
Xiao Lei menghampiri Mira,
"Mira, nanti kamu cukup di sampingku ya biar ku urus penjaga gerbang nya."
"Tapi, Kak Lei pil aura nya mana?" tanya Mira
"Oh iya, aku ubah rencananya. Aku tau rencana mu bagus tapi pil aura hanya dapat meningkatkan sedikit tingkatan aura saja. Aku punya cara lebih praktis."
"Baiklah kalau begitu, kita pergi sekarang kak."
Xiao Lei dan Mira menuju pintu gerbang dengan masih menggunakan kostum nya.
"Berhenti! Ada perlu apa masuk ke kota Yale dan mana identitas mu?" ucap salah satu penjaga.
"Untuk apa aku kesini, aku hanya ingin berjalan-jalan. Dan untuk siapa aku, kalian bisa lihat lencana ini baik-baik!" ucap Xiao Lei dengan sombong.
Penjaga gerbang kota yang kaget melihatnya langsung berdiskusi.
"Apa itu benar-benar lencana sekte angkasa?"
"Sepertinya begitu, tapi kenapa seperti lebih misterius dari biasanya?"
"Mungkinkah itu palsu? Mereka bahkan memakai penyamaran?"
__ADS_1
"Takutnya justru itu adalah lencana khusus yang di keluarkan sekte angkasa."
"Bagaimanapun jika kita menuduhnya palsu dan ternyata adalah asli, kita tak sanggub untuk segala resikonya."
"Yah.. sekte angkasa termasuk sekte besar di dunia ini kita tak boleh sembarangan."
"Lalu, bagaimana tentang mereka?"
"Ya sudahlah, palsu atau tidak bukanlah yang utama. Asal kita tidak memiliki resiko semua akan baik-baik saja. Loloskan saja." ungkap salah satunya dan semua bertatapan setuju.
"Baiklah tamu kehormatan maafkan ketidak sopanan kami dalam menyambut tamu dari sekte angkasa." sembari memberi salam.
"Sebaiknya kalian tak perlu mencari masalah!" ucap Xiao Lei sembari menatap tajam para penjaga gerbang kota.
"Maafkan kami Tuan." ucap penjaga serentak. Membuat Xiao Lei pergi memasuki kota dengan menggandeng Mira..
"Mira, kita bergegas mencari penginapan dulu baru kita istirahat dan makan. Tapi sebelumnya kita lepas semua kostum ini dulu."
"Baiklah." kata Mira menurut.
"Tuan, biar aku tunjukan jalannya." sambung Meme
"Oke, kamu pimpin jalan peri kecil." goda Xiao Lei kepada Meme.
__ADS_1
Meme memimpin jalan dan setelah mereka berganti ke pakaian pada umumnya, Meme mencarikan penginapan dengan sistem peta. Dan akhirnya mereka tiba di penginapan.
"Bos, kasih dua kamar yang bersebelahan." ucap Xiao Lei.
"Baiklah, Tuan. Saya cek dulu kamarnya." ucap penjaga penginapan itu. "Maaf Tuan kamar yang kosong tidak ada yang bersebelahan. Bagaimana jika menjadi satu kamar yang luas?" lanjutnya
"Tapi..." ucap Xiao Lei
"Baiklah, kita akan memakai kamar itu. Tolong di siapkan ya." celah Mira dengan bersemangat.
"Yasudah lah, ikut mau mu saja." ucap Xiao Lei pasrah.
"Baiklah Nona, kita siapkan dahulu. Mohon Tuan dan Nona menunggu sebentar."
"Baiklah." ucap Xiao Lei dan Mira berbarengan
"Meme, apa ini tak apa bila jadi satu dengan Mira." tanya Xiao Lei.
"Apa Tuan takut ada hewan mengaum? Haiss bukankah Tuan telah terbiasa dengannya." goda Meme membuat Xiao Lei salah tingkah
"Dari mana anak kecil belajar tentang hewan mengaum? Apa kau pernah melihat." goda balik Xiao Lei
"E.. e... sebenarnya Meme sudah pernah melihat." jujur Meme dengan polosnya membuat Xiao Lei memerah
__ADS_1
"Meme kecil kau melihat siapa?." tanya Xiao Lei penasaran.
"Meme melihat Tuan waktu berada di kediaman Mira, Tuan sedang ber..." ucap Meme dengan muka merona membuat wajah Xiao Lei ikut memerah dan menutup mulut Meme dengan jarinya.