
"Sistem Status"
[Status]
Nama : Xiao Feng
Umur : 21 tahun
Ras : Manusia
Gelar : Pangeran Kedua Yongzhou,Tuan Muda Elegan,Tuan Muda Misterius
Level : Alam Raja Perunggu *2
Garis Keturunan : Tubuh Surgawi
Skill :
• Teknik Pelahap Bintang
• Teknik Pedang Membelah Langit (100%)
• Teknik Tapak Dewa Naga (100%)
• Langkah Bayangan (100%)
• Mata Ruang (100%)
• Teleportasi (100%)
• Mata Ilusi (100%)
Elemen :
• Es Abadi (100%)
• Api Emas (100%)
• Racun (100%)
• Ruang dan Waktu (100%)
• Petir Hitam (100%)
Job :
• Alkemis (Surgawi)
__ADS_1
• Tabib (Surgawi)
• Array (Surgawi)
Point Sistem : 35.870.320
Point Pengalaman : 13.483.000 (23%)
Point Pemahaman : 40.000
Shop :
Penyimpanan :
• Pedang Dewa Elemen (8)
• Kipas Elemen(7)
• 1 kotak sedang perak
• 1 kotak besar emas
• 2 pil Dewa Obat
"Eh kenapa ada elemen petir ditubuhku?" Xiao Feng berkata heran dia mengerutkan kening ketika melihat tampilan sistem ada elemen baru.
Xiao Feng yang faham hanya mengangguk dan sangat senang, kini elemen yang dikuasainya bertambah dengan begitu akan sangat membantu dalam pertarungan.
Xiao Feng puas dengan peningkatannya ini, dia menutup sistemnya dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai dan berpakaian rapi Xiao Feng bercermin menggelung rambutnya dan meletakkan mahkota kecil yang diganjal tusuk konde.
"Entah perasaanku atau memang aku semakin tampan saja" gumam Xiao Feng yang terlihat membolak-balikkan wajahnya kiri ke kanan. Tak lama kemudian Bai Hu muncul melompat dari arah jendela.
"Meoow..Tuan memang lebih tampan,, aku yakin nona Feng akan tambah jatuh cinta, dan selamat Tuan telah berhasil menerobos ke Alam Raja" Bai Hu berkata dengan senang, dia menggesek-gesekkan kepalanya ke kaki Xiao Feng
"Haha kau pintar sekali menggoda orang,, terima kasih Bai Hu, aku ingin makan sesuatu ayo ikut aku ke restoran Fengyun,," ajak Xiao Feng dan melemparkan inti kristal ke Bai Hu, Bai Hu menangkapnya dan melompat ke pundak Xiao Feng.
*****
Keesokan harinya ketika matahari baru mulai naik untuk menyapa setiap mahluk di dunia, disebuah tepi hutan gunung Wen sudah berdiri sekumpulan orang. Orang-orang itu adalah pejabat dan mentri istana Youngzhou, mereka menunggu kedatangan Xiao Dong untuk membuka perburuan musim gugur. Ketiga Pangeran sudah berjejer dan duduk di kudanya masing-masing, dibelakangnya 10 pengawal tampak berbaris rapi termasuk Yuan Li, Ren Yun dan Ren Yan berbaris dibelakang Xiao Feng.
"Kakak kedua sebaiknya kau istirahat saja didalam hutan sangat berbahaya aku khawatir dengan kondisimu" Xiao Jun berkata dan tersenyum meremehkan.
"Xiao Jun apa maksud perkataanmu?" sahut Xiao Chen
"Tidak apa-apa kakak,, adik ketiga sangat pengertian, tidak usah diperpanjang" Ucap Xiao Feng. Xiao Jun hanya menyeringai mendengarnya. Xiao Chen menggeram kesal.
Dan yang ditunggu pun tiba, semua orang berlutut ketika Xiao Dong berjalan menuju singgasana ditemani Kasim Luan. Kemudian Xiao Dong berdiri di singgasana.
__ADS_1
"Para menteri berdiri"
"Terima kasih Raja"
Xiao Dong kemudian melirik Kasim Luan dan menganggukkan kepalanya,Kasim Luan pun segera memerintahkan pengawal memukul gendang peresmian.
"Dukk..dukk..dukk"
Suara gendang bertalu-talu menggema dikesunyian hutan gunung Wu, mendengar bunyi gendang ketiga pangeran segera melesat masuk ke hutan Wen dengan Xiao Jun melesat terlebih dahulu, Xiao Chen tidak mau kalah dia segera memacu kudanya.
