
Xiao Feng dan yang lainnya sudah berada di paviliun pusat, dia bersama Feng Xi sedang duduk dihalaman belakang sementara yang lain berlatih diruang kuktivasi dan dia sudah meminta Sun Xie untuk menyelidiki orang disetiap kota atau desa di wilayah Youngzhou yang cocok dengan sketsa wajah yang didapat dari buku catatan tabib dipasar gelap.
"Rupanya benar ada racun yang tidak terdeteksi oleh jarum perak" ucap Xiao Feng sambil melihat jarum yang sudah dicelupkan kedalam racun. Feng Xi juga mengamati, karena penasaran dia meneteskan ke buah apel. Tak berselang lama apel merah tiba-tiba menghitam dan membusuk.
"Hai lihat ini benar racun mematikan" seru Feng Xi, Xiao Feng melihat apel yang sudah membusuk.
"Tidak kusangka benar-benar ada racun mematikan seperti ini, apa tujuan orang yang membuatnya" gumam Xiao Feng. Tak berselang lama Sun Xie sudah kembali dia membawa kertas dan menyerahkan kepada Xiao Feng. Xiao Feng menerimanya lalu Sun Xie kembali ke tempatnya.
Xiao Feng membuka kertas itu dan terkejut.
"Ada apa?" tanya Feng Xi
"Sudah ditemukan,, setelah ibu meninggal 15 tahun lalu ada pelayan yang meninggalkan istana. Pakaian, wajah dan cirinya sama dengan sketsa yang ada dalam buku catatan tabib dipasar gelap dan yang membuatku terkejut dia masih hidup" ucap Xiao Feng.
******
Disebelah timur ibukota Youngzhen,kira-kira berjarak 12 kilometer dari ibukota ada sebuah desa kecil asri dan sejuk karena berada dibawah sebuah bukit. Seorang wanita paruh baya sekitar berumur 40an tampak sedang berjalan menuju sebuah rumah kecil ditangannya menenteng sebuah kantung berisi sayuran. Tampaknya wanita itu pulang belanja dari pasar yang terletak tidak jauh dari desa itu. Tak berselang lama wanita itu sampai dirumah kecil tersebut, dia membuka pintu lalu masuk kedalam. Namun dia dikejutkan oleh seorang pria muda sedang duduk dikursi.
"Siapa kau, kenapa dirumahku?" ucapnya sambil berjalan mundur menuju pintu, namun ada seseorang yang menutup pintu dan wanita itu melihat kalau yang menutup pintu adalah seorang gadis cantik. Wanita itu bertambah terkejut.
"Racun Xuji, Ratu Hua" ucap pria itu yang tak lain adalah Xiao Feng.
"Aa..aku tidak mengerti maksud ucapanmu" ucap wanita itu terbata-bata.
"Sepertinya kau tidak ingin melihat lagi suami dan putramu" ucap Feng Xi sambil menunjukan mainan anak-anak lalu berjalan dan berdiri disamping Xiao Feng yang sedang duduk. Wanita itu kaget dan menjatuhkan belanjaannya lalu berlutut didepan Xiao Feng dan Feng Xi.
"Mohon Tuan Muda dan Nona Muda tidak melukai mereka"
"Kau hanya orang kecil yang dimanfaatkan, kau bisa hidup sampai sekarang berarti kau juga tidak ingin mati lagipula kau masih memiliki suami dan anak. Betapa menderitanya seorang anak bila kehilangan ibunya" ucap Xiao Feng dingin.
"Ak..aku ak..akan mengatakannya" ucap wanita itu sambil bersujud air mata mengalir dipipinya.
"Tahun itu aku serakah akan uang yang diberikan Ratu Xiao Lian dan diperintahkan untuk membeli obat dipasar gelap Chengxi. Namun aku tidak tahu obat ini akan dipakai apa. Kemudian Ratu Hua meninggal karena sakit kemudian aku menyadari kemungkinan akan hal ini, lalu aku pergi meninggalkan istana dalam keadaan takut" ucap wanita itu.
"Lalu kau mengetahui rahasia Ratu Lian,, mengapa dia tidak membunuhmu ketika meninggalkan istana?" tanya Xiao Feng
__ADS_1
"Ada seseorang yang menyelamatkanku" jawab wanita itu
"siapa?"
"Aku tidak tahu"
"KATAKAN SIAPA!!" teriak Xiao Feng.
"Aku sungguh tidak tahu" ucap wanita itu dan kembali menangis, Feng Xi mengusap bahu Xiao Feng untuk menenangkannya. Xiao Feng menghela nafasnya kasar.
"Lanjutkan!" ucap Xiao Feng setelah sedikit mereda amarahnya.
"Kemudian tidak ada lagi yang terjadi, aku mengira tidak ada yang tahu lagi soal ini, tetap saja aku tidak bisa kabur" ucap wanita itu. Xiao Feng dan Feng Xi terdiam sejenak.
"Mohon maaf Tuan dan Nona Muda ini siapa?" tanya wanita itu dengan takut.
