
Pelelangan pun terus berlanjut hingga akhirnya barang terakhir pada sesi barang langka menggemparkan tamu pelelangan dan membuat para tamu berfikir tentang pelelangan Jinduo.
"Barang terakhir pada sesi barang langka ini yaitu darah dewa. Darah dewa ini dapat meningkatkan potensi bahkan hingga di tingkat dewa untuk mereka yang dapat mengembangkannya dengan baik, selain itu darah dewa juga dapat membuat seseorang mempunyai sedikit aura dewa. Bagi mereka yang telah mengembangkan darah dewa sebelumnya ataupun bahkan yang memiliki darah dewa dari keturunannya, dengan darah dewa ini dapat meningkatkan kekuatan, kontrol, dan potensi kedewaannya selain itu darah dewa ini bahkan dapat meningkatkan tingkat ataupun skill dari dewa bagi yang dapat mengembangkannya dengan baik dalam artian cocok dengan esensi darah dewa ini. Darah dewa ini adalah barang yang sangat langka dan bahkan sangat penting juga paling banyak di cari para pembela diri, barang ini seharusnya termasuk ke dalam inti pelelangan tetapi karena ada perubahan jadwal kita masukkan pada sesi barang langka. Baiklah tak perlu berlama-lama kita mulai lelangnya harga awal 700ribu, ini harga yang sangat murah untuk darah desa ini. Lelang mulai!"
Bebarengan dengan penjelasan pemimpin lelang banyaknya tamu yang mulai mengobrol kan pelelangan Jinduo.
"Wah, pelelangan Jinduo memang gila, hingga darah dewa pun ikut di lelang."
"Kurasa, Pelelangan Jinduo ini telah di dukung seorang ahli."
"Ya, kurasa juga begitu. Jika tidak bagaimana bisa ada ramuan ajaib dan juga darah dewa disini."
"Ya dan lagi itu di lelang saat sesi barang langka, itu jelas sekali pelelangan Jinduo lagi memperingatkan kita-kita, terutama keluarga Meng agar tidak seenaknya lagi."
"Yah, jika begitu ku rasa orang berpengaruh itu yang berada pada ruang nomor 39 itu."
"Menurutku, pasti dia. Bagaimana juga saat awal tadi keluarga Meng mengalah padanya."
"Ya, memang keluarga Meng mengalah tapi itu kan memang tak terlalu di butuhkan oleh keluarga Meng?"
"Iya juga, tapi saat pelelangan ramuan tadi orang itu bahkan menaikan harga dan membuat anggota keluarga Meng kesal penuh emosi."
"Hahaha, aku teringat ekspresi anggota keluarga Meng tadi."
"Ekspresi mereka benar-benar lucu untuk mereka yang terbiasa sombong. Tapi itu cukup membuktikan bahwa orang di no 39 itu bukan orang sembarangan, mungkin pengaruhnya sangat besar hingga berani melawan keluarga Meng."
"Dilihat dari dirinya saja sudah kelihatan dia hanyalah tamu baru yang datang pertama kali saja tetapi langsung naik ke lantai tiga, pasti bukanlah orang biasa."
"Mati saja! masih ada pikiran orang biasa? Huh... emang lantai tiga semudah itu di masuki?"
"Ya jelas sangat sulit lah, jika memang semudah itu mungkin aku telah berada di lantai 10!"
"Ngajakin berantem?!"
"Ayo... siapa takut!"
"Sudah lah... kita berada di pelelangan Jinduo bahkan di depan ahli itu!"
"Kali ini akan ku maafkan! tidak ada lain kali lagi!"
"Cih... aku tak butuh maafmu!"
"Kalian berhentilah... kalian tak bisa menyinggung siapapun disini!"
__ADS_1
"Ya aku tahu, ngomong-ngomong orang yang berada di ruangan 39 itu misterius sekali bahkan menggunakan topeng dan jubah."
"Ya, dia terlihat misterius dan sangat keren! aku penasaran dengan identitas aslinya!"
"Mungkin keluarga-keluarga besar telah mulai menyelidikinya dam sebentar lagi mungkin akan ketahuan."
Obrolan mereka tentang Xiao Lei membuat Xiao Lei mendadak bersin-bersin karenanya.
Disisi lain Xiao Lei sedang berbincang-bincang membahas darah naga ini bersama Meme.
"Meme, apa darah dewa ini sama seperti milik Mira?"
"Ya, Tuan. Bedanya ini tidaklah dapat sebanding dengan darah milik Meme."
