
****
Xiao Feng dengan mudah menghindari setiap serangan boneka kayu, biarpun hanya bersenjata pedang kayu namun ternyata sangat tajam juga, Xiao Feng berguling dilantai lalu menendangkan kaki kaki kanan ke atas tepat ke arah boneka kayu didepannya.
"Wuuut!"
"Brakk!"
Boneka kayu hancur berantakan terkena tendangan Xiao Feng namun ajaibnya pecahan boneka kayu yang berserakan kembali lagi menyatu dan kekuatannya bertambah satu tingkat dari yang tadinya di Raja Berlian *2 kini naik jadi *3, Xiao Feng bahkan Lin Mei Ling yang melihat juga sangat heran, namun Xiao Feng tidak berfikir panjang secepatnya dia menghindari serangan boneka kayu lainnya dari arah belakang.
Dengan kipasnya Xiao Feng berhasil menahan tebasan pedang kayu.
"Trankk!"
Lalu Xiao Feng melompat ke samping kanan ketika dia merasakan sambaran angin berada di sisi kirinya. Xiao Feng kemudian berinisiatif menyerang, beberapa kali dia menghancurkan para boneka kayu dan beberapa kali pula boneka itu kembali lagi utuh dengan kekuatannya terus meningkat sampai akhirnya sudah mencapai ranah Raja Kristal *1. Lin Mei Ling yang menyaksikan hanya menggigit bibir indahnya.
"Andai saja kultivasiku tidak ditekan, mungkin aku bisa membantu Feng!" Gumamnya lalu melihat kembali dengan kedua matanya, Lin Mei Ling menggunakan penglihatannya sehingga boneka kayu menjadi lebih besar dan gadis itu bisa melihat setiap detil dari boneka kayu itu. Terlihat jelas ada garis-garis samar kehijauan dan sebuah benda sangat kecil berada di punggung boneka itu berbentuk seperti kertas mantra.
"Feng coba kau lihat dibelakang punggung mereka ada kertas kecil, kurasa itu kelemahannya!" Ucap Lin Mei Ling, Xiao Feng yang masih sibuk bertarung pun segera menggunakan teknik matanya. Biarpun tidak seperti teknik mata Lin Mei Ling yang bisa memperbesar objek seolah menjadi dekat, mata Xiao Feng tentu memiliki penglihatan lebih detail seperti melihat jalur dan titik meridian maupun menembus organ dalam tubuh.
"Brengsek kenapa tidak terpikirkan!" Ucap Xiao Feng yang melihat ada kertas mantra kecil berwarna putih kehijauan dipunggung boneka kayu. Xiao Feng kini mengubah taktiknya dia menggunakan elemen ruang dan waktu untuk berpindah dengan cepat ke belakang boneka kayu.
"Sreet!"
Xiao Feng muncul dibelakang salahsatu boneka kayu dan dengan cepat tangannya merenggut kertas mantra dan benar saja boneka kayu itu langsung diam, Xiao Feng langsung memukulkan tangan kanannya.
"Brakkk!".
Boneka kayu itu hancur berantakan namun tidak kembali lagi bersatu tetapi tetap pecahan kayunya teronggok dilantai.
"Rupanya benar kata Mei Ling ini adalah kelemahannya,, terimakasih Mei Ling telah membantuku!" Seru Xiao Feng dan Lin Mei Ling hanya tersenyum sebagai jawaban. Xiao Feng bergerak lagi dan kini dia berhasil menghancurkan dua boneka kayu lainnya.
__ADS_1
Setelah selesai Xiao Feng langsung menelan sebuah pil, ya pertarungan tadi cukup memakan banyak energi. Lin Mei Ling mendekati Xiao Feng yang sudah berdiri.
"Terimakasih Mei Ling berkatmu aku bisa mengalahkan boneka kayu sialan ini!" Ucap Xiao Feng sambil tersenyum.
"Tidak masalah lagipula aku heran kenapa boneka itu kembali utuh setelah kau hancurkan, maka aku menyimpulkan pasti ada kelemahan atau pengendalinya" jawab Lin Mei Ling.
Ketika mereka sedang berbincang tak lama kemudian dari arah samping kanan tiba-tiba terdengar suara berdesir lalu dinding ruangan seukuran perlahan bergeser dan menunjukan sebuah lorong disertai anak tangga, kedua anak muda itu saling memandang dan menganggukkan kepala lalu memasuki lorong dan menaiki tangga.
Xiao Feng dan Lin Mei Ling pun sampai dilantai ke empat dan lagi-lagi ruangan itu banyak rak yang didalamnya ada puluhan atau ratusan senjata berbagai jenis. Yang membuat Xiao Feng terkejut senjata-senjata itu berada ditingkat 7 dan 8 serta ada satu buah pedang diatas meja yang terletak ditengah ruangan. Xiao Feng dan Lin Mei Ling berjalan mendekati meja dan melihat pedang serta sarungnya berwarna biru muda sangat indah dengan ukuran bunga teratai putih kebiruan disarungnya.
