
*****
"Dulu kalian temanku bahkan aku pemimpin kalian, karena tindakan dungu kalian dengan berpihak kepada Ying Chan maka hari ini aku akan menamatkan riwayat kalian" Ao Xuan berucap dingin. Ke enam orang didepannya langsung bergerak mengelilingi Ao Xuan,
"Biarpun kami tahu kau kuat namun jika kau bersikeras kami tidak akan sungkan, cepat kita bereskan dia" ucap salah seorang lalu melesat menyerang Ao Xuan, lima orang tidak tinggal diam mereka juga bergerak bersamaan menusukkan pedangnya, Ao Cuma melompat tinggi ke udara lalu berjumpalitan ke belakang dua kali. Ketika masih diudara dia mengibaskan tangannya dan lima bola api kecil melesat ke arah lima orang.
"Awas jangan di tahan lekas menyingkir itu serangan berbahaya" teriak seseorang memperingati dan melompat ke samping, namun tiga orang yang lain tidak sempat menghindar, mereka mengalirkan qi ke pedangnya mencoba menahan bola api lemparan Ao Xuan.
"Wushh,, trinkk,, trinkk,, trinkk"
Seolah logam, bola api ketika beradu dengan pedang mengeluarkan suara keras, namun teknik Ao Xuan yang hebat tentu saja bukan tandingan mereka, bola api terus merangsek dan mengenai dada tiga orang itu.
"Aaakkhh"
Teriak kesakitan terdengar dan sesuatu mengerikan terjadi tidak lama kemudian. Tubuh tiga orang perlahan menghitam seperti terbakar dan lambat laun mengkerut lalu tergeletak di tanah. Tiga orang sisanya meneguk ludah keringat dingin mengucur didahinya. Disisi lain kadal tunggangan mereka juga mengeluarkan suara aneh dan langsung menyerang lebah Ao Xuan dengan mengulurkan lidahnya yang panjang. Xiao Feng tidak mungkin diam saja biarpun ukuran kadal itu sangat besar Xiao Feng mencoba menghadapinya. Lebah kemudian terbang tinggi ke atas, Xiao Feng mengeluarkan pedangnya dan langsung mengeluarkan teknik Pedang Membelah Langit dan mengeluarkan enam pedang es.
"Rasakan ini"
Kemudian enam pedang es muncul di atas kepala Xiao Feng lalu Xiao Feng menurunkan tangannya ke bawah dan enam pedang itu dengan cepat menerjang enam kadal yang saat itu sedang melompat mengejar lebah.
"Sshiuutt,,, zeepp,, zepp"
Enam pedang itu dengan telak menembus masing-masing kepala kadal sekaligus membekukannya. Kadal itu jatuh berdebum di tanah dan mati, karena bukan binatang buas atau monster Xiao Feng tidak mendapat pemberitahuan poin. Lebah itu kemudian terbang sedikit menjauh dari arena pertarungan. Ao Xuan yang sempat melirik tersenyum tipis, tidak menyangka kalau orang setinggi lututnya bisa dengan mudah membunuh kadal raksasa. Ao Xuan pun tidak mau berlama-lama dia segera melesat ke arah tiga orang yang masih berdiri dengan gemetar. Ao Xuan melompat dan menendang kepala ketiga dengan satu kali tendangan membuat tiga orang tidak sempat menghindari lalu roboh ketanah. Ao Xuan berdiri memandang mayat-mayat itu lalu bersiul keras, kemudian lebah besar dan Xiao Feng mendatanginya.
"Saudaraku kau luarbiasa bisa membunuh dengan mudah kadal itu"
__ADS_1
"Kau lebih hebat, sepertinya dunia ini menyimpan orang-orang hebat"
"Haha itu sudah pasti, ayo kita segera ke pusat kota" Mereka berdua menaiki lebahnya dan terbang meninggalkan bukit.
*****
Ao Xuan dan Xiao Feng kini sudah memasuki gerbang kota, para warga yang melihat siapa yang datang sontak berhamburan dan berdiri berjejer disepanjang jalan lalu para warga berlarian menuju ke alun-alun kota yang terdapat tanah lapang. Bahkan anak-anak berteriak-teriak.
"Ao Xuan datang,, Douzheng,, Douzheng" diujung barat tanah lapang, debu mengepul menutupi pemandangan. Begitu debu lenyap tertiup angin tampaklah Ao Xuan berdiri disamping lebah besarnya dengan Xiao Feng duduk diatasnya.
