Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 324 Meninggalkan Kota Angin


__ADS_3

Xiao Feng membuka kedua matanya dan merasakan kini tubuhnya sangat berenergi dan penuh dengan kekuatan, sorot matanya semakin tajam dengan penampilannya yang kini lebih tampan.


"Ternyata seperti ini kekuatan ranah Raja Sejati ini" ucapnya lalu bangkit berdiri.


"Penglihatan ku semakin jauh dan penampilanku semakin tampan saja, hhmm dengan begini Xixi akan semakin cinta denganku hehe"


[Ding,, buat apa cinta tapi tidak segera di nikahi]


Alis Xiao Feng berkedut mendengarnya "Haii sistem kau tahu apa tentang perasaan" ucap Xiao Feng namun tidak ditanggapi lagi oleh sistem dan membuat dia sedikit kesal.


"Ah sudahlah lebih baik aku membersihkan diri dulu" ucapnya lalu kembali berteleportasi ke kamarnya, sementara itu Bai Hu dan Qing Long ketika Xiao Feng sedang berkultivasi mereka berdua juga merasakan ada aura Qi meledak dari tubuhnya lalu mereka berdua segera mengambil sikap lotus.


Bai Hu dan Qing Long juga belum tahu apa yang terjadi tetapi mereka berdua cukup senang karena tiba-tiba kultivasinya naik satu ranah.


"Qing Long aku tidak tahu apa yang terjadi kenapa tiba-tiba aku bisa naik ranah ke alam Raja Sejati *1" ucap Bai Hu.


"Aku juga tidak tahu tapi ini pasti ada hubungannya dengan tuan" ucap Qing Long, dia juga naik satu ranah ke alam Raja Penguasa *1. Zhu Que yang berada di alam manusia pun merasakan hal yang sama, dia cukup kaget ketika kultivasinya naik satu ranah ke Raja Kristal.


Xiao Feng ketika hendak memasuki kamar mandi menahan langkahnya ketika merasakan aura Bai Hu dan Qing Long meledak keluar, dia memalingkan pandangannya ke arah mereka berdua dan sedikit terkejut melihatnya.


"Kenapa mereka berdua naik juga satu ranah?" Gumam Xiao Feng


[Ding,, apa tuan ingat ketika sistem naik level, ketika bawahan tuan membunuh maka tuan akan mendapatkan poinnya itu berlaku juga untuk kenaikan kultivasi, jika tuan naik ranah maka mereka juga]


"Tapi kemarin aku naik tingkat mereka tidak naik?"


[Ding,, mereka hanya bisa mengikuti naik kalau tuan naik ranah bukan tingkat]


Xiao Feng menganggukkan kepalanya faham cukup puas dengan penjelasan sistem dengan begitu bawahannya yang terikat kontrak bisa naik cepat dan tentu akan sangat membantu dia di masa depan.

__ADS_1


"Hmm yasudah malah bagus,, ah sebaiknya aku membersihkan diri dulu" ucapnya lalu masuk ke kamar mandi.


****


Di belahan dunia lain seorang gadis sangat cantik sedang duduk di dekat jendela terbuka mata bening bagusnya menatap indahnya taman bunga, angin semilir menerobos jendela dengan nakal memainkan rambut putih indahnya yang melambai. Gadis itu yang tidak lain adalah Feng Xiyun menghembuskan pelan nafasnya.


"Feng Ge padahal baru sebentar tapi aku rindu sekali" gumamnya, Feng Xi beberapa hari ini memang merindukan Xiao Feng padahal dulu saja jarang bertemu dia tidak terlalu rindu tapi akhir-akhir ini dia sangat merindukan calon suaminya itu sampai dirinya tidak fokus dan beristirahat sejenak dari latihannya. Feng Xi kini tidak kembali ke sekte dia berlatih di Qingzhou karena ada ruang kultivasi yang dulu dibuat oleh Xiao Feng.


Tak lama kemudian muncul pria muda tampan yang tak lain adalah Pangeran Feng Xueyue yang merupakan calon penerus kerajaan Qingzhou.


"Hai kau sedang apa Meimei kulihat wajahmu murung tidak biasanya" ucap Feng Xueyue lalu duduk disamping Feng Xi, gadis itu menoleh sejenak lalu menyenderkan kepalanya di bahu kakak tercintanya, Feng Xi memang selalu manja dengan kakaknya walaupun di luar dia sembrono, Feng Xueyue mengelus kepala adiknya dengan lembut.


"Kau merindukannya?" Ucap Feng Xueyue dan Feng Xi menganggukkan kepalanya.


"Hahaha kakak tidak mengira kalau adik kakak yang cantik ini bisa merindukan seorang pria" ucap Feng Xueyue.


"Ishh kakak mana tahu, kakak kan selalu sendirian" ucap Feng Xi dan tentu membuat alisnya berkedut.


"Tuh Huang Zhi Yan dan Xiao Chen juga sudah beristri, masa kakak kalah haha"


"Ish kau ini senang menggoda ya,, apa tidak berkaca diri sendiri sudah lama berhubungan tapi belum dinikahkan, apalagi kini dia jauh darimu haha" ucap Feng Xueyue meledek dan Feng Xi mengerucutkan bibirnya.


