Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 285 Xiao Feng menolak tawaran


__ADS_3

****


Malam hari setelah semua mayat selesai dikumpulkan dan dikuburkan, semua orang beristirahat terlebih dahulu. Begitupun dengan Xiao Feng yang sudah berada dikamarnya di kediaman khusus untuk kerajaan Youngzhou di dekat istana kekaisaran Huangzhou.


Xiao Feng yang sudah tampan dan segar setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, duduk di kursi dekat jendela sambil meminum teh.


"Sistem berapa poin yang kudapat selama perang?" tanya Xiao Feng dibenaknya.


[Ding,, sistem menampilkan rincian]


[Ding,,, tuan membunuh 350.000 di level Raja Perak mendapatkan 3,15 milyar PS dan 35 milyar PP]


[Ding,,, tuan membunuh 5000 dilevel Raja Platinum mendapatkan 180 juta PS dan 1,8 milyar PP]


Xiao Feng faham dia mendapatkan itu karena bawahannya seperti Qing Long, Bai Hu dan Zhu Que yang membunuh paling banyak ditambah pasukan bayangannya yang membantai 5000 ras iblis, dia kemudian teringat sesuatu.


"Tunggu dengan begitu banyaknya poin pengalaman kenapa aku tidak naik tingkat?" Xiao Feng bertanya heran kepada sistem.


[Ding,,, sebenarnya tuan bisa naik ke ranah Raja Kristal *1 namun sistem dengan otomatis menunda kenaikan ranah karena aturan Primordial dunia]


"Hmm apa artinya aku bisa naik kapan saja?"


[Bisa tuan, namun jika tuan melakukan itu sekarang dalam satu bulan tuan akan ditarik paksa ke alam lebih tinggi]


"Tapi Qing Long sudah lama di ranah Raja Kristal belum ditarik paksa?"


[Ding,,, karena Qing Long terikat kontrak dengan tuan jadi dia masih bisa lebih lama di alam ini]


"Nah jika begitu kenapa aku hanya satu bulan?"


[Itu karena tuan berbeda,, kondisi tubuh tuan yang memungkinkan terjadi seperti itu]

__ADS_1


Xiao Feng hanya mengangguk saja faham tidak faham, tapi sudahlah dia mensyukuri juga hal itu, kalau dia naik sekarang tentu dia tidak lama lagi di dunia manusia. Xiao Feng kemudian berdiri dan berjalan menuju ranjangnya,


"Ahh sangat melelahkan sekali, tidur semalam sepertinya tidak apa-apa!" gumam Xiao Feng bermonolog dan tak lama kemudian dia tertidur.


****


Hari pun telah berganti, cuaca cerah seolah menyambut kehidupan baru di ibukota Huangzhen yang kini sudah terbebas dari ancaman bahkan para warga pun sudah kembali, ada yang senang dan ada juga yang bersedih melihat rumahnya sudah hancur namun para warga tidak menyalahkan itu sebab dengan berakhirnya kejadian ini bagi mereka sudah merupakan berkah dan untuk rumah atau yang lain bisa dibangun kembali.


Xiao Feng yang sudah bangun dan berpakaian rapi dengan hanfu hitamnya yang mewah berjalan keluar dari kediaman bersama Pangeran Xiao Chen dan dibelakangnya Qing Long, Bai Hu, Zhu Que, Yuan Li, Ren Yan, Sun Xie, Sun Guan, Sun Ling'er dan Li Ying mengikutinya.


"Feng'er apa kau sudah lebih baik?" tanya Xiao Chen sambil berjalan.


"Sudah kakak, cederaku sebenarnya tidak terlalu parah dan bisa pulih dengan cepat namun kakak tahu sendiri gadis itu khawatir berlebihan!" ucap Xiao Feng yang membuat kakaknya tertawa kecil.


"Yah, begitulah wanita. Feng'er kakak sangat bangga memiliki adik sepertimu dan kini kau mendapatkan semuanya, kedudukan, status, pengakuan, kasih sayang dan cinta dari semua orang dan tentu kasih sayang ibu dari Ratu Feng Xuening. Kakak kemarin berbincang dengan Pangeran Feng Xueyue betapa ratu sangat menyayangimu seperti anaknya sendiri" ucap Xiao Chen dan Xiao Feng hanya menganggukkan kepala.


"Benar kakak, aku juga sangat bangga mempunyai kakak sangat hebat" ucap Li Ying, Xiao Feng tertawa dan mengacak rambut gadis cantik itu.


"Tetapi bagiku orang yang lebih berharga tentu adalah kalian yang rela mengikutiku dalam susah dan senang!" ucap Xiao Feng.


Tak lama kemudian mereka bertemu dengan Pangeran Feng Xueyue dan Feng Xi yang kebetulan juga baru keluar dari kediaman.


"Feng Jiejie!" ucap Sun Guan, Sun Ling'er dan Li Ying bersamaan lalu mereka bertiga berlari dan memeluk Feng Xi, Feng Xi hanya tertawa dan bergantian mengelus kepala ketiga anak muda itu. Tentu saja mereka sangat dekat dengan Feng Xi apalagi Sun Guan yang dulu sering digendong oleh Feng Xi.