"Ao Xuan apa maksud mereka berkata Douzheng?" tanya Xiao Feng, Ao Xuan melihat ke sekelilingnya yang sudah dipadati para warga berdiri.
"Douzheng adalah tradisi Kerajaan Angin Timur yaitu bertarung satu lawan satu sampai mati dan disaksikan banyak orang, itu dilakukan jika ada masalah yang sudah tidak bisa diselesaikan dengan perundingan"
"Douzheng,, Douzheng" orang-orang kembali berteriak sambil mengacungkan tangan dan benda yang dipegangnya. Diujung tanah lapang sebelah timur seseorang duduk di atas kursi mengenakan pakaian dari sutra dan mahkota kecil di kepalanya yang diganjal dengan tusuk konde. Orang itu adalah Ying Chan musuh bebuyutan Ao Xuan mantan jendral yang kini baru diangkat menjadi raja oleh para warga Kerajaan Angin Timur.
Ao Xuan yang melihat Ying Chan api dendam berkobar didadanya dia melangkah ke tengah lapangan dan menatap tajam Ying Chan. Ying Chan pun bangkit dari duduknya dia berdiri dan melihat sekeliling lalu berkata lantang.
"Wahai rakyat Angin Timur, lihatlah pengkhianat kerajaan dan pembunuh istri berada didepan kalian melihat penampilannya aku yakin dia telah sengsara menerima kutuk dari dewa karena perbuatan kejinya, aku sebagai raja kalian akan membunuh sendiri pembunuh itu"
"Pembunuh,, pembunuh,,!!"
Ao Xuan berdiri diam rambut panjangnya melambai ditiup angin dengan mata masih menatap tajam Ying Chan "Bajingan ini sewaktu pertarungan di Bukit Cinta dia melarikan diri, sekarang dia menunggu kedatanganku pasti dia telah memiliki teknik baru yang mungkin didapat dari si keparat She Mo atau dukun sesat Ci Wuya" dalam hati Ao Xuan membatin.
Dia lalu mengangkat tangan kanannya "Wahai penduduk Angin Timur aku Ao Xuan raja kerajaan, semuanya dengarkan ucapanku,,,"
__ADS_1
"Kau bukan raja dikerajaan ini, akulah raja nya" teriak Ying Chan memotong lalu melihat sekeliling "Wahai para rakyat siapa raja kalian?"
"Tuan Ying Chan raja kami,, Yuan Ying Chan raja kami"
Rahang Ao Xuan menggembung "Bajingan ini mengarang cerita busuk dan menghasut rakyat" pikir Ao Xuan.
"Aku raja kalian, Ying Chan merampas tahta dengan licik, aku tidak mungkin membunuh Jing Mi istriku sendiri dia meninggal dengan cara bunuh diri karena tertipu oleh Ying Chan dengan mengatakan aku sudah mati"
"Dusta" teriak Ying Chan
"Dusta" orang-orang ikut berteriak.
"Ao Xuan kau lihat sendiri siapa raja, aku masih menghargaimu dengan melakukan Douzheng, seharusnya aku sudah mencincang tubuhmu saat ini"
Ao Xuan menyeringai dia mengeluarkan pedangnya dan ditancapkan ke tanah.
"Boom"
Tanah bergetar dan lubang besar tercipta akibat tusukan pedang.
"Sepertinya Ao Xuan akan bertarung hidup dan mati, aku yang sekecil ini sangat merepotkan lebih baik menjauh" Xiao Feng kemudian terbang ke atas dan mengamati dari udara, karena ukuran tubuh yang kecil jadi orang-orang tidak terlalu memperhatikan Xiao Feng.
Ao Xuan menepuk dadanya dengan keras "Ying Chan aku tahu kalau kau menyuruh seseorang untuk mencelakaiku di gunung Suzhen tapi kau lihat aku masih berdiri dengan tubuh utuh, aku siap melakukan Douzheng dengan raja palsu" teriak Ao Xuan lalu menyambar pedangnya dan melompat ke arah Ying Chan, sebenarnya Ying Chan kekuatannya masih sama seperti dulu berada dua tingkat di bawah Ao Xuan, namun dia telah mempelajari satu teknik baru jadi Ying Chan percaya diri bisa menghadapi Ao Xuan.
***** bersambung
__ADS_1