Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 131 Xiao Feng vs She Mo


__ADS_3

*****


Keesokkan harinya Xiao Feng sudah meninggalkan kerajaan Angin Timur, melanjutkan bertualang. Karena Ao Xuan kultivasinya sudah di ranah Raja Emas jadi Xiao Feng merasa aman kalau Ao Xuan bisa menjaga diri sendiri.


Kini Xiao Feng terbang menuju ke arah selatan dan mulai memasuki kawasan Kerajaan Angin selatan, ketika melewati hutan kecil samar-samar Xiao Feng mendengar suara pertarungan. Dengan segera Xiao Feng menggunakan teknik matanya dan melihat jarak lima kilometer ada empat sosok. Satu pria sedang duduk dan dua lainnya mengeroyok seorang gadis, biarpun dikeroyok gadis itu masih dengan tenang bertahan.


"Mei Ling" gumam Xiao Feng lalu dia bersama Bai Hu dan Qing Long segera bergerak ke lokasi tersebut.


Ternyata memang gadis itu adalah Lin Mei Ling dia berniat ke kerajaan Angin Selatan namun ditengah jalan dia bertemu dengan Han De dan Han Du, mereka bertarung dan tiba-tiba She Mo muncul. Setelah Bentrokan dengan Xian Hu'er, She Mo menghilang dari kediamannya dan ditengah jalan She Mo mendapati Han De dan Han Du tanpa fikir panjang She Mo mengikuti mereka dan akhirnya bertemu Lin Mei Ling.


She Mo yang melihat Lin Mei Ling seketika otak kotornya bekerja dia segera menyuruh Han De dan Han Du untuk menangkap Lin Mei Ling.


"Hehe gadis cantik lebih baik kau menyerah saja dan aku akan membahagiakanmu"


"Kasih bahagia yang kau sebut hanyalah nafsu keji, bertobatlah agar dewa mengampunimu" Mei Ling menjawab dengan senyum terukir diwajah cantiknya.


"Haha aku suka gadis yang seperti ini kalian cepat ringkus dia"


Han De dan Han Du menyerang Lin Mei Ling dengan ganas namun karena kultivasi Lin Mei Ling lebih tinggi, sekian lama Han De dan Han Du masih belum bisa melumpuhkan Lin Mei Ling.


"Dasar sampah tidak berguna menangkap gadis lemah saja tidak becus" teriak She Mo ketika Han De dan Han Du terlempar ke belakang setelah kena tendangan Lin Mei Ling. She Mo kemudian berdiri dan bergerak cepat menyerang.


Lin Mei Ling yang melihat She Mo sudah mulai menyerang wajahnya berubah kini tidak ada lagi senyum tapi wajahnya berubah serius, karena She Mo sendiri sudah berada di ranah Raja Emas *7 sedangkan Lin Mei Ling di ranah Raja Perak *6. Sungguh perbedaan yang seperti langit dan bumi.


She Mo tidak menggunakan kekuatan elemennya dia hanya mengandalkan gerakan cepat untuk melumpuhkan Lin Mei Ling. Namun sekuat apapun Lin Mei Ling bertahan tetap saja dia keteteran menahan serangan She Mo yang bahkan beberapa kali sengaja merobek pakaiannya. Robekan pakaian terbuka jelas dibagian bahu dan paha Lin Mei Ling membuat kulit seputih saljunya tersingkap dan hal itu membuat She Mo bertambah nafsu kotornya.


"Hahaha, jika kau tidak ingin melakukannya di istanaku lebih baik kita lakukan disini saja kau akan mengetahui rasanya menjadi wanita" She Mo tertawa mesum lalu dia melesat dan mengulurkan tangan kanannya mengarah ke dada Lin Mei Ling.


Mendapati itu Lin Mei Ling dengan cepat menyilangkan tangannya didepan dada.

__ADS_1


"Buukk"


Tangan She Mo beradu dengan tangan Lin Mei Ling dan membuat gadis itu terdorong ke belakang, daya dorongnyang kuat membuat Lin Mei Ling tidak bisa mengendalikan tubuhnya dia meluncur ke arah batu besar. Lin Mei Ling memejamkan mata pasrah kalau dirinya akan mati membentur batu namun itu lebih baik daripada diperlakukan tidak baik oleh She Mo.


