
****
"Langit dan bumi bersaksi, diantara keduanya ada Dewa yang bersaksi. Anak manusia Du Yan apakah kau bersedia menjadi saksi hidup dibawah langit dan bumi"
Seorang lelaki paruh baya menganggukkan kepala "Aku siap selama apa yang akan terjadi menjadi tanggung jawab mereka"
Nenek Liu mengeluarkan lengkingan dari mulutnya lalu mengeluarkan kayu hitam dari balik bajunya dan melemparkan ke arah perapian. Kayu terbakar dan mengeluarkan aroma harum.
"Syarat pernikahan di Alam Roh adalah pengantin lelaki dan perempuan, jika gadis pilih yang masih perawan jika janda pilih yang masih belum lewat tujuh hari atau harus menunggu dua puluh empat bulan purnama. Ada saksi di langit dan bumi, ada saksi manusia. Bukit Cinta, malam ini aku dikuasakan oleh langit untuk mengesahkan pernikahan Ying Chan dan Jing Mi. Perkenankan sepasang pengantin bersatu raga diatas ranjang batu"
Saat itu terjadi hal aneh, batu besar bergoyang sebanyak lima kali. Jing Mi merasakan dadanya berdebar wajahnya seolah tidak berdarah, terbayang peristiwa empat hari lalu ketika dia melakukan hal yang sama dengan Ao Xuan. Nenek Liu melempar kayu yang terbakar dan kayu itu berputar membuat simbol aneh dan harum menyebar ke segala arah.
"Batu telah memperkenankan, sepasang pengantin berpegangan tangan dan berjalan memutari batu dari kanan ke kiri sebanyak tiga kali, lalu lepaskan pakaian kalian dan naik ke atas batu. Disitu kalian harus melakukan kewajiban pertama sebagai suami istri yang sah"
Nenek Liu memberi isyarat kepada Du Yan, pria paruh baya itu mengangguk dan mengeluarkan tikar lalu membentangkannya di atas batu. Nenek Liu mengeluarkan kendi kecil berisi herbal harum dan meletakkan di atas batu kemudian mundur dan bersila sambil terus meracau pelan.
Ying Chan dan Jing Mi kemudian berpegangan tangan dan berjalan memutari batu, setelah memutari batu tiga kali Ying Chan segera melepas pakaiannya namun Jing Mi tidak segera melakukan hal yang sama.
Dari arah kegelapan tiba-tiba nenek Liu berkata.
"Jika ada keraguan di salahsatu pihak, maka pernikahan ini batal"
"Jing Mi segera lepaskan pakaianmu"bisik Ying Chan, Jing Mi tidak menjawab dia sekilas melihat Ying Chan seperti bayangan Ao Xuan, maka dari itu Jing Mi diam saja ketika Ying Chan mulai melepas tali ikat pinggangnya.
Pada saat itulah terdengar suara mendengung seperti lebah dikejauhan mendekat ke arah Bukit Cinta, semua orang tersentak kaget.
Jing Mi memutar kepalanya ke arah suara dan bergumam lirih "Ao Xuan,,," bibirnya bergetar " aku mengenali suara tunggangannya"
__ADS_1
Ying Chan yang merasa ada gelagat tidak beres bergegas membuka seluruh pakaian Jing Mi dengan cepat.
Laksana petir, bayangan hitam melesat turun dengan cepat ke bawah disertai dengungan suara lebah. Tiupan angin keras menerbangkan tikar dan kendi yang mengeluarkan aroma harum diatas batu.
"Boom..."
Tiga pasang kaki mendarat ditanah menimbulkan suara keras, tiga pasang kaki ini adalah kaki dari lebah besar. Keanehan lebah itu adalah ada sepasang tanduk dikepalanya dan mata merah menyala. Seorang pria muda berwajah tampan duduk diatasnya.
"Ao Xuan"
Jing Mi berseru ketika melihat siapa yang duduk diatas lebah besar itu yang tak lain adalah suaminya sendiri. Bagaimana bisa terjadi bukankah suaminya tewas terbunuh. Jing Mi menatap Ying Chan, namun pria muda itu hanya tertegun dan mematung diam. Jing Mi hendak menghambur ke Ao Cuan, namun ketika sadar tubuhnya tidak tertutup pakaian karena tadi Ying Chan sempat melepas semua pakaiannya, Jing Mi mengambil pakaiannya dan memakai dengan tergesa-gesa.
