
****
Istana Kekaisaran Huangzhou
Alunan musik guqin atau kecapi tradisional cina terdengar begitu merdu dan halus menyambut pagi di belakang istana kekaisaran. Seorang pria muda berambut biru tampak asyik memainkan jarinya diatas senar-senar seolah menari dengan lincah. Alunan musik yang terdengar sedih seperti memberitahukan kepada dunia kalau yang memainkannya dilanda kerinduan yang teramat dalam dan membuat siapapun yang mendengar turut larut dan merasakan kesedihan dibalik irama musik itu. Pria muda itu menghentikan permainannya ketika ada seorang pengawal mendekatinya.
"Tuan Muda pasukan kita di ibukota Bingzhou di musnahkan seseorang dan juga ditempat kota perbatasan semuanya habis tak tersisa" ucap pengawal memberi laporan. Pria muda itu yang tidak lain adalah Ling Xu Yuan terdiam dan menatap ke arah langit biru cerah dengan awan berarak ke arah selatan.
"Aku sudah tahu!"
"Tapi kami belum bisa menemukan jejak siapa yang menghabisi pasukan kita tuan muda, mohon maaf aku tidak berkompeten" ucap pengawal sambil berlutut.
"Aku tidak menyalahkanmu, wajar kau tidak akan pernah bisa menemukannya sebab orang itu bukan lawan sembarangan" ucap Ling Xu Yuan.
"Apakah Tuan Muda telah mengetahui sesuatu?" tanya pengawal dan Ling Xu Yuan menganggukkan kepalanya pelan.
"Aku sudah tahu siapa orang itu dan kurasa dia sudah memiliki beberapa petunjuk" jawab Ling Xu Yuan.
"Lalu apakah kita akan membalasnya Tuan Muda?"
"Tidak untuk saat ini, jika kita mengirim lagi orang untuk memburunya itu akan sia-sia dan dia akan segera menuju Huangzhou cepat atau lambat. Orang itu juga yang sudah menutup gerbang jalan masuk ras iblis di gunung Shangzi,, aku terlalu menganggap enteng dia" ucap Ling Xu Yuan.
"Kalau boleh tahu siapa dia Tuan Muda?"
"Pangeran Kedua Youngzhou Xiao Feng alias Hei Feng Xi pemegang dua gelar dari empat Tuan Muda Hebat dunia" ucap Ling Xu Yuan pelan, pengawal yang mendengar tentu sangat terkejut.
"Hei Feng Xi?!" ucap pengawal dengan terkejut "Kalau begitu dia memang benar lawan yang tangguh" ucap pengawal.
__ADS_1
"Segera tarik pasukan di perbatasan pusatkan di ibukota jangan sampai pasukan kita kembali di bantai habis dia!" ucap Ling Xu Yuan memberi perintah.
"Baik Tuan Muda!" ucap pengawal lalu berdiri, setelah memberi hormat pengawal itu langsung pergi. Ling Xu Yuan kemudian berdiri dan berjalan menuju aula istana.
*****
"Tuan Muda!" ucap Jendral Kekaisaran yang melihat Ling Xu Yuan muncul.
"Jendral Qi, apa latihan kalian sudah ada perkembangan?" tanya Ling Xu Yuan.
"Untuk saat ini ada perkembangan sedikit Tuan Muda, namun dengan jumlah pasukan saat ini kurasa kita masih kekurangan orang" jawab jendral Qi, sebenarnya jendral Qi adalah kepercayaan kaisar Huang Bianfeng namun sebelum terjadinya kudeta di istana kekaisaran dia berhasil dihasut Ling Xu Yuan untuk mengikutinya, maka ketika Ling Xu Yuan bertarung dengan Huang Zhi Yan, Jendral Qi sudah meminta pasukannya untuk memberi jalan bagi pasukan Ling Xu Yuan.
Ling Xu Yuan kemudian memanggil 100 pasukannya, tak lama kemudian seratus orang berzirah warna emas sudah berkumpul dihadapan Ling Xu Yuan dan Jendral Qi.
"Ini adalah sebagian kecil pasukanku dan kita coba latih tanding dengan pasukanmu!" ucap Ling Xu Yuan, Jendral Qi menganggukkan kepala lalu menyuruh pasukannya berkumpul.
"Tapi tuan muda bukankah itu tidak adil"
"Kau ikuti saja dan lihat"
Jendral Qi kemudian menambah pasukannya menjadi 300 orang dan berkumpul disamping pasukan Ling Xu Yuan.
