Sistem Penguasa Dunia

Sistem Penguasa Dunia
CH 211 Menginterogasi


__ADS_3

*****


"Ayo cantik tuangkan arak untuk kami,, haha!" ucap pria itu setelah makanan dan arak terhidang di atas meja, Feng Xi kemudian mengambil guci berisi arak yang sudah dimasukkan sebuah pil secara diam-diam dan menuangkannya ke dalam cangkir. Pria yang duduk disebelah kanan mengambil cangkir dengan sedikit mengelus tangan Feng Xi, Xiao Feng yang melihat dari meja sebelah panas hatinya. Namun Feng Xi tidak melakukan penolakan karena sedang menyamar.


"Berani sekali dia menyentuh Xixi, awas saja nanti bajingan" ucap Xiao Feng dalam hatinya, tangannya mengepal. Feng Xi yang melirik Xiao Feng tersenyum samar melihat reaksi Xiao Feng yang menggelap.


"Hahaha arak yang enak disajikan oleh wanita cantik" seru pria itu


"Benar,, kita beruntung sekali" temannya menimpali. Namun tak berselang lama pandangan keduanya kabur, mereka menggelengkan kepala sekali sambil memeganginya, cangkir jatuh dari pegangannya dan kedua orang itu tak lama kemudian terkapar di atas meja. Xiao Feng berdiri dan mendekati kedua orang itu.


"Sepertinya kau melakukan sesuatu" ucap Feng Xi yang melihat kedua orang itu pingsan diatas meja. Gadis itu yakin kalau Xiao Feng melakukan sesuatu tanpa dia ketahui.


"Yah,, kau sudah tahu" balas Xiao Feng lalu mendekati pria yang tadi menyentuh tangan Feng Xi dan memukul pelan tangannya.


"Ayo kita bawa mereka" ucap Xiao Feng lalu memegang kerah baju belakang kedua orang itu, Feng Xi segera memegang lengan Xiao Feng dan mereka langsung berteleportasi meninggalkan rumah makan.


*****


"Byurrr!"


Kedua orang itu terperanjat kaget dan terbangun dari pingsannya ketika disiram air, mereka membuka matanya dan merasa heran ketika mendapati tubuhnya dililit kayu dan didudukkan dikursi dan ada meja kecil didepannya. Pandangan mereka membentur sosok pria yang sedang duduk dan dua gadis berdiri disampingnya serta satu orang lagi berdiri dibelakang pria yang sedang duduk. Mereka adalah Xiao Feng, Feng Xi, Chen Nian dan Qing Long. Ya mereka saat ini dibawa Xiao Feng ke paviliun pusat Gagak Hitam.


"Bukankah kau pria yang berada di restoran?" tanya pria sebelah kanan.


"Benar,, rupanya kau memiliki ingatan bagus" ucap Xiao Feng sambil tersenyum tipis.


"Lepaskan kami bangsat,, apa maksud kalian menyekap kami" ucap pria sebelah kiri sedikit berteriak sambil diam-diam mengeluarkan qi nya mencoba melepaskan lilitan kayu, namun sampai berkeringat kayu itu tidak rusak atau lepas.


"Percuma kau melakukan itu, elemen kayu ku bukan mainan murahan" ucap Qing Long dan membuat kedua orang itu pucat wajahnya keringat dingin membasahi dahinya.

__ADS_1


"Langsung saja, siapa yang menyuruh kalian mencuri uang dan buku catatan kas kerajaan Youngzhou" ucap Xiao Feng.


"Uang apa, buku catatan apa kami tidak mengerti"


Xiao Feng melirik Qing Long, Qing Long mengangguk lalu maju mendekati kedua pria itu dan melepaskan lilitan kayu ditangannya dan menaruh tangan salah satu pria diatas meja. Xiao Feng bangkit berdiri mendekati kedua pria itu.


"Kalian ketika membayar makanan di rumah makan tadi memakai koin emas bertanda kerajaan Youngzhou, setahuku koin emas itu tidak banyak beredar kecuali untuk pembelian sesuatu dalam jumlah besar. Kalian seorang kultivator bebas bagaimana mungkin memilikinya" ucap Xiao Feng, kedua pria itu diam saja.


"Baiklah jika tidak mau bicara, Qing Long!"


"Siap Tuan!" ucap Qing Long lalu mengeluarkan kayu sepanjang satu jengkal yang runcing dan tajam dari tangannya dan diserahkan kepada Xiao Feng. Xiao Feng menerima kayu dan memutar-mutar kayu itu.


