
****
Kembali ke pertarungan Xiao Feng dan Liu Xi, kedua pria muda itu kembali saling menyerang dan bertarung dengan sengit, Xiao Feng bisa saja mengalahkan dengan cepat namun tidak ingin terlalu menjadi pusat perhatian.
"Tombak Tusukan Pemecah Badai Tingkat 2!" Seru Liu Xi lalu kembali muncul puluhan tombak es. Teknik Tombak Liu Xi memiliki tiga tingkatan teknik dari pertama sampai ketiga, jika tingkat satu hanya sepuluh maka tingkat dua mampu memunculkan sekitar lima puluh tombak es dan untuk tingkat ketiga merupakan level terakhir mampu memunculkan satu tombak sangat besar dan tentu merupakan teknik andalan Liu Xi dan hanya digunakan jika lawan yang dihadapi benar-benar kuat.
"Teknik Pedang Membelah Langit : Hujan Pedang!" Seru Xiao Feng lalu dia mengangkat tangan kanan dan mengacungkan pedang elemennya ke atas, tak berselang lama puluhan pedang es pun muncul dan melayang dibelakang Xiao Feng. Semua orang menyaksikan pertarungan itu tegang karena pertarungan yang sangat seru, bahkan Pangeran Zhu Lian yang notabene nya pengguna pedang juga mendidih darahnya karena semangat, dia berharap Xiao Feng lah yang menjadi pemenang.
"Kau siap Hei Feng Xi!"
"Majulah Liu Xi!"
"Hiyyaa!"
Liu Xi memukulkan tombaknya ke lantai arena dan puluhan tombak es langsung melesat ke arah Xiao Feng, begitupun dengan Xiao Feng dia juga, dia menurunkan tangan kanan yang memegang pedang mengarah ke depan. Puluhan pedang es pun langsung melesat menyambut serangan Liu Xi.
"Wuut!"
"Booom!"
"Boom!"
Rentetan ledakan tercipta dari benturan kedua serangan dahsyat mereka menyebabkan debu menutupi pandangan dan hawa dingin menyebar ditambah butiran es berhamburan ke segala arah, beruntung disisi arena sudah dipasang array jadi efek serangan tidak mengarah ke penonton.
Semua orang bersorak takjub melihat pertarungan itu dan setelah lima menit debu yang menutupi pandangan menghilang perlahan.
"Siapa yang menang?"
"Benar aku tidak bisa melihatnya"
"Apakah Liu Xi atau Hei Feng Xi"
Setelah debu menghilang sepenuhnya terlihat dipanggung arena seorang pria muda memegang pedang berdiri tegak dengan memegang pedang dan satu pria lain jatuh berlutut dengan sedikit memuntahkan darah dan tombak panjangnya tergeletak di sisi tubuhnya. Sudah dipastikan kalau pemenangnya adalah Xiao Feng.
"Hei Feng Xi kau memang hebat,, uhukk!" Ucap Liu Xi dia merasa sedikit sakit hati dengan kekalahan ini sebab selama dia mulai berkultivasi dia tidak pernah terkalahkan. Xiao Feng tersenyum tipis.
__ADS_1
"Kau juga hebat namun teknikmu masih ada kekurangan kau hanya mengandalkan jumlah tapi pembagian energi Qi tidak merata kurasa kau melatihnya terburu-buru" ucap Xiao Feng, Liu Xi pun terkejut karena Xiao Feng mengetahuinya, dia perlahan berdiri lalu menangkupkan kedua tangan.
"Aku Liu Xi mengaku kalah terimakasih atas bimbingannya!" Ucap Liu Xi lalu mengambil tombaknya, pria tua sebagai juri segera menghilangkan array dan naik ke arena.
"Pemenangnya adalah Hei Feng Xi dari paviliun Gagak Hitam dan otomatis akan melawan Pangeran Zhu Lian"seru pria tua itu dan disambut tepuk tangan meriah "baiklah peserta diberikan waktu 15 menit untuk beristirahat!" Lanjutnya lalu melesat kembali ke tempatnya.
Tuan kota yang menonton dari tempat khusus tersenyum senang, dia merasa tahun ini banyak bermunculan bintang muda berbakat. Xiao Feng pun melesat dan kembali ke tempat duduknya.
"Ayah maafkan aku karena kalah!" Ucap Liu Xi dengan wajah menunduk. Patriak Liu Xuanjing mengelus dagunya yang ditumbuhi jenggot panjang seraya tersenyum.
"Tidak apa-apa setidaknya kau telah mendapat pengalaman bahwa diatas langit masih ada langit, kau jangan berkecil hati jadikan kekalahan ini sebagai pecut untuk kau berkembang lebih baik lagi dan jangan merasa kau tidak terkalahkan!" Ucap ayahnya dan Liu Xi mengangguk faham dia bertekad akan berlatih lebih keras lagi dan menyempurnakan setiap tekniknya.