Walau matanya laksana tertusuk pedang api melihat keadaan istrinya, Ao Xuan tidak memperdulikan gadis itu, dia menatap ke arah Ying Chan lalu melesat dari lebahnya.
"Ying Chan keparat,, berani sekali kau mengkhianatiku, busuk sekali sifatmu menggunting dalam lipatan" teriak Ao Xuan.
"Tidak perlu penjelasan, aku sudah tahu apa yang terjadi lebih dari itu aku sudah membuktikan isi dari kepalamu, kau sangat keji" rambut Ao Xuan berjingkrak saking marahnya.
"Ao Xuan tunggu dulu"
"Bangsaatt cukup kau beromong kosong, kau menjebakku mengatakan ada sekelompok orang yang berniat memberontak di kerajaanku, kau membawaku ke Lembah Tengkorak dan disana sudah menunggu orangnmu di bantu She Mo siluman dari klan ular. Kau begitu yakin aku terbunuh dan berkata kepada Jing Mi kalau aku sudah tewas agar kau dapat menikahinya. Namun Dewa masih menolongku, dasar pengkhianat busuk malam ini kau ditakdirkan darahmu mencuci Pedang Pelebur Jiwaku" ucap Ao Xua lalu mengeluarkan pedang panjang berwarna putih.
"Suamiku Ao Xuan" teriak Jing Mi, namun Ao Xuan menjawab dengan membentak.
"Gadis tidak berbudi, mana kesetiaanmu,,!!"
"Suamiku,,"
__ADS_1
"Jangan panggil aku suamimu!! tiga hari kau menjadi istriku namun belum satu Minggu kau ku nikahi dengan tega memberikan hati dan tubuhmu kepada lelaki lain"
"Suamiku,, aku tertipu. Aku..."
"Kau tidak tertipu, tapi kau menipu diri sendiri" Ao Xuan mendorong tubuh Jing Mi hingga terjengkang diatas batu besar.
Nenek Liu dan Du Yan saling berbisik melihat itu.
"Tidak kusangka kejadiannya seperti ini, sebaiknya kita lekas pergi dari sini" ucap nenek Liu, Du Yan mengangguk dan keduanya melesat menghilang dikegelapan malam.
Dengan berteriak keras Ao Xuan melesat ke arah Ying Chan, tangannya diulurkan ke depan menebaskan pedang putihnya, lima sinar berwarna merah kehitaman keluar dan bergerak dengan cepat ke arah Ying Chan.
"Lima Api Kutukan Langit" teriak Ying Chan kaget, dia mengenali teknik Ao Xuan, itu adalah teknik terkuat Ao Xuan dan menyadari kalau Ao Xuan benar-benar ingin membunuhnya.
Dengan cepat Ying Chan menjatuhkan dirinya berguling ke balik batu, sinar merah itu melesat dua jengkal disampingnya dan menghantam pohon dibelakangnya menimbulkan suara seperti dibakar namun tidak ada api, saat Ying Chan melihat ke pohon itu tampak gosong dan mengkerut menjadi pohon kering tanpa daun.
Ying Chan sadar dia dalam bahaya sebab selain kekuatannya dua tingkat dibawah Ao Xuan, Ao Xuan baru mengeluarkan satu dari banyak teknik hebat lainnya.
Ying Chan melompat bangkit dia mengeluarkan pedang pendek terbuat dari batu berwarna hitam, konon batu itu merupakan batu meteor yang jatuh sekitar satu juta tahun silam dan mengendap di kawah gunung berapi. Kekuatannya tidak main-main sebab bisa memotong besi seperti memotong tahu dan penggunaannya cukup mudah tidak harus ditegaskan tapi bisa dilempar ke arah lawan dan pedang pendek itu akan bergerak sendiri menyerang lawannya.
"Pedang Bintang Pemusnah" Ao Xuan berujar sebab dia tahu kalau senjata itu merupakan salahsatu dari enam senjata pusaka didunia Alam Roh dan menduduki peringkat kelima.
"Haha apa kau sudah takut Ao Xuan" Ying Chan tertawa mengejek, Ao Xuan hanya mendengus kecil.
"Bahkan jika kau mempunyai keenam pusaka Alam Roh aku tidak takut" ucap Ao Xuan,
"Haha, aku sudah meminta waktu untuk memberi penjelasan tapi kau mendesak seperti dikejar roh jahat, jangan salahkan aku kalau kau sebentar lagi menjadi roh"
__ADS_1
**** bersambung