"Feng Ge!" ucap Feng Xi yang melihat Xiao Feng, Xiao Feng berjalan mendekati Feng Xi dan Pangeran Feng Xueyue.


"Salam Pangeran Feng!" ucap Xiao Feng sambil menangkupkan tangan.


"Salam Pangeran Xiao Feng dan Pangeran Xiao Chen, wah seru sekali kalian ramai-ramai, kutebak kalian akan ke istana bukan?!" balas Feng Xueyue


"Benar Pangeran Feng, ayo kita berangkat bersama" Xiao Chen berkata. Mereka pun berjalan santai beriringan sambil menikmati suasana pagi menuju istana Kekaisaran Huangzhou.

__ADS_1


"Xixi apakah kau sudah mengabari ayah tentang hal ini?" tanya Xiao Feng.


"Sudah Feng Ge, semalam aku sudah mengabari ayah tentang hal ini dan tentu ayah sangat senang dengan kemenangan ini bahkan rencananya akan menggelar pesta ketika kita kembali dan ingin mengundangmu" jawab Feng Xi


"Syukurlah, aku belum mengabari ayah mungkin nanti setelah aku dan kakak kembali baru sekalian memberitahu" ucap Xiao Feng. Memang semalam Feng Xi sudah mengabari Raja Feng Xiong bahwa peperangan telah usai dan dimenangkan oleh pasukan gabungan kerajaan, Pangeran Bi Yao pun juga sudah mengabari termasuk Shi Jian yang mengabari istana Shangzhou dan Putri Huang Xiwen juga sudah berangkat dari Shangzhou menuju istana bersama dengan putri Shi Luzi menuju istana kekaisaran Huangzhou.


Mereka pun sampai di istana dan disambut oleh Huang Zhi Yan, Shi Jian dan Bi Yao yang sudah datang.


"Salam Pangeran Xiao Feng, Pangeran Xiao Chen, Pangeran Feng Xueyue dan Putri Xiyun!" ucap Huang Zhi Yan sambil menangkupkan tangan dan tentu dibalas oleh mereka.


"Mari masuk!" lanjut Huang Zhi Yan dan mereka pun memasuki aula istana dan duduk berkumpul dikursi yang sudah disediakan.


"Pertama aku sekali lagi mengucapkan terimakasih atas bantuan Pangeran Xiao Feng dan ada hal yang ingin aku bicarakan!" ucap Huang Zhi Yan setelah mereka duduk.


"Apa itu pangeran?" tanya Xiao Feng. Huang Zhi Yan menghela nafasnya sejenak.


"Melihat kontribusi Pangeran Xiao Feng yang begitu memperhatikan kekaisaran dan rakyat dunia aku memutuskan akan memberikan jabatan kaisar kepada pangeran!" ucap Huang Zhi Yan dan tentu membuat semua orang terkejut lalu Kasim datang membawa sebuah gulungan, Huang Zhi Yan mengambilnya dan memberikan kepada Xiao Feng.


"Kumohon Pangeran bisa melindungi rakyat dan semoga kekaisaran ini makmur selamanya!" ucap Huang Zhi Yan, Xiao Feng menghela nafasnya lalu berkata.


"Pangeran bukan aku menolak, namun aku tidak pantas menduduki posisi ini dan terlebih aku sendiri melakukan semua ini murni karena aku tidak ingin kekaisaran hancur, aku memang tidak memiliki keberanian untuk posisi ini" ucap Xiao Feng


"Dan aku sendiri ingin menghabiskan waktu dengan bertualang didunia kultivator dan tidak ingin terlalu terikat dengan status, aku rasa pangeran lebih pantas menduduki ini dan aku yakin dibawah kepemimpinan pangeran kekaisaran Huangzhou akan makmur!" lanjut Xiao Feng, Huang Zhi Yan pun faham dengan kata-kata Xiao Feng dan tidak bisa memaksanya.


"Benar Pangeran sebelumnya adikku ini menolak ditawarkan menjadi Youngzhou malah menyuruhku menjadi penerus padahal dalam aturan harusnya dia yang menduduki itu karena putra dari Ratu sah mendiang Ratu Hua" ucap Xiao Chen menimpali.


"Hmm jika seperti itu baiklah, aku berjanji kepada Pangeran Xiao Feng, tidak,, aku berjanji pada kalian semua kalau aku akan melakukan tugas dengan baik sebagai kaisar" ucap Huang Zhi Yan sambil melihat semua orang.


"Kami juga sangat setuju lagipula pangeran adalah putra sah dari mendiang kaisar Bianfeng" ucap Feng Xueyue yang diangguki semua orang. Akhirnya Huang Zhi Yan pun menganggukkan kepala.


"Baiklah jika begitu,, sudahlah ayo kita sarapan dulu kalian harus mencoba makanan terbaik di kekaisaran Huangzhou" ucap Huang Zhi Yan dan mereka pun melakukan makan bersama.

__ADS_1


"Feng Ge masakanmu jauh lebih enak" bisik Feng Xi disela kegiatan makan bersamanya, Xiao Feng hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


**** bersambung ****


__ADS_2