Xiao Feng membaca sebuah tulisan kecil yang terukir dibadan pedang. "Pedang Hujan Angin Timur" gumam Xiao Feng.
"Kenapa namanya aneh sekali"
"Ada apa Feng?" Tanya Lin Mei Ling yang melihat Xiao Feng menundukkan kepala lalu bergumam.
"Ini nama pedangnya Pedang Hujan Angin Timur sebuah nama yang sedikit menggelikan" jawab Xiao Feng dan Lin Mei Ling juga membaca tulisan itu.
"Sistem identifikasi"
Nama : Pedang Hujan Angin Timur
Jenis : Pedang
Elemen : Angin, Air
Tingkat : 9
Bahan : ???
Pengguna : Khusus untuk yang memiliki elemen angin dan air
__ADS_1
Xiao Feng mengangguk faham lalu mengangkat pedang itu dan mengelusnya, dia mengagumi bentuk pedang yang indah dan sangat halus namun tajam, menimbang bobotnya pedang itu ringan namun sangat keras.
"Mei Ling ini adalah keberuntungan mu" ucap Xiao Feng sambil melihat Lin Mei Ling.
"Maksudmu Feng?"
"Ehmm pedang ini aku berikan kepadamu karena kau telah membantuku lagipula pedang ini hanya cocok untukmu" ucap Xiao Feng lalu menyerahkan pedang itu kepada Lin Mei Ling, namun gadis itu malah tersenyum dan menolaknya.
"Kau yang bekerja keras dari sebelum memasuki menara sampai dilantai empat ini, aku hanya menonton saja. Jadi akan lebih baik jika kau yang menyimpannya" ucap Lin Mei Ling, Xiao Feng menghela nafasnya sejenak.
"Begini,, pedang ini hanya bisa digunakan oleh kultivator yang memiliki elemen angin dan air/es, biarpun aku juga memiliki elemen tersebut namun akan lebih baik kau yang memakainya karena memang pedang ini cocok untuk perempuan lagipula aku kan sudah memiliki dua pedang" ucap Xiao Feng, sejenak Lin Mei Ling meragu akan menerima namun Xiao Feng langsung saja menggenggamkan pedang itu ke tangan Lin Mei Ling.
Secara ajaib tiba-tiba pedang itu bergetar lalu perlahan melayang dan berputar pelan, tak lama kemudian pedang itu kembali ke tangan Lin Mei Ling. Kini pedang itu sedikit bercahaya ketika telah bersentuhan dengan tangan Lin Mei Ling.
"Lihat benarkan apa yang kubilang kalau pedang itu cocok denganmu, tadi ketika kusentuh pedang itu tidak bersinar tapi setelah kau pegang malah bersinar" ucap Xiao Feng sambil tersenyum senang, Lin Mei Ling menunduk malu-malu lalu mengelus pedangnya dalam hati dia senang mendapat senjata tingkat 8 namun bukan itu yang membuat hatinya senang tetapi dia senang karena yang memberinya adalah Xiao Feng, pemuda yang telah mencuri hatinya sejak pertemuan pertama kali di Alam Roh.
"Apa kau mau sesuatu yang lain lagi?"
"Tidak Feng ini saja sudah cukup berharga buatku kalau kau ingin mengambil sisanya boleh saja" ucap Lin Mei Ling lalu mengambil sarung pedang dan memasukkan pedangnya. Senyum dibibirnya tidak pupus sambil memeluk pedang itu, Xiao Feng sendiri hanya tersenyum lalu dengan semangat memasukkan semua rak yang berisi senjata itu ke dalam cincin penyimpanannya.
"Kurasa cincin penyimpanan ku sudah hampir penuh, mungkin aku akan memindahkan ini nanti ke gudang istana didunia jiwa" gumam Xiao Feng.
"Ayo Mei Ling kita keluar kurasa tidak ada hal lain lagi, aku mengira ada lima lantai ternyata empat lantai saja"
"Ya ayo!"
Keduanya keluar dari ruangan lantai empat dan menuruni tangga untuk sampai dilantai satu, tidak lupa juga Xiao Feng dengan rakus memindahkan setiap benda yang ada dilantai tiga, dua dan satu ke dalam cincinnya. Lin Mei Ling sendiri hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Feng kenapa kau suka sekali harta?"
"Hmm aku emang menyukai harta bukan untuk diriku sendiri tetapi untuk bawahanku dan keluargaku dan persiapan bekal ketika aku menikah aku tidak ingin bertualang lagi tetapi menghabiskan waktu bersama istri dan anakku nanti" ucap Xiao Feng sambil berjalan keluar dari menara, Lin Mei Ling yang mendengar itu tersenyum.
__ADS_1
"Apa dia secara tidak langsung mengatakan ingin aku jadi istrinya,, ah aku tidak boleh berspekulasi terlalu jauh mungkin Feng sudah memiliki kekasih, tidak mungkin pemuda seperti dia belum memiliki kekasih, tapi jika benar aku tidak tahu harus berbuat seperti apa" gumam Lin Mei Ling, lalu dia berjalan menyusul Xiao Feng.
***Bersambung***