"Adik ayo bergegas"
Xiao Feng yang mendengar itu hanya tersenyum dia dengan santai memacu kudanya berjalan diikuti pengawalnya memasuki hutan Wen.
Xiao Jun langsung memacu kuda dengan cepat " Heeahh.. Kalian cepat ikuti aku target kita serigala bukan ayam gunung atau kelinci" Xiao Jun berkata dan memacu kudanya ke arah barat. Sementara Xiao Chen yang sudah berada di sisi Utara mengambil busur dan melesatkan anak panah ke arah rusa yang sedang merumput. Namun seolah merasakan bahaya rusa itu menghindar dengan gesit dan lari melompat-lompat.
"Aku benci rusa sialan itu" Xiao Chen mengejar dengan diikuti pengawalnya.
Xiao Feng yang berada ditengah hutan terlihat santai sambil membaca buku laporan, dia duduk di kursi dan didepannya ada meja kecil. Yuan Li yang berada disamping tampak sedang menyeduh teh. Setelah asap terlihat dari poci Yuan Li menuangkan teh ke tiga gelas di meja Xiao Feng.
"Pangeran ini adalah Teh Hijau Jiangnan, Teh Bunga Plum dan Teh Hujan Yuquan"
"Teh Bunga Plum" ucap Xiao Feng. Yuan Li menyodorkan gelas yang berisi teh bunga Plum dan Xiao Feng meminumnya, dia tersenyum lalu meminta Yuan Li menyajikannya lagi.
****
Xiao Jun mengehentikan kudanya dan melihat ke atas, seekor elang terbang berputar namun dia tidak tahu kalau elang itu adalah mata-mata Xiao Feng, Xiao Jun mengarahkan busurnya dan melesatkan panah. Elang itu dengan mudah menghindari serangan panah Xiao Jun dan membuatnya kesal.
"Kenapa diam saja cepat kejar"
Xiao Feng yang telah mengetahui itu kemudian berkata kepada Ren Yun dan Ren Yan
" Kalian berdua sudah waktunya cepat bergerak"
Setelah mendengar perintah Xiao Feng, Ren Yun dan Ren Yan membawa 5 pengawal masuk ke dalam hutan. Xiao Jun masih mengejar elang itu dan beberapa kali melesatkan panah namun gagal, dia menggeram marah dan terus memacu kudanya masuk lebih jauh ke dalam hutan, pengawal dibelakangnya menyusul.
"Pangeran jangan kejar lagi,, kita tidak bisa melewatkan buruan lain hanya dengan seekor elang" teriak salahsatu pengawal. Xiao Jun menghentikan kudanya. Memang elang itu sudah di atur oleh Xiao Feng untuk mengelabui Xiao Jun agar dia kehabisan waktu dan mendapatkan sedikit buruan, rupanya Xiao Jun terken pancingan Xiao Feng. Xiao Jun kemudian memutar kudanya kembali memburu hewan lain.
Sementara itu di tempat lain sekelompok orang memperhatikan para pangeran. Paling depan yang sedang duduk diatas kuda merupakan seorang gadis berusia 23 tahun memiliki kecantikan satu tingkat dibawah Feng Xi dengan mata bulat dan tajam menyiratkan seseorang yang cerdas dan penuh ambisi dari auranya dia memiliki kultivasi di Alam Bumi *4. Mengenakan pakaian yang pas melekat di tubuh eloknya. Gadis itu adalah Chen Nian Matriak keluarga Chen yang juga menduduki posisi Mentri Hukum di pengadilan istana Youngzhou. Chen Nian mengamati para pangeran yang sedang berburu.
"Kemampuan memanah para pengeran cukup bagus Nona" kata seorang pengawal wanita di samping Chen Nian.
"Semua penjaga melepaskan hewan peliharaan dungu yang dipelihara di peternakan, jika kau yang memanah mungkin kau akan memanah semuanya dalam waktu singkat" ucap Chen Nian
"Jika Nona yang maju takutnya para pangeran bukan tandingan Nona,, namun aku tetap harus mengatakan kalau ini hal resmi untuk nona dalam memilih suami" tetua dibelakangnya berkata.
"Aku memang memilih suami,, namun hanya beberapa kandidat yang cocok dari daftar yang ada padamu " kata Chen Nian sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
**** bersambung