
*****
Xiao Feng dan Feng Xi kini sudah berada didepan gerbang kediaman dari komplotan orang yang dicurigai sebagai pencuri uang negara, dia dihentikan seseorang yang bertugas menjaga.
"Berhenti siapa kalian" ucap seseorang itu menghentikan Xiao Feng. Xiao Feng menunjukan token khusus anggota keluarga kerajaan. Orang itu terkejut lalu menangkupkan kedua tangan.
"Mohon maaf ternyata anda dari istana, ada hal apa yang membuat orang istana datang ke sini"
"Aku mau memeriksa tempat ini,," ucap Xiao Feng
"Mmmm diperiksa atas dasar apa?" tanya orang itu, Xiao Feng tidak menjawab dia langsung menatap kedua mata orang itu dan menggunakan teknik matanya untuk membaca ingatannya dan benar saja Xiao Feng mendapatkan sesuatu. Orang itu kemudian jatuh tersungkur dengan mata memutih tapi belum mati, Xiao Feng menepuk tangannya sekali dan dari balik pohon muncul Bai Hu yang sebelumnya memang diminta mengikuti Xiao Feng.
"Sembunyikan dulu dia, kau ikuti aku dari belakang" perintah Xiao Feng
"Baik Tuan" ucap Bai Hu sambil menyeret orang itu ke balik pohon dan mengikatnya. Xiao Feng dan Feng Xi lalu berjalan masuk ke dalam kediaman.
Dikediaman itu empat orang sisanya tampak sedang membahas sesuatu di ruang tamu.
"Apa belum ada kabar dari orang istana?"
"Belum Ketua"
"Sial ini sudah dua hari dan belum ada kabar, aku khawatir jika kita menyimpan uang itu terlalu lama kita akan ketahuan"
"Tenang saja, orang itu akan menjamin kita"
Pembicaraan mereka terhenti ketika pintu diketuk, satu orang membuka pintu dan melihat ada pria muda tampan dan gadis muda cantik berdiri.
"Siapa kalian?"
__ADS_1
Xiao Feng menunjukan token emas dan menerobos masuk diikuti Feng Xi. Ketiga orang yang sedang duduk lantas berdiri melihat siapa yang masuk
"Aku dari istana ingin melakukan pemeriksaan ditempat ini" ucap Xiao Feng.
"Pemeriksaan apa?" tanya seseorang yang sepertinya ketua kelompok itu.
"Uang kas milik kerajaan Youngzhou!"
"Kau ini sungguh lucu, tidak ada angin tidak ada hujan datang-datang menuduh kami mencuri uang kas hahaha" ucap ketua itu. Xiao Feng menyeringai
"Kami tidak berkata kalian mencuri tapi kenapa kalian berkata seperti itu, apakah ada sesuatu yang disembunyikan" ucap Xiao Feng, ketua itu tersadar sebab dia salah berkata.
"Bu,, bukan begitu kami hanya merasa aneh saja sebab Yuan datang kesini untuk mencari sesuatu yang hanya ada diistana" ucap ketua itu dan Xiao Feng segera mengeluarkan koin emas bertanda kerajaan.
"Aku menemukan koin ini dibawa oleh dua orang berpakaian sama seperti kalian dirumah makan kemarin, jika kalian tidak bersalah kenapa harus takut?" ucap Xiao Feng dan tentu membuat keempat orang itu terkejut.
"Ketua bagaimana ini?" ucap pria dibelakang ketua kelompok itu mengirimkan pesan suara.
Tiba-tiba keempat orang itu bergerak menyerang Xiao Feng dan Feng Xi. Xiao Feng yang sudah tahu gelagat hanya tersenyum lalu dengan sangat cepat mengirimkan tendangan ke empat orang itu dan melemparkannya ke dinding ruangan. Feng Xi juga akan bergerak namun Xiao Feng lebih cepat.
"Bukk,, Bukk,, Bukk,, Bukk,,!"
