
********
Sementara itu Ying Chan saat ini sedang berada di sebuah hutan dia memacu tunggangannya dengan cepat menerobos pepohonan, tak lama kemudian dia sudah berada didepan gua. Bau harum yang tajam menusuk hidungnya namun dia tidak memperdulikan dan masuk ke dalam, tampak tulang dan tengkorak manusia bertebaran di sekitar gua.
Diujung dalam gua ada asap tipis membumbung menutupi pandangan, samar-samar dari balik asap ada sosok wanita yang diperkirakan berumur 60 tahun yang duduk di atas bantal usang. Di sekitarnya terdapat sepuluh dupa menebar bau harum. Wanita ini kurus dan keriput dan hidungnya bengkok menyerupai paruh gagak pandangan matanya tajam menatap dingin ke setiap pandangannya.
"Sudah lama tidak ada tamu yang datang, katakan apa tujuanmu" wanita itu menegur. Ying Chan membungkuk dan menangkupkan tangan.
"Nenek Ci Wuya ahli sihir dari klan Gagak, aku Ying Chan dari kerajaan Angin Timur ingin meminta bantuanmu"
"Hmm" wanita seram itu yang disebut Ci Wuya bergumam "Aku pernah mendengar namamu, bukankah kau Jendral Kerajaan Angin Timur, aku bisa menebak kau saat ini dalam masalah besar"
Ying Chan menganggukkan kepala " aku ingin meminta bantuanmu untuk membunuh seseorang dan ini imbalan yang kuberikan" lelaki itu kemudian mengeluarkan kantung kain dari balik pakaiannya lalu melemparnya, Ci Wuya menangkap lalu membuka kain itu dan menuangkan isinya di telapak tangan. Sepasang mata nenek itu berkilat ternyata itu adalah batu giok dan inti kristal, dengan cepat Ci Wuya menelan semuanya.
Ci Wuya tertawa cekikikan sambil mengusap bibirnya dia menatap Ying Chan "Imbalan sudah kuterima, katakan siapa yang ingin kau bunuh?"
"Ao Xuan yang saat ini menjabat sebagai raja di Angin Timur"
Ci Wuya luruskan lehernya lalu tertawa "Aku sudah menduga kalau itu tujuanmu, bukankah dulu kau pernah memiliki hubungan dengan istri Ao Xuan"
"Benar dan Jing Mi sudah meninggal bunuh diri dengan melompat ke jurang satu hari yang lalu" Ying Chan berucap lirih.
"Aku turut prihatin dengan nasibmu, namun aku perlu mengetahui keadaan korban sebelum melakukan sesuatu" ujar Ci Wuya.
"Dia sangat kuat berada di ranah Raja Perak *5 dan memiliki teknik luar biasa, namun dari sekian banyak teknik hanya dua yang kuketahui yaitu Teknik Lima Api Kutukan Langit dan Tendangan Pencabut Roh" Ying Chan menjelaskan.
__ADS_1
"Hmm aku akan lihat dulu keadaan jika dewa merestui kau akan beruntung aku akan menyihirnya sampai mati dan kau diam ditempat" Ci Wuya mengambil dua dupa berasap lalu merapal mantra aneh sambil menutup mata kemudian dari mulut dan telinganya keluar asap tipis berbau harum menusuk hidung. Setelah beberapa saat asap yang keluar sirna. Ci Wuya meletakkan dupa dan membuka kedua matanya.
"Ying Chan nasibmu buruk, aku tidak bisa membunuhnya langsung dengan sihirku"
Berubahlah raut wajah Ying Chan " Mengapa bisa begitu Nenek Ci?"
"Dewa ternyata memberi perlindungan padanya dan teknik Tendangan Pencabut Rohnya sangat hebat tidak bisa ditembus"
Ying Chan merasa putus asa dia mengepalkan tangannya erat namun Ci Wuya malah tertawa "Kau tenang saja biarpun tidak bisa dibunuh namun aku bisa membuat Ao Xuan menderita mati tidak hidup pun tidak"
"Aku tidak mengerti" Ying Chan mengerutkan kening heran.