"Putra Ratu Hua!" ucap Xiao Feng, seolah mendengar suara petir wanita itu terperanjat kaget dan jatuh terduduk lalu dia segera bersujud kembali.
"Mohon ampun Pangeran Kedua, hamba selalu merasa bersalah, mohon pangeran kedua mengampuni" wanita itu berkata sambil menangis
"Aku membiarkanmu hidup karena kau masih berguna!"
******
"Ada apa kau kemari, Kemarin aku mengirim kabar kalau rencana Tuan Muda gagal apa kau diutus untuk memberikanku rencana baru?" tanya perdana Mentri Wang.
"Tuan Muda Ling tidak menyangka rencananya akan digagalkan Xiao Feng jadi Tuan Muda menyuruhku untuk memberimu tugas baru dia ingin kau bertindak untuk membongkar kasus lama Youngzhou" ucap pria muda itu
"Aku menuruti perintah Tuan Muda, namun apakah Tuan Muda yakin akan menaklukan Youngzhou?!" ucap perdana Mentri Wang
"Hanya Youngzhou saja itu mudah, contohnya kau ini semua orang tidak menyadari kalau kau adalah mata-mata Huangzhou dan orang Tuan Muda Ling yang disusupkan sejak lama dan inilah saatnya kau bergerak" ucap pria muda itu.
"Tunggu apakah aku masih bisa bertemu ibuku?"
"Selama kau menjalankan tugas dengan baik kau akan segera pulang dan bertemu keluargamu" lalu segera menghilang meninggalkan kediaman. Tak berselang lama seorang pengawal datang memberi laporan.
__ADS_1
"Lapor Perdana Mentri Wang, Pangeran Kedua sudah menemukan keberadaan Duan Xianming" ucap pengawal memberi laporan. Perdana Mentri Wang menghela nafasnya
"Hmm lebih cepat dari dugaanku,, baiklah karena sudah terjadi kita harus bergegas karena Pangeran Ketiga sudah mempersiapkan pasukannyax
"Baik Tuan"
******
Xiao Feng kini sudah berada dikediamannya dia sedang duduk dikursi bawah pohon rindang sambil melamun membayangkan kenangan bersama ibunya sewaktu kecil, diatas meja sudah banyak botol arak berserakan. Seseorang memperhatikannya dari kejauhan lalu mendekatinya. Orang itu tak lain adalah Feng Xi.
"Apa yang kau fikirkan, katakan padaku" ucap Feng Xi sambil mengelus bahu Xiao Feng lalu duduk didepannya. Xiao Feng melihat Feng Xi sambil tersenyum.
"Aku sedang memikirkan masa lalu, kenapa hidupku selalu saja di jebak orang lain. Ketika jebakan sudah hampir terbongkar akhirnya aku menyadari kenapa banyak orang yang takut dan iri kepadaku" ucap Xiao Feng sambil menghela nafas, dia mengambil arak dimejanya namun Feng Xi segera menahannya.
"Jangan minum lagi"
"Hanya saja aku tidak tahu, apakah ayah mengetahui hal ini atau tidak, jika dia tahu dari awal aku harus bagaimana" ucap Xiao Feng, Feng Xi memegang kedua tangan Xiao Feng.
"Apa yang terjadi kelak, kita akan menghadapinya bersama-sama, aku akan membantumu!" ucap Feng Xi sambil tersenyum tulus diwajah cantiknya. Xiao Feng balas memegang tangan Feng Xi.
"Xixi, aku tidak akan membiarkan mereka berhasil!" ucap Xiao Feng, keduanya saling berpandangan dengan senyum terukir diwajahnya, Xiao Feng mendekatkan wajahnya ke arah Feng Xi. Gadis itu menutup mata dengan gugup sambil meremas tangan Xiao Feng dan sesaat lagi hal indah yang diinginkan akan terjadi,,, Yuan Li tiba-tiba muncul.
"Pangeran!" ucap Yuan Li
Xiao Feng yang sedikit lagi berhasil menutup matanya sambil menghela nafas. Feng Xi yang terkejut membuka mata dan melihat Yuan Li lalu melihat ke arah lain dengan wajah memerah, Yuan Li hanya menyengir lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Yuan Li jika hal yang hendak kau laporkan tidak terlalu penting bersiap kau tidak akan menerima gaji selama setahun!" ucap Xiao Feng dingin. Yuan Li meneguk ludahnya karena tahu dia datang disaat yang tidak tepat.
"Pangeran, aku sudah melindungi Duan Xianming dan keluarganya, hanya saja kasus mendiang Ratu Hua sudah sangat lama aku khawatir kita akan sulit mencari bukti" ucap Yuan Li melapor, Xiao Feng menyimak saja
"Kali ini kita sudah mendapat bukti dengan racun Xuji, aku yakin dengan penyelidikan paviliun Gagak Hitam kita akan menemukan kebenaran" ucap Xiao Feng
"Benar Pangeran!"
"Satu lagi, awasi kediaman Xiao Jun dengan ketat seharusnya dia sudah kembali dari barat mengingat dia gagal bertemu Ling Xu Yuan"
__ADS_1
"Baik"
*****bersambung