"Apa yang hendak kau lakukan?" ucap pria itu dengan wajah pucat.


"Hmm,, tangan ini yang kau gunakan untuk menyentuh dia tadi di rumah makan ya" ucap Xiao Feng, belum sempat pria itu berkata Xiao Feng langsung menancapkan kayu itu ke tangan pria didepannya.


"Aaaaahhh"


"Masih tidak mau bicara?"


"Ba.. bajingan sampai mati juga aku tidak akan bicara" ucap pria itu dengan nafas tersengal. Xiao Feng mencabut dan menusukkan kembali kayu itu.


"Aaahhh!"


Setidaknya Xiao Feng sudah lima kali menancapkan kayu seolah memiliki dendam karena pria itu berani menyentuh gadisnya didepan matanya, dia bisa saja menggunakan teknik mata Ilusinya untuk melihat ingatan orang itu, namun Xiao Feng ingin memberi pelajaran dulu pada pria yang menyentuh Feng Xi di rumah makan. Sementara Feng Xi diam-diam tersenyum dengan rona merah, Chen Nian yang melirik Feng Xi juga tersenyum.


"Nona Feng kau sepertinya orang spesial Dimata Pangeran" bisik Chen Nian yang membuat Feng Xi bertambah merah wajahnya.


"Ka..kau ini asal bicara aku dan dia hanya teman" jawab Feng Xi, Chen Nian hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Rupanya ini yang membuat pangeran menolak diriku, ternyata Nona Feng memang gadis yang sangat cantik dan juga seorang kultivator terkenal" gumam Chen Nian dalam hatinya, dia memang mengagumi Feng Xi, sebagai sesama wanita dia mengakui kalau Feng Xi sangat cantik dan bisa melihat kalau Xiao Feng menaruh hati kepada Feng Xi.


Kedua pria itu masih bungkam saja, Xiao Feng tersenyum lalu dia mulai menggunakan teknik matanya.


"Teknik Mata Ilusi"


Kedua pria sontak mematung ketika ditatap mata emas Xiao Feng yang pupilnya memutar, kedua pria itu merasa berada ditempat lain dengan keadaan terikat dan ada banyak pedang melayang didepannya. Tiba-tiba pedang itu melesat dan menusuk tubuh kedua pria itu.


"Aaahhh!"


"Uhuukk"


Dari luar memang mereka tidak mendapat luka, namun jiwa mereka yang terluka. Xiao Feng menggunakan teknik ini untuk menyiksa dulu. Setelah dirasa kedua orang itu sudah tidak berdaya Xiao Feng kemudian membaca ingatan kedua orang itu. Langsung saja kedua mata orang itu memutih dan mengeluarkan air liur dari mulutnya yang terbuka. Xiao Feng tidak langsung membunuhnya.


Setelah mendapatkan ingatan Xiao Feng menyuruh Qing Long membawa kedua pria itu ke penjara yang berada dibawah tanah paviliun. Lalu mereka meninggalkan ruangan.


*****


"Apa yang kau dapat?" tanya Feng Xi, kini Xiao Feng ditemani Chen Nian dan Feng Xi berada di halaman belakang paviliun.


"Benar dugaanku mereka memang banyak orang, aku mendapat informasi kalau ada sekitar lima orang lagi yang mencuri uang itu, mereka berada di kediaman sebelah selatan ibukota dekat sungai Baizhuan dan uang itu masih berada ditangan mereka dan mereka rupanya disuruh oleh Kepala Pendapatan Kerajaan, Zhao Xue" ucap Xiao Feng


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Chen Nian


"Aku dan Xixi akan menuju tempat mereka mengambil uang dan kau kembali ke istana, awasi pergerakan Zhao Xue dan kalau ada kesempatan kau menyelinap untuk mencari buku catatan itu" ucap Xiao Feng.


"Baik Pangeran, saya menerima perintah" ucap Chen Nian lalu setelah memberi hormat Chen Nian meninggalkan tempat itu menuju istana.


"Apa kita akan bergerak sekarang?" tanya Feng Xi.

__ADS_1


"Tentu,, jika menunda lebih lama aku khawatir Chen Zhou akan mendapat masalah jika Xiao Jun menemukan buktinya" ucap Xiao Feng dan Feng Xi hanya mengangguk. Keduanya kemudian melesat terbang menuju tempat komplotan orang yang mencuri uang kas.


****** bersambung


__ADS_2