"Kau tidak perlu mengerti, yang jelas kau tidak perlu takut dengan pembalasan dendam Ao Xuan, selama langit membentang. Orang itu tidak akan mengganggumu dan mati perlahan, kau sebaiknya pulang dulu" Ci Wuya berucap dan Ying Chan tidak menjawab dia menangkupkan tangan lalu meninggalkan gua.
******
"Jing Mi, bagaimana mungkin barusan aku mengubur dirimu" gumam Ao Xuan. Bayangan itu melambaikan tangannya seolah memanggil Ao Xuan untuk menghampirinya.
"Ao Xuan,, Suamiku,, tolong aku keluarkan aku dari alam gelap ini,,,"
"Suara itu,, itu suara Jing Mi..."
"Suamiku,,, cepat tolong aku,, aku kesepian dan kedinginan,,,"
Mulanya Ao Xuan merasa takut dan bimbang dia menggosok matanya lagi lalu menampar pipinya " Aku tidak bermimpi ini memang Jing Mi" Ao Xuan turun dari lebahnya dan berlari ke arah bayangan itu dan tidak memperhatikan lagi jalan yang dilewatinya, ketika sudah dekat dia melompat melewati semak dan kakinya mendarat di tanah berlubang sedalam betis. Ao Xuan mengangkat kakinya namun dia sangat kaget ketika kakinya tidak bisa digerakkan dan tak lama kemudian terdengar suara seperti air mendidih lalu dari lubang tanah perlahan muncul cairan hitam dan dengan cepat mengeras memendam kaki Ao Xuan ke dalam tanah.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" Ao Xua bergumam lalu membungkuk dan meraba cairan mengeras yang memendam kakinya.
"Besi...?" Ao Xuan mencoba mengangkat kakinya namun tidak bisa, dia lalu mengalirkan qi ke tangannya dan memukul benda itu.
" Boom,,boom"
Suara ledakan tercipta dan menerbangkan tanah, namun benda itu tidak bergeming sedikitpun, jangankan hancur retak sedikit saja pun tidak. Ao Xuan tidak menyerah dia mengeluarkan pedangnya dan menebaskan ke benda itu.
"Lima Api Kutukan Langit"
"Wusshh... boomm...boomm"
Berulangkali menyerang namun hasil sama benda itu dengan kokoh masih memendam kakinya, Ao Xuan yang kelelahan terduduk dan segera menelan sebuah pil.
"Jing Mi,, apa yang terjadi?"
Bayangan itu mendekati Ao Xuan, wajah cantik Jing Mi bisa terlihat jelas namun ketika sudah berada lima langkah didepannya wajah itu perlahan berubah menjadi sebuah tengkorak dengan api menyala dikedua rongga matanya.
"Kau bukan Jing Mi, kau roh jahat" teriak Ao Xuan.
"Ao Xuan, nasib buruk menimpamu kau akan terpendam dan membusuk lalu mati perlahan ditempat ini, haha" sosok aneh itu tertawa menyeramkan, Ao Xuan bergidik "Aku yakin kau suruhan orang, siapa yang menyuruhmu"
"Kau akan mendapat jawabannya lama sekali" Setelah berkata dan tertawa sosok aneh itu menghilang dikegelapan malam. Ao Xuan berteriak dan menghantam ke arah sosok aneh, sinar hitam kemerahan mengenai sosok itu dan menghancurkannya, tulang dan tengkorak berjatuhan ke atas tanah, Ao Xuan lalu menghantam lagi besi dibawah kakinya, namun akhirnya lemas dan dia jatuh terduduk di tanah.
"Aku yakin ini perbuatan si bangsat Ying Chan, keparat itu tunggu saja waktunya kalau aku terbebas dari sini akan ku kejar kau sampai ke ujung dunia, jika sudah matipun akan ku kejar kau ke Alam Akhirat" Ao Xuan mengepalkan tangannya erat.
__ADS_1
***** bersambung