Keempat orang itu terlempar dan terkapar dilantai, Xiao Feng mendekati ketua
"Kalian memang berani, sekarang katakan dimana uang itu sebelum aku membunuh orangmu yang menjaga gerbang tadi, aku tahu kalau orang yang menjaga gerbang adalah adikmu dan dia berada ditangan orangku" ucap Xiao Feng sambil menyeringai. Ketua lagi-lagi terkejut mendengar itu.
"Ba.. baik ak..aku katakan.. tapi jangan sakiti adikku"
"Tenang saja aku bisa menjaminnya, ayo tunjukkan dimana uang itu" ucap Xiao Feng lalu ketua itu berdiri dengan susah payah berjalan ke sudut ruangan. Sementara Feng Xi mengikat ketiga orang yang tidak sadarkan diri. Ketua itu menekan sebuah tombol di dinding dan lantai dibawah terbuka. Rupanya itu adalah sebuah ruangan kecil dan terlihat ada dua peti berukuran besar di bawahnya. Xiao Feng menyuruh ketua itu untuk mengambilnya.
__ADS_1
Setelah memeriksa kalau itu benar uang kas negara. Xiao Feng memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan lalu memanggil Bai Hu.
"Tuan apa yang tuan perintahkan" ucap Bai Hu yang sudah muncul
"Bawa mereka semua dan serahkan kepada kementrian hukum" perintah Xiao Feng
"Hei bukankah kau akan melepaskan kami setelah kami mengembalikan uang" seru ketua tidak terima.
"Kapan aku berkata seperti itu?" ucap Xiao Feng. Ketua itu geram namun Bai Hu segera memukul tengkuk nya dan ketua itu pun langsung terkapar tidak sadarkan diri.
"Cerewet sekali kau ini" ucap Bai Hu sambil mengikat ketua, Xiao Feng dan Feng Xi bersama Bai Hu membawa kelima orang itu ke paviliun untuk disatukan dulu dengan dua orang yang sebelumnya ditangkap, baru nanti akan menyerahkan kepada Chen Nian.
Disisi lain Chen Nian sudah mendapatkan buku catatan itu dibantu oleh Sun Guan yang disuruh oleh Yuan Li, dengan kemampuan bayangannya tidak terlalu sulit Sun Guan mendapatkan buku itu. Chen Nian segera menuju paviliun pusat dan bertepatan dengan kedatangan Xiao Feng dan Feng Xi yang membawa lima orang yang mencuri uang kas.
"Pangeran, Nona Feng" ucap Chen Nian memberi hormat.
"Ada apa Chen Nian, apa kau menemui kesulitan?" tanya Xiao Feng
"Tidak Pangeran aku ingin melaporkan kalau aku berhasil mendapatkan buku itu" ucap Chen Nian sambil mengeluarkan buku kecil tebal. Xiao Feng menerima dan membukanya.
"Bagus sekali,, ini lebih cepat dari perkiraanku" ucap Xiao Feng sambil mengangguk senang.
"Aku dibantu oleh Sun Guan,, jadi dialah yang mendapatkannya" ucap Chen Nian
"Mau kau atau Sun Guan semuanya sama, kalian adalah anggotaku, sekarang kau bawa mereka bersama dengan dua orang sebelumnya dan buku ini kau serahkan kepada Chen Zhou" ucap Xiao Feng
"Kenapa diberikan kepada Chen Zhou?" tanya Chen Nian bingung.
"Xiao Jun menuduh Chen Zhou menghilangkan uang dan buku catatan jika buku dan uang itu tidak ada sudah pasti dia akan dieksekusi, mengenai uang nanti aku sendiri yang akan mengembalikannya" ucap Xiao Feng. Chen Nian mengangguk faham lalu menyuruh orangnya untuk membawa ketujuh orang ke divisi hukum untuk interogasi lebih lanjut.
__ADS_1
Sepeninggal semua orang Xiao Feng berteleportasi ke ruang pembendaharaan istana lalu mengeluarkan dua peti berisi koin emas kerajaan. Dia lalu menyimpan kembali ke tempatnya semula, setelah selesai dia pun menghilang kembali ke paviliun pusat. Sementara Chen Nian langsung menuju penjara tempat Chen Zhou ditahan untuk menyerahkan buku catatan itu.
***** bersambung