"Hei Feng Xi jika dimasa depan kita bertemu lagi aku akan mengalahkan mu!" Gumam Liu Xi, Patriak Liu Xuanjing memang sudah memprediksi kalau anaknya akan kalah, melihat dari ketenangan Xiao Feng dan ketika bertarung dia tidak terlihat nafasnya memburu sudah dipastikan kalau Xiao Feng memiliki kultivasi lebih tinggi dari anaknya namun Liu Xuanjing sangat salut karena Xiao Feng masih menjaga harga diri anaknya dengan tidak mengalahkannya secara cepat.
"Hei Feng Xi ini tidak sesederhana kelihatannya, sebisa mungkin aku tidak boleh bersinggungan dengannya, tapi aku penasaran darimana dia berasal juga Paviliun Gagak Hitam aku belum pernah mendengarnya dikerajaan Zhu ini" gumam Liu Xuanjing sambil mengelus dagunya memperhatikan Xiao Feng yang tampak berbincang dengan Lin Mei Ling.
****
Lima belas menit berlalu, kini pria tua pembawa acara naik kembali ke atas panggung.
"Wah ini akan sangat seru sekali seorang jenius seperti Pangeran Zhu akan melawan kuda hitam Hei Feng Xi" ucap salahsatu penonton.
"Benar aku sudah tidak sabar!" Temannya menimpali. Beberapa penonton juga sudah mulai memasang taruhan disudut area penonton. Bai Hu berdiri dan berjalan menuju tempat taruhan dan ikut memasang untuk Xiao Feng, Qing Long tidak perduli dengan apa yang dilakukan Bai Hu dia hanya diam dan mengamati sekeliling.
Xiao Feng dan Pangeran Zhu Lian sudah saling berhadapan dengan memegang senjatanya masing-masing, rupanya Pangeran Zhu Lian pengguna pedang ganda. Xiao Feng bisa melihat kalau pedangnya berada di tingkat 7.
"Kalian siap?" Ucap juri dan kedua peserta menganggukkan kepalanya.
"Baiklah mulai!" Ucap juri lalu melompat ke pinggir arena dan memasang array.
"Hei Feng Xi dari Paviliun Gagak Hitam!"
"Zhu Lian dari kerajaan Zhu!"
Pangeran Zhu Lian pun segera memasang kuda-kuda dengan tangan kanan kiri memegang pedang, dua buah pedang dengan gagang berwarna merah itu tampak sangat bagus dengan satu pedang bagian tajamnya seperti gergaji. Xiao Feng juga memegang pedang elemennya ditangan kanan bersiap untuk memulai pertarungan. Bunyi gong menggema dan Zhu Lian langsung melesat sangat cepat ke arah Xiao Feng, Zhu Lian memutar pedangnya ya ditangan kanan mengincar leher Xiao Feng.
__ADS_1
Dengan sigap Xiao Feng melompat mundur dan menekankan pedang elemen ke lantai arena, pedang elemen melengkung lalu melontarkan Xiao Feng ke atas. Zhu Lian memburu dengan tusukan dua pedang bersamaan.
"Trank!"
"Trank!"
Xiao Feng memutar pedangnya menepis serangan Zhu Lian, lalu menggunakan Langkah Bayang untuk bergerak ke sisi kanan Zhu Lian disertai tebasan mendatar mengincar kedua kaki. Zhu Lian yang melihat langsung melompat dan menginjak pedang Xiao Feng dan bersalto satu kali di udara.
Begitu mendarat dia menebaskan kedua pedangnya membentuk sebuah garis silang.
"Teknik Pedang : Tebasan Api Penembus Raga"
Sebuah siluet api merah berbentuk bulan sabit melengkung dan saling bersilangan muncul didepan Zhu Lian yang langsung melesat ke arah Xiao Feng hingga menimbulkan jejak dilantai arena.
"Wuushhh!"
Xiao Feng pun melakukan hal yang sama, dia mengalirkan elemen es abadinya lalu menebaskan pedang dari kiri ke kanan.
"Teknik Pedang Membelah Langit : Tebasan Bulan Sabit"
Sebuah siluet bulan sabit dari elemen es disertai butiran es berjatuhan yang mendatar muncul dan langsung melesat menyambut dua buah siluet bulan sabit api milik Zhu Lian.
"Wuushh"
"Booom!"
"Boom!"
"Cheesss!"
Dua ledakan tercipta ketika elemen api dan elemen es bertemu dan langsung menimbulkan kabut tipis, Zhu Lian menyilangkan pedangnya didepan dada karena merasa ada sambaran angin.
"Trankk!"
Benar saja itu adalah Xiao Feng yang menyerang dengan menusukkan pedangnya, karena memiliki teknik mata jadi kabur atau gelap bulan jadi halangan bagi pandangan Xiao Feng, namun Zhu Lian juga mengandalkan pendengarannya yang tajam untuk memperkirakan pergerakan lawan.
__ADS_1
*** Bersambung ***