Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 332


__ADS_3

****


"Ayah kau harus membantuku, orang itu melukai bawahanku serta berbicara sekte kita hanyalah sampah!" ucap Yang Chen, saat ini dia sudah berada di ruang kerja Patriak sekte Awan Biru Yang Liang.


"Brakk!"


Patriak Yang Liang menggebrak meja "Sialan siapa yang berani bilang seperti itu, seret dia kesini!" serunya dengan raut wajah kesal terlihat jelas.


"Baik ayah aku akan menyuruh orang untuk membereskannya!" ucap Yang Chen "Hehe dasar sialan siapa suruh menyinggung sekte Awan Biruku!" gumamnya disertai seringai licik. Yang Chen merupakan anak dari Patriak dan sebagai tuan muda tentu dia dimanjakan sejak kecil membuat tabiatnya tempramental dan apa yang diinginkan harus dipenuhi. Tiba-tiba seorang penjaga mengetuk pintu.


"Masuk!"


Pintu terbuka dan penjaga langsung memberi hormat "Lapor Patriak diluar ada tamu yang ingin menemui anda?" ucap penjaga.


"Siapa dia?"


"Hamba juga tidak tahu"


"Baiklah suruh dia masuk"


"Baik!"


Kemudian masuklah pria muda tampan yang tak lain adalah Xiao Feng, Yang Chen terkejut melihat kedatangan pria itu dia langsung berdiri dan menunjuk Xiao Feng.


"Bajingan kau berani datang!" seru Yang Chen.


"Apa kau kenal dia?"tanya Yang Liang.


"Ayah dia orangnya yang menindas ku"


"Apaa!"


Patriak Yang Liang terkejut "Bagus,, tadinya aku akan mengirim orang untuk menyeretmu tidak kusangka kau datang sendiri, pengawal tangkap orang ini" seru Patriak, dan beberapa pengawal yang tadi berada diluar bergegas masuk dengan menghunuskan senjatanya.


"Hiyaa!"


Pengawal itu langsung menyerbu, Xiao Feng dengan santai mengibaskan kipasnya pelan dan angin dingin dengan butiran es berjatuhan bermunculan menerbangkan para pengawal yang mengeroyoknya.


"Wusshh!"


"Brukkk!"

__ADS_1


Para pengawal bertumbangan, Yang Liang dan Yang Chen terkejut sebab para pengawal itu merupakan pengawal pribadinya dan memiliki kultivasi di alam Raja Platinum tapi dengan serangan sederhana bisa membuat tumbang.


"Anak muda kau sungguh lancang sekali!"


"Maaf Patriak mereka yang menyerang duluan jangan salahkan aku!" ucap Xiao Feng dan Yang Liang marah mendengarnya.


"Chen'er hajar dia"


"Baik ayah!"


Yang Chen melesat dengan cepat "Matilah kau!" serunya dengan menyabetkan pedang ditangan kanannya, Xiao Feng dengan santai menutup kipas dan menahan pedang Yang Chen.


"Trankk!"


"Wusshhh!"


Pedang ditahan dan Xiao Feng melesatkan tendangannya, Yang Chen melompat bersalto ke belakang dia melihat baju bagian dadanya sudah robek. Yang Liang masih mengamati pertarungan itu.


"Brengseekk hari ini aku akan membunuhmu" teriak Yang Chen lalu kembali menyerang Xiao Feng, belasan langkah sudah terlewati namun Yang Chen masih belum bisa menyentuh Xiao Feng lalu dengan tapak kanannya Xiao Feng menghantam dada Yang Chen hingga membuatnya terhempas dan menabrak dinding bangunan.


"Brukkk!"


"Kau melukai anakku hari ini kau harus mati!" Yang Liang pun tidak tahan lalu menyerang Xiao Feng.


"Wusshh!"


Sebuah angin padat keluar dari tangan Yang Liang, angin itu bergulung meluncur ke arah Xiao Feng.


"Tinju Dewa Naga!"


Xiao Feng mendorongkan tinjunya dan sebuah kepala naga merah muncul bertabrakan dengan angin Yang Liang.


"Booom!"


Ledakan tercipta dan sedikit merusak beberapa bagian bangunan, Yang Liang terjajar mundur dan sedikit memuntahkan darah, Xiao Feng berjalan mendekati.


"Kau masih muda kenapa bisa sangat kuat!" ucap Yang Liang.


"Kenapa? itu hal yang biasa" ucap Xiao Feng sambil tersenyum.