"Terus? Apa itu masih sehebat yang ia katakan?"
"Ya, itu tetaplah hebat seperti yang dia katakan, tapi tetap harus mempertimbangkan kecocokannya dulu Tuan."
"Kecocokan ya? Ngomong-ngomong kita hanya perlu meminta sedikit darah Mira dan bisa jadi kaya raya."
"Tuan apa kau yakin dengan kata-katamu?"
Ekspresi Xiao Lei yang tadi sangat bersemangat langsung berubah menjadi lemas dan berkata "Sudah pasti tak yakin! Bagaimana bisa aku melukai nya yang begitu imut dan manis itu hanya untuk kekayaan saja!"
"Meme senang, Tuan masih punya sedikit akal sehat ketika berbicara tentang harta."
"Ya, Tuan dapat menyebut diri sendiri apapun yang Tuan suka."
"Pastinya, tapi mungkin sekali-kali tak apa lah jika kepepet, dengan begitu kan luka kecil tak lagi berarti jika kita hidup dengan baik."
"Terserah Tuan saja, mungkin ini titik kehancuran mu Tuan."
"Yah, kan bercanda saja Meme kecilku jangan terbawa emosi ya. Balik ke pertanyaan ku apakan itu akan berguna juga untuk Mira?"
"Berguna Tuan, walau efeknya tidak terlalu signifikan untuk Mira tapi lumayan dapat mempelajari ilmu baru dan meningkatkan potensinya."
"Baiklah kalau begitu, mari kita beli."
"1juta 2ratua" lanjut mendengarkan pelelangan.
"1juta 2ratus 5puluh."
"1juta 5ratus." ucap keluarga Meng.
__ADS_1
"Kelurga Meng menginginkan barang ini dan siapa yang berani melawan akan menjadi musuh untuk keluarga Meng."
"2juta. Saat ini yang dapat membuktikan adalah uang!" balas Xiao Lei
"Sialan! Orang itu benar-benar membuatku kesal hingga hampir botak! Siapa dia sebenarnya? Mengapa Wang mencari informasi lama sekali!"
"Kak, kita masih harus mendapatkan mutiara perak, kita tak bisa seboros itu untuk darah dewa ini!" ucap Meng Xui
"Tapi, darah dewa ini juga sangatlah penting."
"Kak, sesuai katamu tadi, seharusnya hanya dia saja akan mudah untuk di kalahkan di luar setelah ini."
"Baiklah, gitu juga dapat lega."
"Tok tok tok!" suara pintu ruangan Xiao Lei.
"Meme tolong buka pintu dulu."
"Baiklah Tuan." ucapnya langsung bergegas membuka pintu.
"Saya membawa laporan dari pemilik pelelangan untuk Tuan."
"Masuklah! Meme kamu kunci lagi pintunya."
"Baik Tuan." ucap mereka serentak.
"Tuan, saya hanyalah utusan yang di utus untuk menyampaikan bahwa saat ini keluarga besar manapun terutama Keluarga Meng sedang mencari informasi Anda, dan Tuan pemilik pelelangan Jinduo ini juga telah membantu untuk menutupi identitas anda."
"Oh begitu rupanya, kamu bilang lah pada Wan Rui bocorkan saja aku utusan membawa lencana sekte angkasa dan tolong buatnya menjadi sangat alami jangan buat mereka curiga dan juga selain itu tolong bisa ditutupi sisanya dengan baik."
"Baiklah Tuan akan saya sampaikan, mohon maaf mengganggu Tuan, saya undur diri." ucapnya kemudian pergi dan melaporkan pada Wan Rui.
Setelah beberapa saat, Meng Wang kembali ke ruangan keluarga Meng.
"Tok tok tok!" ketuk Meng Wang dan masuk.
"Tuan, ternyata orang misterius pada ruangan nomor 39 adalah utusan dari sekte angkasa?"
"Apa???? Untung saja kita tak menyinggungnya berlebih. Ini kesempatan bagus untuk Keluarga Meng. Kita harus dapat kerja sama dengan dia."
"Maafkan saya Tuan, Saya tak bermaksud begitu jika Tuan menginginkan darah dewa silahkan dapat menawar."
"Baiklah, bagaimana pemandu lelang?"
__ADS_1
"2juta, apa ada yang ingin menambah?"
"Jika tidak ada, barang akan didapat oleh nomor 39. Selamat Tuan, barang akan di antar ke ruangan anda segera."