"Apakah aku akan mati? jika ini kehendak dewa aku pasrah menerima takdir" gumam Lin Mei Ling. Namun apa yang diharapkan tidak terjadi, dirinya tidak membentur batu tapi ada lengan kokoh dan hangat menahan tubuhnya. Lin Mei Ling tersentak kaget dan membuka kedua matanya.


Ketika melihat siapa yang memeluknya Lin Mei Ling mengeluarkan air mata bahagia, ternyata sosok yang memeluknya adalah pria muda sangat tampan bermata emas.


"Apa kau tidak apa-apa?" ucap pria itu sambil tersenyum. Lin Mei Ling tersenyum dia menggelengkan kepalanya di dada pria muda itu yang tak lain adalah Xiao Feng. Xiao Feng sampai ke tempat itu tepat ketika Lin Mei Ling terdorong ke belakang dengan sigap Xiao Feng menangkap Lin Mei Ling.


Xiao Feng menurunkan Lin Mei Ling dan segera mengeluarkan pakaian wanita yang dibeli dari sistem lalu dia menoleh ke arah Qing Long dan Bai Hu yang berdiri di belakangnya.


"Kalian jaga dia sebentar aku akan mengurus orang itu" ucap Xiao Feng lalu melihat ke arah She Mo yang berada didepan. Bai Hu dan Qing Long menganggukkan kepala faham. She Mo sendiri juga terkejut melihat siapa yang barusan menolong Lin Mei Ling dan ketika Xiao Feng memeluk Lin Mei Ling dadanya terbakar cemburu dan amarah.


"Bangsat sialan siapa kau berani mencampuri urusanku" teriak She Mo, Xiao Feng mengeluarkan kipasnya dan dikembangkan didepan dada.


"Mengeroyok seorang gadis bukankah tindakan kalian sedikit berlebihan" ucap Xiao Feng tenang. She Mo sedikit memperhatikan penampilan Xiao Feng. Wajah tampan bermata emas dengan penampilan seperti bangsawan. Lalu She Mo melihat ke belakang Xiao Feng, terlihat seekor kucing kecil duduk dipundak lelaki tampan berwajah dingin.


"Apakah kau manusia kerdil yang dulu bersama Ao Xuan?" tanya She Mo.


"Benar"


"Hahaha, dicari tidak ketemu dan sekarang muncul sendiri entah keberuntungan apa yang kau dapat hingga tubuhmu menjadi sebesar orang Alam Roh tapi itu tidak jadi soal aku sudah lama ingin membunuhmu" ucap She Mo sambil menyeringai. Xiao Feng juga mengamati She Mo dia lalu bergumam dalam benaknya.


"Sistem analisa"


[Ding..]


Nama : She Mo

__ADS_1


Umur : 300 tahun


Garis Keturunan : Ular Hitam


Level : Raja Emas *7


Elemen : Kegelapan


Xiao Feng mengangguk faham ketika melihat analisa sistem kalau pria didepannya adalah She Mo, sosok yang selalu memburunya.


"She Mo dari klan ular, kau berada jauh dari kediamanmu kenapa repot-repot hendak mencelakai sahabatku"


"Haha tidak kusangka ras manusia murni sepertimu bisa menebak identitasku, tampaknya kau hebat juga"


"Sosok licik sepertimu sudah pasti aku tahu, namamu sudah disebarkan angin ke segala penjuru"


"Hmm bagus bagus dengan begitu kau akan mati tanpa penyesalan setelah tahu dengan siapa berhadapan,, maju" ucap She Mo, dia bergerak mendahului menyerang dengan mengulurkan tangan kanannya.


Xiao Feng juga maju dia pindahkan kipas ke tangan kiri lalu tangan kanan dia ulurkan ke depan.


"Bukk"


Dua tangan beradu dan Xiao Feng maupun She Mo sama-sama terdorong ke sepuluh langkah ke belakang. Kalau She Mo biasa saja sedangkan Xiao Feng sedikit linu ditangannya.


"Hmm rupanya dia tangguh juga" She Mo bergumam


"Biarpun berbeda dua tingkat ternyata manusia ular ini memang kuat" dalam hati Xiao Feng berkata.


Memang dalam bentrokan tadi mereka belum sungguh-sungguh bertarung baik Xiao Feng maupun She Mo mereka berdua tampaknya ingin menjajal kekuatan masing-masing.

__ADS_1


**** bersambung


__ADS_2