"Patriak sebenarnya ada hal yang aku inginkan dari kalian yaitu sebuah informasi"

__ADS_1


"Persetan dengan keinginanmu aku tidak akan memberikan apa-apa" ucap Yang Liang.


"Owh seperti itu, aku mengungkap bantuanmu tidak cuma-cuma tapi ada imbalannya,, ini hanyalah bisnis" ucap Xiao Feng lalu duduk di kursi.


"Cih kau sudah berbuat seperti ini masih membicarakan bisnis" seru Yang Liang, dia masih tidak terima dikalahkan Xiao Feng.


"Apa kau telah melatih teknik angin itu sudah lama, tapi kau tidak merasa ada peningkatan dan kultivasimu tertahan di alam itu" ucap Xiao Feng sambil menuangkan teh, Yang Liang terkejut.


"Kenapa dia bisa tahu apa yang aku rasakan" gumam Yang Liang dalam hatinya.


"Teknikmu sedikit menyimpang, jika kau memaksakan berlatih dalam 10 tahun kau akan mati bukankah saat ini ketika mengeluarkan teknik meridianmu sedikit sakit?" ucap Xiao Feng, Patriak Yang Liang masih terdiam namun dia langsung berlutut.


"Tuan Muda jika kau bisa mengobatiku aku akan sangat berterimakasih" ucap Yang Liang, Xiao Feng tersenyum tipis.


"Orang tua ini tidak bodoh" gumam Xiao Feng.


"Baiklah apa kau sepakat"


"Aku sepakat,, apa yang diinginkan tuan muda?"


"Kau duduklah dulu" ucap Xiao Feng dan Yang Liang menganggukkan kepalanya lalu duduk dikursinya.


"Sebenarnya aku mengungkap informasi sekte Kalajengking Merah menurut kabar sekte Awan Biru memiliki informasi" ucap Xiao Feng.


"Tuan Muda aku memang memiliki informasi sekaligus tahu tempat sekte itu, sekte kami sudah lama berseteru dengan sekte Kalajengking Merah, sekte Kalajengking Merah terletak di bagian dalam hutan Shinzhing di sebelah tenggara kota Mawar Putih" ucap Yang Liang.


"Hmm sudah cukup, aku akan kesana dan ini" ucap Xiao Feng lalu mengangkat telunjuknya dan sebuah cahaya kecil melesat dan masuk ke dahi Yang Liang.


"Teknikmu sudah kuperbaiki dan itu juga ada resep memperbaiki meridianmu yang sudah terluka,, aku pamit dulu" ucap Xiao Feng sambil berdiri, Yang Liang melihat dalam benaknya teknik Angin Awan miliknya sangat berbeda dan sebuah resep muncul.


"Terima kasih tuan muda kelak jika tuan muda membutuhkan sesuatu aku siap membantu,, emm boleh aku tahu nama tuan muda" ucap Yang Liang sambil menangkupkan kedua tangan.


"Hei Feng Xi" ucap Xiao Feng lalu tubuhnya dimulai dari kaki menghilang bagai angin. Yang Liang melihat menghilangnya Xiao Feng sedikit kagum.


"Masih muda sudah memiliki kekuatan mengerikan dan bisa memperbaiki teknikku dengan sempurna, sepertinya berhubungan dengan dia aku akan memiliki firasat sekte Awan Biru akan bangkit" gumam Yang Liang lalu melihat ke arah Yang Chen yang masih pingsan. Xiao Feng tentu dengan mudah memperbaiki sebuah teknik berkat bantuan sistem dia bisa mengidentifikasi kesalahan dan kelemahan sebuah teknik.


"Dasar anak sialan, membuatku hampir mati jika Hei Feng Xi tidak membutuhkan informasi sudah dipastikan sekte Awan Biruku akan dimusnahkan olehnya, habis ini aku akan mengajari dia, tapi dia memiliki urusan dengan sekte Kalajengking Merah kurasa urusan yang rumit baguslah dengan bantuan dia aku sedikit tenang. Hei Feng Xi tidak sederhana berani menyinggung sekte Kalajengking Merah sendirian pasti dia memiliki latar belakang mengerikan, beruntung aku tidak lanjut memprovokasinya" gumam Yang Liang lalu membawa Yang Chen ke keluar dari ruangannya.


"Patriak ada apa, kami mendengar suara ledakan apakah ada musuh?"


"Aku hanya berlatih,, kalian bereskan ini aku akan melakukan kultivasi tertutup selama beberapa hari dan bawa Chen'er ke kamarnya" perintah Yang Liang.

__ADS_1


"Baik Patriak!"


*** bersambung ***


__ADS_2