"Biarkan saja lagipula biarpun jauh dia setia"


"Harus,, jika dia menyakitimu kakak yang akan memberi pelajaran langsung!"


Setelah berbincang sebentar Feng Xueyue pun meninggalkan Feng Xi, karena tidak ada kegiatan lain gadis itu pun merebahkan diri di ranjangnya dan tak lama kemudian dia tertidur.


****

__ADS_1


Keesokkan hari Xiao Feng sudah keluar dari penginapan bersama Bai Hu dan Qing Long, mulanya pelayan merasa heran sebab muncul tiga orang pria tampan dari satu kamar namun pelayan tidak terlalu ambil pusing setelah Xiao Feng memberikan satu batu roh tingkat tinggi.


Kini Xiao Feng dan kedua bawahannya sedang terbang diatas hutan lebat sebelah Utara kota Angin, masih dengan rencana awal dia akan menuju ke pusat dari alam dewa walaupun jaraknya sangat jauh.


"Tuan!" Seru Bai Hu dan Xiao Feng menganggukkan kepalanya faham dan memberi kode untuk pura-pura tidak tahu, kemudian mereka turun ke bawah dekat dengan sungai.


"Keluarlah, kau telah mengikutiku sejak dari alun-alun kota bukankah tempat ini sangat cocok untuk merampok!" Seru Xiao Feng, tak lama kemudian dari udara melayang turun pria tua dan mendarat didepan Xiao Feng dalam jarak 20 langkah.


"Hahaha tidak kusangka kalau kau bisa mengetahui ku, kau sungguh hebat untuk ukuran Raja Berlian" seru pria tua itu yang tak lain adalah Patriak sekte Golok Kuning, Han Que.


"Dilihat dari penampilanmu sepertinya kau masih keluarga dengan Han Di"


"Benar aku adalah ayahnya, aku melihat giok kehidupan anakku pecah menandakan dia sudah mati dan aku memperkirakan kau yang membunuhnya" seru Han Que sambil menunjuk Xiao Feng. Xiao Feng tersenyum tipis lalu melemparkan sesuatu dari cincin penyimpanannya. Benda yang terbungkus kain berguling dan sampai di depan kaki Han Que, karena penasaran pria tua itu membuka bungkusan kain.


Ketika dibuka dia sangat kaget dan melangkah mundur dua langkah, wajahnya pucat tapi dalam sekejap wajahnya memerah dengan rahang membesi. Dia menunjuk Xiao Feng dengan aura di ranah Raja Kristal *4 merembes keluar dari tubuhnya. Bagaimana dia tidak marah sebab yang dilemparkan Xiao Feng adalah kepala Han Di anaknya yang dibunuh sewaktu disitus warisan.


"Bajingan, kematianmu sudah digariskan hari ini" teriak Han Di lalu melesat dengan cepat meninju wajah Xiao Feng, Xiao Feng tenang saja. Ketika tinju itu sudah sampai jarak satu langkah Qing Long yang berdiri disamping Xiao Feng menangkap tinju itu sekaligus mencengkeramnya. Han Que berusaha melepaskan diri namun cengkraman Qing Long seperti jepit sangat sulit dilepaskan. Xiao Feng tidak ingin berlama-lama langsung menggunakan teknik matanya.


"Mata Ilusi!"


Han Que langsung diam mematung ketika pandangannya bertemu dengan pandangan Xiao Feng, dia merasa seolah berada di ruang tertutup dengan kedua kaki dan tangan diikat dan tubuhnya dikuliti hidup-hidup, rupanya Xiao Feng langsung menyerang jiwa sekaligus membaca ingatan pria tua itu. Setelah dapat Xiao Feng melepaskan tekniknya dan Han Que jatuh ambruk namun masih hidup karena dia memiliki kekuatan jiwa yang lumayan kuat.


"Ka,, kau,, bajingan,, sekte Golok Kuning akan memberimu!" Ucap Han Que lemah lalu sama seperti sebelumnya sebuah batu kecil keluar dari saku jubahnya dan melesat. Bai Hu yang hendak mengejar dihentikan.


"Biarkan saja, lagipula aku cepat atau lambat memang akan mengunjungi sekte itu" ucap Xiao Feng lalu menebas leher Han Que dan menyimpan kepalanya.


[Ding,,, selamat tuan telah membunuh di level Raja Kristal mendapatkan 144.000 PS dan 1.440.000 PP]


"Ayo kita ke sekte aliran hitam itu" ucap Xiao Feng lalu melesat ke arah barat diikuti bawahannya, berbekal ingatan Han Que, Xiao Feng kini tahu letak sekte itu dan beberapa sekte yang beraliansi dengannya. Sebuah kebetulan dia akan membantai sekte yang memang meresahkan warga namun tidak ada tindakan dari sekte aliran putih atau kerajaan karena mengingat sekte-sekte aliansi Golok Kuning cukup kuat.

__ADS_1


*** Bersambung ***


__ADS_2