"Kalian bentuk Formasi, hari ini kita akan berlatih tanding" seru Jendral Qi.
"Baik Jendral!" ucap kepala pasukan lalu segera berbaris begitupun pasukan Ling Xu Yuan juga berbaris. Kedua pasukan kini saling berhadapan.
"Serang!" seru jendral dan pasukan kekaisaran kemudian menyerang seratus orang pasukan Ling Xu Yuan, pertarungan pun dimulai dengan seru, pasukan Ling Xu Yuan yang hanya berjumlah 100 orang mampu menahan bahkan membalikkan keadaan dengan sangat mendominasi. Jendral Qi sangat terkejut melihatnya.
__ADS_1
"Formasi Pasukan Tempur sekte Xuanji!" ucap Jendral Qi dengan suara bergetar melihat ganasnya pasukan Ling Xu Yuan, Ling Xu Yuan tersenyum tipis mendengar ucapan Jendral Qi.
"Tampaknya jendral cukup berpengetahuan juga!"
"Tuan Muda setelah melihat ini aku yakin kita bisa memenangkan perang!" ucap jendral Qi sambil menangkupkan kedua tangan.
"Ya ini hanyalah sebagian kecil, kau akan melihat lebih banyak nanti!" ucap Ling Xu Yuan sambil berjalan meninggalkan tempat latihan, Jendral Qi kemudian memerintahkan berhenti kepada pasukan.
"Cukup,, kalian istirahat dan lanjutkan latihan besok!"
"Baik Jendral!" ucap pasukannya lalu Jendral Qi berjalan menyusul Ling Xu Yuan.
******
Xiao Feng yang masih terbang tinggi diudara sedikit heran ketika memasuki wilayah perbatasan barat antara Bingzhou dan Qingzhou, keanehan itu disebabkan karena disetiap kota perbatasan tidak terdapat hal yang mencurigakan. Dia menyisir tempat seperti hutan dan bukit atau tebing dengan teknik matanya namun tetap tidak menemukan sesuatu baik itu pasukan yang bersembunyi atau jebakan.
"Hmm ini sangat aneh, apakah setelah bertempur dengan Qingzhou mereka menarik pasukannya!" gumam Xiao Feng sambil mengarahkan pandangannya ke sekeliling. Apa yang diduga Xiao Feng memang benar, sejak pertempuran dengan Qingzhou Ling Xu Yuan memang sudah dari jauh hari menarik pasukannya dan hanya menempatkan beberapa orang yang menyamar sebagai warga sipil sebagai mata-mata pengumpul informasi saja.
Xiao Feng tidak terlalu merisaukan, dia kemudian turun ke kota Bunga yang terletak di bagian paling barat Bingzhou dan berbatasan langsung dengan kerajaan Qingzhou. Setelah membayar pajak masuk dia berjalan santai ke arah sebuah rumah makan dua lantai dan langsung naik ke lantai dua.
Dia duduk dikursi dekat jendela, tak lama kemudian seorang pelayan wanita mendatanginya sambil membawa nampan berisi makanan.
"Silahkan dinikmati Tuan Muda" ucap pelayan wanita itu setelah meletakkan makanan diatas meja, Xiao Feng hanya menjawab dengan anggukkan. Setelah pelayan pergi Xiao Feng mengangkat sedikit pinggiran piring dan menarik secarik kertas yang terlipat rapi dibawah piring. Xiao Feng membacanya sekilas lalu menyimpan kertas itu.
"Sepertinya Ling Xu Yuan sudah mulai waspada dan melakukan pencegahan dengan menarik pasukannya. Pantas saja aku tidak melihat pergerakan Pasukan Naga Hitam seperti di empat kota perbatasan selatan" gumam Xiao Feng, dia pun mulai menyantap makanannya, setelah diakhiri dengan sebotol arak Xiao Feng kemudian berdiri dan turun ke lantai satu.
"Tetap awasi kota ini dan laporkan jika ada hal yang janggal meskipun musuh sudah menarik pasukannya!" ucap Xiao Feng pelan kepada pelayan wanita tadi lalu dia memberikan sebuah cincin penyimpanan. "Bagikan pada yang lain, sebentar lagi akan terjadi perang dan kita harus bersiap" lanjut Xiao Feng lalu dia berjalan keluar dan melesat terbang ke arah kerajaan Qingzhou. Ternyata rumah makan tadi adalah salahsatu markas Paviliun Gagak Hitam dan pelayan wanita tadi kebetulan adalah ketua dari paviliun dikota tersebut.
__ADS_1
****bersambung****