
****
Feng Xi menyerang Agen Nomor Empat dengan cepat, gerakan kakinya yang dialiri energi Qi elemen es tampak menakjubkan karena Feng Xi menggunakan es itu untuk berseluncur diatas tanah. Agen Nomor Empat sendiri yang melihat sedikit kagum dengan pengendalian elemen es Feng Xi namun yang aneh es itu tidak berwarna putih atau biru muda melainkan hitam.
Feng Xi memutar selendang ditangan kanan, ujung selendang seolah ular yang mematuk, berusaha menyerang titik titik vital Agen Nomor Empat. Agen Nomor Empat mau tidak mau harus berjumpalitan kesana kemari menghindari serangan selendang Feng Xi.
"Sialan selendang itu sangat merepotkan, kita lihat selendangnya atau pedangku yang lebih keras!" Seru Agen Nomor Empat dia dengan cepat mengeluarkan pedangnya dan langsung membalas serangan Feng Xi.
"Wuutt!"
"Shiiutt!"
Agen Nomor Empat menebaskan pedangnya, namun Feng Xi dengan lihai memutar selendang putihnya bermaksud melilit pedang ditangan Agen Nomor Empat. Agen Nomor Empat yang tahu gelagat langsung melompat mundur ke atas sambil memutar pedangnya, tangan kiri dipukulkan ke depan dengan terbuka.
"Tapak Api Membara!"
"Wusshhh!"
Sebuah tapak api besar muncul dari tangan Agen Nomor Empat, tapak api itu langsung menukik turun dengan kecepatan yang bisa dilihat mata, Feng Xi hanya tersenyum tipis melihatnya lalu dia kemudian memutarkan selendangnya ke sekeliling tubuh.
"Wusshh!"
Selendang itu berputar membentuk perisai ketika tapak api Agen Nomor Empat sudah dekat.
"Boom!"
Tak ayal tapak api langsung menghantam selendang Feng Xi dan menimbulkan ledakan kecil namun yang membuat terkejut ternyata selendangnya tidak mengalami kerusakan sedikit pun. Agen Nomor Empat kembali menyerang dengan serangan jarak dekat menggunakan permainan pedangnya.
"Hiyaatt!"
"Wusshh!"
"Wusshh!"
Agen Nomor Empat berulang kali menebaskan pedangnya mengincar beberapa bagian tubuh Feng Xi, Feng Xi dengan langkah ringan tampak melompat-lompat menghindari tebasan pedang bahkan sesekali dia hanya cukup memiringkan tubuhnya hingga serangan pedang hanya lewat beberapa inci dari tubuhnya tak lupa sambil menghindar Feng Xi sesekali menjulurkan lidahnya yang tentunya membuat Agen Nomor Empat kesal bukan kepalang.
__ADS_1
"Pak tua tulang keropos mu tidak akan bisa mengenaliku,, wleee!" Seru Feng Xi, Agen Nomor Empat merutuk karena serangannya berulang kali gagal.
Kini giliran Feng Xi yang menyerang, dia menarik selendangnya hingga seukuran tongkat dan mengalirkan energi Qi ke selendangnya. Selendang putih itu berubah keras seperti besi, Feng Xi kemudian melesat ke atas dan menghantamkan selendang yang sudah berbentuk tongkat ke arah kepala Agen Nomor Empat.
"Makan ini pak tua!"
"Wuutt!"
"Trankk!"
Agen Nomor Empat dengan cepat menyilangkan pedang diatas kepala dan menimbulkan bunyi nyaring seolah benturan dua buah logam, Feng Xi masih menekan dan pedang terlihat melengkung ke bawah. Agen Nomor Empat mengerahkan tenaga dan mendorong ke atas disertai tendangan lurus dengan kaki kanannya.
Feng Xi yang melihat segera memutar tubuhnya dan memukulkan tongkat selendang ke arah kaki, melihat itu Agen Nomor Empat membatalkan serangannya dengan sebisa mungkin dia menarik serangannya namun masih sedikit terlambat. Pukulan tingkat selendang Feng Xi mengenai ujung sepatu Agen Nomor Empat dan mematahkan tiga jari kakinya.
"Wuutt!"
"Kraakkk!"
"Arrghh!"
Agen Nomor Empat berteriak kesakitan ketika kakinya berhasil di pukul Feng Xi, dia melompat mundur lalu mengerahkan energi Qi ke dalam jari kakinya yang patah sambil meringis kesakitan.
"Wusshh!"
