemen es untuk Feng Xi.


Feng Xi menerimanya dan menyimpannya.


"Kau gunakan itu untuk meningkatkan kekuatanmu dan untuk sumber daya nanti setelah telur itu menetas,,mau cukup teteskan darahmu di telur itu dan dia akan menetas"


"Rubah hitam kuharap kita akan bertemu lagi"


"Selama langit membiru,sungai Yangtze mengalir ke lautan dan gunung Thai berselimut awan,serta matahari masih menyapa pagi,,kita akan bertemu lagi" kata Xiao Feng sambil tersenyum.


"Baiklah aku pergi dulu" kata Xiao Feng,namun Feng Xi masih diam melihat Xiao Feng.


"Hati-hati dijalan" Xiao Feng berkata


"Hati-hati dijalan" ucap Feng Xi tersenyum.


Bai Hu kemudian membesarkan badannya lalu Xiao Feng dah Zhu Que naik ke punggungnya,dan Bai Hu melesat terbang dan menghilang dari pandangan Feng Xi.


"Yah kuharap bertemu kau lagi,rubah hitam"


****


Sementara itu di gerbang situs makam kuno orang-orang satu persatu bermunculan hanya Yu Nan Tian dan kelompoknya serta Ling Xu Yuan dan beberapa orang dari kelompok kerajaan yang muncul di tempat itu sedangkan sisanya muncul di tempat berbeda.


"Apa kalian melihat pangeran kedua?" tanya Xiao Chen yang sedang menunggu


"Ampun,pangeran kami tidak melihat Pangeran kedua seminggu ini di makam kuno,hanya beberapa kali melihat ketika awal-awal masuk saja,tapi pangeran kedua tampaknya baik-baik saja Pangeran"


"Baiklah,,aku tahu kalau adikku selalu diberkahi keberuntungan,kuharap dia baik-baik saja,,ayo kita kembali"

__ADS_1


Xiao Chen beserta seluruh kelompok kerajaan kembali ke ibukota karena tidak bertemu Xiao Feng begitupun anggota kerajaan lain mereka satu persatu meninggalkan lokasi situs makam kuno.


Beberapa orang meninggalkan situs makam kuno sambil membahas kejadian yang mereka alami selama berada didalam situs.


Dari situlah mulai tersiar kabar Xiao Feng dan Feng Xi menjadi perbincangan hangat,karena begitu kuat dalam membantai monster,orang-orang menyebutnya Pendekar Kipas Feng Xi hitam dan Dewi Selendang Feng Xi Putih.


******


"Tuan apakah sedikit tidak rela?" tanya Bai Hu yang melihat Xiao Feng duduk diam melihat ke depan.


"Kenapa aku harus tidak rela Bai Hu,suatu hari nanti cepat atau lambat kita pasti akan bertemu"


Bai Hu tidak berkata lagi dia terus melesat terbang melewati beberapa gunung.Setelah satu jam mereka melihat sebuah desa,kemudian Xiao Feng turun dan mendarat di tanah.Bai Hu mengecilkan tubuhnya dan melompat ke bahu Xiao Feng.


Desa tersebut terlihat tidak begitu ramai hanya beberapa orang yang terlihat,bahkan ketika Xiao Feng masuk dia tidak melihat adanya penjaga di gerbang desa.


"Kenapa desa ini terlihat sangat sepi"gumam Xiao Feng sambil berjalan melihat sekeliling beberapa rumah terlihat jendela dan pintunya tertutup.


Xiao Feng kemudian mencari restoran untuk sekedar makan dan mencari informasi.Tidak lama kemudian Xiao Feng menemukannya, lalu dia masuk.


"Selamat datang di restoran kami Tuan Muda" ucap pelayan menyambut.


"Baik,,Tuan Muda silahkan duduk akan kami siapkan"


Xiao Feng berjalan menuju meja yang kosong,di restoran itu hanya Xiao Feng saja yang makan.Sambil menunggu Xiao Feng menugaskan Bai Hu untuk mencari informasi.


Kemudian Bai Hu segera melesat pergi.


"Silahkan Tuan makanannya"


Xiao Feng mulai makan dengan perlahan sambil bertanya pada pelayan.


"Kalau boleh tahu desa ini namanya apa dan kenapa desa ini begitu sepi?"


"Apakah Tuan Muda seorang pengembara?"


"Iya"

__ADS_1


"Desa ini bernama desa daun dulu desa ini merupakan desa ramai karena terletak di perbatasan tiga kerajaan Bingzhou,Yongzhou dan kekaisaran Huangzhou namun sejak lima bulan lalu ada sekelompok orang mereka mengaku dari sekte Naga Hitam datang ke desa ini sebagai pelindung desa dan meminta bayaran pada kepala desa.


"Lalu apa yang terjadi bukankah dengan adanya pelindung desa ini akan lebih aman"


"Awalnya memang begitu namun setelah memasuki tiga bulan mereka mulai memaksa meminta bayaran sebagai pajak dan menyuruh untuk menyerahkan beberapa gadis dengan alasan akan diberikan pekerjaan."


"Namun kepala desa menolaknya dan mereka dengan kejam membunuh kepala desa dan menculik gadis-gadis,maka dari itu warga disini mulai pindah ke kota atau desa lain untuk mencari aman"


"Apa kau tahu kapan mereka datang?"


"Biasanya mereka datang setiap tanggal tiga awal bulan"


"Hmm ini baru tanggal satu berarti dua hari lagi mereka akan datang.Baiklah aku sudah selesai dan pergi dulu" kata Xiao Feng sambil meletakkan dua keping emas.


Xiao Feng pun pergi dari restoran,dia berkeliling melihat-lihat kondisi desa itu untuk mencari informasi tambahan.Xiao Feng berjalan melewati kebun kecil dan terlihat ada beberapa rumah,melihat ke ujung jalan ada seorang anak kecil perempuan berusia 5 tahun yang sedang duduk didekat pohon.Kepalanya di benamkan di lutut yang di tekuk,rambutnya awut-awutan dan pakaiannya penuh tambalan dengan beberapa luka yang masih baru dan kering di tubuhnya.


Kemudian dari arah salahsatu rumah ada seorang pria paruh baya mendekati anak itu.Pria itu membawa keranjang besar yang biasa digunakan untuk membawa rumput.


"Dasar budak tidak becus kau hanya tahu makan saja,cepat pergi cari herbal lagi dihutan sana"


Anak perempuan itu mengangkat kepalanya wajahnya sedikit kumal,namun dari matanya terlihat kalau anak itu memiliki wajah yang cantik.


"Tu,,tuan ijinkan aku istirahat sebentar aku baru saja kembali setelah dua hari dari hutan itu" kata anak itu dengan suara kecilnya.


"Aku tidak mau tahu masalahmu,,yang jelas jika kau ingin makan kau harus bekerja keras"


Pria itu melempar keranjang ke arah anak itu,namun karena lemas anak perempuan itu hanya bisa melihat keranjang itu melayang ke arahnya.


"Brakkk"


Anak perempuan itu menutup matanya seolah pasrah namun dia tidak merasakan apapun,kemudian dia membuka mata,dan ada sosok pemuda tampan yang sedang berlutut dengan satu kaki tangan kiri pemuda itu menahan keranjang yang dilempar pria tadi melihatnya sambil tersenyum.


"Adik kecil kau tidak apa-apa?"


Anak kecil itu mengerjapkan matanya lucu melihat Xiao Feng.


Pria paruh baya itu juga kaget tiba-tiba ada orang yang telah berada didepan anak itu.

__ADS_1


****bersambung


__ADS_2