"Wusshh!"
Lidah api menyembur terus terusan ke arah Feng Xi yang bergerak menghindar seolah menari, gadis cantik itu sudah menyimpan selendangnya dan mengganti senjata dengan Pedang Salju. Dengan cepat Feng Xi mengalirkan energi Qi elemen es ke dalam pedang dan langsung bertarung langsung dengan Agen Nomor Empat.
"Trankk!"
"Trankk!"
Beberapa kali benturan kedua senjata tingkat tinggi terjadi, percikan api dan butiran es menyebar hingga menyebabkan hawa panas dan dingin diudara bercampur. Dalam satu menit sudah terjadi puluhan pertukaran serangan dari Agen Nomor Empat dan Feng Xi.
Agen Nomor Empat kembali menyerang kini dia menebaskan pedangnya sekali lagi ke bagian bawah tubuh Feng Xi, Feng Xi pun melakukan hal yang sama dengan menggerakkan pedangnya dari atas ke bawah Pedang Salju menghantam pedang lawan hingga terbanting ke tanah.
__ADS_1
"Trankk!"
Agen Nomor Empat tidak berhenti sampai disitu, tangan kiri yang bebas segera dialiri energi Qi elemen api lalu dipukulkan ke dalam. Jika kultivator normal mendapati serangan mendadak dan dalam jarak sedekat itu sudah pasti akan sangat berbahaya tetapi Feng Xi santai saja dengan tangan kiri dia mengalirkan energi Qi elemen es. Terlihat tangan seputih giok itu muncul es hitam sangat dingin, lalu menangkis serangan Agen Nomor Empat.
"Bukk!"
"Cesss!"
"Arrghh!"
Suara mendesis layaknya besi panas yang dicelupkan ke dalam air terdengar disertai asap tipis mengepul, Agen Nomor Empat berteriak kesakitan karena dia merasa hawa sangat dingin dan menusuk menyerang tangannya disertai energi Qi nya secara aneh tersedot.
Hal itu memungkinkan karena elemen es Feng Xi sudah digabungkan dengan elemen kegelapan dari bola hitam yang dulu didapat Xiao Feng di peti mati istri Ling Xu Yuan di hutan barat Kerajaan Qingzhou sewaktu berada di alam manusia.
Agen Nomor Empat sekuat tenaga melepas tangannya dan berhasil dia melompat mundur dan memperhatikan tangan kirinya menghitam seolah gosong dan rasa sakit yang perlahan menjalar naik dan menusuk dirasakannya. Tanpa fikir panjang dia segera memotong tangan kirinya sebatas siku.
"Kraakkk!"
"Hahaha kau malah menjadi sibuntung,, apa kau gila memotong tanganmu sendiri" ucap Feng Xi dengan main-main. Agen Nomor Empat membesi rahangnya mendengar ejekan Feng Xi, dia kemudian mengerahkan hampir seluruh energi Qi nya ke dalam pedang ditangan kanan.
"Gadis sialan,, aku tidak perduli lagi perintah ketua hari ini aku akan membakar mu!"
"Hah apa yang kau katakan aku tidak dengar!" Feng Xi berkata sambil sedikit mencondongkan tubuhnya disertai gestur tangan ditaruh ditelinga. Tentu saja Agen Nomor Empat semakin marah.
"Brengsekkk,,, rasakan ini Elang Api Membara!"
"Wusshh!"
Ketika Agen Nomor Empat mengarahkan pedangnya yang menyala ke atas, secara ajaib api di pedang membumbung ke udara membentuk seekor burung elang besar. Feng Xi yang melihat itu melompat mundur mengambil jarak lalu mengerahkan energi Qi elemen es ke dalam pedang.
"Baiklah saatnya aku mencoba teknik baruku,, Teknik Pedang Es Abadi : Phoenix Es!" Seru Feng Xi lalu perlahan diatas kepala Feng Xi muncul seekor burung Phoenix dari elemen es ketika Feng Xi mengangkat Pedang Saljunya. Agen Nomor Empat mau tidak mau merasa getir namun karena amarah menguasainya dia tidak perduli lagi.
"Wusshh!"
"Wusshh!"
__ADS_1
Burung Elang Api dan Phoenix Es langsung bergerak bersamaan ketika Agen Nomor Empat dan Feng Xi sama-sama menggerakkan pedangnya ke depan. Kedua bentuk burung dengan elemen saling berlawanan pun langsung bertabrakan.
*** bersambung ***